Share

Chapter 3

Author: Rara Radika
last update publish date: 2026-05-30 02:53:37

Valerie melenggang cepat seraya melihat ke sekitar sebelum akhirnya ia masuk ke dalam mobil berwarna hitam yang terparkir dengan mesin menyala di basement. Sedetik kemudian wanita cantik itu kontan tersentak saat mendapati seorang pria dengan kaca mata beningnya di dalam sana, duduk tepat di sampingnya. Lantas pria tersebut menatap Valerie heran.

Wanita cantik ini menggigit bibir bawahnya, menoleh pada jendela mobil yang mana sudah banyak wartawan di luar sana. Ia tidak bisa keluar.

"Mereka semua mengejar ku, sial!" gumam Valerie rendah. Lalu wajahnya kembali lagi menilik pria dingin di sebelahnya.

"Maafkan aku, tapi bisakah kau membawaku keluar dari sini?" pinta Valerie dengan wajah memohon.

"Jalan." Perintah pria tersebut pada sang supir yang langsung menurutinya, menekan pedal gas dan pergi dari area basement tersebut.

"Terima kasih," tutur Valerie lega.

"Apa kau akan pulang?" tanya Demiral, yang ternyata pria yang berada di dalam mobil tersebut adalah Demiral. Pria itu datang untuk bertemu rekan bisnisnya di sana.

"Ya."

"Pergi ke kediaman Yoxavos," titah Demiral kembali pada sang supir.

Valerie menghela nafas lega. "Terima kasih, tapi ini semua terjadi karena Nolan," ucapnya rendah pada beberapa kata di akhir. Namun masih dengan jelas Demiral mendengarnya.

Meskipun begitu, pria itu tidak memedulikan sama sekali. Dia justru terus berfocus pada layar tabnya, membaca beberapa email penting pekerjaan.

Sebelumnya, wanita ini sedang melarikan diri dari kejaran wartawan yang mati-matian meminta penjelasan atas kasus putusnya hubungan antara dirinya dengan Nolan. Valerie yang tidak ingin memberi klarifikasi lantas melarikan diri. Dia pergi ke basement di mana sebelumnya telah ia pinta supirnya untuk standby. Tapi sialnya, dia malah berakhir salah memasuki mobil, dirinya malah masuk ke dalam mobil pria lain.

Ingin sekali Valerie berteriak atas kerugian besar yang ditimbulkan Nolan, berteriak pada sesiapa anggota keluarga pria itu, termasuk Demiral yang kini tengah duduk di sampingnya. Namun semua itu Valerie tahan karena ia tidak ingin membuat masalah atau skandal lainya.

Valerie duduk menyender di sampingnya sesekali melirik pada Demiral, pandangannya naik turun mengamati setiap inci tubuh pria tampan itu. Bagaimana tuhan membentuk wajahnya yang tampan, rahang tegas, serta bibir yang merah alami.

"Kau tidak merokok, kupikir. Bibirmu merah." Asal ia bergumam rendah, namun lagi-lagi masih jelas terdengar oleh pendengaran tajam pria itu.

"Mau mencobanya?" Demiral menoleh dengan raut datar tanpa ekspresi sedikitpun.

Wanita ini mengerjap, cukup tertegun karena ternyata Demiral menanggapi ucapannya. Ia pikir akan diabaikan lagi.

"Mencoba apa?" tanya Valerie seraya melirik.

"My lips."

Valerie terkekeh sebal lantas memutar bola matanya, ia buka seatbelt miliknya lalu menatap Demiral dengan malas. "Big no," tolaknya spontan.

"Uh I know."

"Bagaimana aku membalas kebaikanmu?" tanya Valerie sebelum ia turun dari mobil pria itu karena mobil telah berhenti tepat di tempat tujuan.

Demiral mengambil sesuatu dari dalam sakunya, sebuah kartu nama yang tertulis nama lengkap serta nomor asistentnya.

"Kau bisa mengajakku makan malam atau sejenisnya."

Valerie mengambil kartu nama tersebut segera, lalu ia keluar dari mobil. Ketika pintu mobil tertutup, kacanya dibuka dari dalam, dan wanita cantik itu berdiri menatapnya di samping luar.

Pria itu tersenyum dari dalam. Menilik Valerie lalu pandangannya beralih pada Mega mansion elite di belakang.

"Masuklah, atau seseorang akan menculikmu."

"Ck. Tidak ada yang berani menculikku."

