LOGINSahabatku menyerahkan surat perjanjian perceraian yang sudah disusunnya kepadaku. “Kamu menghabiskan waktu lima tahun mengejar Reygan sampai akhirnya bisa mendapatkannya. Kenapa sekarang tiba-tiba mau cerai?” Aku tersenyum tipis. “Karena dia nggak mau temani aku makan.” Lima jam sebelumnya, aku mengirimkan alamat restoran kepada Reygan. [Ini ulang tahun pernikahan kita yang ketiga. Aku sudah pesan tempat di sini.] Tak lama kemudian, dia membalas. [Sibuk. Nggak sempat.] Lima tahun mengejar Reygan, tiga tahun menikah dengannya, yang kudapat pada akhirnya hanya tiga kata itu. Di bawah gedung perusahaan, aku melihatnya sedang membantu seorang gadis berambut pendek masuk ke mobil dengan begitu hati-hati. Selama lima tahun mengejar Reygan Baswara, sikapnya kepadaku perlahan berubah, dari yang awalnya cuek dan tak acuh, hingga akhirnya dia mau berbagi suka dan duka denganku. Namun sekarang, yang kudengar darinya setiap beberapa hari sekali hanyalah, “Sibuk. Nggak sempat.” Aku kira aku sudah tidak sebaik dulu. Ternyata, hanya orang yang dicintainya yang telah berganti. Ponselku berdering. Ternyata telepon dari restoran. “Nona, boleh kami tahu malam ini Anda datang bersama berapa orang?” Aku memasukkan surat perjanjian perceraian itu ke dalam tas. “Sendirian.” Aku tahu Reygan juga membawa gadis itu ke restoran tersebut. Kebetulan sekali. Mulai hari ini, menu andalan restoran itu .... Kamu mau menikmatinya dengan siapa pun, itu sudah tidak ada hubungannya denganku. Aku akan menikmatinya sendiri.
View More“Aku sekarang baik-baik saja. Setiap hari aku bisa menyelamatkan nyawa dan menolong orang yang sakit. Aku juga punya teman-teman yang sejalan denganku. Aku nggak perlu lagi menyesuaikan diri dengan selera siapa pun, atau memikirkan perasaan orang lain.”“Reygan, aku sudah nggak mencintaimu lagi.”Begitu kalimat itu terucap, Reygan seperti kehilangan tenaga terakhirnya. Seluruh tubuhnya seketika melemas.Dia bergumam dengan wajah penuh air mata, tetapi masih berusaha mempertahankanku meski sia-sia. “Nggak apa-apa, nggak apa-apa, Maudy.”“Aku akan menunggumu. Kapan pun kamu mau kembali, aku akan tetap di sini.”Aku tidak ingin mendengar penyesalan yang sia-sia itu lagi. Aku langsung berdiri dan meninggalkan kafe.Sejak hari itu, Reygan menetap di sekitar kamp.Dia menyewa sebuah rumah kecil dan setiap hari menungguku di depan kamp. Dia membawakanku sarapan dan air minum, juga membantuku memindahkan peralatan medis. Dia berkata bahwa dia sudah benar-benar memutus hubungan dengan Vyora.Di
Ctak!Telepon itu langsung ditutup dengan kasar.Reygan masih memegang ponselnya setelah dimarahi habis-habisan. Bahkan untuk merasa marah pun dia sudah tidak sanggup. Sekarang, yang dia inginkan hanya menemukan dan menemuiku, lalu mengatakan kepadaku bahwa dia menyesal dan sadar bahwa dirinya telah berbuat salah.Memasuki tahun kedua di Mombana, aku sudah menjadi salah satu anggota inti tim medis.Suatu siang, kamp tiba-tiba kedatangan tamu tak diundang.Reygan berdiri tepat di luar tenda. Dia terlihat sangat kusut. Janggutnya sudah lebat, tatapannya kosong, dan kulitnya menghitam karena terbakar matahari. Tak ada lagi sedikit pun sosok desainer arsitektur yang dulu begitu penuh semangat dan percaya diri.Aku sama sekali tidak terkejut dia akhirnya datang mencariku.Sheila sudah lama memberitahuku bahwa dia membutuhkan waktu setahun penuh untuk mencari tahu keberadaanku di sini.Melihat ada yang tidak beres, rekan-rekan satu timku langsung berkumpul dan menatapnya dengan waspada.Aku
Di seberang telepon, Reygan masih belum menyerah dan kembali meneleponku.Namun, nomor yang sebelumnya masih bisa dihubungi kini kembali disambut suara operator perempuan. Saat itu juga, dia tiba-tiba menyadari sesuatu.Reygan terjatuh lemas di sofa.Dia menutupi wajahnya dan menangis tersedu-sedu....Hari-hariku di kamp begitu sibuk, tetapi terasa penuh makna.Setiap hari, waktuku diisi dengan operasi atau berkeliling memeriksa pasien.Aku begitu lelah sampai setiap kali berbaring di kasur, aku langsung tertidur. Tidak ada waktu sedikit pun untuk memikirkan hal macam-macam.Rekan-rekan satu timku sangat baik. Kami datang dari berbagai penjuru dunia dan berkumpul demi tujuan yang sama.Tidak seorang pun tahu tentang masa laluku dan tidak ada yang pernah menyebut nama Reygan ataupun Vyora.Akhirnya, aku bisa kembali menjadi diriku sendiri, Maudy Dewangga, seorang dokter bedah yang menyelamatkan nyawa dan menolong orang lain, bukan lagi sekadar istri Reygan.Setiap dua hari sekali, Shei
Penerbangan dini hari begitu sunyi.Dalam keadaan setengah sadar, aku memimpikan kata-kata terakhir yang diucapkan sahabatku, Sheila Lizora, kepadaku hari itu.“Kamu bukan terluka karena kejadian ini saja. Kamu terluka karena sudah terlalu sering mengalami hal yang sama.”“Maudy, jangan terus menyiksa dirimu sendiri.”Hari itu, aku tetap memotret senja yang indah. Hanya saja, aku tidak lagi mengirimkannya kepada Reygan sambil mengoceh tentang hal-hal sepele yang mungkin membuatnya merasa terganggu.Foto itu hanya kusimpan di album galeriku.Aku percaya, suatu hari nanti aku akan menemukan seseorang yang bersedia mendengarkan ocehanku dan menemaniku menikmati senja.Pesawat mendarat di Nibeland. Waktu setempat sudah menunjukkan pukul empat dini hari.Aku begitu lelah hingga nyaris tidak sanggup membuka mata. Aku langsung naik kendaraan tim medis menuju kamp.Begitu berbaring di ranjang papan yang keras, aku langsung tertidur lelap.Saat membuka mata lagi, sinar matahari di luar tenda su












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews