Share

OBSESI BERGAIRAH
OBSESI BERGAIRAH
Penulis: Rara Radika

Chapter 1

Penulis: Rara Radika
last update Tanggal publikasi: 2026-05-30 02:43:23

"Apa yang dia lakukan? Berani-beraninya dia berkata hal seperti itu tentangku?"

Valerie tengah melakukan pemotretan pertamanya pagi ini. Saat tiba-tiba saja dia mendengar beberapa staf yang sedang menggunjingkannya. Model cantik ini bertanya-tanya apa yang telah terjadi sampai mereka bergosip seperti itu.

Gosip-gosip itu beredar dari salah satu stasiun TV yang telah menampilkan konferensi pers yang dilakukan oleh Nolan Hugo, aktor baru naik daun yang menyandang status sebagai kekasih Valerie.

Di dalam konferensi pers tersebut, Nolan menyatakan jika hubungannya bersama Valerie hanyalah gimmick semata. Dikatakan bahwa kekasihnya yang asli dari pria tersebut adalah wanita yang kini tengah berada di dalam satu project film bersamanya.

"Bagaimana hubungan anda dengan Valerie?"

"Apakah anda meninggalkannya demi wanita ini?"

"Hubunganku bersama Valerie hanya sebuah pengaturan semata. Aku membantunya untuk mempromosikan sebuah produk yang sedang dia kerjakan, juga membantunya agar berhasil mendapatkan penghargaan model terbaik tahun ini." Nolan menjelaskan secara lugas, tersenyum pun sangat percaya diri sembari terus merangkul bahu wanita barunya.

"Jadi maksud anda Valeri menggunakan hubungan kalian untuk membuat namanya semakin melejit?"

Nolan terkekeh pada konferensi pers tersebut. "Tidak perlu dijelaskan seperti itu, itu sedikit tidak enak didengar. Aku dan Valeri, kita berdua hanya berteman."

Pertanyaan dari beberapa wartawan serta jawaban yang Nolan layangkan benar-benar membuat Valerie mendengus kesal. Hampir saja ia melemparkan ponsel asistennya yang tadi ia pakai untuk menonton konferensi pers tersebut.

"Di mana bajingan itu berada sekarang! Aku akan menemui pria sialan itu."

"Tapi Valeri, kau masih memiliki beberapa pemotretan." Asisten Valerie-Lidya-lumayan panik dengan amarah bosnya itu. Takut-takut jika Valerie pergi begitu saja dari jadwal pemotretannya.

"Aku tidak peduli. Sekarang, sangat ingin kuinjak kepala keparat itu!"

Valeri bergegas pergi meninggalkan ruang ganti. Wanita cantik ini masih memakai baju yang ia pakai untuk memotretan sebelumnya. Sebuah mini dress berwarna putih tanpa lengan yang memperlihatkan tulang selangkanya, menonjol pun seksi. Dress di atas lutut menampilkan paha yang putih mulus serta kaki jenjangnya terlapis high heels setinggi 10 cm, riasan pada wajah yang masih begitu mencolok, eyeliner bersayap pada siren eyenya, lipstik nude tebal pada bibir sintal dan rambut hitam legamnya yang dikuncir kuda ke atas.

Wanita cantik ini melenggang keluar dari gedung perusahaan yang menaunginya sebagai model selama beberapa tahun ini. Dia masuk ke dalam mobil sport miliknya berwarna hitam legam, dengan suara gas yang menggerung sangar. Langsung saja Valerie menginjak pedal gas, melesatkan mobilnya pun melaju kencang membelah jalanan kota yang cukup ramai pada pagi hari itu.

*****

Hari ini pagi sangat cerah, matahari bersinar lebih terang dari biasanya. Satu keluarga Hugo sedang berkumpul di meja makan untuk melakukan sarapan bersama. Beberapa dari mereka sibuk membicarakan mengenai bisnis di perusahaan, dan sebagian lagi hanya fokus dengan sarapan mereka. Sementara satu orang yang duduk di kursi utama meja makan paling ujung, dia tengah melihat layar ponselnya membaca beberapa email pekerjaan yang masuk.

Pria dengan setelan kemeja hitam rapih lengan panjang yang dilipat sampai siku. Wajahnya yang tegas dengan garis rahang yang kuat disertai jambang tipis menonjolkan ketampanan serta aura kepemimpinan yang dominan, rambut hitam miliknya disisir ke belakang namun tetap jatuh. Sorot matanya yang tajam memicing fokus pada layar ponsel yang menyala.