Valerie berbalik, lalu melenggang masuk ke dalam gerbang kediamannya. Menghilang dari pandangan Demiral yang terus mengawasi dari dalam mobil. Lantas pria itu tersenyum simpul.

"Bukankah ini sebuah takdir?"

"Takdir?" Lucas meliriknya dari kursi samping kemudi.

"Ayahnya memaksa untuk memutus hubungan dengan keluarga Hugo, tapi putrinya justru berlari ke arah kita."

"Oh ya. Alba Yoxavos bahkan memberi peringatan agar tidak satupun pria dari keluarga Hugo mendekati putrinya yang berharga," sambung Demiral.

"Ximena Valerie adalah berlian Yoxavos."

*******

Valerie melenggang masuk ke dalam Mega mansion yang telah menaungi hidupnya selama dua puluh enam tahun ini. Berjalan melewati beberapa pelayan dan penjaga kediaman tersebut hingga langkah kakinya terhenti di ruang tamu utama, yang mana Alba dan Latina berada di sana, serta seorang pria asing duduk bersama mereka.

Pria dengan pakaiannya yang casual. Celana licin berwarna cream dipadu dengan kaos hitam press body yang menampilkan otot lengan atasnya, arloji mahalnya bertengger pada lengan serta sebuah cincin melingkar pada jari tengahnya. Hidung yang mancung, rambut legam hitam yang di sisir rapih ke atas, serta garis rahang yang tegas. Terlihat dewasa dan begitu tampan.

"Duduklah, Nak." Latina meminta. Lantas wanita itu duduk di samping ibunya.

"Perkenalkan, Louis Sicilio, dia adalah dosen di universitas." Alba memperkenalkan pria itu dengan bangga. "Dosen kebanggaan universitas, tampan, pintar, serta kompeten."

Valerie tersenyum serta menyapa sopan. Tidak jarang Alba membawa beberapa dosen dari universitas untuk datang ke kediamannya. Ya, Alba Yoxavos adalah bapak pendidikan Italia. Namanya tersohor, terhormat, pun begitu disegani. Ayah kebanggaan Valerie itu memiliki beberapa universitas ternama, sekolah ellite, dan juga beberapa yayasan besar.

"Dia datang dari Milan, beberapa hari mengunjungi Roma untuk menghadiri pembukaan universitas baru di sini," papar Alba. "Louis akan menginap selama beberapa hari."

Valerie mengangguk mengerti. Lalu pandangannya beralih pada Louis. "Semoga kau nyaman di sini."

Louis tersenyum ramah, tampan. "Tentu, Ms. Valerie."

"Aku akan beristirahat," pamit Valerie lalu ia beranjak.

"Turunlah untuk makan malam."

"Ya, mom."

Kemudian, dia pergi ke kamarnya yang berada di lantai dua. Melepaskan mantelnya serta beberapa aksesoris yang melekat pada tubuhnya. Ia membersihkan make up sebelum akhirnya menghempaskan diri ke atas ranjang.

Valerie menggeliat di atas singgasama yang nyaman tersebut. Berbalik lalu berposisi telungkup. Ia buka layar kunci ponselnya, melihat sosial medianya yang masih ramai dengan serangan para fans yang menyesalkan kandasnya hubungan antara dirinya dengan Nolan. Beberapa hatters juga menyerangnya, mengatakan jika Valerie memang tidak pantas bersama Nolan, lalu ia tidak akan mendapatkan pria sebaik dan setampan aktor tersebut.

"Cih, pria bertebaran di Roma. Kenapa aku tidak bisa mendapatkan yang lebih darinya?" gerutu wanita cantik ini. Lalu ia tutup kembali ponselnya.

Ia mendapatkan sesuatu dari saku celananya. Sebuah kartu nama yang terlipat. Melihat serta membaca kartu nama tersebut, pikirannya mengingat kembali Demiral Hugo yang tadi telah mengantarnya pulang.

"Mau mencobanya?"

"My lips."

Pria itu sudah gila.

Valerie menekan nomor pada ponselnya, lalu ia hubungi pada panggilan suara dan langsung terhubung. Seorang pria menjawab dari dalam telepon.

"Bisakah aku membuat janji temu dengan Mr. Demiral Hugo?"

.

.

.

Bersambung ....

