/ Romansa / Lagi, Pak Dosen / Bab 40 Menangkap Gea Terpeleset

공유

Bab 40 Menangkap Gea Terpeleset

작가: Manila Z
last update 최신 업데이트: 2026-01-18 11:57:45

Gea terbangun dari tidurnya seketika terkejut ketika melihat dirinya ada di ranjang. Padahal dia ingat kemarin kalau dia tidur di lantai.

"Loh, kok aku tiba-tiba ada di ranjang?"

Seketika dia mencari kebenaran Stefano dan dia tidak menemukan laki-laki itu sama sekali.

"Pasti Pak Stefano yang sudah memindahkan aku ke sini."

Gea akhirnya memutuskan untuk berjalan menuju kearah kamar mandi dan dia hendak akan memutuskan untuk mandi.

Tetapi baru juga dia membuka pintu kamar mandi, matanya sudah melihat sebuah tubuh kekar yang hanya menggunakan handuk sebatas pinggang, belum lagi dengan air yang bercucuran membuat dia terlihat semakin menawan.

"Sudah puas melihatnya?" ujar Stefano yang membuat Gea kembali tersadar dengan lamunan itu.

"Astaga Pak Stefano!"

Gea langsung menutup mukanya dan membalikan badannya ketika sadar dengan apa yang dia dilihat barusan.

"Gak usah teriak juga, bagaimana kalau ibumu mendengar? Kamu tidak lupa bukan jika ibumu ada di rumah ini," kata Stafano.

Seket
이 책을.
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 48 Pulang Kerja Gea

    Stefano terlihat murka ketika ada orang yang berusaha untuk menyakiti istrinya. Dia tidak terima dengan semuanya. "Sialan!"Dia mengamuk sambil mengepalkan tangannya, lalu dia menghubungi seseorang untuk menghapus semua video yang mempermalukan Gea. "Hallo.""Iya Pak Stefano, ada yang bisa saya bantu?" tanya orang itu dengan wajah yang sedikit tenang. "Tolong kamu harus semua berita buruk dan postingan yang menjelekkan istri saya. Ini bayarannya."Stefano langsung memberikan uang pada orang itu, dia tidak ingin ada berita buruk tentang istrinya. Sudah pasti ini akan merugikan dirinya nanti. "Terimakasih banyak."Dia menerima uang tersebut, memang sebaiknya dia merencanakan semuanya. "Sama-sama."Stefano menutup kembali sambungan teleponnya, lalu dia menatap kembali video tersebut, rupanya Cindy memang ingin bermain-main dengan dirinya. Padahal dia sudah berhasil mengusir wanita itu dari tempatnya kerja. Sekarang malah datang ke tempat di mana istrinya bekerja. "Sepertinya pelaja

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 47 Rencana Wanita Jahat

    Fadlan menatap kearah Gea dan Andin setelah melihat kepergian dari Cindy. Dia merasa sedikit tenang karena semuanya sudah berjalan dengan baik. "Kalian gak papa?" tanya Fadlan. "Harusnya aku yang tadi bayar itu," kata Andin karena dia yang sengaja merusak ponsel Cindy. "Santai saja, aku tahu alasan kamu melakukan itu," jawab Fadlan dengan santai. Andin kemudian melihat luka dari Gea, dia langsung meminta izin pada Fadlan untuk mengobati luka dari Gea. "Saya permisi dulu, ayo Gea biar aku obatin," ajak Andin yang kini menarik tangan Gea agar ikut bersama dengan dirinya. "Makasih yah, Pak Fadlan karena sudah banyak menolong," kata Gea dan langsung memutuskan untuk pergi bersama dengan Andin. Mereka berdua berjalan menuju kearah tempat di mana kotak P3K berada. Dia sudah bisa menyelesaikan semuanya dengan baik.Andin menarik tangan Gea dan dia berusaha untuk mengobati wanita itu dengan baik. "Lain kali kamu harus melawan dia. Jangan mau ditindas oleh orang lain," kata Andin yang

