Partager

Bab 3

Auteur: Mukina
Bukankah aku sudah cukup berpihak padanya? Selama sepuluh tahun, aku selalu melindungi dan membereskan semua hal gila yang dia lakukan untuk melawan ayahnya. Karena aku putri Keluarga Montiwa, jadi Pak Yudi cukup menyukaiku. Sebaliknya, sudah berapa kali aku menanggung penghinaan dari Doni?

Yang kuinginkan hanyalah pernikahan yang normal dan sempurna, tetapi di hatinya, keinginanku ternyata tidak lebih penting dibanding Coni, orang yang sudah merusak pesta pertunanganku.

"Sejak kau bergabung dengan perusahaan, kau jadi semakin mirip ayahku. Kau hanya peduli pada dirimu sendiri, sama sekali nggak memikirkan perasaanku. Bahkan soal pernikahan ini, apa kau pernah menolaknya? Kau tahu betul kalau ayahku sangat menyukaimu!" Semakin bicara, Doni semakin merasa gelisah, nada suaranya bahkan mulai terdengar seperti sedang dizalimi.

Ini memang salahku. Aku seharusnya tidak berlutut dan memohon persetujuan orang tuaku untuk pernikahan ini, dan seharusnya tidak pernah berharap tentang akhir yang sempurna untuk kisah hubungan kami selama sepuluh tahun.

"Kalau begitu, aku harap kalian berdua hidup bahagia bersama sampai tua." Aku menatap Doni dengan hati yang sudah mati rasa.

Hal yang kuinginkan, dia tidak bisa memberikannya. Aku pun menunduk untuk memeriksa apakah semua barang-barang pentingku sudah kubawa. Ketika melihat meja samping tempat tidur yang kosong, aku pun refleks bertanya, "Di mana boneka kayunya?"

"Apa?" Doni masih larut dalam emosi dan tidak mengerti apa yang kutanyakan.

Pelayan yang berdiri di samping berkata pelan, "Nona Coni nggak sengaja menjatuhkan boneka itu dan rusak. Tuan sudah suruh saya buang."

Boneka kayu itu adalah hadiah ulang tahunku yang ke-delapan belas dari Doni, dia mengukir sendiri boneka itu untukku. Aku selalu membawanya ke mana pun aku pergi, sudah lebih dari sepuluh tahun.

"Kau juga sudah mau pergi, kenapa masih mau bawa boneka itu? Itu milikku. Aku hanya memberikannya kepada mereka yang berada di pihakku." Doni masih marah dan kata-katanya penuh sindiran.

Benar juga. Siapa pula yang masih menyimpan hadiah dari mantan pacarnya setelah putus?

"Ya sudah, sampai di sini saja. Ayo kita berpisah baik-baik." Itulah kata-kata terakhirku sebelum pergi.

Doni sempat ragu dan ingin mengejarku, tetapi Coni menghentikannya.

"Kak Doni, kalau kau mengejarnya sekarang dan paman tahu, dia mungkin akan menertawakanmu. Dia berani mengatur pertunangan ini karena tahu kau bisa dimanipulasi oleh Kak Sheila."

Doni terdiam, lalu melirik ke arah pintu besar yang sudah tertutup.

Boneka itu sudah rusak, dia pasti sedih.

Doni pun berpikir akan membuatkan boneka lain untukku kalau aku sudah meminta maaf.

...

Aku pergi menemui orang yang dikenalkan ibuku, David Winata. Dia adalah calon suami yang sangat cocok, memiliki latar belakang keluarga yang setara, bibit bobotnya pun jelas, dengan kepribadian yang lembut, dan penampilan yang tidak kalah dari Doni.

Bahkan bunga yang diberikan David kepadaku adalah mawar putih favoritku.

"Sebenarnya, kita berasal dari universitas yang sama." Melihat keterkejutanku, dia terkekeh. "Wajar kalau kau lupa, mungkin karena kau sibuk dengan berbagai kompetisi dan program magang."

Saat itu, hati dan pikiranku sepenuhnya terfokus pada Doni. Jika sedang tidak berada di perusahaan, aku pasti pergi menemui Doni, sehingga aku relatif kurang memperhatikan dunia luar.

Tepat ketika aku hendak mengatakan sesuatu, sebuah tangan tiba-tiba meraih bahuku dan menarikku dengan kasar ke belakang. David segera menangkap tangan orang itu dan mendorongnya menjauh, dia pun berdiri di antara aku dan orang itu untuk melindungiku.

"Siapa dia?" Wajah Doni memerah saat menatapku dengan tajam. Pupil matanya sedikit menyempit ketika melihat mawar di tanganku, seolah tersengat sesuatu.

Aku langsung memeluk bunga itu lebih erat. "Doni, jangan buat keributan di sini. Kita sudah putus."

Doni mendengus seolah mendengar lelucon murahan. "Putus? Kau bicara seolah-olah rela melepaskanku. Kalau mau ngambek juga tetap ada batasnya, kan? Apa putus itu sesuatu yang bisa kau jadikan lelucon? Buang benda itu sekarang juga!"