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • OBSESI BERGAIRAH    Chapter 30

    Mengeker senapannya ke arah seekor kijang yang tengah berjalan mencari makanan di hutan. Berdiri pria itu pada atap mansion megahnya di tengah hutan.Suara senapan yang kuat membuat semua burung gagak yang bertengger di atas pohon pergi bertebar berterbangan. Terbang berputar-putar di atas pohon mengeluarkan suara mereka yang menyeramkan.Bayang-bayang Valerie tiga minggu yang lalu masih menghantuinya. Bagaimana wanita itu menceritakan kisah duka yang ia alami semenjak Demiral mengkhianatinya.Bekas lukanya yang dalam bahkan ia perlihatkan. Sengaja tidak dihilangkan agar dirinya selalu mengingat akan rasa sakit kecelakaan serta kehilangan pada waktu yang bersamaan.Dia menarik kembali menembakan satu pelurunya pada seekor gagak di dahan pohon. Kontan seluruh gagak yang berada di sana kembali ricuh sebab teman mereka mati akibat ulah manusia."Menembak gagak akan membuat kesialan bagi hidupmu." Alesandro berdiri di belakangnya, bersama tongkat yang menjadi penyangga tubuh pria tua ter

  • OBSESI BERGAIRAH    Chapter 29

    Dear Valerie Yoxavos, kesayanganku, duniaku, putriku yang amat aku cintai dan kasihi. Tanpa aku mengatakannya, kuharap kau tahu betapa aku sangat mencintaimu, menyayangimu, dan begitu peduli padamu.Dalam beberapa Minggu terakhir maaf, karena kau pasti berpikir jika aku seorang ayah yang kejam. Marah diriku atas keinginanmu yang tak bisa kukabulkan. Seandainya kau mengerti nak, betapa menyesalnya aku mengekangmu seperti itu karena kupikir itulah yang terbaik.Tekad kerasku memisahkanmu dengan cintamu adalah sebuah bentuk rasa sayang diriku yang tulus padamu. Aku yakin kau wanita kuat yang akan bangkit dari segala keterpurukan.Namun, dengan itu aku menyesal. Tidak kulihat betapa besar rasa cintamu padanya hingga kau bersikeras menentang perintahku.Marah, sedih, pun kesal bercampur menjadi satu. Putri yang amat kucintai telah kukecewakan begitu besar.Aku melihatmu menjatuhkan diri dari lantai kamarmu yang begitu tinggi. Sengaja kubiarkan dirimu pergi pada saat hari di mana seharusny

  • OBSESI BERGAIRAH    Chapter 28

    Menunduk pria itu di hadapannya. Menatap dengan raut wajah penuh penyesalan. Dua tanganya terkepal erat di bawah bergetar kecil.Tidak pernah Valerie bayangkan jika pria seperti Demiral rela bersimpuh di hadapanya meminta ampun. Tidak pernah Valerie menyangka jika cara pria ini meminta maaf ialah menurunkan harga dirinya di hadapan sang wanita.Sosoknya yang begitu dingin tidak bisa ditebak sama sekali. Kejam pun tidak berperasaan. Pembunuh mematikan tanpa pandang buluh.Dia pikir jika sang pria akan menanggapi pertanyaannya dengan nada suara yang dingin tanpa penyesalan. Maka Valerie akan meluapkan segala bentuk emosi yang di masalalu tidak bisa dirinya ungkapkan dengan benar.Tapi apa guna meminta maaf sekarang. Hatinya yang telah dia hancurkan tidak akan utuh kembali seperti sedia kala. Kehidupanya yang menyedihkan kini tidak akan kembali pada kebahagiaan layaknya di masalalu.Lingkar matanya memanas menyimpan sebulir cairan bening yang sebisa mungkin ia tahan kehadiranya. Dada yan

  • OBSESI BERGAIRAH    Chapter 27

    "Bisakah aku membawamu ke Milan?"Louis bertanya, nada suaranya terdengar penuh pengharapan. Seraya mengenggam tangan Valerie erat ia seolah mengajak wanita itu untuk turut pergi bersamanya. Ia ingin mengatakan jika dirinya akan menjaganya dengan sepenuh hati.Valerie tersenyum. Turut mengenggam tangan Louis begitu erat. "Kabari aku jika kau telah sampai di Milan," tuturnya jelas mengalihkan topik pembicaraan.Louis tidak bisa berata apa-apa lagi selain menyenggut samar. "Aku akan menghubungimu."Genggaman tangan mereka terlepas seiring Louis yang mulai melangkah menjauh dari hadapan Valerie. Langkahnya masuk pada pembatas bandara yang hanya bisa dilalui oleh orang-orang yang memegang tiket keberangkatan.Velerie turunkan tangannya yang melambai. Senyuman mulai pudar dari wajah cantiknya bersamaan hilangnya Louis dari pandangan.Dia berbalik pun melangkah pergi dari sana. Menundukan wajahnya sembari berjalan lau ia temukan sepasang kaki tepat di depan menghalangi jalannya. Tanpa menga

