Share

BAB 33

Author: aleta xaviera
last update publish date: 2026-11-01 16:27:57

Retakan Malakor sudah tertutup, tapi langit Eterna masih agak mendung. Nenek Mira sibuk menenangkan Lumi, Kael sibuk memperbaiki pagar cahaya yang retak, dan surat dari Istana Langit soal orang tua Valerius masih tergeletak di atas Tahta Cahaya.

Kirana pusing.

Ia menarik lengan Valerius menjauh dari kerumunan.

"Vale, ikut aku. Aku butuh kabur sebentar dari semua ini," bisik Kirana.

Valerius mengernyit. "Kabur ke mana lagi? Vila kita sudah dikepung orang tuaku."

"Bukan ke vila. Ke tempat yang ba
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kontrak Eksklusif Pelanggan VIP   BAB 42 DANAU YANG MEMBUKA JALAN

    Pagi harinya, danau di depan Vila Lembah Kristal tidak lagi terlihat seperti danau. Permukaan airnya yang bening kemarin sekarang berputar pelan membentuk pusaran besar, di tengahnya ada cahaya perak yang naik ke atas seperti tiang lampu.Kirana, Valerius, dan Arsenio sudah berdiri di tepi danau sejak subuh. Balthazar dan prajurit menjaga jarak."Ini pintu masuknya," kata Kirana sambil memegang foto polaroid ibunya yang semalam bercahaya. Foto itu sekarang panas dan bergetar.Valerius menggenggam tangan Kirana erat."Kamu yakin mau masuk sekarang? Penjaga Lapisan Kedua baru akan datang 3 hari lagi kata surat ibumu."Kirana mengangguk. "Kalau saya tunggu 3 hari, pintunya bisa tutup lagi. Ibu saya bilang waktunya tidak banyak. Lebih baik kita masuk sekarang selagi pintunya buka sendiri."Arsenio menatap pusaran itu dengan wajah dingin tapi waspada."Di dalam foto, ibu saya dan ibu kamu ada di tempat yang sama. Artinya mereka disegel bersama. Kalau mereka berdua di sana 20 tahun, tempatn

  • Kontrak Eksklusif Pelanggan VIP   BAB 41 SURAT DARI ETERNA YANG LEBIH DALAM

    Amplop cokelat itu tergeletak di meja kerja Kirana di Vila Lembah Kristal. Tidak ada stempel naga, tidak ada stempel cahaya, hanya tulisan tangan dengan tinta perak: UNTUK PEWARIS ANYA - DARI ETERNA YANG LEBIH DALAM.Valerius mengambil amplop itu, memeriksa dengan api naganya. Tidak ada racun, tidak ada sihir gelap."Aman," kata Valerius.Arsenio berdiri di samping Kirana, menatap tulisan itu."Eterna yang lebih dalam? Bukannya Eterna cuma satu?" tanya Arsenio.Kirana membuka amplop itu pelan. Di dalamnya ada satu lembar kertas tipis yang bercahaya dan satu foto polaroid lama yang sudah menguning.Kertas itu dibaca Kirana dengan suara pelan.Kirana,Kalau kamu membaca surat ini, berarti kamu sudah berhasil mengunci Malakor lagi dan mengampuni Seraphine. Bagus, Nak. Kamu memang anak Anya.Ibu tidak bisa bertemu langsung karena Ibu terjebak di Eterna Lapisan Kedua. Tempat Ibu dan Lira, ibu Arsenio, dulu disegel setelah perang 20 tahun lalu.Ibu tidak mati, Kirana. Ibu hanya tertidur di

  • Kontrak Eksklusif Pelanggan VIP    BAB 40  PINTU HITAM DI MIMPI SERAPHINE

    Seraphine pingsan selama satu malam penuh di kamarnya di Istana Menteri Keuangan. Di luar kamar, dua prajurit naga menjaga, pintunya dikunci dari luar atas perintah Mantan Raja.Di dalam mimpi, Seraphine tidak berada di istana. Ia berada di depan sebuah pintu hitam besar yang tingginya sepuluh meter, di tengah ruang hampa. Di atas pintu itu tertulis satu kata dengan cahaya merah: ETERNA.Dari balik pintu, suara berat memanggilnya."Masuklah, Seraphine. Kamu mau Valerius, kan? Aku bisa kasih. Kirana itu lemah, dia cuma pedagang. Buka pintu ini, dan aku akan beri kamu kekuatan untuk ambil tahta itu."Seraphine dalam mimpinya mengenakan gaun emasnya yang kotor, wajahnya pucat."Siapa kamu?" tanya Seraphine dengan suara gemetar."Aku Malakor. Yang mereka segel di bawah Eterna. Kirana dan Valerius pikir mereka sudah menang dengan membersihkan asap kecilku. Padahal itu cuma kukuku. Tubuh asliku di balik pintu ini. Buka, dan kamu akan jadi Ratu."Seraphine mengulurkan tangannya ke arah pintu

