Share

936

last update Last Updated: 2025-09-04 00:42:20

Diagram hitam yang mengatur aliran energi ratusan juta pasukan ikut terguncang hebat. Putarannya melemah drastis, pola-pola hitam yang menyusunnya retak satu per satu. Lalu sebuah sambaran petir terakhir menghantam jantung diagram.

KRAAAK!!!

Diagram itu hancur berkeping-keping di hadapan seluruh armada. Pecahan energi berhamburan ke segala arah, melesat seperti hujan meteor yang mengoyak angkasa. Gelombang baliknya menghantam puluhan kapal perang, membuat sebagian dari mereka goyah parah. Ada pasukan yang tidak mampu menahan tekanan, tubuh mereka terlempar dari geladak, terpanggang oleh cahaya sisa serangan, menjerit sebelum lenyap ditelan gelap.

Di tengah semua kekacauan itu, Kaisar Dewa Siyuhan tetap berdiri tegak di atas kapalnya. Jubahnya berkibar hebat, diterpa badai energi liar yang lahir dari kehancuran diagram. Tatapannya semakin dingin, namun tidak kosong. Justru semakin tajam, seolah ia baru saja melihat kebenaran dari kekuatan yang sedang dihadapinya. Ia tidak menunjukka
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kultivator Inti Semesta   1585

    Di sisi lain, Xiao Tian justru merasakan keringat dingin membasahi punggungnya. Sensasi dingin itu kontras dengan hawa panas yang mulai menjilat kulitnya. Wajahnya tetap tenang, topeng ketegarannya terpasang sempurna, tetapi matanya tidak bisa berbohong, ia sangat waspada. Instingnya menjerit bahwa satu langkah salah di dalam sana berarti kematian tanpa sisa. Ia tidak berani meremehkan peringatan ayahnya, karena ia tahu ayahnya tidak pernah melebih-lebihkan bahaya. “Binatang Tua, Sumber asal Api Petir Ilahi ini tidak sederhana. Apakah kamu yakin bisa menahannya?” tanya Xiao Tian pada Leihuo Dashi. Leihuo Dashi yang terus memejamkan matanya di dalam dunia dantian Xiao Tian mulai membuka matanya. Pupil vertikalnya menyala, memancarkan aura purba yang menekan. “Sumber Api Petir Ilahi itu memang tidak sederhana, walaupun kita masih berada di luar, Dewa ini sudah bisa merasakan keganasan-nya. Namun, kamu tidak perlu khawatir, jika Dewa ini tidak mampu menanggung Sumber asal Api Petir I

  • Kultivator Inti Semesta   1584

    “Kalian berdua, dengarkan baik-baik.” Suara Xiao Jian memecah keheningan, menarik perhatian Xiao Tian dan Xiao Quantian dari pemandangan mengerikan itu. Xiao Jian tidak menatap dunia itu, melainkan menatap kedua pemuda di hadapannya dengan sorot mata yang sangat serius. Wibawa sebagai Penguasa Dewa Maha Agung menekan lembut namun mutlak. “Dunia ini berisi Sumber asal Api Petir Ilahi, aku mendapatkan dunia itu di galaksi kesembilan, dengan melenyapkan nyawa lebih tiga ratus juta orang. Aku memiliki garis darah yang sama dengan kalian, Binatang Api Petir Ilahi. Jadi aku tahu informasi Api Petir dalam dunia itu dari garis darahku. Sekarang dengarkan. Tingkat bahayanya jauh di atas apa yang pernah kalian temui di delapan galaksi ini. Di dalam sana, hukum alam kita tidak berlaku sepenuhnya. Kalian akan menghadapi tekanan dari dua elemen paling destruktif secara bersamaan.” Xiao Jian memberi jeda sejenak, membiarkan fakta tentang pembantaian tiga ratus juta nyawa dan bahaya dunia itu mer

  • Kultivator Inti Semesta   1583

    Xiao Tian terus dibawa ke atas langit, menembus lapisan awan yang semakin menipis hingga udara di sekitarnya terasa setajam pisau. Bahkan untuk sampai di ketinggian seperti itu, di mana tekanan atmosfer mampu meremukkan tulang, dia dibantu oleh Energi Ilahi Ibunya yang membungkus tubuhnya dengan lembut namun kokoh. Sekarang dia sadar, sebuah realitas pahit menghantam egonya. Ternyata membalikan dunia dan mengguncang langit itu hanya slogan belaka. Nyatanya dengan ranah Setengah Penguasa Dewa peringkat tujuh, bahkan ketika dia menggunakan kemampuan garis darahnya untuk meningkatkan ranahnya empat peringkat menjadi peringkat sebelas, dia masih kesulitan. Jangankan mengguncang langit yang sesungguhnya, untuk bisa sampai di ketinggian seperti ini saja dia masih sulit dan membutuhkan bantuan. Mereka tiba di lapisan langit yang lebih tinggi, sebuah dimensi hampa yang sengaja diisolasi dari hukum alam semesta luar. Di sana, sosok Xiao Quantian sudah berdiri mematung di tengah kehampaan.

