Share

Bab 375

Author: Fitri
Saskia memejamkan mata sejenak.

Setelah ragu beberapa saat, dia baru berkata, "Aku punya sepupu perempuan, dulu dia satu kantor denganmu. Kamu kenal dia? Namanya Moana."

Lunara tertegun.

Restoran sedang ramai di jam makan, suara orang berisik memenuhi ruangan. Para pelanggan berlalu lalang melewati meja Lunara dan Saskia.

Lunara berkata dengan heran, "Moana itu sepupumu?"

Saskia mengangguk, ekspresinya tampak sedikit rumit.

"Nggak terlalu dekat. Setelah aku bercerai, mereka merasa aku memalukan.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 375

    Saskia memejamkan mata sejenak.Setelah ragu beberapa saat, dia baru berkata, "Aku punya sepupu perempuan, dulu dia satu kantor denganmu. Kamu kenal dia? Namanya Moana."Lunara tertegun.Restoran sedang ramai di jam makan, suara orang berisik memenuhi ruangan. Para pelanggan berlalu lalang melewati meja Lunara dan Saskia.Lunara berkata dengan heran, "Moana itu sepupumu?"Saskia mengangguk, ekspresinya tampak sedikit rumit."Nggak terlalu dekat. Setelah aku bercerai, mereka merasa aku memalukan. Di keluargaku, wanita yang sudah bercerai nggak boleh pulang ke kampung halaman. Waktu itu aku pulang untuk berziarah ke makam orang tuaku, baru ketemu sama dia. Dia anak dari paman sepupuku.""Waktu itu aku diusir sama orang-orang desa, nggak diizinkan berziarah. Dia kebetulan lewat dan membawaku naik ke mobilnya."Saskia mengerutkan kening."Sebenarnya dia sudah membantuku, aku juga nggak pantas membicarakan hal buruk tentang dia di belakang. Tapi, waktu itu dia sedang menelepon seseorang dan

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 374

    Mobil melaju pergi. Di dalam mobil seketika menjadi sunyi.Ignas menyetir, Kayden duduk di kursi belakang sambil melihat ponselnya. Di sana ada jadwal kegiatan Daisy di taman kanak-kanak hari ini. Mereka akan pergi ke galeri seni terdekat untuk membuat vas dari tanah liat. Lalu, menggunakan daun musim gugur yang dikumpulkan sebelumnya untuk membuat berbagai hiasan.Sore nanti ada setengah jam kegiatan di aula olahraga. Karena cuaca semakin dingin, semua aktivitas taman kanak-kanak dipindahkan ke dalam ruangan.Kayden berkata, "Ignas, nanti hubungi pihak TK Daisy. Untuk makanan ke depannya ganti pemasok, cari restoran milik Keluarga Rasputi, pilih yang paling dekat sama sekolah saja. Biayanya nanti aku yang tanggung.""Baik, Pak Kayden."Mata Eden berkilat sejenak. Dia sudah melihat anak itu. Seorang gadis kecil berusia dua atau tiga tahun, parasnya sangat cantik. Namun, Kayden baru saja menikah. Kalau anak itu benar anak Kayden, berarti seperti dirinya, dia juga anak di luar nikah.Bah

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 373

    Penampilannya terlihat agak lucu.Daisy menyodorkan segelas air sambil berkata, "Kakek, minum dulu ya, jangan marah."Javier mengambil gelas itu. Begitu melihat itu adalah gelas kartun berbentuk bintang favorit Daisy, ekspresinya langsung membaik. Dalam sekejap, amarahnya mereda dan semua rasa kesal langsung hilang."Memang cucu Kakek yang paling baik. Kakek nggak minum dari gelasmu, Kakek punya gelas sendiri."Saphira mengerutkan kening. "Ada apa? Apa kata Hardi?"Javier semakin kesal. "Coba tebak apa yang dia bilang? Katanya dia sedang pacaran sama artis kecil itu, malah suruh aku siapkan uang amplop! Dia sudah setua itu, masih bicara soal amplop pesta!"Dunia hiburan memang banyak yang kacau. Terutama orang yang membuat film seni, kebanyakan mengejar romantisme. Namun, orang seperti Hardi yang sudah hampir 60 tahun ini ... menikah lagi dengan artis jauh lebih muda saja sudah cukup memalukan, sekarang malah terdengar ingin menggelar acara besar.Ini benar-benar seperti menginjak harg

