Home / Romansa / Lagi, Pak Dosen / Bab 36 Janjian Pada Weekend

Share

Bab 36 Janjian Pada Weekend

Author: Manila Z
last update publish date: 2026-01-13 00:17:57

Gea tengah menunggu jawaban dari Stefano tentang orang yang mengirim pesan misterius itu padanya. Entah kenapa dia merasa kalau Stefano tahu sesuatu, makanya dia menyuruh untuk mengabadikan pesan itu.

"Hanya dugaan sementara saja, belum ada bukti nyata. Tetapi ini pasti merajuk pada orang itu," ujar Stefano.

"Siapa?" tanya Gea curiga.

"Untuk saat ini, sebaiknya kamu tidak usah tahu," kata Stefano.

Gea mencebikan bibirnya karena merasa kecewa, terlebih ketika Stefano tidak mau menceritakan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 56 Andin Membawa Pergi Ayahnya

    Andin akhirnya masuk ke dalam kamar tempat dimana ayahnya berada sekarang. Ada rasa khawatir melihat kondisi ayahnya yang sekarat. "Ayah," panggil Andin. Ayahnya hanya diinfus biasa saja, ini membuat dia merasa kesal, kenapa tidak dibawa ke rumah sakit saja. Apalagi dengan kondisi ayahnya yang terlihat buruk. "Siapa yang membiarkan ayah saya terbaring seperti ini saja, memangnya kenapa tidak dibawa kerumah sakit," ujar Andin dengan marah. Dia tidak menyangka kalau ayahnya akan diperlakukan seperti ini. Lalu dia menatap kearah wanita yang baru saja muncul diarah pintu. "Ayah kamu hanya sakit biasa, sudah diinfus juga. Paling nanti juga sembuh," kata wanita itu dengan nada yang sedikit angkuh. Andin mengepalkan tangannya, jelas dia tidak terima sama sekali dengan fakta yang satu ini. "Pasti semuanya ulah Tante bukan?""Kalau memang iya, kenapa? Ayah kamu tidak memberikan aku uang lagi. Jadi rasakan saja dia sekarat seperti ini" ujarnya. "Kamu, berani sekali berbicara seperti ini

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 55 Andin Pulang

    Gea membenahi bajunya dengan benar setelah dia bermain panas dengan Stefano barusan. Pria itu memang benar-benar menyebalkan. "Semuanya karena Pak Stefano!" dengus Gea dengan kesal. Dia terlihat sangat kesal ketika melihat semuanya jadi seperti ini. Bahkan dia merasa tidak yakin dengan semuanya. "Sudahlah Gea, kamu juga menikmatinya," jawab Stefano santai. "Yaudah kalau begitu saya pergi dulu," pamit Gea setelah dia merapihkan rambutnya juga yang terlihat sedikit berantakan. Stefano hanya tersenyum dengan penuh arti dan mengangguk saja. Dia tahu apa yang terjadi selanjutnya. Terlebih ketika dia melihat semua hubungan memang akan jadi seperti itu. "Bagus deh."Dia tersenyum dengan lembut, rasanya memang manis ketika semuanya saling berhubungan satu sama lain. "Menyebalkan!"Gea langsung keluar dari ruangan Stefano, dia menghela napas panjang. Sebelum akhirnya dia berjalan mencari keberadaan temannya yaitu Raya. Dia berkeliling menyusuri tempat ini dan mencoba untuk menghubungi

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 54 Sentuhan Stefano

    Gea menyusuri tempat ini, tujuan utamanya adalah untuk mencari Stafano. Dia harus mengatakan sesuatu sebelum semuanya berakhir. "Gea," panggil seseorang. Gea menoleh kearah Nadia yang kini menghampiri dirinya. Sudah lama sekali dia tidak bertemu dengan wanita itu. "Loh, Nadia. Kamu tidak bersama dengan Raya?""Harusnya aku yang menanyakan itu, kamu kan yang satu jurusan dengan dia," jawab Nadia dengan tenang. Gea seketika langsung tertawa, dia lupa dengan satu fakta yang ini. Memang dia yang satu jurusan dengan Raya. "Sorry, aku juga belum melihat dia.""Kamu sendiri, ada jadwal hari ini?" tanya Gea penasaran. Nadia tersenyum tipis, "kebetulan ada, tetapi dosennya tidak masuk. Katanya sih izin karena ada urusan yang lebih penting.""Oh, begitu rupanya."Nadia kemudian menatap kembali kearah Gea yang tidak jauh dari tempatnya berada. "Oh iya, aku belum sempat mengatakan sesuatu padamu. Ini tentang Marvel."Gea menaikan sebelah alisnya heran, kenapa juga tiba-tiba membahas tentang