"Di mana Nolan?"

Valerie berdiri di ujung meja makan. Wanita cantik ini datang dengan penampilan mencolok, kontan membuat semua pasang mata melotot memandangnya. Hanya satu wajah yang terlihat datar dan dingin yang tak lain milik pria yang duduk di ujung meja makan berseberangan dengan Valeri, yang kini tengah menatap Valerie lurus dengan wajah tanpa ekspresi.

"Valerie?"

Pandangan Valerie menelisik semua wajah yang berada di sana. Tidak ia temukan wajah pria sialan yang dicarinya ini.

"Where Nolan?" tanya Valerie. Nafasnya memburu menahan amarah yang meluap-luap dan tak sabar ingin ia keluarkan.

"Nolan berada di kamarnya, dia masih ti-" Wanita ini menghentikan kalimatnya saat Valerie langsung berbalik dan melangkah cepat meninggalkan ruang makan. Saat itu semua orang terdiam, memandang Valerie sampai bayang-bayang model cantik itu hilang di balik tembok.

Valerie menghentakkan kakinya pada pintu berwarna putih yang langsung saja terbuka. Berjalan menuju ranjang, lalu melayangkan sebuah pukulan panas yang mendarat tepat pada kepala Nolan. Spontan pria itu terbangun sembari meringis sakit.

"What are you doing, motherfucker?" Amarah wanita ini sudah di puncak ubun-ubun. Tidak sanggup lagi menahannya pun sangat ingin membakar wajah pria sialan yang telah menyebarkan rumor buruk tentangnya.

"Benarkah jika aku memanfaatkanmu, huh? Are you serious about that?" teriaknya begitu lantang pada akhir kalimat.

Sementara Nolan masih bingung, ia linglung karena nyawanya belum terkumpul akibat dibangunkan secara tiba-tiba oleh Valerie. Pria ini hanya duduk terdiam, menatap Valerie dengan alis yang bertaut menyatu.

"O shit!" Valerie mengumpat kesal. Tidak kunjung menerima jawaban dari pria sialannya, ia hampir kehabisan akal. Amarahnya meluap-luap, ingin rasanya melempar Nolan keluar dari jendela kamar pria itu yang berada di lantai tiga.

"Heh," dengkus Valerie. Ia dorong bahu Nolan ke belakang, menatap pria itu dengan tajam pun sangar.

Nolan mengerjap, akhirnya sadar jika dirinya sedang berhadapan dengan seekor singa betina yang mengamuk. Langsung saja Nolan berdiri, meninggalkan selimut yang membelitnya di atas ranjang. Kini tampillah sudah tubuh atletis pria itu yang bertelanjang dada, sementara bagian bawah tubuhnya hanya mengenakan boxer ketat yang membuat inti tubuhnya menonjol kentara.

"Valerie, ke-kenapa kau ada di sini?" tanya Nolan gugup. Pria ini menelan salivanya susah payah saat ia memandang wajah Valerie yang merah padam.

"Apa yang kau lakukan di konferensi pers itu, Nolan? Apa kau sudah gila?" tuntut Valerie pada Nolan.

"Aku hanya mengatakan fakta, apa yang salah?"

"Fakta?" Nada suara Valerie merendah. Sesuatu mencekat tenggorokannya hingga terasa sakit, lingkar matanya mulai memerah panas. Ia tatapi Nolan lekat-lekat penuh amarah pun rasa kecewa.

"Ya-ya." Nolan menegaskan. "Aku berpacaran denganmu hanya untuk gimmick semata, Valerie."

"Kau memanfaatkanku?" tuduh Valerie langsung. Sementara Nolan hanya menatapnya diam, seolah diamnya pria itu adalah sebuah jawaban.

Valerie terkekeh tidak percaya, ia menengadah ke atas untuk menyembunyikan air matanya yang hampir menetes. Tidak mungkin ia keluarkan air matanya yang berharga di hadapan pria itu.

"Begitulah kenyataanya," balas Nolan. "Aku tidak pernah berpikir jika kau benar-benar mencintaiku, Valerie. Kau hanya selalu memikirkan dirimu sendiri, jadi perpisahan ini setidaknya membuatmu senang, right?" tutur Nolan. Yah. Pria ini sedang melimpahkan segala kesalahannya pada Valerie.

