Share

Chapter 05

"Aku hanya ingin ngobrol dengan kamu,makanya aku usahakan kerja cepat biar bisa berduaan dengan kamu.Lagian aku sekarang sudah punya penyemangat hidupku jadi segala sesuatu akan cepat selesainya," ujar Ersan.

"Aku ikut senang untuk kamu." Sahut Alika sambil tersenyum. 

" Memangnya kamu tidak kepo kira kira siapa penyemangatku?" tanya Ersan.

" Kamu memangnya mau kasih tahu aku pikir itu adalah rahasia kamu?" Alika mengeryitkan keningnya karena bingung. 

" Aku mau dan sangat mau karena orangnya adalah kamu," jawab Ersan sambil menatap kearah Alika .

Mendengar jawaban dari Ersan,Alika merasa sangat terkejut karena hal itu sama sekali tak ada dalam pikirannya. 

" Tapi kenapa harus aku yang sangat tak sempurna ini?" Tanya Alika lirih.

"Didunia ini tak ada yang sempurna semua pasti ada kekurangannya.Hanya saja terletak bagaimana pemikiran orang yang suka saja menilai seseorang secara berlebihan." Sahut Ersan. 

"Makasih ya karena kamu tak menghinaku seperti yang lain dan menghargai keberadaanku disini," lirih Alika sambil menundukkan kepalanya menyembunyikan kesedihan dimatanya .

Ersan mengangkat dagu Alika ia ikut merasakan kesedihan gadis cantik yang berada dihadapannya kini.

"Heiii,kamu nggak boleh sedih ya.Hati aku sakit melihatnya ijinkan aku menjaga dan melindungi kamu," pinta Ersan.

Alika hanya tersenyum dengan air mata yang sedari tadi turun,bahkan enggan untuk berhenti .

Ersan memberanikan dirinya memeluk Alika,ia tak ingin wanita yang dicintainya bersedih.Kebahagian kita adalah saat melihat orang yang kita sayangi tersenyum,dan kesedihan kita adalah saat melihat sedihnya .

Ia tahu jika wanita yang berada dalam dekapannya itu selalu saja dipenuhi kesedihan dalam hidupnya.Dalam hati kecilnya Ersan berjanji akan melakukan apapun asalkan Alika selalu bahagia.

Alika merasakan kenyamanan saat berada dalam pelukan Ersan,ia membenamkan wajahnya didada bidangnya.Apalagi aroma tubuhnya sangat menyenangkan membuat Alika betah berlama lama di sana.

" Terimakasih karena mau mengerti keadaanku," lirih Alika.

"Iya sama sama." Sahut Ersan.

"Tapi kenapa kamu melakukan ini semua kalau pacar kamu marah gimana?" Tanya Alika tak enak hati.

Ersan hanya tersenyum mendengar pertanyaan Alika mana mungkin pacarnya marah.Sedangkan orang yang akan menjadi pacarnya adalah wanita yang berada disampingnya kini.

"Kan pacar aku kamu memangnya kamu mau marahin diri sendiri?" Sahut Ersan yang membuat Alika bertambah bingung .

"Jangan bingung begitu wanita yang kucintai adalah kamu," sambung Ersan lagi.

"Maksudnya?" Tanya Alika masih kebingungan. 

" Kamu mau nggak jadi pacarku Alika?" Tanya Ersan dengan nada yang terdengar serius.

" Kamu yakin nggak bakal menyesal nantinya?"Tanya Alika balik.

"Jangan ngomong seperti itu Aku cinta kamu apa adanya tak peduli apa kata orang diluaran sana." Bantah Ersan sambil menutup mulut Alika menggunakan jari telunjuk nya.

" Jadi bagaimana nona apakah anda berminat menjadi kekasih seorang most wantednya kampus?" goda Ersan lagi tapi terdengar sebuah harapan.

Alika hanya tersenyum tapi ia menjawab dengan anggukan kepalanya.Melihat respon yang ditunjukkan Alika,Ersan merasakan seperti memenangkan lotre karena cintanya terbalas juga.

"Yess aku tak jomblo lagi makasih Alika ku Sayang," ucap Ersan sambil mencium mesra kening Alika.

"Ciee kayanya ada yang sudah jadian nih?Pajak jadiannya mana karena sesuatu yang bahagia harus dirayakan," goda Vian sahabat Ersan.

