Beranda / Romansa / Kontrak 2M Sang Mantan / 7. Bertemu Kawan Lama

Share

7. Bertemu Kawan Lama

Penulis: Sha Quenna
last update Tanggal publikasi: 2024-10-23 22:02:18

Zira merasakan desiran aneh di dada saat Aidan memegang pergelangan tangannya. Jantung berdegup tidak karuan, meskipun ia tahu Aidan melakukan itu karena untuk menghindari permasalahan di kantor polisi lagi. Tatapan mereka bertaut lama, membuat waktu seolah berhenti hingga suara Genji menyela mereka, "ya elah malah tatap-tatapan kayak lagi syuting drama aja."

Aidan buru-buru melepas tangannya, membuat suasana mendadak canggung. Terlihat jelas mereka berdua menjadi salah tingkah. Bahkan, Zira b
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Kontrak 2M Sang Mantan   44. Rahasia Baru

    Aisyah menangkap perubahan ekspresi suaminya.“Jojo?”Joseph mengusap tengkuknya.“Zi, ada sesuatu yang sebenarnya sudah lama ingin kusampaikan kepadamu.”Zira mengangkat wajah. “Apa?”“Ini tentang Aidan. Dan tentang waktu kamu melahirkan Eden.”Tubuh Zira mendadak menegang.Aisyah tidak lagi menggenggam tangannya dengan santai. Ia mengeratkan genggamannya, seolah tahu bahwa percakapan ini akan membawa mereka ke tempat yang tidak mudah.Joseph menarik napas dalam-dalam.“Waktu itu, Aidan datang ke rumah sakit.”Zira mengangkat wajah. Dahinya berkerut, seolah-olah ia tidak yakin telah mendengar kalimat Joseph dengan benar.“Apa?”“Aidan datang, Zizi.”Zira menggeleng pelan. “Nggak. Kamu pasti salah ingat, Jo.”Joseph tidak membantah. Ia hanya menatap Zira dengan ekspresi yang terlalu serius untuk dianggap sebagai gurauan.“Aku ada di sana. Aku yang menemaninya datang.”Bibir Zira terbuka, tetapi tak ada kata yang keluar.Selama bertahun-tahun, ia menyimpan satu keyakinan yang begitu me

  • Kontrak 2M Sang Mantan   43. Bertemu Aisyah dan Jojo

    Belum sempat Zira mengetuk pintu untuk kedua kalinya, pintu rumah Aisyah sudah terbuka."Ais!"Aisyah melongo sesaat. Matanya langsung membulat begitu melihat sahabatnya berdiri di depan pintu dengan tas tersampir di bahu.“Ya ampun, Zizi!”Aisyah langsung menarik Zira ke dalam pelukan hangat.“Kenapa nggak bilang mau ke sini? Aku kira kamu masih sibuk menghadapi semua kegaduhan itu.” Aisyah mengusap punggungnya. “Aku tuh dari kemarin pengin telepon kamu, tapi takut kamu lagi nggak mau diganggu.”Zira membalas pelukan itu lebih erat daripada yang ia rencanakan.“Aku kangen kamu,” gumamnya.Aisyah langsung menjauh sedikit untuk menatap wajahnya. “Ayo, masuk! Kita ngobrol di dalam."Dari ruang tengah, Joseph muncul sambil mengunyah keripik. Begitu melihat Zira, ia mengangkat alis.“Wah, wah. Zizi akhirnya muncul juga. Aku sampai curiga kamu sudah pindah kewarganegaraan gara-gara gosip di internet.”Zira meliriknya datar. “Jojo, aku baru sampai. Bisa nggak, lima menit pertama kamu nggak

  • Kontrak 2M Sang Mantan   42. Rahasia Yang Seharusnya Terkubur

    Pagi itu, Zira baru saja selesai menyeduh teh ketika suara Genji terdengar dari ruang tengah.“Kak! Kakak!”Nada suara adiknya membuat Zira menoleh dari dapur.“Apa? Kenapa teriak-teriak pagi-pagi?”Genji setengah berlari ke arah Zira dengan ponsel di tangan. Wajah yang biasanya penuh ekspresi jahil, kini tampak lebih serius. Bahkan, ia tidak langsung melontarkan lelucon seperti yang biasa dilakukannya setiap kali menemukan sesuatu yang bisa dijadikan bahan godaan.“Kakak sudah lihat berita hari ini?”Zira mengernyit. “Berita apa?”“Kalau begitu tidak usah lihat.”"Gen ...."Genji tampak ragu menyodorkan ponselnya. Belum selesai soal skandal foto, sekarang berganti dengan masalah lain.Zira mengambil ponsel adiknya. Di layar, sebuah unggahan dari akun gosip hiburan menampilkan foto Zira seorang diri yang diambil dari acara publik beberapa waktu lalu. Foto itu biasa saja. Ia mengenakan pakaian sederhana dengan senyum tipis yang tertangkap kamera. Tidak ada sesuatu yang istimewa dari g