Valerie mengangguk-angguk mengerti. Jadi inilah alasan yang dipakai Nolan untuk memutuskan hubungan mereka. Meskipun sikap atau perlakuan Valerie terhadap Nolan tidak begitu baik sebagai kekasih, pria itu tetap saja tidak pantas untuk menjelekan namanya kepada media.

Kenyataanya, Valerie salah telah memberikan Nolan kesempatan untuk mendekatinya. Ia benar-benar salah mengenali pria itu. Pria yang malah memanfaatkannya, dan dengan gila kini pria itu membuangnya.

Kini yang perlu Valerie lakukan hanya kembali menatap Nolan dengan tegas pun sangar, menyembunyikan kekecewaan besar yang sebenarnya timbul karena pada kenyataanya ia sangat mencintai pria itu.

Ximena Valerie tidak akan mengaku kalah pada siapapun, terlebih lagi pada pria bajingan keparat yang tidak berguna.

"Jadi kau membalas dendam atas perlakuanku padamu, uh? Membuat namaku buruk, mengatakan pada media jika aku memanfaatkanmu, begitu?" papar Valerie, mengangkat sedikit dagunya ke atas pun sorot matanya yang tajam melucuti setiap inci kulit pria di hadapannya yang kini telah menciut diam.

"Meskipun ya, kau tetap tidak pantas mengatakan semua itu, Nolan. Sama sekali tidak pantas! Hidupmu akan menderita dimulai hari ini. Ingat itu, Nolan Hugo!" Berteriak lantang, mengamuk, dan kecewa. Valerie dorong dada Nolan kuat-kuat, menyingkirkan pria bajingan itu dari hadapannya lalu ia berjalan pergi keluar ruangan.

Sementara Nolan Hugo, pria ini hanya terkekeh-kekeh melihat tingkah wanitanya seperti itu. Amarah Valerie memang menakutkan, tapi berhasil terlepas dari jerat wanita keras kepala itu membuat Nolan sedikit lega.

Maki saja aku sepuasmu, aku tidak masalah. Terpenting kini ialah aku telah terbebas dari dirimu, Ximena Valerie.

******

"Dia menangis."

"Ya, aku tahu."

Demiral sedang berbicara dengan asistennya-Lucas-saat tiba-tiba Valerie datang dan berjalan dengan cepat melewati mereka. Sambil terisak wanita cantik itu berjalan pun menundukan wajahnya dalam.

Dua pria berstelan rapih tersebut menoleh bersamaan, pada Nolan yang berjalan menghampiri mereka di belakang. Pria itu telah berpakaian kini, t shirt polos hitam press bodi, serta celana training panjang. Nolan berjalan santai sembari memasukan satu lengannya ke dalam saku celana.

"Baguslah dia sudah pergi," celetuk pria berambut blonde itu. Berdiri dirinya kini di tengah-tengah sang paman-Demiral Hugo, pun asistennya, Lucas.

"Kau putus dengannya?" tebak Lucas. Diyakini jika itulah yang telah terjadi. Di antara konferensi pers yang diadakan Nolan kemarin, Valerie pasti merasa dikhianati.

"Wanita yang tidak bisa kugapai kehormatannya, untuk apa bersama wanita seperti itu. Ximena Valerie selalu menyombongkan dirinya sendiri," papar Nolan menekankan nada kalimatnya, serta memandang lurus ke depan dengan tatapan tajam melotot seolah di depannya sedang berdiri seorang rival yang teramat ia benci.

"Sepertinya kau begitu membenci Valerie," tutur Lucas mengulum senyum, memainkan alisnya ke arah Demiral yang tersenyum miring pun tipis.

"Si keras kepala itu, siapa yang tidak membencinya." Nolan berdecih. "Coba saja kau dekati. Kuyakini kau akan melarikan diri setelah bersamanya kurang dari satu Minggu," lugas Nolan penuh percaya diri.

.

.

.

Bersambung .....

