Compartilhar

Bab 161

last update Última atualização: 2025-01-19 08:59:54

Xiao Tian duduk di dalam kamar kapal yang disediakan oleh Vianshi'er, tertegun melihat sumber daya yang menumpuk bak gunung. “Patriark Sekte Gunung Abadi benar-benar royal. Dia memberikan sumber daya sebanyak ini. Aku mengerti bahwa dia ingin menjalin hubungan denganku, tetapi jumlah ini sulit untuk aku kembalikan.”

“Tuan tidak perlu merasa sungkan. Dengan bakat Tuan, mengumpulkan harta sebanyak ini bukanlah hal yang sulit. Sekarang, lebih baik Tuan manfaatkan sumber daya ini. Dengan tingkat kemampuan Tuan saat ini, akan sulit untuk bergerak bebas di Alam Qinwu.”

Xiao Tian ditemani oleh roh artefak pedang misterius, yang kini menjadi teman obrolannya.

“Aku mengerti. Saat ini, aku akan memurnikan sumber daya ini tanpa harus berpikir terlalu banyak.”

Metode kultivasi Xiao Tian sangat istimewa. Alih-alih memurnikan sumber daya dengan menyerap energi dari luar, dia membuka mulutnya lebar-lebar dan melahap semuanya. Sumber daya yang melimpah itu mulai memasuki mulutnya, dan Xiao Tian m
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
mantap bah
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Kultivator Inti Semesta   1576

    Setelah Tuo Xun memasuki Dunia Budidaya dan gerbang dimensi tertutup, keheningan kembali menyelimuti ruang hampa. Partikel debu kosmik yang sempat bergejolak kini kembali diam, membeku dalam kehampaan abadi. Xiao Quantian tidak membuang waktu. Ia menggerakkan tangannya, Cincin Dewa di jarinya memancarkan kilau samar namun tajam. Dari sana, ia mengeluarkan sebuah token giok hitam milik Xiao Jian. Token itu terlihat sederhana, namun permukaannya dipenuhi ukiran rune yang bergerak hidup. Benda itu memancarkan aura otoritas yang melampaui hukum ruang dan waktu, membuat ruang di sekitarnya bergetar tunduk. Seketika, realitas di hadapan mereka terbelah. Sebuah celah vertikal muncul, lalu melebar dengan kecepatan yang tak bisa diikuti mata. Ribuan pintu cahaya langsung muncul berjejer, memanjang hingga tak terbatas, membentuk koridor dimensi yang agung. Lorong itu seolah menembus batas terjauh eksistensi. Di balik setiap pintu, terpancar aura unik dari berbagai Alam Semesta yang berbeda.

  • Kultivator Inti Semesta   1575

    Lalu, di bagian paling belakang, unit paling elit dan mematikan bergerak maju. Tentara Barisan Kosmos. Jumlah mereka sedikit, hanya beberapa ratus orang, namun kekuatan mereka sangat mengerikan, setiap individu setara dengan satu pasukan kecil. Aura mereka menekan udara di sekitar, membuat prajurit dari barisan lain secara naluriah memberi ruang lebih. Semua anggota pasukan ini sudah menjadi Setengah Penguasa Dewa, mulai dari peringkat dua belas hingga peringkat empat belas. Aura mereka stabil dan tajam, seperti pedang yang tersarung namun siap menghunus kapan saja. Mereka tidak perlu menunjukkan apa pun untuk membuat orang lain memberi jalan. Mereka melangkah dalam diam, tetapi pergerakan mereka membuat ruang di depan terbuka secara alami, bukan karena perintah, melainkan karena semua orang memahami perbedaan tingkat yang tidak perlu diperdebatkan. Terakhir, para penguasa kota juga bersiap, meninggalkan ego wilayah mereka demi tujuan bersama. Mereka yang biasanya berdiri di pun

