Inicio / Fantasi / Kurir Pemilik Sistem / Arca bersejarah (part 1)

Compartir

Arca bersejarah (part 1)

Autor: BoardMarker
last update Fecha de publicación: 2026-07-30 20:48:14

Mobil BMW hitam melaju perlahan meninggalkan gedung perkantoran, bergabung dengan arus lalu lintas sore yang mulai padat. Matahari masih cukup tinggi meskipun jam sudah menunjukkan pukul setengah lima. Sinar jingga keemasan menembus kaca depan, membuat kabin mobil terasa hangat dan nyaman. Wandi menyalakan AC sedikit lebih tinggi, mengarahkan ventilasi ke wajah Arini yang masih sedikit berkeringat setelah seharian meeting.

Arini melepas kuncir rambutnya. Rambut hitam panjang sebahu itu terurai,
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Kurir Pemilik Sistem   Dibalik Kegagalan (part 3)

    Arini berdiri di samping pintu, tidak bergerak. Wajahnya pucat, matanya sayu, bibirnya pecah-pecah. Blazer abu-abu yang dia kenakan robek di bagian lengan kanan, terkena serpihan kaca saat mobil terbalik. Kemeja putihnya berlumuran debu dan sedikit darah, mungkin dari lukanya di dahi, meskipun lukanya sudah kering dan tidak mengeluarkan darah lagi. Rambutnya yang tadinya diikat kuncir rapi, kini terurai kusut, beberapa helai menempel di pipinya yang basah.Wandi menghampiri Arini. Tangannya yang besar dan kasar meraih tangan Arini yang dingin dan gemetar."Rin, duduk dulu. Kamu pasti capek."Arini tidak menjawab. Dia hanya mengangguk pelan, lalu berjalan ke sofa dengan langkah yang sedikit sempoyongan. Dia duduk di samping Noval, memeluk anak itu erat-erat. Noval membalas pelukan itu dengan lemah, tangannya yang kecil meraih leher Arini."Ma... Noval takut..." bisik Noval."Sudah, Nak. Mama di sini. Mama tidak akan pergi.""Pa... Pa juga di sini?"Wandi yang mendengar, segera mendekat

  • Kurir Pemilik Sistem   Dibalik Kegagalan (part 2)

    "Ratusan juta. Mobil SUV yang kalian tabrakkan, itu sewa. Senjata yang kalian bawa, itu beli dari pasar gelap. Informasi tentang Wandi, itu aku dapat dari detektif swasta. Semua... semua untuk satu tujuan."Andre menoleh. Matanya yang tajam menatap dua pria itu."Hancurkan Wandi."Dia kembali menatap ke luar jendela. Cerutu di tangannya diisap dalam-dalam, sampai ujungnya membara merah."Aku sudah memantau dia sejak dia menikah dengan Arini. Aku tahu kemampuannya. Aku tahu dia bisa lihat angka kematian. Aku tahu dia bisa lihat harta karun. Aku tahu dia menjadi kaya karena menjual benda-benda bersejarah. Aku tahu segalanya."Andre tertawa kecil. Tawa pahit."Dia dulu kurir, Tin. Kurir yang tidak bisa memberi makan anak dan istrinya. Kurir yang istrinya, TINA, lebih memilih aku daripada dia. Tapi sekarang... sekarang dia jadi kaya. Lebih kaya dari aku. Mobil BMW, rumah sederhana yang sebenarnya tidak sederhana, istri CEO, anak angkat yang lucu. Dia... dia merebut segalanya dari aku."An

  • Kurir Pemilik Sistem   Dibalik Kegagalan (part 1)

    Di sisi lain kota, di lantai 45 sebuah apartemen super premium di kawasan SCBD, lampu-lampu kota Jakarta berkelap-kelip seperti bintang yang jatuh ke bumi. Gedung-gedung pencakar langit berdiri megah dengan ribuan titik cahaya, kantor, hotel, apartemen, semua bersinar terang meskipun malam sudah larut. Di kejauhan, monas menjulang dengan cahaya keemasan di puncaknya, menjadi penanda bahwa ibu kota tidak pernah tidur. Jalanan di bawah masih ramai, mobil-mobil melaju dengan lampu depan menyala, menciptakan aliran cahaya merah dan putih yang bergerak lambat seperti sungai lava.Di dalam sebuah unit apartemen di lantai 45, suasana berbeda. Gelap. Hanya lampu meja kecil di sudut ruangan yang menyala, memancarkan cahaya kuning temaram yang nyaris tidak cukup untuk menerangi seluruh ruangan. Dinding-dindingnya dilapisi panel kayu jati berwarna coklat gelap, memberikan kesan maskulin dan eksklusif. Lantainya marmer hitam mengkilap, memantulkan bayangan lampu-lampu kota dari jendela kaca besar