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • OBSESI BERGAIRAH    Chapter 28

    Menunduk pria itu di hadapannya. Menatap dengan raut wajah penuh penyesalan. Dua tanganya terkepal erat di bawah bergetar kecil.Tidak pernah Valerie bayangkan jika pria seperti Demiral rela bersimpuh di hadapanya meminta ampun. Tidak pernah Valerie menyangka jika cara pria ini meminta maaf ialah menurunkan harga dirinya di hadapan sang wanita.Sosoknya yang begitu dingin tidak bisa ditebak sama sekali. Kejam pun tidak berperasaan. Pembunuh mematikan tanpa pandang buluh.Dia pikir jika sang pria akan menanggapi pertanyaannya dengan nada suara yang dingin tanpa penyesalan. Maka Valerie akan meluapkan segala bentuk emosi yang di masalalu tidak bisa dirinya ungkapkan dengan benar.Tapi apa guna meminta maaf sekarang. Hatinya yang telah dia hancurkan tidak akan utuh kembali seperti sedia kala. Kehidupanya yang menyedihkan kini tidak akan kembali pada kebahagiaan layaknya di masalalu.Lingkar matanya memanas menyimpan sebulir cairan bening yang sebisa mungkin ia tahan kehadiranya. Dada yan

  • OBSESI BERGAIRAH    Chapter 27

    "Bisakah aku membawamu ke Milan?"Louis bertanya, nada suaranya terdengar penuh pengharapan. Seraya mengenggam tangan Valerie erat ia seolah mengajak wanita itu untuk turut pergi bersamanya. Ia ingin mengatakan jika dirinya akan menjaganya dengan sepenuh hati.Valerie tersenyum. Turut mengenggam tangan Louis begitu erat. "Kabari aku jika kau telah sampai di Milan," tuturnya jelas mengalihkan topik pembicaraan.Louis tidak bisa berata apa-apa lagi selain menyenggut samar. "Aku akan menghubungimu."Genggaman tangan mereka terlepas seiring Louis yang mulai melangkah menjauh dari hadapan Valerie. Langkahnya masuk pada pembatas bandara yang hanya bisa dilalui oleh orang-orang yang memegang tiket keberangkatan.Velerie turunkan tangannya yang melambai. Senyuman mulai pudar dari wajah cantiknya bersamaan hilangnya Louis dari pandangan.Dia berbalik pun melangkah pergi dari sana. Menundukan wajahnya sembari berjalan lau ia temukan sepasang kaki tepat di depan menghalangi jalannya. Tanpa menga

  • OBSESI BERGAIRAH    Chapter 26

    Tegap berdiri pria itu pada rooftop perusahaan dengan sebatang nikotin tersulut diapit oleh bibirnya. Menghisap dalam menghembuskan asapnya keluar.Lalu ia matikan sulutan rokok itu menginjaknya kasar ketika sebuah helikopter mendarat tepat di hadapannya. Melangkah lebar Demiral naik ke dalam helikopter tersebut, yang selanjutnya membawa ia pergi menjauh dari sana.Benda besi yang terbang melewati kota Roma, kemudian menyebrangi lautan luas dan tepat mendarat kembali pada sebuah pulau terpencil.Sebuah mansion megah di tengah-tengah hutan menyambutnya. Disertai dinding tebal nan tinggi membentang melindungi bangunan megah bak kastil tersebut.Burung-burung gagak yang bertengger di atas rimbunnya pohon sontak berterbangan ketika sang empu menginjakan kakinya di atas tanah pulau. Seolah-olah tahu jika sesuatu yang kejam telah kembali burung-burung itu berkicau amat seram mengirigi setiap langkah tuan tanah mereka.Pintu utama mansion terbuka berderit menggema pada setiap sudut ruangan.

  • OBSESI BERGAIRAH    Chapter 25

    Dinginnya malam semakin menelusup menembus kulit. Ditambah hujan gemerincik disertai kabut tipis yang membuat suasananya semakin sendu.Valerie berdiri di belakang jendela kaca besar mansion pada lantai dua, menyuguhkan pemandangan bawah yang langsung mengarah pada gerbang besi besar pengaman di depan sana.Sepi nan gelap, tidak ada apapun atau siapapun sebab kini hampir tengah malam, semua orang telah terlelap menuju mimpi alam bawah sadar mereka.Sementara Valerie masih berdiri di sana tegak, tidak terbuai akan rasa kantuk yang sama sekali tidak datang.Pandangannya bergerak pada sisi mansion. Di mana ia lihat seseorang mencoba menerobos masuk kedimannya. Ia tidak berbuat apa-apa atau memanggil keamanan, sebab ia tahu siapa yang datang dengan diam-diam di tengah malam.Langkah Valerie melebar namun gontai pergi menuju kamarnya. Membuka pintu ruangan yang kontan ia temui pria berpakaian basah kuyup di dalam sana. Pada air yang menetes dari tubuhnya, mengalir juga sebuah cairan merah

