LOGINNicole Orlando est une fille très belle et intelligente, sa mère est morte quand elle était toute petite en la laissant avec son père. Bien qu'il essaie à sa manière de rendre sa fille heureuse, en la comblant de tous les choses matériels de ce monde, elle n'a pas vraiment l'air heureuse ce qui fait qu'elle n'a pas la meilleure relation avec son père. Brandon Kyle est un beau playboy riche, il est arrogant et un con*ard fini. Il flirte avec tout ce qui porte des jupes. Il se trouve qu'il s'intéresse à Nicole parce qu'il se trouve qu'elle est la seule fille qui ne veut pas coucher avec lui. Tout au long de la ligne, après des multiples tentatives, Nicole tombe amoureuse de Brandon mais hélas, le père de Nicole est contre la relation. Pourquoi son père est contre la relation ? Quel est le secret que Brandon et le père de Nicole partagent et qu'est-ce que cela a à voir avec la mort de la mère de Nicole ? Les deux adolescents arriveront à vivre leur amour ?
View More"Rafli, mulai malam ini, kamu temani tiga anak gadisku, ya!"
Belum sempat aku menjawab "Inggih" atau sekadar mengangguk patuh, suara ketus dari arah tangga langsung memotong pembicaraan kami.
Itu Nona Shella, anak sulung Nyonya Alika yang cantiknya luar biasa, tapi galaknya melebihi induk macan yang sedang menyusui. Wanita muda itu mengenakan kemeja kerja yang dua kancing atasnya sengaja dibuka, memperlihatkan leher jenjang dan tulang selangkanya yang begitu menggoda.
"Mama emang ga mikir dua kali, ya? Ngapain masukin orang kampung ini ke dalam rumah utama? Dia itu cuma sopir, Ma, badannya dekil, item, mana bau lagi! Udah bener dia jadi sopir aja, malah dijadiin pelayan, terus disuruh tinggal pula!"
Aku hanya bisa menunduk semakin dalam sambil meremas topi kumalku, merasakan panas menjalar di telinga bukan karena marah, tapi karena malu menyadari betapa jauhnya perbedaan kasta di antara kami.
Memang benar kata Nona Shella, aku ini cuma pemuda desa yang merantau demi biaya berobat Emak.
Aku pun diam saja karena tidak enak dengan Nyonya Alika, mengingat dia berjanji membiayai terapi Emakku di desa, asal aku mau menjadi pelayan di rumahnya.
Tapi jujur saja, saat Nona Shella marah-marah begitu, dadanya yang naik-turun dengan cepat justru membuat mataku salah fokus, membayangkan betapa sesaknya kancing kemeja itu menahan bola-bola padat di baliknya.
"Shella, jaga bicara kamu! Rafli ini rajin, dia juga kuat angkat-angkat barang berat, kita butuh laki-laki di rumah ini untuk jaga-jaga. Lagipula, paviliun belakang itu kosong dan Rafli bisa sekalian jadi pelayan kalau sopir lagi enggak dibutuhkan."
"Terserah Mama deh, awas aja kalau dia berani macem-macem atau nyolong barang!" Nona Shella mendengus kasar, kemudian pergi ke dapur sambil bermain ponsel.
"Jangan dimasukkan hati ya, Rafli, dia memang begitu kalau lagi capek kerja," ucap Nyonya Alika sambil menepuk bahuku pelan, sentuhan tangannya yang halus terasa hangat menembus kain baju seragamku yang tipis.
"Ba-baik, Nyonya, terima kasih banyak sudah boleh tinggal di sini," jawabku gugup.
Nyonya Alika kemudian terlihat menghampiri kamar Nona Sora, si bungsu yang paling manja, kemudian mengingatkan gadis itu untuk tidur karena besok ada kuliah pagi, sebelum akhirnya Nyonya Alika sendiri masuk ke kamar utamanya.
Satu jam kemudian, suasana rumah besar itu mendadak sepi, hanya terdengar suara gemuruh hujan dan petir yang menyambar sesekali.
