/ Rumah Tangga / LEPASKAN AKU, TUAN NOAH! / Bab 37. Jerat di Atas Ranjang

공유

Bab 37. Jerat di Atas Ranjang

작가: Mommy Ghina
last update 게시일: 2026-05-24 12:34:19

Malam semakin larut menusuk ke dalam keheningan water villa. Di luar, deburan ombak Maldives terdengar konstan, menjadi saksi bisu dari perang dingin yang perlahan bergeser ke dalam area yang jauh lebih intim dan berbahaya.

Dengan ekspresi wajah yang sangat santai, Icha melangkah keluar dari walk-in closet. Ia telah mengganti pakaian kuliahnya dengan setelan piyama satin lengan panjang berwarna hijau zamrud. Tanpa memedulikan tatapan membunuh dari pria yang berdiri di dekat balkon, Icha berjala
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (2)
goodnovel comment avatar
Mommy Ghina
betul sekali Kak
goodnovel comment avatar
Wiek Soen
mantap Icha aq padamu, jangan mw di rendahan,miskin boleh tak berpendidikan tinggi boleh tapi akhlaq dan kecerdasan harus no 1, biarkan tuan noah perang dg hati dan pikirannya sampai dia sadar ...baru kita ketawain sama2 tul gk mom
댓글 더 보기

최신 챕터

  • LEPASKAN AKU, TUAN NOAH!   Bab 124. Racun Gairah di Kamar Pengap

    Gerimis tipis di luar sana telah menjelma menjadi hujan yang menderu, menghantam atap seng dan jendela kayu tua bangunan kolonial di pedalaman Bogor tersebut. Di dalam kamar lantai dua, atmosfer terasa begitu pengap, dingin, namun sarat akan marabahaya yang kian mendekati titik kritis.Icha masih meringkuk di sudut kasur tua, memeluk kedua lututnya erat-rabat. Seluruh tubuhnya gemetar hebat, bukan hanya karena hawa dingin pegunungan yang menusuk dari sela-sela ventilasi, melainkan karena sepasang mata lapar milik Robby yang sejak tadi tidak berhenti menatapnya dari ambang pintu.Cklek.Pintu kamar mendadak dibuka lebih lebar. Dua anak buah Robby yang bertubuh kekar dan bertato melangkah masuk dengan langkah kaki yang berat, mengunci pergerakan Icha dari sisi kanan dan kiri ranjang. Di tangan salah satu anak buahnya, terdapat sebuah botol kaca kecil berisi cairan bening yang baru saja dicampurkan ke dalam segelas air manis."Gimana, Bos? Nyonya Vivian belum ada kabar lagi soal transfer

  • LEPASKAN AKU, TUAN NOAH!   Bab 123. Kilasan Memori Jelang Senja

    Jarum jam di dasbor mobil van operasional Wibisono Group sudah menunjuk ke angka satu siang. Suasana di dalam kabin mobil benar-benar mencekam. Hanya ada suara deru mesin yang dipaksa bekerja keras dan detak jemari Endra yang mengetik di atas layar tablet. Noah duduk di kursi tengah dengan mata merah yang melotot tajam menatap kosong ke lantai mobil. Rambutnya berantakan, dan aura di sekelilingnya begitu pekat oleh kemarahan bercampur ketakutan yang luar biasa.BrakNoah tiba-tiba menghantam dinding interior van dengan kepalan tangannya hingga panel plastik di sana retak. "Sialan! Berjam-jam kita berputar-putar seperti orang bodoh di Jakarta, dan tidak ada satu pun informan kamu yang becus, Endra! Istri aku di mana?!""Tuan Noah, tolong tahan diri Anda!" Endra menoleh dengan wajah yang sama pucatnya. Keringat dingin membasahi kerah kemejanya. "Semua jaringan kita di dunia bawah sudah bergerak. Masalahnya, gerombolan yang dibawa Robby ini tipikal pembunuh bayaran yang tidak menggunaka

  • LEPASKAN AKU, TUAN NOAH!   Bab 122. Rumah Tua

    Ciiit!Ban minibus hitam itu berdecak kasar saat melewati jalanan tanah berbatu yang becek di pedalaman lereng Puncak, Bogor. Kabut tipis khas pegunungan mulai turun, menyelimuti sebuah rumah tua berarsitektur kolonial yang nampak terbengkalai di balik rimbunnya pohon pinus dan semak belukar yang menjulang tinggi. Rumah itu adalah salah satu aset kuno milik keluarga besar Vivian yang sudah puluhan tahun tidak ditinggali, terasing jauh dari jalur utama wisata, menjadikannya tempat persembunyian yang sangat sempurna.Robby mematikan mesin mobil, lalu meregangkan otot-otot lengannya yang kaku setelah menyetir semalaman suntuk menembus jalur tikus pinggiran kota. Ia menoleh ke belakang, menatap sosok Icha yang masih terkulai lemas di atas jok dengan kedua tangan yang terikat rantai tali nilon."Gimana, Bos? Langsung diturunin sekarang?" tanya salah satu anak buahnya yang bertato sembari membuka pintu geser mobil. Udara dingin Bogor langsung menerobos masuk, menusuk tulang.Robby tersenyum

