공유

Bab 24

작가: Fitri
Mobil di belakang pun melaju mendekat.

Maeris naik ke mobil Theron. Begitu masuk, dia langsung tidak bisa menahan diri untuk mengeluh. Suaranya bercampur isak tangis.

"Kak! Lihat dia! Dia benar-benar meninggalkanku di tengah jalan begitu saja! Ada beberapa rekan kerja juga di sana. Dia sama sekali nggak menjaga harga diriku!"

Theron memutar setir ke samping dan berkata dengan santai, "Kamu sendiri yang ngotot mau kerja buat Kak Kayden, mau salahkan siapa? Kalau setelah lulus kamu masuk perusahaa
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (2)
goodnovel comment avatar
Sulisti Nur Yuliani
yaaahhh hujan derass
goodnovel comment avatar
Yelli Nofiza
ceritanya makin seru
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 824

    "Terima kasih, Sarah. Kalau nanti ada waktu, aku traktir kamu makan.""Nggak usah. Di luar dingin, Kak Sandy cepat pulang saja."Sandy membuka pintu mobil dan turun.Putaran balik ada di persimpangan depan. Sarah mengemudi hingga ke ujung jalan lalu berputar arah. Saat berhenti menunggu lampu merah di depan, tanpa sengaja dia melirik ke kaca spion. Dia melihat Sandy sedang berjalan bersama seorang wanita. Wanita itu memeluk lengan Sandy dengan sangat mesra.Padahal, bukankah saat makan tadi dosen pembimbing Sandy mengatakan bahwa dia masih lajang? Apa dia sebenarnya sudah punya pacar dan sengaja tidak memberi tahu kelompok bimbingannya? Namun, dosen pembimbing juga bukan orang tua. Memangnya apa yang perlu disembunyikan?Sarah menggeleng pelan.Itu bukan urusannya.Hanya saja, wanita di samping Sandy itu terlihat sangat familier. Entah kenapa dia merasa pernah melihatnya di suatu tempat.Lampu lalu lintas berganti, jalan di depan kembali lancar. Sarah pun mengusir pikiran itu dari bena

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 823

    Sarah tampak sedikit bingung."Tapi gaji yang ditawarkan empat firma terbesar itu mungkin nggak bisa kami samai.""Selama gajinya masuk akal, jenjang kenaikan gajinya jelas, dan kesejahteraannya layak, semuanya masih bisa dibicarakan."Dosen pembimbingnya sengaja memasang wajah serius. "Aku tadinya masih ingin mempertahankanmu tetap di kampus. Eh, kamu malah sudah mencarikan pekerjaan untuk dirimu sendiri?""Prof, aku juga harus cari uang."Semua orang di meja itu tertawa.Dosen dari meja sebelah ikut angkat bicara, "Mahasiswa bimbinganmu semuanya sama seperti kamu, terlalu mengutamakan perasaan. Untuk orang yang belajar hukum, itu bukan hal yang baik.""Apa yang nggak baik? Menjunjung hukum itu penting, tapi memahami kemanusiaan juga sama pentingnya."Kedua profesor itu dulunya adalah teman satu universitas. Bidang penelitian mereka memang berbeda, tetapi hubungan mereka cukup akrab. Akhirnya, kedua meja digabung menjadi satu.Begitu menoleh, Sarah melihat kerah hoodie Sandy yang sedi

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 822

    Sandy bertubuh kurus dan memang memberi kesan rapuh sejak lahir.Sementara itu, sejak kecil Sarah sudah terbiasa bekerja di ladang. Memanjat tebing untuk memetik tanaman obat pun bukan masalah baginya. Di àl'aube dia juga sering mengangkat kardus-kardus berat, sehingga tenaganya luar biasa besar.Satu tepukan itu hampir saja membuat Sandy terpental.Sandy mengusap bahunya. Separuh tubuhnya sampai terasa kebas.Sarah buru-buru meminta maaf, "Maaf, tenagaku memang besar. Barusan aku benar-benar nggak sengaja!"Sandy mengusap lengannya sambil tersenyum getir. "Nggak apa-apa."Sarah merasa sangat tidak enak hati. Setelah keluar dari kampus, dia membelikan teh susu untuk satu meja kelompok bimbingannya dan juga satu meja tempat Sandy beserta teman-temannya makan. Sebagai permintaan maaf.Teman satu kelompok Sandy menggoda, "Adik tingkat itu lumayan imut juga. Sandy, jangan-jangan akhirnya kamu kasmaran juga?""Bukan begitu. Jangan asal bicara. Aku dan Sarah cuma bertemu di perpustakaan bebe