  • Kultivator Inti Semesta   1574

    Sebenarnya, penguasa kota Juanjing sudah menyesali perbuatannya jauh sebelum kehadiran Xiao Quantian. Ketika dia tahu Tuo Xun adalah penguasa sejati Alam Hundun, dan dia sangat dekat dengan Xiao Tian, penguasa kota Juanjing sudah berniat untuk berdamai dengan Xiao Tian demi keselamatannya dan juga klan-nya sendiri, menyadari bahwa dendam hanya akan membawa mereka ke liang kubur. Ia hanya tidak menemukan momen yang tepat, karena selama ini jarak antara dirinya dan Xiao Tian tidak pernah benar-benar terbuka. Hari ini, jarak itu terbuka dengan cara yang paling menakutkan, sekaligus paling jelas. Pengampunan ini adalah karunia terbesar baginya. Ia tidak melihatnya sebagai belas kasihan, tetapi sebagai keputusan yang membuat dirinya masih bisa bernafas tanpa memikirkan kapan kehancuran turun. Ia mundur perlahan, menempatkan dirinya kembali ke dalam barisan penguasa kota, kali ini dengan kepala tertunduk, bukan karena malu, melainkan karena rasa syukur yang mendalam. Situasi kembali fo

  • Kultivator Inti Semesta   1573

    Sementara itu, kembali ke barak, dinamika kekuasaan sedang bergeser tanpa suara. Namun, di tengah kerumunan elit itu, atmosfer tidak sepenuhnya tenang, ada arus ketegangan yang mengalir di antara para tokoh kuat tersebut. Ketegangan itu bukan karena mereka saling bermusuhan secara terbuka, melainkan karena mereka semua memahami satu hal yang sama, bahwa siapa pun yang paling cepat menempatkan diri di sisi yang tepat akan meraih keuntungan terbesar. Setiap gerakan kecil, setiap kedipan mata, menjadi sinyal yang dibaca oleh lawan bicara. Mereka semua adalah predator yang sedang mencari posisi makan terbaik di sekitar mangsa baru. Dalam situasi seperti ini, sebuah langkah yang terlalu cepat bisa dianggap tidak sopan, tetapi langkah yang terlalu lambat bisa berarti tertinggal selamanya. Dari semua penguasa kota di Alam Hundun, ada satu penguasa kota yang wajahnya memucat drastis dan tubuhnya gemetar hebat ketika melihat Xiao Tian berdiri di sana. Dia adalah penguasa kota Juanjing. Ia

  • Kultivator Inti Semesta   1572

    Tidak lama kemudian, langit di atas Barak Barisan Awan dipenuhi oleh distorsi ruang yang beruntun, seolah kain realitas sedang ditarik paksa dari berbagai arah. Garis-garis robekan itu tidak muncul serempak, melainkan bergantian, satu selesai, satu lagi menyusul, membentuk ritme kedatangan yang membuat para prajurit yang masih berada di sekitar barak langsung memahami bahwa ini bukan kunjungan biasa. Udara bergetar dengan frekuensi rendah yang menyakitkan telinga, menandakan bahwa mereka yang datang adalah entitas yang mampu memanipulasi hukum ruang dengan kehendak mereka sendiri. Mereka yang tadi menyaksikan Bencana Ilahi belum sepenuhnya menata napas, tetapi sekarang mereka kembali menahan diri, menjaga jarak, dan membiarkan para tokoh kuat turun tanpa ada pergerakan yang ceroboh. Tekanan atmosfer meningkat tajam. Jika sebelumnya tekanan datang dari langit yang marah, kini tekanan datang dari kumpulan ego dan kekuatan yang selama ini menguasai berbagai sudut Alam Hundun. Ratusan

  • Kultivator Inti Semesta   1571

    Xiao Tian sendiri sangat terkejut, jantungnya berdegup kencang menyadari fakta baru tentang keluarganya sendiri. Ia berdiri tidak jauh dari tempat itu, tetapi untuk sesaat, ia merasa jarak pengetahuannya dengan kenyataan yang baru dibuka ini terlalu jauh. Ia sudah melihat banyak hal aneh sejak tiba di Alam Semesta Lautan Kosmik, namun kali ini menyentuh sesuatu yang langsung berkaitan dengan ayahnya. Tangannya sedikit gemetar di balik lengan jubahnya. Ia tahu ayahnya kuat, tetapi memanipulasi waktu pada skala ini adalah sesuatu yang berbeda. Jadi dia diam-diam mengirimkan transmisi suara kepada Xiao Quantian, memastikan pendengarannya tidak salah. “Kakak, tolong jawab dengan jujur. Apakah dunia itu adalah keanehan Alam?” Di luar, wajah Xiao Tian tetap tenang, tidak memancing perhatian. Ia tidak ingin orang lain tahu apa yang ia tanyakan. Ia hanya ingin memastikan, karena jika jawabannya benar, maka ia baru saja menyaksikan pintu yang menuju sesuatu yang jauh lebih besar daripada ra

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status