공유

Bab 271

작가: Hare Ra
last update 최신 업데이트: 2025-11-28 10:17:21

"Sudah selesai?" tanya Aliman kepada Vito.

Vito bertanggung jawab menyelesaikan video yang disebarkan itu.

"Sudah. Mereka sudah diamankan," jawab Vito.

"Dua-duanya?"

"Tiga."

Semua bekerja sesuai bagiannya masing-masing. Termasuk Gavin, video-video Indra sudah lenyap di internet.

"Mereka sudah bersiap untuk keluar kota," sambung Vito.

"Sudah tanya, kenapa dia melakukannya?" tanya Aliman lagi.

"Mereka masih belum mau jujur, hanya bilang iseng," jawab Vito.

"Isengnya kok pas ya, dan mau kabur."

"Mungkin nanti, kita temukan dengan Indra saja," usul Vito.

"Iya."

Di kamar perawatan Juna, Amara masih merengek. Sekarang, dia benar-benar seperti adik kecil yang manja kepada kakaknya.

"Sebentar loh, Kak," ujarnya.

"Hari ini kamu bolos sekolah, masa keluyuran. Tadi, Papa berpesan kalau kamu gak boleh kemana-mana, tunggu Papa disini," jawab Indra sambil memainkan ujung rambut Amra.

Amara merengut. "Benar ternyata kata temanku."

"Dia bilang apa?"

"Punya kakak itu gak enak. Sukany
이 책을.
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 376

    “Aku mau melihat rekaman kamera yang kamu katakan itu,” ujar Salsa mencoba menolak.“Santai, Salsa. Aku punya dua rekamannya. Satu yang dari ponselku dan satunya dari dashcam.”“Tapi, apa kamu yakin itu Indra?” tanya Salsa.“Aku awalnya hanya merasa terganggu dengan yang mereka lakukan di pinggir jalan. Untuk apa punya mobil bagus kalau hotel aja tidak mampu sewa hanya untuk menuntaskan hasrat,” jawab Leo.Akhirnya Salsa mengikuti Leo berkeliling villa itu, menikmati hamparan daun teh yang menghijau sepanjang mata memandang.Angin yang berembus menerbangkan rambut Salsa yang panjang sebahu. Dia begitu menyukai tempat ini, apalagi ketika angin yang datang membelai wajahnya.“Kamu suka?” tanya Leo memeluknya dari belakang.Salsa terkejut, dia ingin berontak, tapi Leo memeluknya begitu erat dan berbisik di telinganya. “Kenapa? Apa kamu pikir Indra sangat setia padamu?”Salsa tersentak, dia terbuai dengan begitu mudah percaya dengan ucapan Leo, sehingga akhirnya dia membiarkan Leo mengera

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 375

    "Beneran ini mobil Indra?"Salsa bergumam, berkali-kali video yang dikirimkan Leo itu diputarnya. Dan dia yakin itu video asli, bukan editan ataupun hasil AI."[Itu aku rekam tadi siang, ketika aku mau menuju resto Suasana Alam Kampung.]"Kembali pesan dari Leo masuk, dan apa yang Leo katakan itu membuat Salsa menahan nafasnya.Tadi siang, Indra memang janjian bertemu temannya disana. "Apakah artinya Indra dan temannya bermain di mobil?"Salsa tidak bisa tidur. Ini benar-benar membuatnya kepikiran. Kalau sudah melihat ini, apa dia akan tetap berpikir positif? Rasanya sulit sekali.Apalagi, Indra tadi siang tidak bisa ikut menonton hanya karena alasannya temannya ribet."Ribet atau tanggung?" tanya Salsa.Hingga tidak berapa lama, terdengar suara langkah kaki mendekat. Salsa segera menyimpan ponselnya dan menarik selimut. Dia pura-pura sudah tidur.Kriet!Indra masuk ke kamar. Dia heran dengan lampu yang belum dimatikan, sedangkan Salsa sudah tidur di balik selimutnya."Capek banget

