Startseite / Fantasi / LELUHUR TERKUAT / Bab 266: Tulisan Seperti Coretan Anjing

Teilen

Bab 266: Tulisan Seperti Coretan Anjing

last update Zuletzt aktualisiert: 13.01.2026 08:05:33

Di dalam ruang ibadah Buddha, suara lantunan sutra terus bergema tanpa henti.

Keduanya melafalkan sutra yang sama.

Namun, nuansa yang tercipta justru sama sekali berbeda.

Lantunan sutra Guru Zen Dahui terdengar lantang dan khidmat, tinggi dan penuh tenaga.

Sementara lantunan sutra Huikong terasa lebih datar dan rendah, jauh kalah wibawa dibandingkan Guru Zen Dahui.

Cahaya Buddha di tubuh mereka berdua terus berkelip.

Cahaya Buddha Guru Zen Dahui memang masih lebih unggul, tetapi cahaya Buddha di tubuh Huikong juga semakin pekat.

Ketika sutra di hadapan mereka telah selesai dilantunkan, keduanya kembali mengulang dari awal dan terus melafalkannya.

Melantunkan sutra sejatinya bukan sekadar membaca.

Namun juga merupakan proses merenungkan makna mendalam dari ajaran Buddha yang terkandung di dalamnya, sekaligus mencerminkan dan menguji pencapaian Dharma diri sendiri.

Dengan cara ini, tingkat pencap
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • LELUHUR TERKUAT   Bab 266: Tulisan Seperti Coretan Anjing

    Di dalam ruang ibadah Buddha, suara lantunan sutra terus bergema tanpa henti.Keduanya melafalkan sutra yang sama.Namun, nuansa yang tercipta justru sama sekali berbeda.Lantunan sutra Guru Zen Dahui terdengar lantang dan khidmat, tinggi dan penuh tenaga.Sementara lantunan sutra Huikong terasa lebih datar dan rendah, jauh kalah wibawa dibandingkan Guru Zen Dahui.Cahaya Buddha di tubuh mereka berdua terus berkelip.Cahaya Buddha Guru Zen Dahui memang masih lebih unggul, tetapi cahaya Buddha di tubuh Huikong juga semakin pekat.Ketika sutra di hadapan mereka telah selesai dilantunkan, keduanya kembali mengulang dari awal dan terus melafalkannya.Melantunkan sutra sejatinya bukan sekadar membaca.Namun juga merupakan proses merenungkan makna mendalam dari ajaran Buddha yang terkandung di dalamnya, sekaligus mencerminkan dan menguji pencapaian Dharma diri sendiri.Dengan cara ini, tingkat pencap

  • LELUHUR TERKUAT   Bab 265: Kelanjutan Kitab Śūraṅgama

    “Yang Mulia Guru Zen, kita bertemu lagi.”Ye Qingyun menyambutnya dengan cukup ramah.Padahal, saat terakhir kali Guru Zen Dahui datang, sikapnya sama sekali tidak bisa dibilang sopan.Bahkan bisa dikatakan, ia datang untuk mencari masalah dengan Ye Qingyun.Namun Ye Qingyun adalah orang yang berhati lapang, tentu tidak akan mempermasalahkan hal-hal semacam itu.“Yang Mulia Putra Suci, bhiksu ini datang untuk memohon bagian lanjutan dari Kitab Śūraṅgama.”Guru Zen Dahui berkata dengan hormat.Ternyata juga datang untuk meminta Kitab Śūraṅgama.Ye Qingyun benar-benar tidak mengerti, apa menariknya Kitab Śūraṅgama itu?Membacanya saja sudah melelahkan.Mungkin bagi umat Buddha di dunia ini, kitab-kitab suci mereka memang terlalu sedikit.Jadi begitu menemukan satu kitab Buddha yang belum pernah mereka lihat sebelumnya, langsung dianggap sebagai harta tak ternilai.“Lanjutan? Seb