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 821

    Hati Yuna terasa berbunga-bunga dan malu.Dengan begitu, Sandy tidak akan bisa melepaskannya dengan mudah.Sandy sama sekali tidak menunjukkan sikap lembut pada wanita. Alih-alih meninggalkan kenangan indah, Yuna hanya bisa menahan rasa sakit sepanjang proses itu.Saat berjalan dengan kaki gemetar menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, kemarahan Yuna terhadap Elina semakin memuncak. Kalau bukan karena Elina, dia tidak akan sampai jatuh ke keadaan seperti ini.Dulu, Sandy adalah pria yang bahkan tidak pernah diliriknya sama sekali. Memang, perkembangan kariernya sekarang cukup menjanjikan. Bukan tidak mungkin suatu hari nanti dia benar-benar membangun karier yang besar.Namun Yuna tahu, seorang pendatang baru yang merintis dari nol tidak mungkin bisa mengalahkan keluarga kaya lama yang telah mengumpulkan kekayaan selama beberapa generasi.Yuna memejamkan mata dan menggenggam handuk mandi erat-erat. Dia berharap handuk di tangannya itu adalah Elina, agar bisa dia cabik menjadi ribua

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 820

    Industri perhiasan ....Karena sama-sama bekerja di industri perhiasan, Sarah tanpa sadar merasa sedikit lebih akrab dengan orang yang juga bekerja di bidang yang sama."Industri perhiasan? Kebetulan sekali. Aku juga bekerja di perusahaan perhiasan. Tapi aku cuma staf keuangan biasa.""Kamu juga bekerja?"Sarah membuka pintu mobilnya, lalu menepuk-nepuk salju yang menempel di pintu mobil. "Banyak orang kuliah sambil bekerja. Itu hal yang biasa. Selama kampus mengizinkan dan perusahaan juga mengizinkan, apa salahnya?""Benar juga."Sarah tidak berniat mengobrol lebih lama dengan Sandy. Dia memasukkan kotak paket ke mobil, lalu mengemudikan mobilnya pergi.Menjelang akhir Desember, Kota Andara diguyur salju tipis. Suhu turun drastis. Saat berdiri di area parkir, angin dingin berembus dari segala arah. Rasanya menusuk hingga ke tulang.Sandy menarik ritsleting jaketnya. Dia memperhatikan mobil Sarah keluar dari area parkir, lalu kembali ke mobilnya sendiri dan pulang.Sesampainya di rumah

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 819

    Melihat situasinya sekarang, orang itu pasti sadar bahwa dirinya sudah jatuh miskin, jadi tidak mau lagi berhubungan dengannya, takut dia hanya akan menyusahkan mereka.Yuna sangat memahami hal itu. Orang-orang seperti mereka memang selalu menjilat yang berkuasa dan menginjak yang sedang jatuh.Suatu hari nanti, dia pasti akan kembali seperti dulu. Saat itu, dia ingin melihat apakah mereka masih berani memandang rendah dirinya.Yuna merangkak dengan tergesa-gesa. Sebelum Silvar sempat menutup pintu, dia menarik daun pintu."Kak! Jangan usir aku! Aku bisa menjelaskan semuanya kepada kakakku! Tolong biarkan aku bertemu Kak Elina!"Dia melihat sepasang sandal wanita di dalam rumah, juga melihat foto yang diletakkan di dekat pintu masuk.Itu adalah foto Elina dan Silvar. Keduanya tersenyum begitu manis. Pemandangan itu menusuk mata Yuna.Silvar menatapnya dari atas, melihat penampilannya yang menyedihkan, lalu berkata dengan dingin, "Pergi. Kalau nggak, aku akan telepon polisi. Kamu mau ti

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status