Home / Fantasi / Kurir Pemilik Sistem / Kisah Masa Lalu (part 1)

Share

Kisah Masa Lalu (part 1)

Author: BoardMarker
last update publish date: 2026-10-03 10:24:55

Warung soto "Mbak Sri" di pinggir jalan itu kembali ramai seperti biasa. Tenda hijau yang melindungi para pengunjung dari sinar matahari siang yang mulai terik, masih kokoh berdiri. Meja-meja kayu panjang dengan taplak kotak-kotak merah putih, kursi-kursi plastik yang sedikit goyah, dan kompor besar yang mengeluarkan uap harum, semuanya masih sama seperti yang Wandi ingat. Aroma kaldu ayam yang gurih, campuran rempah-rempah, dan sedikit asap dari arang yang digunakan untuk memasak, menciptakan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Kurir Pemilik Sistem   Tak Perlu Diulang (part 2)

    Tina menyalakan mesin, dan NMAX melaju perlahan meninggalkan halaman. Wandi berdiri di teras, melambaikan tangan."Dadah, Pa!" seru Noval sambil melambaikan tangan."Dadah, Om!" seru Nila sambil melambaikan tangan."Dadah, Nak!" jawab Wandi.Setelah Tina, Noval, dan Nila pergi, Wandi masuk ke rumah. Dia mulai merapikan meja makan, mencuci piring-piring kotor, dan menyapu lantai ruang tamu. Gerakannya teratur, tidak terburu-buru. Dia menikmati ketenangan pagi ini.Di tengah pekerjaannya, dia berhenti sejenak. Dia menatap motor bebek butut di sudut ruangan. Motor itu mengingatkannya pada masa lalu. Masa lalu yang pahit, tetapi juga manis."Dulu, aku sering naik motor itu bersama Tina dan Nila. Kita sering berboncengan bertiga, berjuang untuk bertahan hidup. Sekarang... Tina dan Nila tinggal bersamaku. Kita semua bersama. Keluarga ini semakin besar."Wandi tersenyum."Dan sekarang, aku memiliki kemampuan baru. Aku bisa merasakan perasaan orang lain. Aku bisa merasakan apa yang mereka ras

  • Kurir Pemilik Sistem   Tak Perlu Diulang (part 1)

    Matahari pagi baru saja muncul di ufuk timur ketika Wandi membuka matanya. Langit yang tadinya gelap pekat, kini mulai berubah menjadi biru keunguan tipis, seperti kanvas yang baru saja dicuci dan belum sempat kering. Awan-awan tipis bergerak lambat, seperti kapas yang ditiup angin, sesekali menutupi matahari, sesekali membiarkannya bersinar dengan lembut. Burung-burung pipit mulai berkicau di pohon mangga halaman depan, menyambut datangnya pagi dengan riuh rendah yang khas. Suara ayam tetangga yang berkokok dari kejauhan menambah semarak suasana pagi yang segar.Wandi meregangkan tubuhnya di atas kasur. Dia tidur nyenyak semalam, mungkin karena kelelahan setelah merawat Noval yang sakit, atau mungkin karena pikirannya mulai tenang setelah kemampuan barunya muncul. Yang jelas, pagi ini dia merasa segar. Tidak ada beban. Tidak ada rasa bersalah. Hanya ketenangan yang mendalam.Dia menoleh ke samping. Kasur di sebelahnya kosong. Arini masih di Malaysia. Wandi menghela napas panjang. Dia

  • Kurir Pemilik Sistem   Keputusan Baru (part 2)

    Vex'Ra menggerakkan tentakelnya lagi. Layar holografik menampilkan gambar Tina yang sedang tidur di kamarnya di rumah Wandi. Wajahnya tenang, napasnya teratur."Komandan, kami juga telah mengamati Tina, mantan istri subjek. Dia telah berubah secara signifikan sejak dia tinggal bersama subjek dan keluarganya.""Berubah bagaimana, Letnan?""Tina dulu egois, penuh dengan rasa takut dan ketidakpercayaan. Sekarang, dia mulai belajar untuk percaya pada orang lain. Dia mulai belajar untuk menerima bantuan. Dia mulai belajar untuk menjadi bagian dari sebuah keluarga.""Ini menarik, Letnan. Subjek W-2771 tidak hanya menyelamatkan dirinya sendiri. Dia juga menyelamatkan orang lain.""Ya, Komandan. Subjek memiliki kemampuan untuk mengubah orang di sekitarnya. Dia membuat mereka menjadi lebih baik."Komandan Thar'Xul berdenyut dengan cahaya keemasan, rasa puas. "Ini adalah data yang sangat berharga, Letnan. Catat semua pengamatan tentang Tina.""Siap, Komandan."Vex'Ra menggerakkan tentakelnya la