  • Kurir Pemilik Sistem   Minimap (part 3)

    Wandi mendengar suara itu. Tiga laki-laki. Mungkin empat. Suara mereka berat, tidak ramah, dan tidak memiliki rasa takut. Mereka tidak tahu bahwa Wandi sudah di luar pintu. Mereka tidak tahu bahwa Wandi sudah berubah.Wandi mendorong pintu besi itu dengan perlahan.Kreek...Pintu terbuka.dan NovalRuangan lantai dua itu luas, kosong, tanpa perabot. Hanya ada tiang-tiang beton penyangga atap, dan jendela-jendela besar yang kacanya sudah pecah. Di tengah ruangan, dua kursi kayu dibalik saling berhadapan. Di kursi pertama, Arini terikat tangan dan kakinya dengan tali tambang. Mulutnya dibungkus lakban hitam. Wajahnya pucat, matanya merah, pipinya basah, dia menangis. Di samping Arini, kursi kedua, Noval juga terikat. Mulutnya juga dibungkus lakban, tetapi lakbannya longgar karena wajahnya terlalu kecil. Noval masih menangis, suaranya terdengar parau, mungkin kehabisan suara."Ma... Ma... Noval takut... Pa... Pa di mana..."Wandi tidak bisa menahan diri. Air matanya jatuh. Bukan karena l

  • Kurir Pemilik Sistem   Minimap (part 2)

    Wandi mengamati posisi titik merah. Peta menunjukkan bahwa titik merah itu berada di sebelah timur, sekitar... Wandi tidak tahu pasti jaraknya, tetapi skala peta menunjukkan bahwa jaraknya tidak terlalu jauh. Mungkin beberapa kilometer dari lokasinya saat ini."Aku harus ke sana. Cepat."Wandi mengatur napas. Dadanya yang tadinya naik turun cepat, kini mulai stabil. Dia mengepalkan tangannya, merasakan kekuatan yang mengalir di otot-ototnya. Tubuhnya yang sudah bermutasi, kini semakin siap."Aku tidak tahu kemampuan baru apa lagi yang akan muncul. Tapi yang penting saat ini... aku harus menyelamatkan Arini dan Noval."Wandi mulai berlari lagi. Bukan lagi berlari dengan kecepatan 80 kilometer per jam, tetapi lebih cepat. Lebih cepat. Kaki-kakinya bergerak seperti piston mesin, mendarat dan melompat dengan ritme yang semakin sulit diikuti oleh mata manusia biasa. Angin malam yang tadinya sepoi-sepoi, kini menjadi angin kencang yang menerpa wajahnya. Rambutnya yang panjang berkibar ke be

  • Kurir Pemilik Sistem   Minimap (part 1)

    Di atas pesawat alien berbentuk kristal hitam yang mengorbit Bumi, suasana masih tegang. Layar holografik di ruang kendali utama menampilkan gambar Wandi yang sedang berlari dengan kecepatan luar biasa, 80 kilometer per jam, jauh melampaui batas kemampuan manusia normal. Tubuhnya yang kekar melesat di antara lampu-lampu jalan yang temaram, melewati mobil-mobil yang melaju pelan, melompati trotoar yang rusak, dan menghindari pejalan kaki yang tidak melihatnya.Komandan Thar'Xul duduk di kursi tertinggi, tubuh plasmanya berdenyut dengan cahaya biru keemasan, warna yang dalam bahasa mereka berarti antisipasi tinggi dan strategi. Matanya yang tidak memiliki kelopak, tetap tertuju pada layar, mengamati setiap gerakan Wandi dengan saksama."Letnan Vex'Ra," panggil Komandan dengan suara bergetar, frekuensi rendah yang membuat udara di sekitarnya bergetar.Letnan Vex'Ra, makhluk plasma dengan tubuh lebih kecil, berwarna biru kehijauan, segera menggerakkan tentakel-tentakelnya ke panel kontrol

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status