  • Kontrak Eksklusif Pelanggan VIP   BAB 39 PERJAMUAN DI VILA LEMBAH KRISTAL

    Undangan dengan dua stempel resmi, Stempel Cakar Naga Raja Drakonis dan Stempel Cahaya Ratu Eterna, tidak bisa ditolak oleh siapa pun di Drakonis Prime, termasuk Menteri Keuangan.Sore harinya, halaman Vila Lembah Kristal sudah ditata. Bukan pesta mewah dengan karpet merah yang biasanya diperdebatkan dewan, tapi perjamuan sederhana di tepi danau yang baru saja dibersihkan. Meja panjang dari kayu kristal, di atasnya hanya ada teko-teko berisi air bening dari danau itu sendiri, dan beberapa piring buah.Kirana sengaja minta seperti itu. Biar semua orang lihat, air yang kemarin hitam pekat sekarang sudah bisa diminum lagi.Kirana berdiri di depan vila dengan gaun sederhana berwarna putih keperakan, mahkota tipis Eterna di kepalanya. Di sampingnya Valerius dengan jubah hitam resmi Raja, dan sedikit di belakang, Arsenio dengan setelan hitam rapi. Bukan sebagai tamu, tapi sebagai rekan bisnis Kirana yang diminta hadir untuk jadi saksi.Lumi dan Nenek Mira berdiri di dekat dapur, siap.Porta

  • Kontrak Eksklusif Pelanggan VIP   BAB 38 DANAU YANG MENGHITAM

    Gagak bermata hitam pekat itu terbang meninggalkan ruko Kirana di Jakarta Barat. Terbangnya tidak seperti burung biasa, lurus dan cepat seperti panah, menembus awan dan langsung menghilang ke arah langit.Lumi yang mengintip dari portal kecil di pojok ruko langsung teriak."Kakak! Burung hitam itu matanya sama kayak asap di gaun Tante emas kemarin!"Kirana, Valerius, dan Arsenio yang masih di dalam ruko langsung menoleh.Kirana berdiri. "Lumi, tutup portalnya! Jangan keluar!"Portal kecil itu tertutup. Tapi kalung giok Kirana langsung bergetar panas. Panggilan darurat dari Vila Lembah Kristal.Suara Balthazar terdengar panik dari kalung itu.Yang Mulia Ratu! Yang Mulia Raja! Cepat kembali ke vila! Danau kristal tiba-tiba menghitam!Kirana dan Valerius saling pandang."Seraphine," kata Valerius dingin.Arsenio langsung berdiri, mengambil mapnya."Saya ikut," kata Arsenio.Kirana mengangguk. "Kita bertiga."Portal terbuka dan mereka bertiga langsung muncul di halaman Vila Lembah Kristal

  • Kontrak Eksklusif Pelanggan VIP    BAB 37  TIGA HATI DI DUA DUNIA

    Pagi setelah insiden racun, Kirana harus kembali ke Bumi. Ada tanda tangan penting dengan investor Tan Group dari Singapura yang tidak bisa diwakilkan. Valerius tidak bisa ikut karena harus menutup celah asap Malakor yang menempel di gaun Seraphine semalam.Jadi pagi itu, portal yang terbuka di kamar vila bukan ke Tahta Cahaya, tapi ke ruko 2 lantai Kirana.Kirana melangkah keluar dengan kemeja putih rapi dan celana bahan hitam. Rambutnya diikat. Mode CEO.Di dalam ruko, Arsenio sudah menunggu di meja kerja dengan map hitam dan dua gelas kopi."Telat 5 menit," kata Arsenio dingin tanpa menatap.Kirana meletakkan tasnya. "Tadi harus kunci vila dulu. Ada yang coba racun kemarin."Arsenio langsung menatap tajam. "Seraphine?""Iya," jawab Kirana sambil duduk. "Sudah beres. Tanamannya saja yang kena."Arsenio tidak menjawab, tapi ia mendorong satu gelas kopi ke arah Kirana. Kopi hitam tanpa gula, kesukaan Kirana kalau lagi mode kerja."Minum ini saja. Jangan minum yang lain kalau saya tida

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status