Aku baru saja meletakkan tas bututku di kamar pelayan yang sempit, ketika teringat kalau mobil kesayangan Nyonya Alika belum kucuci sehabis dipakai menerobos banjir tadi sore. Lampu garasi sengaja tidak kunyalakan semua demi menghemat listrik majikan, hanya lampu temaram dari teras samping yang menerangi area itu.
Namun, langkahku terhenti mendadak saat melihat ada seseorang duduk di kursi rotan pojok garasi.
Itu Nona Sora.
Si bungsu yang seharusnya sudah tidur sejak Nyonya Alika menyuruhnya satu jam lalu. Dia adalah mahasiswi baru dan sekarang sedang duduk santai sambil menonton film di tabletnya, kakinya diselonjorkan ke kursi lain.
Napasku tercekat di tenggorokan saat melihat apa yang dia kenakan.
Nona Sora hanya memakai kaus oblong putih kebesaran yang tipis dan celana gemes super pendek yang bahkan nyaris tak bisa menutupi pangkal pahanya. Paha putih mulus yang padat berisi itu terpampang nyata di depan mataku, bersinar remang-remang tertimpa cahaya lampu teras, terlihat begitu lembut dan kenyal seperti tahu sutra yang baru matang.
"Waduh, cobaan macam apa lagi ini, Gusti. Mulus banget, sumpah. Gadis desa banyak, sih, yang mulus, tapi ga semulus itu. Putihnya udah kayak tembok aja!”
Nguk!
Ngiek!
“Oiiii, asem lah, jangan bangun oii, Gatot!" Aku menepuk-nepuk si Gatot agar dia tidak semakin menegak.
Tapi…
Nona Sora sepertinya tidak menyadari kehadiranku karena dia memakai headphone besar di telinganya, sesekali dia terkikik geli sambil mengubah posisi duduknya, membuat kaus itu tersingkap sedikit lebih tinggi dan memperlihatkan pangkal pahanya yang menggoda.
Aku buru-buru memalingkan wajah ke arah mobil, takut kalau terus-terusan melihat nanti mataku bintitan atau malah si Gatot bangun dan memberontak minta jatah. Dengan langkah pelan agar tidak mengganggu Nona Sora, aku berjalan menuju mobil sedan mewah milik Nona Shella yang terparkir di sebelah mobil reborn klasik keluaran terbaru berwarna hitam.
Anehnya, meskipun mesin mobil itu mati, aku mendengar suara-suara aneh dari arah sana, seperti suara orang sedang berbisik-bisik atau menahan sakit.
Plak!
Plak!
Plak!
Semakin dekat aku melangkah, semakin jelas suara itu terdengar di sela-sela suara hujan.
Dan… sialan!
Itu suara desahan napas yang memburu dan suara dua sejoli beradu "plak, plak, plak", dan iramanya teratur.
Karena penasaran dan takut ada maling yang bersembunyi di dalam mobil majikanku, aku memberanikan diri untuk mengintip dari kaca samping yang tidak terlalu gelap. Mataku melotot nyaris keluar dari kelopaknya saat melihat pemandangan di dalam sana melalui celah embun yang sedikit bersih.
Di jok depan yang sudah direbahkan itu, Nona Shella sedang berada dalam posisi yang sangat tidak senonoh, duduk di pangkuan seorang pria asing sambil bergerak naik-turun dengan tempo cepat. Kemeja kerjanya sudah terbuka lebar, memperlihatkan dua bukit kembarnya yang berguncang hebat mengikuti irama gerakan tubuhnya, sementara kepalanya mendongak ke atas dengan mulut terbuka lebar mendesahkan nikmat.
"Oh, yes, ahh… iya, iya, di situ, terus, Sayang, percepat lagi!"
"Aku bentar lagi sampai puncak!"
Jadi, pacar Nona Shella yang katanya anak pejabat itu diam-diam menyelinap masuk ke garasi saat hujan deras begini?
Pantas saja tadi Nona Shella marah-marah saat aku masuk, ternyata dia takut aksi kuda-kudaan rahasianya ketahuan orang rumah.
Keringat dingin mulai mengucur di pelipisku, pemandangan tubuh indah Nona Shella yang biasanya tertutup rapat pakaian kantor yang rapi.