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 53 Sebuah Foto Lama

    Gea tengah ada di kamarnya, dia membereskan semua barang-barang milik Stefano yang memang sangat berantakan. Laki-laki itu sudah pergi ke kampus sejak tadi pagi, kebetulan Gea jadwal siang, jadi dia masih ada waktu di rumah. "Berantakan sekali."Akhirnya dia membereskan semua barang-barang itu dan menyusun dengan ramah. Sampai matanya melihat sesuatu dari sebuah laci kecil. "Ini apa?" tanya dia dalam hatinya. Ketika baru membukanya karena rasa penasaran yang menerpa dirinya. Dia perlahan membukanya dan sedikit terkejut. "Tunggu, ini sebuah foto."Gea menaikan sebelah alisnya heran, di sana dia melihat foto Andin dan Stefano, mereka terlihat sangat akrab sekali. Lalu dia melihat ada dua orang lagi yang sepertinya memang lebih tua. "Dua orang tua ini, siapa?" ujar Gea penasaran, dia harus bertanya pada Stefano nanti. Akhirnya Gea memutuskan untuk memasukan foto tersebut ke dalam tasnya. Dia akan menanyakan ini pada Andin. Dia yakin kalau ini ada hubungannya. Tetapi dia penasaran j

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 52 Fadlan Menemui Andin

    Andin terdiam sejenak, banyak sekali hal yang memang harus dia lakukan, bahkan dia tidak yakin sama sekali dengan semuanya. "Andin," panggil seseorang. Andin menoleh kearah orang yang memanggilnya, rupanya itu adalah Fadlan. "Iya Pak Fadlan," jawab Andin dengan nada yang sopan. Fadlan tersenyum sekilas ketika mendengar suara dari Andin yang lembut, biasanya wanita itu memang sedikit agak cuek, dia sama sekali tidak menyangka akan bersikap sedikit sopan begini. "Boleh bicara sebentar?" pinta Fadlan. Andin menimbang apa yang dikatakan oleh Fadlan barusan, padahal sebelumnya dia selalu menghindar ketika dekat dengan wanita itu, tetapi kenapa sekarang seperti ini?Dia bahkan tidak yakin sama sekali, sampai pada akhirnya dia teringat akan sesuatu. Mungkin memang dia harus melakukan hal ini lebih awal. "Maaf bicara tentang apa?"Fadlan tanpa mengatakan apapun, dia langsung menarik tangan Andin untuk ikut bersama dengan dirinya. Dengan sangat terpaksa, akhirnya Andin ikut. Dia melih

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 51 Ambil Sikap

    Seorang wanita tengah duduk dengan angkuh di sebuah kursi kebesaran miliknya. Meminum sebuah wine yang memang sangat mahal. "Sialan.""Kenapa?" tanya orang itu yang kini merasa sedikit heran. "Orang itu kini sudah ditangkap oleh pihak kepolisian. Bagaimana kalau rencana kita ketahuan oleh Stefano?" ujarnya dengan panik. "Kamu tidak usah khawatir, aku akan mengirim seseorang untuk masuk ke dalam saja, mencoba menghabisinya agar kita tetap aman."Wanita itu langsung tersenyum dengan puas. "Terimakasih banyak.""Tentu saja, aku memang sangat pintar," katanya dengan nada yang sombong. Ada sedikit rasa senang dalam hatinya setelah dia mengetahui semuanya. Lalu dia melihat sebuah foto tiga orang yang memang sengaja dia simpan. Sebelum akhirnya foto itu diambil. "Kamu ingat dengan misi kita.""Hanya mendekati dua orang itu kan?" gumamnya. "Iya, pastikan semuanya berjalan lancar tanpa celah. Karena sekarang Stefano sudah mulai mencurigai kita.""Aku paham, kalau begitu aku pamit dulu."

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status