Home / Rumah Tangga / LUKA HATI WANITA YANG KAU SIA-SIAKAN / Bab 16 Titik Terang Pemotor Yang Menabrak Mora

Share

Bab 16 Titik Terang Pemotor Yang Menabrak Mora

Author: Endah Tanty
last update Last Updated: 2025-08-29 20:51:32

“Luna …jangan biarkan pernikahanmu hancur, bagaimana kamu akan menjalani hidup ini tanpa suami, bagaimana perasaan Mora jika mengetahui kalian bercerai,” ucap Saida.

“Mora sudah tahu, kecelakaan ini gara-gara ia menemukan berkas perceraian kami, aku tak tahu bagaimana menjelaskannya,” jawab Luna sedih.

Kedua wanita ibu dan anak itu duduk di kursi tunggu, menunggu proses operasi Mora. Tak lama seorang seorang dokter keluar dari kamar operasi.

“Dokter bagaimana keadaan Mora?” tanya Luna cemas.

“Operasinya berjalan lancar, untuk selanjutnya kita tunggu sampai pasien sadar,” jawab dokter membuat Luna sedikit lega.

Sementara itu Imran, sudah berada di dalam mobil, begitu mengetahui keadaan Mora, ia memutuskan untuk meninggalkan rumah sakit.

“Bagaimana keadaan Mora?” tanya Agnes yang duduk disamping Imran.

“Belum tahu, tapi aku sudah membayar biaya administrasinya,” jawab Imran.

“Tapi tidak semua biaya Mas Imran yang tanggung ‘kan, ingat Mas, aku sedang hamil anakmu, juga butuh biaya lebi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • LUKA HATI WANITA YANG KAU SIA-SIAKAN   Bab 16 Titik Terang Pemotor Yang Menabrak Mora

    “Luna …jangan biarkan pernikahanmu hancur, bagaimana kamu akan menjalani hidup ini tanpa suami, bagaimana perasaan Mora jika mengetahui kalian bercerai,” ucap Saida.“Mora sudah tahu, kecelakaan ini gara-gara ia menemukan berkas perceraian kami, aku tak tahu bagaimana menjelaskannya,” jawab Luna sedih.Kedua wanita ibu dan anak itu duduk di kursi tunggu, menunggu proses operasi Mora. Tak lama seorang seorang dokter keluar dari kamar operasi.“Dokter bagaimana keadaan Mora?” tanya Luna cemas.“Operasinya berjalan lancar, untuk selanjutnya kita tunggu sampai pasien sadar,” jawab dokter membuat Luna sedikit lega.Sementara itu Imran, sudah berada di dalam mobil, begitu mengetahui keadaan Mora, ia memutuskan untuk meninggalkan rumah sakit.“Bagaimana keadaan Mora?” tanya Agnes yang duduk disamping Imran.“Belum tahu, tapi aku sudah membayar biaya administrasinya,” jawab Imran.“Tapi tidak semua biaya Mas Imran yang tanggung ‘kan, ingat Mas, aku sedang hamil anakmu, juga butuh biaya lebi

  • LUKA HATI WANITA YANG KAU SIA-SIAKAN   Bab 15 Semakin Hancur

    Luna membuka mata ketika sang surya menyapa wajahnya, ia menatap langit kamar, semalam ia tidur di kamar Mora, kamar barunya belum selesai dibenahi, sementara kamar lamanya sudah menjadi gudang. Disampingnya Mora masih tertidur lelap, hari minggu membuatnya malas bangun pagi.“Mora, sudah siang bangunlah,” bisik Luna.Gadis kecil itu menggeliat dan menguap.”Mora kemarin belum ketemu Papah, apa Papah keluar kota?” tanya Mora menatap sang mamah“Iya, mungkin untuk hari-hari kedepan, Papah akan jarang pulang,” jawab Luna sedih.“Papah sibuk ya Mah.”“Iya sayang.” Telapak tangan Luna mengusap pucuk rambut Mora.Mora lalu bangkit dan beranjak ke kamar mandi, sementara Luna menyiapkan sarapan di dapur, sambil sibuk mencari lowongan pekerjaan.Hingga sebuah panggilan dari nomer tak dikenal cukup membuatnya penasaran, lalu diangkatnya panggilan ponsel.“Hallo selamat pagi,”“Selamat pagi Bu Luna, saya dari Arsana Hotel, ingin menawarkan pekerjaan pada Bu Luna sebagai staf administrasi,” uca