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 372

    Pandangan Eden bergerak dari atas ke bawah, menatap Lunara. Dengan cepat dia menarik kembali pandangannya, tetapi rasa kagum di matanya belum juga hilang. Dia pernah mendengar bahwa Kayden sudah menikah.Di dalam hati, dia cukup penasaran. Kira-kira wanita seperti apa yang bisa menarik perhatian pria seperti Kayden?Sejak kecil sampai dewasa, Kayden selalu menjadi yang tertua di keluarga. Bahkan dengan begitu banyaknya anak di kompleks itu, setiap kali mereka bermain, yang jadi "jenderal" selalu Kayden.Eden ingin tahu kenapa.Namun, dia memang tidak sepintar Kayden. Setiap kali Zafran mengajukan suatu tuntutan, Kayden selalu bisa menyelesaikannya dalam waktu paling cepat, dengan cara yang tidak terpikirkan oleh siapa pun. Bahkan dia bisa memberikan solusi yang berbeda.Anak-anak di kompleks itu semua mengikuti Kayden, menjadikannya sebagai pemimpin. Bahkan Frans, yang lahir dari ibu yang sama dengannya, juga selalu mengikuti apa pun yang Kayden lakukan.Javier makan sambil melirik ke

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 371

    Kali ini, tema pamerannya langsung dibuat menjadi pemilihan tertutup. Semua perusahaan yang ikut serta harus mengirimkan perhiasan untuk dipamerkan dan semuanya dirahasiakan."Tapi, penanggung jawab mereka sudah kirimkan katalognya untuk kulihat. Kalau kamu mau tahu, kamu harus menyuapku," kata Kayden."Aku nggak sepenasaran itu."Lunara tersenyum, lalu duduk di pelukan Kayden sambil membolak-balikkan katalog pameran perhiasan Grup Narasoma dari tahun-tahun sebelumnya. "Karya-karya ini memang sangat luar biasa.""Casya juga punya katalog ini. Secara objektif, desain kalian kali ini punya peluang menang yang besar. Tapi, dalam desain perhiasan, teknik pemasangan juga sangat penting," kata Kayden.Lunara menganggukkan kepala. "Kami sedang menghubungi beberapa master perhiasan dan mereka semua cukup tertarik."Satu-satunya kekurangan adalah seri Kepompong Pecah. Sebagai karya awal dari perusahaan baru, seri ini belum memiliki dukungan yang cukup kuat.Lunara dan Casya sama-sama tidak ingi

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 370

    Lunara tertegun sejenak. Dia baru selesai mandi bersama Daisy. Tubuhnya masih dipenuhi uap hangat, ujung rambutnya bahkan masih meneteskan air.Saat mendengar Daisy berkata bahwa Meidy dan Saskia akan pergi ke luar negeri dan tidak akan kembali, Lunara sedikit terkejut.Namun, setelah dipikir-pikir, mungkin itu juga lebih baik. Toh tempat ini tidak sepenuhnya baik untuk mereka. Orang tua Saskia sudah tiada, jadi memang tidak ada hal yang mengikatnya di sini lagi.Lunara mengeluarkan ponsel, membuka pesan. Benar saja, dia melihat pesan dari Saskia yang mengajaknya makan besok. Setelah menentukan waktu dan tempat, Lunara menyimpan kembali ponselnya.Daisy menatap Lunara. "Mama, sepertinya sudah waktu tidur ya?""Ya, ayo kita tidur."Daisy menggeleng, lalu menunjuk ke arah pintu, ke bayangan yang lewat sekilas. "Om Kay sudah beberapa kali cari Mama. Dia mau cium Mama lagi ya?"Lunara sontak termangu. Kalimat Daisy sangat polos, sama sekali tidak merasa bahwa dia sedang menyinggung hal sen

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status