Share

Kuburan Cinta Hubungan Sepuluh Tahunku
Kuburan Cinta Hubungan Sepuluh Tahunku
Penulis: Mukina

Bab 1

Penulis: Mukina
Plak!

Ayahnya Doni, Yudi Arkana, untuk pertama kalinya menampar Doni! Leher Pak Yudi sampai memerah karena amarah. "Kau sudah gila! Usir orang itu keluar dari sini sekarang dan segera minta maaf ke Sheila!"

Wajah Doni terlempar ke samping, pipinya langsung merah dan membengkak, tetapi dia justru terkekeh pelan seolah dalam suasana hati yang sangat baik.

"Minta maaf untuk apa? Ini kan pesta pertunangan aku dan Sheila. Dia saja nggak komentar apa pun, kenapa kau yang repot dan ikut campur di sini?" Doni merangkul bahuku, napas hangatnya menyentuh telingaku. "Benar kan, Sheila?"

Untuk pertama kalinya aku mengabaikan pria itu, hanya menatap kelopak-kelopak mawar berserakan di kakinya dengan tenang.

Bunga-bunga itu sangat sulit dipesan pada musim ini, aku bahkan mencari cukup lama sebelum berhasil mendapatkannya.

"Kau tahu apa yang kau lakukan?" bisikku.

Senyum Doni membeku, kesombongan di sorot matanya menghilang tanpa jejak. Dia perlahan melepaskan tangannya yang merangkulku, seolah tidak mau percaya bahwa kali ini antara dia dan ayahnya, aku tidak berada di pihaknya.

"Tentu saja aku tahu. Bukannya ini cuma acara pertunangan? Aku sudah patuh mengikuti keinginanmu, kan?" Wajah Doni tanpa emosi saat mengambil cincin dari nampan di sampingnya dengan santai. "Ini cuma acara memasang cincin saja, kenapa kalian semua tegang begitu?"

Dia pun mengulurkan tangan dan meraih tangan kiri Coni, lalu menyematkan cincin itu ke jarinya.

"Apa kau suka?"

Coni langsung tampak gembira dan penuh keterkejutan. Dia memeluk lengan Doni dengan malu-malu. "Suka, aku suka sekali. Tapi aku takut Kak Sheila marah."

"Kenapa marah? Nggak masalah siapa yang pakai, kan?" Doni menatapku dengan tajam. Dia selalu membenci ayahnya dan akan melakukan apa pun untuk menentangnya. Ini adalah balas dendam Doni karena aku tidak membelanya tadi.

Aku tersenyum dan meletakkan kembali kalung pusaka keluarga yang seharusnya diberikan kepada pasanganku.

"Benar sekali. Diberikan kepada siapa pun sama saja."

Melihatku setuju dengan ucapannya, wajah Doni semakin muram. Dia berbicara dengan suara yang hanya bisa didengar oleh kami berdua, "Haruskah kau melawanku hari ini? Apa kau nggak bisa melampiaskan amarahmu nanti di rumah saja?!"

Dia menggertakkan gigi, hatiku pun mulai merasa muak.

Perselisihan antara Doni dan ayahnya sudah lama terjadi. Mereka punya banyak waktu dan kesempatan, namun dia bersikeras untuk melakukannya di hari pertunangan kami, bahkan dengan cara seperti ini.

Sebelum aku sempat berbicara, ibunya Doni, Bu Lidia, buru-buru mencoba meredakan situasi.

"Sheila, Doni nggak bermaksud begitu. Kalian berdua sudah bersama bertahun-tahun, bukannya kau yang paling mengerti dia? Jangan tersinggung. Keluarga kami hanya mengakui kau sebagai menantu. Cincin ini sudah kotor, kita akan beli yang baru."

Doni mencibir, wajahnya penuh ejekan. "Pura-pura saja. Cincin ini baru disentuh sedikit tapi sudah dianggap kotor? Nona Sheila bahkan sudah kusentuh dari atas sampai ke bawah, apa kau juga menganggap dia kotor?"

Aku membeku, tidak berani melihat ekspresi kedua orang tuaku.

Ini adalah pesta pertunangan yang kudapatkan setelah berlutut di tengah salju selama sehari semalam.

Coni di samping langsung tertawa.

"Kupikir Kak Sheila itu polos dan suci, ternyata dia hanya perempuan murahan yang tahu cara menggoda di ranjang. Kak Doni, coba ceritakan seperti apa dia di ranjang?"

"Kau berani!" Pak Yudi meraung marah, dia meraih botol anggur dan hendak melemparkannya, tetapi aku menghentikannya.

Doni terlihat sangat puas, sama sekali tidak menahan diri, dan mengikuti kata-kata Coni.