  • OBSESI BERGAIRAH    Chapter 24

    Melenggang cantik wanita itu di dalam sebuah lobi perusahaan besar. Naik ke lantai atas menggunakan lift khusus para petinggi perusahaan.Mata memandang dari setiap orang yang ia lewati. Berbisik-bisik menggunjing heran akan kehadiran wanita tersebut.Valerie membuka sebuah ruangan, melemparkan beberapa paperbag yang di dalamnya berisikan pakaian wanita dari sebuah brand terkenal. Jatuh paperbag tersebut ke atas lantai pun membuat isi di dalamnya berhambur berserakan."Aku tidak membutuhkan semua ini," katanya menekankan. "Berhenti mengirimiku sampah, Demiral Hugo."Duduk gagah menyender pada kursi di belakang meja kerja, jemarinya bergerak lincah memainkan pena, melakukan pen spinning. Tatapan tajamnya kian memicing menatap pada sang wanita yang berdiri marah di ambang pintu.Valerie geram. Demiral selalu mengiriminya banyak barang-barang mewah setiap hari. Entah apa maksud pria itu melakukannya. Padahal dia tahu dengan jelas bahwa Valerie bukanlah wania yang kekurangan barang-barang

  • OBSESI BERGAIRAH    Chapter 23

    Tubuhnya berbaring di atas peraduan. Memejamkan mata mencoba untuk terlelap masuk ke alam bawah sadar. Pikiannya yang tidak tenang tidak bisa diajak kompromi, terus bergulat di dalam sana.Spontan Valerie membuka matanya ketika tiba-tiba saja semilir angin menyentuh kulit kakinya. Lantas ia beranjak bangun, duduk di atas ranjang lalu ia tatap pintu kaca balkoni yang terbuka padahal sangat ia ingat jelas jika sebelum berbaring tadi ia telah menutupnya.Pelan-pelan ia menarik laci nakas di samping tempat tidur. Mengambil glock miliknya dari dalam sana. Kemudian dia turun dari ranjang, berjalan mengendap-endap menuju pintu balkoni.Ia arahkan lurus tangannya ke depan yang tak ia dapati siapapun di sana. Kosong. Hanya kegelapan yang menyita.Valerie menurunkan kembali tangannya ke bawah. Menilik sekitar yang sepi lalu ia berbalik hendak masuk kembali ke dalam kamar. Dua langkahnya seketika terhenti ketika pandanganya mendapati sosok seorang pria di dalam kegelapan. Perawakannya yang besa

  • OBSESI BERGAIRAH    Chapter 2

    Ximena Valerie Yoxavos. Siapa yang tidak mengenal wanita cantik satu ini. Wanita cantik berdarah asli Eropa. Tinggal dan dibesarkan di ibukota Italia, Roma. Putri satu-satunya dari pasangan Alba dan Latina dari keluarga Yoxavos, keluarga terpandang pun terkaya di Italia.Semua orang mengenalnya, me

  • OBSESI BERGAIRAH    Chapter 5

    Hujan badai serta angin kencang masih melanda kota Roma, membuat kemacetan di mana-mana. Sembari menunggu supir menjemput, wanita cantik itu memutuskan untuk ikut Demiral naik pada penthouse pria tersebut. Keduanya kini berada dalam private lift menuju lantai tujuan. Hening di antara mereka, tidak

  • OBSESI BERGAIRAH    Chapter 4

    Hari ini pagi-pagi sekali. Valerie mengajak Louis untuk mengelilingi pusat kota Roma. Karena pria tersebut baru menginjakan kakinya di ibukota Italia, Valerie berniat dengan baik hati mengajaknya untuk pergi jalan-jalan dan memperkenalkan kota kelahirannya pada pria tersebut. Dia mengajaknya untuk

  • OBSESI BERGAIRAH    Chapter 3

    Valerie melenggang cepat seraya melihat ke sekitar sebelum akhirnya ia masuk ke dalam mobil berwarna hitam yang terparkir dengan mesin menyala di basement. Sedetik kemudian wanita cantik itu kontan tersentak saat mendapati seorang pria dengan kaca mata beningnya di dalam sana, duduk tepat di sampin

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status