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 374

    Salsa dan Indra kini berada di dalam kamar, keduanya saling berdiam diri dan duduk saling berjauhan.“Sayang, aku tidak bohong. Aku tidak menggoda Selira,” ujar Indra menatap sang istri dengan penuh harapan.“Tapi, kenapa kamu gak cerita? Kenapa kamu mengambil inisiatif untuk memecatnya dan memberikannya uang?” tanya Salsa.Indra memegang kepalanya. “Sudah aku katakan, aku ingin dia segera pergi dari sini, Sayang. Dan aku tidak cerita ke kamu, karena aku buru-buru akan pergi. Bukan tidak mau cerita, tapi belum sempat.”Salsa menatap Indra, seperti biasanya, tidak ada kebohongan di mata itu. Tapi, dia menjadi sedikit ragu. Sebab, waktu Indra dari desa yang katanya dia terjebak karena mobilnya macet, Salsa menemukan satu buah tanda merah yang agak samar di leher Indra.Sejak saat itu, Salsa selalu merasa curiga kalau Indra menduakannya.Tapi, hari ini juga ada kesaksian dari Bi Inah, tidak mungkin wanita paruh baya itu berbohong. Apalagi Bi Inah memiliki beberapa video tentang Selira. D

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 373

    "Indra duduk disini," ujar Aliman menatap putranya dengan tegas.Indra mengangguk, sebelumnya dia menatap Selira dengan tajam."Ternyata, kemarin aku menolong anjing terjepit," ujarnya kepada Selira.Selira, gadis kecil itu seperti tidak ada takutnya. Dia menatap Indra balik. Baginya, dia sudah terlanjur tercebur dan harus sekalian mendapatkan hasilnya.Salsa memberikan Juna kepada pengasuhnya, dia kembali ke ruang tamu."Jelaskan, apa maksudnya ini? Dan ada apa?" tanya Salsa menatap Selira yang sedang duduk dengan bersimbah air mata."Suami kamu ingin memperkosaku!" jawab Selira berteriak.Salsa terkejut bukan main, dia memegang dadanya. "Sayang..." panggil Salsa menatap Indra penuh selidik."Dia pembohong ulung, kenyataannya tidak seperti itu. Aku menolongnya dan menganggapnya sebagai adik, tapi begini yang dia balas untukku," jawab Indra sambil menggelengkan kepalanya.Deg!Jawaban dari Indra itu cukup menggetarkan Selira. Karena awalnya, dia mengagumi Indra karena memang kebaika

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 372

    "Hai, aku Indra," ucap Indra memperkenalkan diri.Leo menyambut tangan Indra, bibirnya menyunggingkan senyuman penuh arti."Leo."Indra mengangguk, dia langsung menggendong Juna yang sejak tadi sudah mulai merengek, mungkin sudah capek."Kita, langsung pulang?" tanya Indra kepada Salsa."Iya deh."Leo terus mengekor, bahkan dia mengantarkan Salsa sampai ke mobil Indra.Sepertinya dia juga memastikan mobil Indra adalah benar yang tadi dilihatnya di jalan.Siapa yang menyangka, kalau ternyata Leo temannya Salsa itu adalah lelaki yang tadi menegur Indra di jalan, saat Indra sedang bermain bersama Friska.Salsa tampak memasukkan semua barang ke dalam mobil, Leo mendekati Indra.Juna di dalam gendongan Indra sudah terlelap.Leo menepuk punggung Indra fan berbisik. "Hati-hati ada celana dalam yang tertinggal."Indra tidak menjawab, hanya tangannya terkepal menahan amarah.Leo melanjutkan. "Kalau suka jajan, lebih Salsa untukku saja."Setelah mengatakan itu, Leo tidak lagi menunggu jawaban d

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 371

    “Kenapa gak boleh, kan saya juga beli tiket,” ujar Leo menatap Amara sambil tertawa.“Kalau beli tiket, jangan duduk dekat kami. Kamu mau menikmati libur keluarga.”Leo hanya menganggukkan kepalanya, karena mau bagaimana lagi, mereka sudah beli tiket bersama tadi. Dan tempat duduk mereka berderet.“Lucu,” gumam Leo.Hingga akhirnya selama film di tayangkan, Amara meminta orang disebelahnya untuk tukar tempat duduk. Kebetulan anak remaja itu menonton sendirian. Sehingga dia bisa tukaran duduk dengan Leo.Salsa mengirim permintaan maaf kepada Leo, sehingga secara tidak langsung terjadilah pertukaran nomor antara keduanya.Sampai film selesai, Leo berkali-kali melirik ke arah Salsa. Padahal tadi niatnya ikut menonton adalah untuk saling meraba-raba. Tapi, ternyata Amara seperti pengawal saja.Bukan tanpa alasan Amara melakukan itu, beberapa kali dia melihat Leo mencuri pandang ke arah Salsa. Dan dia tahu, bagaimana kakaknya mencintai Salsa.“Film nya seru!” teriak Juna saat mereka keluar

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status