Aku merasa ucapannya sangat tidak masuk akal, bahkan tidak tahu harus membalas apa.

"Aku akan menikah bulan depan, Doni. Kau jangan ngomong sembarangan."

"Aku tahu. Menikah denganku, kan?" Ekspresi Doni terlihat rileks. "Aku sudah memikirkannya matang-matang. Karena kau nggak suka aku buat keributan di pesta pernikahan, aku akan memastikan ayahku nggak akan bisa hadir. Kalau begitu, nggak ada masalah kan?"

David mengerutkan kening. "Sepertinya kau salah paham. Aku mempelai prianya."

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application

Dernier chapitre

  • Kuburan Cinta Hubungan Sepuluh Tahunku   Bab 10

    Pada malam sebelum pernikahan, aku menerima telepon dari nomor tak dikenal."Sheila, tolong aku! Mereka semua sudah gila, mereka ingin mengirimku ke luar negeri!" Itu suara Doni.Aku tidak bereaksi, juga tidak langsung menutup telepon. Lalu, menawarkan bantuan kepadanya dengan ramah."Lapor saja ke polisi. Meneleponku nggak ada gunanya."Ada keheningan cukup lama di ujung telepon, setelah beberapa lama, aku mendengar dia berkata, "Apa kau benar-benar nggak akan datang untuk menyelamatkanku? Kita mungkin nggak akan bisa bertemu lagi.""Bukannya malah bagus? Aku juga nggak mau bertemu denganmu. Kau juga nggak akan bertemu dengan orang tuamu di luar negeri. Semuanya jadi lebih baik, kan?"Suara Doni bergetar seperti menahan tangis. "… Aku nggak mau pergi.""Kalau begitu, telepon polisi." Aku berkata dengan lembut, seperti sedang menenangkan anak yang keras kepala. "Kau sudah punya anak sekarang, jadi bersikaplah lebih dewasa. Aku nggak bisa membantumu."Setelah mengatakan itu, aku menutup

  • Kuburan Cinta Hubungan Sepuluh Tahunku   Bab 9

    Kupikir aku sudah tidak peduli lagi, namun ternyata sampai sekarang aku masih merasa marah. Sepuluh tahun... siapa yang bisa bilang kalau waktu selama itu tidak berharga? Waktu dan perasaanku telah terbuang sia-sia begitu saja.Doni hendak berbicara ketika aku mengangkat tangan untuk menyela, "Jangan mengoceh tentang omong kosong kalau orang tua itu nggak penting. Itu untukmu, bukan untukku. Sepuluh tahunmu itu nggak akan bisa dibandingkan dengan dua puluh delapan tahun kebersamaanku dengan orang tuaku, juga nggak pernah bisa menandingi belasan tahun kerja keras dan pencapaianku, bahkan sekarang itu nggak bisa lebih berharga daripada seikat bunga pemberian David."Tanpa perasaan, sepuluh tahun ini menjadi sangat tidak berharga."Kau dan David hanya menikah demi bisnis. Aku masih punya kesempatan, aku masih bisa menebusnya," kata Doni dengan suara rendah. Ucapannya itu seolah terdengar seperti dia lebih ingin meyakinkan dirinya sendiri daripada kepadaku. "Aku juga bisa menjadi seorang p

  • Kuburan Cinta Hubungan Sepuluh Tahunku   Bab 8

    "Kalau kau sampai membatalkan pertunangan karena hal ini, itu juga akan menjadi pukulan besar bagiku."David mengatakan hal itu, tetapi sulit untuk tidak terlalu memikirkannya. Aku merasa telah berbuat salah padanya dan memperlakukannya tidak adil....Aku menghela napas panjang di kantor. Saat ini ketukan di pintu memotong pikiranku. Asistenku masuk dan berkata bahwa Doni telah mengirim sesuatu."Buang saja. Mulai sekarang, tolak apa pun yang dia kirim." Kupikir aku sudah cukup jelas, tetapi Doni masih bersikeras."Selain itu, Arkana Group ingin bertemu."Setelah gaun pengantin dirusak, aku sudah tidak lagi memperbarui kontrak kerja sama dengan Arkana Group dan mulai mencari mitra yang lebih cocok. Ditambah lagi, proyek yang telah kami sepakati gagal karena pertunangan itu. Arkana Group yang sejak awal memang tidak sekuat Montiwa Group, sekarang bahkan keadaanya makin buruk."Nggak perlu bertemu. Oh iya, sekalian kirim dokumen ini ke Presdir Arkana Group." Dokumen itu berisi rekaman t

