แชร์

Bab 6

ผู้เขียน: Hare Ra
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2025-08-19 11:50:24

Dini hari yang dingin. Kota masih tertidur, dan Indra mengendarai motor tuanya menyusuri jalanan sepi, tanpa arah pasti.

"Apa aku harus pulang ke rumah?" gumam Indra bertanya pada dirinya sendiri.

Ada keraguan untuk kembali ke apartemen itu. Dia sadar, itu milik Bella, selama ini dia hanya menumpang.

Suara knalpot tua memecah heningnya pagi. Orang-orang masih terlelap dalam mimpi, sedangkan Indra berjalan hanya mengikuti kata hati, tidak ada tujuan yang pasti.

Sebenarnya, Dokter Salsa menawarkan kepadanya untuk tinggal di klinik selama masa pengobatan. Tapi, Indra tidak bisa. Jiwanya memberontak saat melihat Salsa yang seksi, belum lagi ditambah Lita. Dia hanya bisa memandangnya tapi tidak bisa menikmati. Bukan karena tidak diberi, tapi apa daya si "dia" tertidur malu. Rasanya kepalanya mau pecah.

Indra malu kalau Dokter Salsa kembali melihat kelemahannya. Harga dirinya sebagai penulis buku pria dewasa benar-benar dipertaruhkan.

Bruum!

Braak!

Tiba-tiba saja, saat melewati jembatan, s
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (4)
goodnovel comment avatar
Edwardjadisimangunsong
bagus talk tanggung cerita ya
goodnovel comment avatar
Fedelis Kopu
the story would help people like indra to gain their self esteem, encouraging story
goodnovel comment avatar
Fedelis Kopu
I'm interested and like this story. it's make me felt young..lol.
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 383

    “Kamu mau apa?” tanya Salsa ketika Indra ingin melepaskan ikatan pada tangan dan kakinya.“Membukanya.”“Kan belum selesai, kamu belum keluar, Sayang.”“Biar kita bisa bermain bersama.”Salsa menggeleng, dia tidak ingin Indra membukanya. Dia masih ingin diikat seperti itu, dan membebaskan Indra melakukan apa saja pada tubuhnya.“Jadi, mau sampai selesai seperti ini?” tanya Indra sambil memainkan tangannya di dada sang istri.“Iya. Aku ingin setiap kali kita berhubungan, kita mempraktekkan gaya yang ada di buku kamu,” jawab Salsa.Indra tergelak. “Kamu ngapain sih ingat bukuku. Bukuku itu aneh.”“Gapapa. Aku lebih bangga sama kamu yang seorang penulis.”Indra menatap sang istri heran. Dia merasa Salsa semakin aneh saja, dia merindukan mereka yang dulu. Padahal sekarang hidup mereka seharusnya lebih bahagia, mereka juga berkecukupan.Kalau dulu, mereka hidup tidak mewah, hanya saja rasanya terlalu bebas. Salsa membuka klinik vitalitas pria, dan sebenarnya itu adalah lebih tepat disebut

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 382

    “Aku hanya bertanya dan ingin tahu saja.”Salsa menunduk, membiarkan Indra menikmati wangi rambutnya yang bercampur dengan angin malam yang semakin menusuk kulit.Dia benar-benar galau, rasa bersalah terus menekan dadanya.Dia merasa telah menjadi seorang yang tidak pantas untuk Indra. Saat suaminya sedang menghadapi masalah teror dari orang lain, dia justru membuat kesalahan.Indra semakin yakin ada yang disembunyikan oleh sang istri. Dia membalikkan tubuh itu, sehingga kini mereka saling berhadapan.Tapi, Salsa menunduk. Menghindari tatapan dari sang suami.“Sayang, lihat aku,” ujar Indra membingkai wajah sang istri dengan kedua tangannya.Salsa tersenyum, pandangan mereka bertemu. Hanya saja, Salsa semakin tidak berani menatap Indra lebih lama.“Sayang, aku tidak suka berandai-andai sesuatu yang tidak baik. Kita telah melewati begitu banyak hal, seharusnya saat ini kita hanya tinggal menikmati waktu bahagia saja. Jangan buat hubungan kita menjadi canggung hanya karena pikiran seper

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 381

    "Aku tahu, kamu pasti akan datang, Salsa," sambut Leo ketika melihat kedatangan Salsa. "Katakan, kau mau apa?" tanya Salsa. "Sudah pasti aku mau tubuhmu, Sayang," jawab Leo sambil tersenyum dan menarik Salsa ke dalam pelukannya. Salsa menatap Leo dengan tajam. "Ini adalah pertemuan kita yang terakhir kalinya. Aku tidak pernah mengganggu hidupmu, tolong jangan jahat padaku." Salsa melepaskan semua pakaiannya, membiarkan Leo menikmati tubuhnya tanpa membalas. "Aku ingin tubuhmu terus, Salsa. Asal kamu datang dan tidak melawan, maka semuanya akan aman. Suamimu akan aman." "Aku tidak akan datang lagi." "Pilihan ada di tanganmu," jawab Leo sambil meremas dada Salsa dengan keras. Salsa tidak menjawab, ketika milik Leo menerobos masuk ke dalam miliknya dia hanya memejamkan matanya. Membayangkan dia telah mengecewakan suaminya. Setelah Leo selesai, Salsa membersihkan diri dan langsung pergi tanpa menoleh. "Aku semakin tertantang, Salsa. Dan jujur saja, tubuhmu sangat nikmat

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 380

    “Aku gak sarapan di rumah,” ujar Indra membuat Salsa langsung melepaskan tangannya dan menatap Indra heran.“Kamu marah?” tanya Salsa.“Gak. Aku hanya harus cepat ke kantor. Barusan mendapatkan chat dari pak Tigor kalau beliau sudah dalam perjalanan mau ke kantor,” jawab Indra.Indra menunjukkan pesan di ponselnya, dan memang benar pesan dari Pak Tigor masuk beberapa detik yang lalu. Tidak ada yang Indra tutupi, itu juga seolah menjadi sindiran bagi Salsa yang tidak berani menunjukkan ponselnya kepada Indra.“Okelah. Hati-hati, jangan lupa makan.”Indra hanya mengangguk dan segera menuruni tangga dengan cepat. Tapi, begitu dia sampai di anak tangga paling bawah, dari arah kamar Dira, Hasan keluar dengan tergesa-gesa.“Kak Indra, aku tidak bisa ke kantor. Sepertinya, Dira mau melahirkan. Dia sejak tadi kesakitan, aku akan membawanya ke rumah sakit,” ujar Hasan.Indra tertegun.Ada kebimbingan disana, adiknya mau melhairkan. Sedangkan di kantor kehadirannya juga sangat dibutuhkan.“Kak

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 379

    “Kamu tanya aku?”Salsa berbalik dan malah kembali bertanya kepada Indra dengan mata yang berkaca-kaca. Dia seperti menahan tangisnya.“Iyalah, tanpa kamu jelaskan aku tidak tahu apa masalahmu, Sayang,” jawab Indra mendekat dan membimbing Salsa kembali ke pembaringan.“Kamu tahu apa yang aku maksud, kenapa kamu bertanya lagi padaku?”Indra memegang kepalanya, dia menebak kalau Leo memberitahukan tentang kejadian di mobil itu. Sungguh lelaki itu sangat licik, padahal dia tidak tahu apa-apa. Dia hanya melihat sekilas saja.“Aku tidak melakukan apapun bersama Anes, kami murni melakukan kerjasama. Kami datang dengan mobil terpisah. Tapi, kalau kamu penasaran dengan apa yang aku lakukan di mobil, kemarin aku sempat berhenti di pinggir jalan. Itu saja,” jawab Indra.Salsa menatap Indra tidak percaya kalau suaminya mengakuinya.“Tapi, aku tidak melakukan apapun, Sayang. Tapi, kalau kamu tidak percaya padaku, apa yang bisa aku lakukan?”“Kamu sempat bertemu Leo?” tanya Salsa.“Iya, temanmu it

  • Klinik Pemuncak Gairah Pria   Bab 378

    “Kamu sudah pulang?” tanya Salsa gugup.“Sudah, dan ini Juna mau ngajak ke taman. Tapi, kamu seharian ini ke salon? Tadi aku telepon kamu gak bisa-bisa. Kenapa ponselnya dimatikan?”Indra menjawab pertanyaan Salsa juga dengan sebuah pertanyaan. Meskipun Juna sudah tidak sabar ingin segera ke taman, tapi dia masih penasaran melihat penampilan Salsa.“Ah, ini aku—““Sayang, kamu kok kayak gak dari salon? Apa aku yang salah lihat?” tanya Indra memotong ucapan Salsa.“Aku tadi bertemu teman, jadi malah lupa ke salonnya,” jawab Salsa dengan cepat.“Siapa?”“Sintya, temanku waktu kecil dulu. Gak sengaja saat antri di salon, akhirnya kami mencari tempat nongkrong,” jawab Salsa.“Kamu banyak bertemu teman lama ya akhir-akhir ini.”Indra akhirnya berpamitan meninggalkan rumah, sebab Juna dan Amara sudah duduk menunggu di mobil. Keduanya sudah tidak sabar untuk pergi ke taman.“Let’s goo,” ujar Indra setelah duduk dibalik kemudi.“Kak Indra, aku titip makanan ya!” teriak Dira dari dalam dengan

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status