Kemeja putihnya sudah terbuka lebar hingga ke perut, menampilkan dua dada montok nan putih mulus yang basah oleh keringat, berguncang hebat ke atas dan ke bawah, mengikuti tempo pinggulnya yang menghantam pangkuan pria itu.
Setiap kali tubuhnya terhempas turun, gundukan kenyal itu terguncang liar seolah ingin tumpah keluar, menciptakan hipnotis yang membuat akal sehatku hilang seketika.
Darahku mendidih, mengalir deras ke satu titik hingga si Gatot terbangun paksa dan menegang sakit di balik celana kainku yang sempit, berkedut-kedut ingin ikut serta dalam pesta di dalam sana.
Seharusnya aku lari, tapi kaki sialan ini malah terpaku, menikmati bagaimana paha mulus Nona Shella yang terbuka lebar itu menjepit pinggang pacarnya dengan erat.
Si Gatot di bawah sana justru berdenyut antusias merespons pemandangan live show gratis yang baru saja kusaksikan. Tanpa sadar, kakiku mundur selangkah dan menginjak ranting kering yang terbawa angin ke lantai garasi.
KRAK!
Suara patahan ranting itu terdengar cukup keras di tengah kesunyian garasi, membuat gerakan liar di dalam mobil itu terhenti seketika. Dua pasang mata dari dalam mobil menoleh panik ke arahku yang berdiri mematung dengan ember di tangan dan wajah bodoh yang tak berdosa.
"Mampus aku, kayaknya aku ketahuan sama Nona Shella!"
6 ans plus tard.Cela fait maintenant 6 ans que Nicole et Brandon se sont séparé.Ils ont tous deux continué leur vie, Nicole a fréquenté l'université en Australie.Diplômé d'un excellent diplôme, puis s'est installé pour devenir styliste de mode et mannequin pour l'une des plus grandes entreprises de mannequin au monde.Brandon a aussi obtenu un bon diplôme, il a construit sa propre entreprise de construction.Il est devenu le plus grand homme d'affaires, tout le monde connaissait son nom.***Nicole… « Nicole Orlando » Le propriétaire du magazine Vogue m'a appelé.Nous nous sommes embrassés et échangés des plaisanteries.« Je suis si heureuse que vous ayez décidé de poser pour notre magazine » a-t-elle dit en souriant Moi : "Ce n'est pas un problème, je trouve ça intéressant"Elle : « J'ai été tellement surpris parce que tu es devenu un si grand styliste et mannequin que je ne pensais pas que tu aurais du temps pour nous »Moi : « J'aime vraiment votre magazine et je meurs d'en
Alexa….."Pourquoi pointe-tu une arme sur Nicole ? " Damon m'a demandé pendant que je levais les yeux.On les regardait de loin, Nicole pleurait et pointait une arme sur son père.Moi : "Le patron et moi avons prévu de la tuer après qu’elle ai tué son père et son oncle"Damon : "Mais et Brandon ? "Moi : "On ne peut pas le tuer, c'est notre meilleur travailleur et en plus j'aime Brandon et je ne laisserai personne le tuer""Mais qu'en est-il de la bombe sur le cou de Nicole ? "Damon a demandé et j'ai sifflé de frustration."Il n'y a pas de bombe dans ce collier, c'est juste un stratagème pour passer un accord avec Nicole, quand elle tuera son père et son oncle, je lui explose le cerveau "… Gerald …… J'ai été témoin de tant d'événements douloureux, mais rien ne vaut celui qui se passe maintenant.Ma propre fille pointant une arme sur moi, j'ai échoué en tant que père."Nicole, tu peux me tuer, je sais que je t'ai fait du mal, mais s'il te plaît, ne tue pas ta famille, ils t'aiment