  • Kurir Pemilik Sistem   Keputusan Baru (part 1)

    Di atas pesawat alien berbentuk kristal hitam yang mengorbit Bumi, suasana di ruang kendali utama terasa tenang tetapi penuh dengan konsentrasi. Lampu-lampu di langit-langit berwarna biru kehijauan menyala redup, menciptakan suasana yang dingin dan steril. Layar holografik raksasa di hadapan Komandan Thar'Xul menampilkan gambar Bumi dari ketinggian, planet biru yang indah dengan bercak-bercak putih awan, hijau daratan, dan kilauan lampu kota di malam hari. Di sudut kanan layar, ada tampilan lain: gambar Wandi yang sedang duduk di teras rumahnya, merenung di bawah langit malam yang gelap.Komandan Thar'Xul duduk di kursi tertinggi, tubuh plasmanya yang besar berdenyut dengan ritme yang teratur, biru keemasan, warna yang dalam bahasa mereka berarti ketenangan dan kewaspadaan. Matanya yang tidak memiliki kelopak, tetap tertuju pada layar holografik, mengamati setiap detail kehidupan Wandi dengan saksama."Letnan Vex'Ra, laporkan perkembangan terbaru dari Subjek W-2771," perintah Komandan

  • Kurir Pemilik Sistem   Sebuah Pertanda (part 3)

    "Pa, Noval kenyang," ucap Noval sambil mengusap perutnya yang sedikit membuncit."Kenyang, Nak? Alhamdulillah.""Pa, supnya enak banget. Noval mau lagi besok.""Besok Papa buatkan lagi. Tapi Noval harus sehat dulu.""Noval sehat, Pa. Demam Noval udah turun."Wandi menempelkan punggung tangannya ke dahi Noval lagi. Benar, demamnya sudah turun. Tidak setinggi tadi pagi. Wandi tersenyum lega."Syukurlah, Nak. Kamu pasti cepat sembuh.""Pa, Noval mau tidur lagi.""Tidurlah, Nak. Papa di sini."Wandi menurunkan Noval perlahan, meletakkan kepalanya di atas bantal. Dia menarik selimut tipis ke atas, menutupi tubuh Noval yang masih hangat. Noval memejamkan matanya, napasnya mulai teratur."Pa, Noval sayang Pa," bisik Noval setengah tidur."Papa juga sayang Noval, Nak. Selamanya."Noval tersenyum dalam tidurnya.Wandi masih duduk di tepi kasur, menatap Noval yang tertidur pulas. Tangannya yang besar mengusap rambut Noval sekali lagi, lalu dia berdiri pelan, berjalan keluar kamar, dan menutup p

  • Kurir Pemilik Sistem   Sebuah Pertanda (part 2)

    Noval menggeleng lagi, tetapi kali ini ada yang berbeda. Matanya yang sayu menatap Wandi dengan tatapan yang tidak bisa dia sembunyikan."Pa, Noval rindu Mama."Wandi mengerjap. "Rindu Mama? Mama Arini?""Iya, Pa. Noval rindu Mama."Wandi mengusap rambut Noval. "Mama Arini sedang bekerja, Nak. Dia pergi ke Malaysia. Dia hanya pergi dua minggu."Noval menggeleng. "Tapi Pa, Noval takut...""Takut apa, Nak?""Noval takut kalau... kalau ada orang lain yang akan menggantikan Mama."Wandi terdiam. Dadanya terasa sesak. Kata-kata Noval menusuk hatinya. Dia teringat kejadian semalam. Tina yang mendekatkan wajahnya, hendak menciumnya. Hampir saja. Hampir saja dia membalas. Hampir saja dia melakukan kesalahan besar."Noval... anak itu bisa merasakan. Dia bisa merasakan bahwa ada yang tidak beres. Dia bisa merasakan bahwa ada yang mengancam keluarganya.""Noval, tidak ada yang akan menggantikan Mama," ucap Wandi dengan suara tegas."Benaran, Pa? Papa janji?""Papa janji, Noval. Papa tidak akan p

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status