"Kau nggak tahu betapa indahnya suara Sheila di ranjang..." Aku tidak tahu ekspresi apa yang dia lihat di wajahku, tetapi dia langsung berhenti dan menatapku dengan intens, tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun.

Coni masih terus mendesak, namun Doni mendorongnya menjauh, lalu memanggil namaku dengan lembut, "Sheila..."

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Kuburan Cinta Hubungan Sepuluh Tahunku   Bab 10

    Pada malam sebelum pernikahan, aku menerima telepon dari nomor tak dikenal."Sheila, tolong aku! Mereka semua sudah gila, mereka ingin mengirimku ke luar negeri!" Itu suara Doni.Aku tidak bereaksi, juga tidak langsung menutup telepon. Lalu, menawarkan bantuan kepadanya dengan ramah."Lapor saja ke polisi. Meneleponku nggak ada gunanya."Ada keheningan cukup lama di ujung telepon, setelah beberapa lama, aku mendengar dia berkata, "Apa kau benar-benar nggak akan datang untuk menyelamatkanku? Kita mungkin nggak akan bisa bertemu lagi.""Bukannya malah bagus? Aku juga nggak mau bertemu denganmu. Kau juga nggak akan bertemu dengan orang tuamu di luar negeri. Semuanya jadi lebih baik, kan?"Suara Doni bergetar seperti menahan tangis. "… Aku nggak mau pergi.""Kalau begitu, telepon polisi." Aku berkata dengan lembut, seperti sedang menenangkan anak yang keras kepala. "Kau sudah punya anak sekarang, jadi bersikaplah lebih dewasa. Aku nggak bisa membantumu."Setelah mengatakan itu, aku menutup

  • Kuburan Cinta Hubungan Sepuluh Tahunku   Bab 9

    Kupikir aku sudah tidak peduli lagi, namun ternyata sampai sekarang aku masih merasa marah. Sepuluh tahun... siapa yang bisa bilang kalau waktu selama itu tidak berharga? Waktu dan perasaanku telah terbuang sia-sia begitu saja.Doni hendak berbicara ketika aku mengangkat tangan untuk menyela, "Jangan mengoceh tentang omong kosong kalau orang tua itu nggak penting. Itu untukmu, bukan untukku. Sepuluh tahunmu itu nggak akan bisa dibandingkan dengan dua puluh delapan tahun kebersamaanku dengan orang tuaku, juga nggak pernah bisa menandingi belasan tahun kerja keras dan pencapaianku, bahkan sekarang itu nggak bisa lebih berharga daripada seikat bunga pemberian David."Tanpa perasaan, sepuluh tahun ini menjadi sangat tidak berharga."Kau dan David hanya menikah demi bisnis. Aku masih punya kesempatan, aku masih bisa menebusnya," kata Doni dengan suara rendah. Ucapannya itu seolah terdengar seperti dia lebih ingin meyakinkan dirinya sendiri daripada kepadaku. "Aku juga bisa menjadi seorang p

  • Kuburan Cinta Hubungan Sepuluh Tahunku   Bab 8

    "Kalau kau sampai membatalkan pertunangan karena hal ini, itu juga akan menjadi pukulan besar bagiku."David mengatakan hal itu, tetapi sulit untuk tidak terlalu memikirkannya. Aku merasa telah berbuat salah padanya dan memperlakukannya tidak adil....Aku menghela napas panjang di kantor. Saat ini ketukan di pintu memotong pikiranku. Asistenku masuk dan berkata bahwa Doni telah mengirim sesuatu."Buang saja. Mulai sekarang, tolak apa pun yang dia kirim." Kupikir aku sudah cukup jelas, tetapi Doni masih bersikeras."Selain itu, Arkana Group ingin bertemu."Setelah gaun pengantin dirusak, aku sudah tidak lagi memperbarui kontrak kerja sama dengan Arkana Group dan mulai mencari mitra yang lebih cocok. Ditambah lagi, proyek yang telah kami sepakati gagal karena pertunangan itu. Arkana Group yang sejak awal memang tidak sekuat Montiwa Group, sekarang bahkan keadaanya makin buruk."Nggak perlu bertemu. Oh iya, sekalian kirim dokumen ini ke Presdir Arkana Group." Dokumen itu berisi rekaman t