  • LELUHUR TERKUAT   Bab 264: Jalan Mengelola Negara

    Apakah kau sudah mendapatkan pencerahan?”Li Yuanxiu menatap papan catur, melihat satu bidak hitam dan satu bidak putih.Wajahnya penuh kebingungan.Dalam hati ia berpikir, bagaimana mungkin aku bisa tercerahkan dari ini?Di papan catur hanya ada dua bidak—apa artinya ini?Namun Li Yuanxiu juga tahu bahwa Ye Qingyun jelas bukan orang biasa, melainkan seorang ahli sejati yang hidup terasing dari dunia.Setiap gerak-geriknya pasti mengandung makna mendalam.Ia sama sekali tidak boleh bersikap ceroboh.Ia harus benar-benar merenungkannya dengan sungguh-sungguh.Mungkin dari sini ia bisa memperoleh pemahaman yang sangat besar!Dengan pikiran seperti itu, Li Yuanxiu menatap papan catur tanpa berkedip sedikit pun.Di dalam hatinya, ia terus berpikir dan menganalisis.Melihat hal itu, Ye Qingyun tidak mengganggunya.Ia hanya duduk di samping sambil memegang secangkir teh.

  • LELUHUR TERKUAT   Bab 263: Mulai Menjabat

    Keesokan harinya.Dalam sidang istana, di hadapan seluruh pejabat sipil dan militer, Li Tianmin secara pribadi mengumumkan:“Aku menetapkan Pangeran keempat, Li Yuanxiu, sebagai Putra Mahkota!”“Putra ini mengucapkan terima kasih atas anugerah Yang Mulia!”Li Yuanxiu berlutut dan bersujud untuk menyampaikan rasa syukurnya.Para pejabat pun serempak memberi selamat.“Selamat kepada Yang Mulia! Selamat kepada Putra Mahkota!”“Selamat kepada Yang Mulia! Selamat kepada Putra Mahkota!”Sidang istana bahkan belum selesai, namun kabar penetapan Putra Mahkota yang baru telah menyebar ke seluruh Chang’an.Dalam sekejap, seluruh ibu kota gempar.Tak terhitung orang yang terkejut.Putra Mahkota sebelumnya, Li Yuancheng, baru dicopot jabatannya kurang dari dua hari, namun Putra Mahkota yang baru sudah ditetapkan.Kecepatannya sungguh luar biasa.Banyak orang semula mengira bahwa

  • LELUHUR TERKUAT   Bab 262: Penampilan yang Luar Biasa

    “Selama seluruh kekuasaan dalam sebuah dinasti terkonsentrasi di tangan kaisar, maka tidak akan ada lagi yang namanya pertentangan antara pejabat sipil dan militer.”“Tidak akan ada seorang pun yang berani melawan kehendak kaisar.”“Baik pejabat sipil maupun jenderal militer, jika mereka tidak memiliki kekuasaan, lalu dari mana datangnya perebutan dan ketidakharmonisan?”Setelah mengatakan semua itu, Li Yuanxiu memberi hormat kepada Ye Qingyun.“Ini hanyalah pendapat dangkal saya. Semoga tidak membuat Tuan Ye menertawakan.”Ye Qingyun mengangguk pelan, di matanya tampak kilatan rasa apresiasi.Sejujurnya.Dua pertanyaan yang diajukan Ye Qingyun barusan hanyalah karena dorongan sesaat.Namun jawaban Li Yuanxiu benar-benar membuat Ye Qingyun sangat menghargainya.Setidaknya, Li Yuanxiu adalah seseorang yang memiliki pemikiran sendiri dan pemahaman tertentu tentang jalan pemerintahan.Baik gagasan

  • LELUHUR TERKUAT   Bab 261: Kekuasaan Kekaisaran di Atas Segalanya

    Mendengar pendapat Li Yuanke, Li Tianmin dan Permaisuri Changsun sama-sama mengerutkan kening.Beberapa pangeran sebelumnya, ada yang memilih menenangkan kekacauan internal terlebih dahulu baru menghadapi musuh asing.Ada pula yang ingin menyatukan kekuatan dalam negeri untuk melawan musuh luar.Namun ketika giliran Li Yuanke, justru ia mengusulkan menenangkan musuh asing terlebih dahulu, baru kemudian menumpas pemberontakan.Sekilas terdengar seperti sebuah solusi.Tetapi ia mengabaikan satu hal yang paling penting.Martabat!Sebuah dinasti, terlebih lagi dinasti besar dan bersatu seperti Dinasti Tang, ketika menghadapi musuh asing, harus memiliki martabat.Boleh berperang!Boleh juga berdamai!Namun sama sekali tidak boleh merendahkan diri!Apalagi sampai menundukkan kepala dan mengakui diri sebagai bawahan!Pendapat Li Yuanke jelas telah kehilangan martabat.Menjilat musuh a

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status