Wajah Alika memerah sedang Ersan mendengus kesal.Pasalnya Vian sudah mengganggu kemesraan mereka padahal ia masih ingin berduaan dengan Kekasihnya itu.

"Heh tupai,kamu itu kenapa sih selalu saja mengganggu.Memangnya soalnya sudah kamu kerjakan,jangan jangan kamu kabur ya?" Ersan sembari menatap kearah Vian.

"Mau tau saja kamu emangnya kamu pikir otakku error apa." Kesal Vian.

"Huss sana ganggu saja." Usir Ersan sambil menatap tajam kearah Vian.

"Suka suka akulah mau duduk dimana memangnya kamu siapa sok atur atur." Sinis Vian.

"Ayo Sayang kita kekantin saja daripada disini banyak hantu gentayangan," sindir Ersan. 

"Oh my god,jadi kalian beneran sudah jadian nih?" tanya Vian penasaran.

Vian bahkan tak peduli dengan ejekan Ersan tadi karena baginya apa yang dilihat dan didengar lebih penting.

Ersan tak peduli ia malah menarik tangan Alika untuk pergi.kebetulan secara bersamaan semua teman kelas mereka keluarbkarena ujiannya sudah selesai. 

Mereka semua heboh karena melihat Ersan menggandeng mesra tangannya Alika.Semuanya memandang takjub kearah mereka karena keduanya pasangan paling populer dikampus tersebut.

Mikha pun sama terkejutnya dengan yang lain ia sampai mengucak matanya karena tak percaya apa yang ada dihadapannya kini.

"Alika apa maksudnya semua ini?" Tanya Mikha heran.

Alika menggaruk kepalanya yang tak gatal sedangkan Ersan hanya tersenyum. 

"Likaku terseyeng,ngomong dong jangan buat jiwa kepoku berontak minta tolong." Mikha merajuk sambil  menghentakan kakinya.

" Haha Mikha,kamu tuh tingkahnya seperti bocah," ejek Ersan .

"Stop kamu!Aku tanya sama Alika bukan kamu." Kesal Mikha sambil menatap tajam kearah Ersan.

Ersan tersenyum kikuk karena mendengar suara lima oktafnya Mikha.Ia tak menyangka jika gadis semungil tersebut,mempunyai suara yang sangat nyaring.

"Aku sama Alika jadian dan sudah resmi pacaran." Sahut Ersan.

Mikha membelalakan matanya ia tak percaya dengan apa yang ia dengar karena akhirnya Alika bisa membuka hatinya.

" Alika apa benar yang di katakan oleh cowok sok keren ini?" Tanya Mikha.

Alika menganggukan kepalanya,dan tersenyum malu malu kearah Mikha.

"Alika aku senang sekali akhirnya kamu lepas status jomblo kamu,aku jadi iri deh," teriak Mikha antusias .

Ersan dan Alika sontak menutup telinganya karena suara Mikha memang sangat dahsyat .

" Ya ampun Yang,itu teman kamu mulutnya kok seperti toa sih?" Tanya Ersan.

Alika langsung mencubit gemas perut Ersan,karena sudah berani mengejek sahabatnya itu. 

" Kamu tuh ya kalau ngomong sembarangannnanti orangnya dengar kan bisa berabe," gerutu Alika.

"Lho Sayang kamu kok tega sih yang harus dibelain pacar kamu bukannya orang lain." Ersan merajuk.

Melihat Ersan merajuk Alika langsung mencium pipinya. 

" Aduh tampanku kenapa jadi tambah manis sih aku jadi gemas deh," goda Alika.

"Sayang kamu berani godain aku,hemm?" Tanya Ersan.

Alika tersadar dengan perbuatannya tadi,ia lalu menutup wajahnya karena merasa malu.

"Heii sadar diri dong,kalian pikir aku obat nyamuk apa." Ketus Mikha.

"Oh jadi kamu masih disini ya,aku pikir dari tadi yang berdiri patung asmat,"Ledek Ersan.

"Untung juga ganteng kalau tidak sudah kudepak dari sini." Sinis Mikha.

"Ya iyalah pacaranya siapa dulu dong?" Sahut Ersan sambil menaik turunkan alisnya menatap Alika.

"Percaya dirinya tingkat dewa padahal biasa saja," ucap Alika.

Disebuah perusahaan besar duduk seorang pria tampan yang tengah menatap laporan dari anak buahnya.Laporan tersebut mengenai  semua biodata tentang Alika,tanpa terlewatkan sedikitpun. 

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status