  • Kuburan Cinta Hubungan Sepuluh Tahunku   Bab 7

    Setelah keduanya pergi, Doni menoleh ke arah Coni yang berdiri di samping."Bagaimana kau tahu aku di sini? Apa kau memasang alat pelacak padaku?"Coni tergagap, "Aku dengar dari teman kalau kau ke sini, jadi kupikir mau mencarimu..."Doni menatap Coni dengan tajam. "Teman itu bukan ayahku, kan?"Coni segera menggelengkan kepala. Beberapa saat kemudian, Doni tidak lagi melanjutkan pertanyaannya, dia menatap kekacauan di lantai, tenggelam dalam pikirannya sendiri, tanpa menyadari Coni yang diam-diam menghela napas lega.Sementara itu, aku duduk di mobil David, merasa sedikit bingung. Memang benar bahwa aku dan David menikah karena urusan bisnis. Hampir semua orang di kalangan kami, kecuali mereka yang sama sekali tidak peduli gosip seperti Doni, telah mendengar tentang pertunanganku dan Doni telah gagal.Namun, ketika harus mengungkapkannya secara terbuka, tetap saja sulit untuk dikatakan."Kenapa kau diam saja? Apa kau mendengar apa yang tadi dikatakan Doni?" David melirikku saat lamp

  • Kuburan Cinta Hubungan Sepuluh Tahunku   Bab 6

    Doni menatapku tak percaya, suaranya bergetar. "Kau pikir aku melakukan ini karena uang?"Seharusnya aku sudah lama menyadari bahwa sikap impulsif dan ledakan emosi Doni yang berulang selama sepuluh tahun terakhir secara bertahap telah mengikis kesabaran dan kasih sayangku padanya. Sekarang, saat aku berdiri di sisi yang berlawanan dengan Doni, tanpa perlu lagi membersihkan kekacauan yang dia buat, aku justru merasa lega dan nyaman.Aku tidak tahu apakah itu karena David ada di sampingku, atau karena aku sudah menyadari bahwa aku benar-benar telah keluar dari hubungan sepuluh tahun itu. Tetapi melihat tatapan Doni yang dipenuhi dengan luka dan kesedihan, aku justru merasa sedikit rileks dan mulai berbicara secara profesional."Ini hanya penjelasan saja. Lagipula, kalau bicara soal kompensasi, sebenarnya pihakku yang lebih berhak memintanya karena kau sudah merusak gaun pengantinku.""Ahh!" Sebuah teriakan tiba-tiba menarik perhatian semua orang.Itu adalah suara Coni. Dia bergegas menu

  • Kuburan Cinta Hubungan Sepuluh Tahunku   Bab 5

    Aku mengangkat tangan dan menampar wajahnya."Jaga mulutmu! Dia tunanganku, pria yang akan kunikahi. Kau itu cuma mantan pacar yang nggak bisa lepas dari perempuan lain, atas hak apa kau bicara omong kosong tentang hidupku seperti ini!""Kau tega memukulku demi dia?" Doni memegang wajahnya, menatapku dengan sorot mata kesedihan yang mendalam. "Kau benar-benar sudah jatuh hati padanya. Aku memang selalu bersama Coni, tapi aku nggak pernah punya perasaan apa pun padanya. Itu hanya untuk membalas dendam pada ayahku. Tapi kau! Kau ingin putus denganku demi dia!""Bukannya ini sesuai sama keinginanmu? Paman ingin aku menikah denganmu, tapi sekarang nggak akan ada kemungkinan lagi. Kau sudah berhasil menentang keinginan ayahmu, jadi kau seharusnya bahagia, kan?"Doni tertegun, dadanya naik turun menahan emosi sebelum akhirnya bisa memaksakan diri untuk bersikap tenang. "Kalau begitu, ayo ikut denganku, kita kawin lari! Kita akan hidup dengan nama samaran dan nggak akan ada yang bisa menemuka

  • Kuburan Cinta Hubungan Sepuluh Tahunku   Bab 4

    "Masih saja berpura-pura? Dia membayarmu berapa? Kau bahkan sampai memilih restoran yang sering aku datangi ini untuk bersandiwara di depanku. Kau memang niat sekali."Tatapan mata Doni penuh penghinaan, tetapi aku justru hampir tertawa karena marah.Apakah Doni selalu sebodoh ini? Membayangkan Davi

  • Kuburan Cinta Hubungan Sepuluh Tahunku   Bab 3

    Bukankah aku sudah cukup berpihak padanya? Selama sepuluh tahun, aku selalu melindungi dan membereskan semua hal gila yang dia lakukan untuk melawan ayahnya. Karena aku putri Keluarga Montiwa, jadi Pak Yudi cukup menyukaiku. Sebaliknya, sudah berapa kali aku menanggung penghinaan dari Doni?Yang kui

  • Kuburan Cinta Hubungan Sepuluh Tahunku   Bab 2

    Pada akhirnya, pesta pertunangan itu berakhir dengan tergesa-gesa. Doni tidak lagi mengatakan apa pun yang lebih menyakitkan, tapi aku pun tidak memakai cincin itu.Aku duduk di sofa sambil menatap pesan dari ibuku di ponselku. Dia masih berusaha membujukku untuk menyerah akan Doni dan menerima perj

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status