  • LUKA HATI WANITA YANG KAU SIA-SIAKAN   Bab 14 Busuknya Hati Sang Pelakor

    Agnes tersenyum sinis. ”Karena...aku mencintainya setelah ia menjadi suamimu.”Plak! Tamparan keras mendarat di pipi Agnes, Luna menjadi sangat geram.“Luna, hentikan dan pergi dari ruanganku sekarang, atau satpam akan menyeretmu keluar,” ancam Imran dengan menarik tangan Luna.“Ternyata aku salah menilaimu, aku pikir kamu bahagia bersamaku tapi ternyata aku hanya pelarianmu, setelah kamu mendapat cintamu, kamu dengan mudah menyia-yiakan cintaku,” gertak Luna menahan tangis.“Aku ingin mengakhiri hubungan kita,” jawab Imran.“Aku juga sudah tak mau dengan pria yang mengkhianatiku,” sahut Luna.Lalu berbalik melangkah ke arah pintu, baru saja ia akan membuka pintu masuklah Pak Iwan.“Ada apa ini , aku dengar ada keributan disini?” tanya Iwan .“Kebetulan sekali Pak Iwan datang, konspirasi kalian untuk menyingkirkan aku di WR Company sungguh menjijikan,” bentak Luna, lalu melangkah pergi meninggalkan kantor Imran.Kericuhan yang dibuat Luna di kantor Imran, terdengar oleh Ina, dengan s

  • LUKA HATI WANITA YANG KAU SIA-SIAKAN   Bab 13 Luna Marah

    Pagi hari, Imran dan Mora tampak sudah rapi keduanya sedang menyuap sarapan pagi yang disiapkan Luna.“Mora, semalam Mamah meminta tanda tangan papah untuk sekolahan, memangnya berkas apa?” tanya Imran.“Berkas…apa..” Mora tampak kebingungan.“Mora mana tahu Mas, itu kan berkas untuk sumbangan pembangunan gedung sekolah, hanya diberikan pada wali murid,” sela Luna.“Ohh..” sahut Imran.Luna bernapas lega, karena Imran percaya, setelah Imran dan Mora meninggalkan rumah, Luna langsung bergegas menemui Dewi sang pengacara.“Aku Sudah mendapatkan tanda tangan Mas Imran, kita harus segera mengubah sertifikat itu,” pinta Luna.“Oke, kita pergi sekarang,” ajak Dewi.Hampir setengah hari Luna dan Dewi mengurus perubahan nama sertifikat yang telah dilunasi, Luna tersenyum puas, karena ia tidak akan kehilangan rumah yang sekarang di tempati.“Nah, sekarang urusan sertifikat rumah sudah selesai, sekarang kita mempersiapkan sesuatu untuk hak asuh Mora,” suruh Dewi.“Apa yang harus aku lakukan, un

  • LUKA HATI WANITA YANG KAU SIA-SIAKAN   Bab 12 Mulai Bertindak

    Luna, Imran dan Mora Kembali ke Jakarta ketika waktu menjelang malam, sepanjang perjalanan Luna lebih banyak diam, hatinya terkoyak, tapi berusaha ditutupi, perkataan Alif membuatnya berpikir apa yang direncanakan sang suami dengan Agnes. Sementara Mora sudah terlelap di jok belakang mobil.“Mas...tampaknya kamu dan Agnes kembali akrab setelah sepuluh tahun berlalu,” ucap Luna.“Yah begitulah, kita ‘kan memang sudah kenal, lalu bertemu kembali wajar ‘kan jika akrab, kamu sendiri, apa masih menganggap Agnes sainganmu?”“Saingan apa, dulu kami bersaing dalam hal menuntut ilmu, agar lebih termotivasi untuk belajar, tapi sekarang bersaing apa, kita menjalankan kehidupan sesuai versi kita sendiri ‘kan, jadi aku tak berpikir bersaing dengan Agnes,” jawab Luna.Imran hanya terdiam, wajahnya tampak biasa tanpa merasa bersalah sedikitpun, dan itu membuat Luna geram.***Luna melamun dari balik jendela kamar, pagi itu rumah sudah sepi, Mora sekolah dan Imran pergi ke kantor. Wanita dengan ramb

  • LUKA HATI WANITA YANG KAU SIA-SIAKAN   Bab 11 Hati Yang Terkoyak

    Luna berpikir keras, tapi tiba-tiab perutnya mulas lagi, dengan segera ia kembali ke toilet.“Padahal aku tidak makan makanan yang asam atau pedas, kenapa perutku serasa dikuras ya,” gumam Luna sambil berjalan keluar kamar mandi, badannya semakin lemas.Luna berjalan keluar rumah berusaha menaiki motor maticnya, jam dinding menunjukkan pukul satu dini hari, jalanan komplek pemukimam sudah sepi, Luna melajukan motornya menuju klinik yang buka dua puluh empat jam, yang berada tak jauh dari pemukiman tempatnya tinggal. Akhirnya motor berhenti di sebuh klinik dan Luna pun segera diperiksa dokter.“Apa Bu Luna minum obat pencahar?” tanya Dokter.“Tidak Dokter, saya dari kemarin tidak makan asam dan pedas,” jawab Luna.Menurut diagnosa saya, Anda minum obat pencahar, tapi jika anda merasa tidak meminumnya mungkin ada penyebab lain, untuk sementara saya akan memberikan obat , tapi jika besok masih diare, lebih baik dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ucap Dokter.“Baik dokter,” jawab Luna.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status