  • OBSESI BERGAIRAH    Chapter 26

    Tegap berdiri pria itu pada rooftop perusahaan dengan sebatang nikotin tersulut diapit oleh bibirnya. Menghisap dalam menghembuskan asapnya keluar.Lalu ia matikan sulutan rokok itu menginjaknya kasar ketika sebuah helikopter mendarat tepat di hadapannya. Melangkah lebar Demiral naik ke dalam helikopter tersebut, yang selanjutnya membawa ia pergi menjauh dari sana.Benda besi yang terbang melewati kota Roma, kemudian menyebrangi lautan luas dan tepat mendarat kembali pada sebuah pulau terpencil.Sebuah mansion megah di tengah-tengah hutan menyambutnya. Disertai dinding tebal nan tinggi membentang melindungi bangunan megah bak kastil tersebut.Burung-burung gagak yang bertengger di atas rimbunnya pohon sontak berterbangan ketika sang empu menginjakan kakinya di atas tanah pulau. Seolah-olah tahu jika sesuatu yang kejam telah kembali burung-burung itu berkicau amat seram mengirigi setiap langkah tuan tanah mereka.Pintu utama mansion terbuka berderit menggema pada setiap sudut ruangan.

  • OBSESI BERGAIRAH    Chapter 25

    Dinginnya malam semakin menelusup menembus kulit. Ditambah hujan gemerincik disertai kabut tipis yang membuat suasananya semakin sendu.Valerie berdiri di belakang jendela kaca besar mansion pada lantai dua, menyuguhkan pemandangan bawah yang langsung mengarah pada gerbang besi besar pengaman di depan sana.Sepi nan gelap, tidak ada apapun atau siapapun sebab kini hampir tengah malam, semua orang telah terlelap menuju mimpi alam bawah sadar mereka.Sementara Valerie masih berdiri di sana tegak, tidak terbuai akan rasa kantuk yang sama sekali tidak datang.Pandangannya bergerak pada sisi mansion. Di mana ia lihat seseorang mencoba menerobos masuk kedimannya. Ia tidak berbuat apa-apa atau memanggil keamanan, sebab ia tahu siapa yang datang dengan diam-diam di tengah malam.Langkah Valerie melebar namun gontai pergi menuju kamarnya. Membuka pintu ruangan yang kontan ia temui pria berpakaian basah kuyup di dalam sana. Pada air yang menetes dari tubuhnya, mengalir juga sebuah cairan merah

  • OBSESI BERGAIRAH    Chapter 5

    Hujan badai serta angin kencang masih melanda kota Roma, membuat kemacetan di mana-mana. Sembari menunggu supir menjemput, wanita cantik itu memutuskan untuk ikut Demiral naik pada penthouse pria tersebut. Keduanya kini berada dalam private lift menuju lantai tujuan. Hening di antara mereka, tidak

  • OBSESI BERGAIRAH    Chapter 4

    Hari ini pagi-pagi sekali. Valerie mengajak Louis untuk mengelilingi pusat kota Roma. Karena pria tersebut baru menginjakan kakinya di ibukota Italia, Valerie berniat dengan baik hati mengajaknya untuk pergi jalan-jalan dan memperkenalkan kota kelahirannya pada pria tersebut. Dia mengajaknya untuk

  • OBSESI BERGAIRAH    Chapter 2

    Ximena Valerie Yoxavos. Siapa yang tidak mengenal wanita cantik satu ini. Wanita cantik berdarah asli Eropa. Tinggal dan dibesarkan di ibukota Italia, Roma. Putri satu-satunya dari pasangan Alba dan Latina dari keluarga Yoxavos, keluarga terpandang pun terkaya di Italia.Semua orang mengenalnya, me

  • OBSESI BERGAIRAH    Chapter 1

    "Apa yang dia lakukan? Berani-beraninya dia berkata hal seperti itu tentangku?" Valerie tengah melakukan pemotretan pertamanya pagi ini. Saat tiba-tiba saja dia mendengar beberapa staf yang sedang menggunjingkannya. Model cantik ini bertanya-tanya apa yang telah terjadi sampai mereka bergosip sepe

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status