  • Kultivator Inti Semesta   1582

    Xiao Jian mengangguk mendengar ucapan putranya, sebuah anggukan kecil yang menandakan persetujuan mendalam dari seorang ayah sekaligus seorang kultivator tertinggi. Semua orang harus sadar, kadang seseorang bisa menghadapi ujian luar, tapi gagal menghadapi ujian dari dalam. Musuh yang memegang pedang bisa ditebas, namun musuh yang berbisik di dalam hati jauh lebih sulit dimusnahkan. Ujian terbesar untuk pertumbuhan bukan rintangan dari luar, tapi dari diri sendiri. Kadang tubuh merasa lemah, merasa putus asa, sehingga membatasi diri sendiri sebelum batas yang sebenarnya tercapai. Setiap ingin melangkah, merasa dirinya tidak akan mampu, sampai sulit melampaui batasan kemampuannya saat ini. Keraguan itu adalah rantai tak kasat mata yang lebih kuat dari besi dewa mana pun. Tidak sedikit orang-orang yang hancur karena tidak bisa menghadapi diri sendiri. Mereka jatuh bukan karena kalah oleh lawan yang lebih kuat, melainkan karena kalah oleh bayangan ketakutan mereka sendiri. Makany

  • Kultivator Inti Semesta   1581

    Xiao Tian menyaksikan sendiri betapa peringkat lima belas Penguasa Dewa Sejati bisa membuat dunia runtuh dan hidup-mati ditentukan dalam satu benturan. Karena itu, ketika Ayahnya menyebut ada ranah di atasnya, pikirannya seolah ditarik keluar dari kerangka lama yang ia pegang selama ini. Jadi dia benar-benar terkejut mendengar informasi baru ini, terlebih lagi Ayahnya bukan kultivator era kuno maupun kultivator Era Abadi. Di era sekarang juga Ayahnya masih terbilang sangat muda jika dibandingkan monster-monster tua yang berusia puluhan ribu tahun, namun pencapaiannya telah melampaui sejarah itu sendiri. Keterkejutan itu bukan sekadar karena nama ranah, melainkan karena maknanya. Jika ranah itu benar ada, maka segala hal yang ia anggap mustahil selama ini memang bukan mustahil, hanya belum cukup tinggi. Dan jika Ayahnya sudah sampai di sana, maka banyak kejadian yang pernah ia lihat, yang ia kira sebagai keajaiban, ternyata hanya bagian kecil dari kemampuan yang nyata. “Ayah, jika s

  • Kultivator Inti Semesta   1580

    Xiao Tian sedikit mengerutkan kening, merasakan keseriusan yang berbeda dari nada bicara ayahnya. Ia tidak memotong pembicaraan. Ia menunggu penjelasan lebih lanjut. “Ayah, apa itu?” “Sumber asal Api Petir. Ayah berhasil mendapatkan sebuah dunia yang berisi Sumber asal Api Petir dari Galaksi Kesembilan. Dunia itu memiliki batasan usia. Hanya generasi muda yang bisa memasukinya, dan hanya mereka yang memiliki garis darah Api Petir Ilahi. Garis darah kita memenuhi syarat itu. Dunia tersebut cocok untuk kita.” Xiao Jian melanjutkan tanpa perubahan nada, seolah membicarakan cuaca, padahal ia sedang membicarakan harta yang bisa memicu perang antar galaksi. “Ayah memanggilmu agar kamu dan Xiao Quantian dapat mengklaim kekuatan itu. Namun Ayah harus mengatakan dengan jelas, ujian di dalamnya sangat berbahaya. Meskipun Ayah bisa mengambil dunia itu, dengan kekuatan Ayah sekarang, Ayah tidak bisa memasuki dunia tersebut.” Kalimat terakhir itu sudah cukup untuk menjelaskan segalanya. Dunia

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status