  • Kontrak 2M Sang Mantan   41. Pengakuan Braga

    Braga tidak suka menunggu tanpa mengetahui apa yang sedang ditunggunya. Pagi itu, sejak foto Aidan dan Zira memenuhi media sosial, ada satu pertanyaan yang terus mengganggu pikirannya.Apakah Aidan, pria yang disukai Zira?Braga tidak tahu jawabannya dan ia tidak suka mengandalkan dugaan.Ia meletakkan ponsel di atas meja, tepat ketika sekretarisnya mengetuk pintu.“Pak Braga, Pak Aidan sudah datang.”“Suruh masuk.”Beberapa detik kemudian, Aidan muncul dengan kemeja hitam dan jaket abu-abu gelap. Wajahnya tenang seperti biasa, seolah foto yang sedang menjadi bahan pembicaraan satu negeri itu tidak pernah terjadi.Braga menunjuk kursi di depannya.“Duduk.”“Ada apa?”Braga mengambil ponselnya, membuka foto yang sedang ramai dibicarakan, lalu menggesernya ke tengah meja.“Sejak kapan?”Aidan melirik layar itu sekilas.“Sejak kapan apa?”Braga tertawa kecil, nyaris tidak percaya.“Kau datang ke kantorku, melihat foto kalian sendiri, lalu masih bertanya maksudku?”“Kalau pertanyaanmu jel

  • Kontrak 2M Sang Mantan   40. Skandal

    Pagi itu, Zira baru saja selesai membuat secangkir teh ketika suara Genji terdengar dari ruang keluarga.“Kak! Kamu harus lihat ini!”Nada suara adiknya terdengar begitu serius hingga Zira spontan menoleh. Genji biasanya berteriak hanya untuk dua hal, menemukan makanan gratis atau kehilangan sesuatu yang sebenarnya ia letakkan sendiri.Kali ini, ia berdiri di depan televisi dengan ponsel di tangan. Wajah yang biasanya penuh ekspresi jenaka tampak tegang.“Apa lagi? Jangan bilang kamu kembali memesan makanan pakai akun orang.”“Bukan, Kak.” Genji menyodorkan ponselnya. “Lihat ini!”Zira menerima ponsel itu dengan kening berkerut.Di layar, sebuah foto memenuhi unggahan akun gosip hiburan bernama @BisikSeleb.Foto yang menampilkan dirinya dan Aidan di balkon hotel milik Paus di Bali.Zira langsung mengenali tempat tersebut.Foto itu diambil dari kejauhan, melalui sudut yang memperlihatkan sebagian pagar balkon dan tanaman hias di sekitarnya.Seseorang telah mengabadikan momen pribadi me

  • Kontrak 2M Sang Mantan   39. Konferensi Pers

    Dua minggu kemudian, poster resmi film Dua Wajah akhirnya dirilis.Wajah Zira terpampang bersama Lala di poster utama. Di bawah judul film, terdapat nama para pemain dan tanggal penayangan perdana. Foto promosi itu menampilkan Zira dengan tatapan tegas, sementara Lala berdiri di belakangnya, memandangnya dengan ekspresi yang sulit diartikan.Respons publik jauh melampaui perkiraan tim produksi. Nama Zira kembali ramai diperbincangkan. Sebagian orang memuji penampilannya sebagai pendatang baru yang ternyata memiliki kemampuan akting dan aksi yang meyakinkan. Video di balik layar ketika ia melakukan adegan aksi juga mulai beredar di berbagai platform.David, tentu saja, tidak melewatkan kesempatan itu. Ia mengunggah foto dirinya bersama Zira dengan keterangan panjang tentang betapa sulitnya bekerja dengan perempuan yang selalu tampak tenang meskipun sedang menghadapi adegan berbahaya.Genji membalas unggahan itu dengan komentar singkat.Yang sulit itu menjaga Kak Zira supaya tidak beker

  • Kontrak 2M Sang Mantan   6. Selalu Ada Alasan Bersamamu

    Zira tersenyum lebar ketika tiba di taman parkour. "Wow!" Matanya berbinar-binar melihat beberapa orang melompat dan berlari dari satu rintangan ke rintangan lainnya, tubuh mereka seolah melayang di udara."Look!" David menunjuk satu rintangan di mana ada sebuah bangunan yang lebih tinggi dibanding

  • Kontrak 2M Sang Mantan   5. Kembali ke Titik Awal

    Hari pembacaan naskah tiba. Zira berjalan penuh percaya diri dalam balutan jeans dan kemeja santai menuju Best Entertainment, perusahaan media milik Braga. Ketika sampai di lobby, ia bertemu dengan Jerry yang baru keluar dari lift."Zizi, pagi sekali datangnya," sapa Jerry sopan.Zira mengangkat al

  • Kontrak 2M Sang Mantan   2. Kamu tetaplah sama

    "Jika pihak kedua memutuskan kontrak secara sepihak maka harus mengganti denda sebesar 2M." Zira terbelalak dengan mata membola sempurna setelah membaca sanksi pembatalan kontrak. "Konyol. Ini namanya pemerasan," gumamnya kesal sekaligus tidak percaya.Aidan kembali ke meja makan dengan membawa du

  • Kontrak 2M Sang Mantan   1. Haruskah aku senang bertemu denganmu?

    Dengan tas punggung kecil berwarna krem, Zira berjalan dalam pesawat sambil melihat nomor bangku. Ia tersenyum tipis saat berhasil menemukan tempat duduknya, tapi tidak lama kemudian senyumnya pudar berganti dengan wajah masam. Meski sudah bertahun-tahun tidak bertemu, tapi ia sangat mengenali pri

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status