  • LEPASKAN AKU, TUAN NOAH!   Bab 121. Hilangnya sang Dalang

    Brak!Noah menendang kursi kerjanya hingga kursi kulit mewah itu terlempar ke belakang menghantam dinding kaca. Napasnya memburu kencang, dadanya naik turun dengan ritme yang tidak teratur karena emosi yang kian membakar rongga dadanya seutuhnya."Menghilang?! Bagai asap yang menguap begitu saja?!" seru Noah histeris, sepasang mata elangnya berkilat penuh dendam yang berkobar. "Sudah aku duga! Penghilangan dirinya ini adalah bukti paling mutlak kalau dialah otak di balik penculikan Icha sore kemarin! Wanita iblis itu tahu aku menjatuhkan talak semalam, dan dia langsung menggunakan seluruh kaki tangannya untuk menyerang titik terlemahku!"Endra segera menyodorkan tablet digitalnya ke hadapan Noah. "Saya juga sudah berkoordinasi dengan pihak imigrasi bandara internasional dan pelabuhan, Tuan. Data paspor atas nama Vivian Wibisono ataupun nama gadisnya sama sekali tidak mendeteksi adanya pergerakan keluar dari wilayah republik Indonesia sampai jam tujuh pagi ini. Rekening bank utamanya j

  • LEPASKAN AKU, TUAN NOAH!   Bab 120. Konfrontasi Tanpa Ujung di Markas Polisi

    Waktu telah menunjukkan pukul sembilan malam ketika Noah melangkah lebar memasuki lobi Polres Jakarta Selatan, disusul oleh Endra dan tiga pengacara seniornya. Wajah tampan Noah nampak teramat kuyu dan dingin, menyebarkan aura intimidasi yang membuat beberapa petugas jaga langsung menegakkan posisi duduk mereka. "Di mana Kepala Satuan Reserse?!" bentak Noah tanpa basa-basi begitu tiba di depan meja piket. "Tuan Noah, tolong tenang. Beliau sedang berada di ruang rapat koordinasi," ucap salah satu perwira jaga mencoba menenangkan. Sesaat kemudian, Kasat Reskrim keluar dengan wajah serius setelah mendapat laporan dari anggotanya. "Tuan Wibisono, kami sudah mengerahkan tiga unit tim buru sergap (buser) untuk melacak keberadaan minibus hitam berdasarkan ciri-ciri dari CCTV kampus fakultas hukum. Namun, Anda harus paham bahwa bukti permulaan yang mengarah kepada keterlibatan langsung Nyonya Vivian saat ini masih sangat lemah secara hukum." "Lemah Anda bilang?!" Noah maju satu langkah,

  • LEPASKAN AKU, TUAN NOAH!   Bab 119. Firasat yang Terbukti

    Di saat yang bersamaan, sebuah mobil sedan mewah berwarna hitam memotong marka jalan raya dengan sangat agresif, berbelok tajam memasuki pelataran luar fakultas hukum. Suara derit ban yang bergesekan keras dengan aspal terdengar nyaring, memecah ketenangan sore yang mulai menggelap.Pintu kemudi belum sepenuhnya berhenti bergoyang ketika sosok Noah Wibisono sudah melompat keluar dari dalam kabin. Wajah tampannya nampak teramat kuyu, tegang, dan dilapisi oleh gurat kecemasan yang sudah mencapai batas puncak absolut. Firasat buruk yang sejak siang mencengkeram ulu hatinya kini terasa semakin nyata dan mencekik rongga dadanya.Noah melangkah lebar membelah pelataran, disusul oleh Endra yang berlari kecil di belakangnya sembari memegangi komputer tablet."Tuan Noah!" panggil kepala tim pengawal yang baru saja berlari keluar dari dalam gedung dengan wajah yang sarat akan rasa bersalah yang teramat mendalam. Pria bertubuh tegap itu langsung menundukkan kepalanya dalam-dalam di hadapan sang

  • LEPASKAN AKU, TUAN NOAH!   Bab 84. Mengemis Sebuah Pengampunan

    "Lepaskan saya, Tuan Noah!" bentak Icha, ia memberontak hebat, mencoba menarik tangannya dari cengkeraman suaminya dengan wajah merona merah padam akibat dongkol. "Jangan lancang menyentuh saya!""Tidak akan melepaskanmu, Cha! Tidak malam ini!" balas Noah, suaranya meninggi satu oktaf, menekan selu

  • LEPASKAN AKU, TUAN NOAH!   Bab 25. Perang Dingin di Balik Kemegahan

    Dua hari telah berlalu sejak insiden api di paviliun, dan untuk pertama kalinya sejak menginjakkan kaki di Mansion Wibisono, Icha merasakan apa itu oksigen yang tidak tercemar oleh aroma intimidasi. Noah tidak menampakkan batang hidungnya sama sekali. Pria itu tertahan di rumah sakit, terjebak dala

  • LEPASKAN AKU, TUAN NOAH!   Bab 17. Pintu yang Tertutup

    Sisa-sisa amarah Noah semalam masih tertinggal di ruang tengah Mansion Wibisono. Pecahan vas kristal yang hancur karena tendangannya telah dibersihkan oleh pelayan yang bekerja dalam diam di bawah bayang-bayang ketakutan, namun hawa dingin yang dipancarkan sang tuan rumah belum juga surut.Noah sem

  • LEPASKAN AKU, TUAN NOAH!   Bab 5. Kebenaran yang Terlambat dan Ambisi Sang Ayah

    Waktu seolah merangkak lambat di lorong-lorong rumah sakit yang dingin. Bagi Icha, setiap detak jantung yang masih ia rasakan adalah sebuah keajaiban sekaligus kutukan. Setelah melewati operasi darurat dan pengurasan darah paksa yang dilakukan Noah, tubuhnya kini kurus dan pucat, kontras dengan sep

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status