Brandon .. On suivait la localisation de Nicole, j'étais si inquiet."Je suis sûr que Philip sait que nous arrivons, j'espère juste que Nicole va bien" a dit le père de Nicole."Nicole est peut-être têtue mais c'est une fille forte" j'ai dit.Gérald : "Ouais, elle est comme sa mère, si courageuse, parfois même plus que moi"« J'ai trouvé sa localisation » a déclaré Elias avec enthousiasme.___"Où est-elle ? "___"Dans un entrepôt abandonné dans Avenue Street"__"Avenue street, c'est si loin, ça va prendre des heures pour y arriver"__"Pas si tu prends une voiture de sport pare-balles" a dit Gerald.Nicole, on vient pour toi.…. Nicole …. .Quelques heures après le départ de Damon, je me sentais tellement en colère.Soudainement, la porte s'est ouverte et un gars aux cheveux vraiment foncés est entré avec un plateau de nourriture."Hé, jolies choses, je t'ai apporté de la nourriture" Il a dit.Je pouvais le voir regarder mon corps et lécher ses lèvres."Hey, bizarre, mes yeux sont
Brandon… J'ai couru comme un fou à l'école, j'ai vu aux infos que tout le monde au lycée s'est soudainement évanoui.Je suis enfin arrivé à l'école, il y avait tellement de journalistes, d'ambulances et beaucoup de parents.J'ai réussi à traverser la foule, j'ai vu Zach se faire mettre sur un lit de roue.« Tr.. Trouve Nicole” a déclaré Bella en reprenant conscience."Je le ferai" lui ai-je dit, elle a encore perdu connaissance.J'ai couru dans l'école à la recherche de Nicole, mais je ne la trouvais pas.Je devenais fou d'inquiétude, puis j'ai vu son téléphone par terre.Je l'ai ramassé, juste au moment où j'étais sur le point de le regarder, j'ai entendu le père de Nicole crier sur des gardes du corps."Où diable est ma fille ? » a-t-il dit pendant que la police essayait de le calmer.Je suis allé vers lui.« Tu l'as trouvée ? ”"Non, mais j'ai trouvé son téléphone, ce n'est pas quelque chose dont la police peut s'impliquer" je lui ai chuchoté pendant qu'il hoche la tête Nous avo
..Une semaine plus tard..Nicole.. « Brandon, où est tu? » J'ai demandé à Brandon par téléphone.Brandon : "Bébé, je suis vraiment désolé, je sais que j'étais censé être avec toi en ce moment mais j'ai été pris par quelque chose"Moi : « Et qu'est-ce que c'est ? ”« C'est quelque chose mais je
Nicole : "Tu mens, Brandon, tes yeux disent le contraire, je sais que tu m'aimes aussi"Moi : "Nicole, je suis sérieux à propos de ça, je... Je ne ressens pas la même chose pour toi"C'est la seule chose que je peux faire pour la protégée, parce que si je sors avec elle, mon sombre secret sera révé
Elle s'habillait si simple mais pourtant elle était toujours la plus belle fille sur les lieuIl est allé lui parler."Tu es en retard" a-t-il dit en souriant pendant que Nicole gardait un visage droit.Nicole : "Je sais, je me suis réveillé tard"Brandon : "Laisse-moi t’aider avec vos bagages"Nic
Nicole..Cela fait un mois après cette merveilleuse surprise d'anniversaire que Brandon m'a offerte et nous nous sommes encore rapprochés.Je me sens si heureuse avec lui, Bella dit que je suis tombée amoureuse de lui mais je ne sais pas vraiment parce que je n'ai jamais été amoureuse avant.Je n'












Bienvenue dans Goodnovel monde de fiction. Si vous aimez ce roman, ou si vous êtes un idéaliste espérant explorer un monde parfait, et que vous souhaitez également devenir un auteur de roman original en ligne pour augmenter vos revenus, vous pouvez rejoindre notre famille pour lire ou créer différents types de livres, tels que le roman d'amour, la lecture épique, le roman de loup-garou, le roman fantastique, le roman historique et ainsi de suite. Si vous êtes un lecteur, vous pouvez choisir des romans de haute qualité ici. Si vous êtes un auteur, vous pouvez obtenir plus d'inspiration des autres pour créer des œuvres plus brillantes. De plus, vos œuvres sur notre plateforme attireront plus d'attention et gagneront plus d'adimiration des lecteurs.