  • Kuburan Cinta Hubungan Sepuluh Tahunku   Bab 7

    Setelah keduanya pergi, Doni menoleh ke arah Coni yang berdiri di samping."Bagaimana kau tahu aku di sini? Apa kau memasang alat pelacak padaku?"Coni tergagap, "Aku dengar dari teman kalau kau ke sini, jadi kupikir mau mencarimu..."Doni menatap Coni dengan tajam. "Teman itu bukan ayahku, kan?"Coni segera menggelengkan kepala. Beberapa saat kemudian, Doni tidak lagi melanjutkan pertanyaannya, dia menatap kekacauan di lantai, tenggelam dalam pikirannya sendiri, tanpa menyadari Coni yang diam-diam menghela napas lega.Sementara itu, aku duduk di mobil David, merasa sedikit bingung. Memang benar bahwa aku dan David menikah karena urusan bisnis. Hampir semua orang di kalangan kami, kecuali mereka yang sama sekali tidak peduli gosip seperti Doni, telah mendengar tentang pertunanganku dan Doni telah gagal.Namun, ketika harus mengungkapkannya secara terbuka, tetap saja sulit untuk dikatakan."Kenapa kau diam saja? Apa kau mendengar apa yang tadi dikatakan Doni?" David melirikku saat lamp

  • Kuburan Cinta Hubungan Sepuluh Tahunku   Bab 6

    Doni menatapku tak percaya, suaranya bergetar. "Kau pikir aku melakukan ini karena uang?"Seharusnya aku sudah lama menyadari bahwa sikap impulsif dan ledakan emosi Doni yang berulang selama sepuluh tahun terakhir secara bertahap telah mengikis kesabaran dan kasih sayangku padanya. Sekarang, saat aku berdiri di sisi yang berlawanan dengan Doni, tanpa perlu lagi membersihkan kekacauan yang dia buat, aku justru merasa lega dan nyaman.Aku tidak tahu apakah itu karena David ada di sampingku, atau karena aku sudah menyadari bahwa aku benar-benar telah keluar dari hubungan sepuluh tahun itu. Tetapi melihat tatapan Doni yang dipenuhi dengan luka dan kesedihan, aku justru merasa sedikit rileks dan mulai berbicara secara profesional."Ini hanya penjelasan saja. Lagipula, kalau bicara soal kompensasi, sebenarnya pihakku yang lebih berhak memintanya karena kau sudah merusak gaun pengantinku.""Ahh!" Sebuah teriakan tiba-tiba menarik perhatian semua orang.Itu adalah suara Coni. Dia bergegas menu

  • Kuburan Cinta Hubungan Sepuluh Tahunku   Bab 5

    Aku mengangkat tangan dan menampar wajahnya."Jaga mulutmu! Dia tunanganku, pria yang akan kunikahi. Kau itu cuma mantan pacar yang nggak bisa lepas dari perempuan lain, atas hak apa kau bicara omong kosong tentang hidupku seperti ini!""Kau tega memukulku demi dia?" Doni memegang wajahnya, menatapku dengan sorot mata kesedihan yang mendalam. "Kau benar-benar sudah jatuh hati padanya. Aku memang selalu bersama Coni, tapi aku nggak pernah punya perasaan apa pun padanya. Itu hanya untuk membalas dendam pada ayahku. Tapi kau! Kau ingin putus denganku demi dia!""Bukannya ini sesuai sama keinginanmu? Paman ingin aku menikah denganmu, tapi sekarang nggak akan ada kemungkinan lagi. Kau sudah berhasil menentang keinginan ayahmu, jadi kau seharusnya bahagia, kan?"Doni tertegun, dadanya naik turun menahan emosi sebelum akhirnya bisa memaksakan diri untuk bersikap tenang. "Kalau begitu, ayo ikut denganku, kita kawin lari! Kita akan hidup dengan nama samaran dan nggak akan ada yang bisa menemuka

  • Kuburan Cinta Hubungan Sepuluh Tahunku   Bab 4

    "Masih saja berpura-pura? Dia membayarmu berapa? Kau bahkan sampai memilih restoran yang sering aku datangi ini untuk bersandiwara di depanku. Kau memang niat sekali."Tatapan mata Doni penuh penghinaan, tetapi aku justru hampir tertawa karena marah.Apakah Doni selalu sebodoh ini? Membayangkan Davi

  • Kuburan Cinta Hubungan Sepuluh Tahunku   Bab 2

    Pada akhirnya, pesta pertunangan itu berakhir dengan tergesa-gesa. Doni tidak lagi mengatakan apa pun yang lebih menyakitkan, tapi aku pun tidak memakai cincin itu.Aku duduk di sofa sambil menatap pesan dari ibuku di ponselku. Dia masih berusaha membujukku untuk menyerah akan Doni dan menerima perj

  • Kuburan Cinta Hubungan Sepuluh Tahunku   Bab 1

    Plak!Ayahnya Doni, Yudi Arkana, untuk pertama kalinya menampar Doni! Leher Pak Yudi sampai memerah karena amarah. "Kau sudah gila! Usir orang itu keluar dari sini sekarang dan segera minta maaf ke Sheila!"Wajah Doni terlempar ke samping, pipinya langsung merah dan membengkak, tetapi dia justru ter

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status