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 46 Cindy Mencari Keributan

    Andin diam-diam memperhatikan Gea yang baru saja keluar dari mobil milik Stefano. Dia hanya memperlihatkan dibalik jendela saja sambil mengelapnya. "Sudah puas memperhatikannya?"DegAndin menoleh kearah belakang di mana ada Fadlan yang berdiri tidak jauh dari sana. "Maaf Pak Fadlan."Andin menundukkan kepalanya, lalu dia memutuskan untuk pergi dari sini karena sudah ketahuan oleh Fadlan. Tetapi kemudian, Fadlan malah kembali berbicara menghentikan langkah dari Andin. "Kenapa menghindar, bukannya kamu wajar melihat mereka seperti itu?" sindir Fadlan. "Itu bukan urusan Pak Fadlan!" dengus Andin dengan kesal. "Mau sampai kapan kamu seperti itu terus Andin?" tanya Fadlan. Andin terdiam sejenak, dia tahu apa yang dimaksud oleh Fadlan barusan. "Bukan urusan Pak Fadlan, permisi. Saya masih punya urusan lain."Andin mengatakan itu dan dia hendak akan pergi ke tempat lain. Tetapi Fadlan kembali berbicara pada Andin. "Walaupun begitu, kamu tidak bisa menutup kemungkinan punya ikutan."F

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 45 Canggung Dalam Mobil

    Seorang wanita duduk dengan sikap santai di sudut ruangan yang remang. Jemarinya mengetuk pelan permukaan meja, seolah menghitung waktu. Tatapannya tenang, terlalu tenang untuk seseorang yang sedang menunggu hasil sebuah rencana besar.Langkah kaki terdengar mendekat.“Saya sudah melakukan apa yang diperintahkan.”Wanita itu tersenyum dengan penuh arti, akhirnya dia bisa merencanakan semuanya untuk mengancam Gea.“Ini bayaran untuk kamu,” katanya sambil membuka tas dan mengeluarkan setumpuk uang. Ia mendorongnya ke arah pria di depannya. “Pastikan semuanya benar-benar aman.”Pria itu mengangguk tanpa ragu. “Tenang saja. Paket yang Anda kirim sudah sampai tadi pagi di rumah Pak Stefano.”Alis wanita itu sedikit terangkat. “Kamu yakin Gea yang menerimanya?”“Iya. Orang saya yang menyerahkan langsung ke Gea,” jawabnya mantap."Tidak ada yang mencurigakan. Jadi Anda tidak perlu khawatir."Dia langsung tersenyum dengan penuh arti. "Bagus, kamu boleh pergi sekarang. Pastikan untuk orang itu

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 44 Sebuah Kalung Dari Stefano

    Gea berpikir sejenak setelah dia di depan pintu, sebelum akhirnya dia memutuskan untuk mengetuk dengan pelan. "Permisi.""Iya, masuk."Akhirnya dia memutuskan untuk masuk ke dalam, ada rasa yang membuat dia merasa tidak tenang, bahkan dia tidak yakin atas semuanya. "Pak Stefano memangil saya?" tanya Gea ketika melihat seseorang tengah duduk di sana. Stefano menoleh kearah Gea sebentar sebelum dia kembali sibuk dengan buku yang dia pegang. Laki-laki tidak tidak kunjung bicara dan itu membuat Gea jadi kesal, untuk apa laki-laki itu memanggil dirinya kalau fokusnya pada buku. Gea sendiri malah jadi malas melihatnya. Akhirnya Gea sendiri jadi kesal, dia tidak yakin kalau harus melakukan semuanya. "Pak Stefano memanggil saya hanya untuk ini?" dengusnya dengan nada yang sedikit kesal. Dia bahkan tidak yakin kalau semuanya jadi begini. Dia diam memikirkan semuanya dengan baik. Bahkan dia tidak yakin atas semuanya. "Kamu gak bilang tentang teror itu?"Seketika Gea langsung terdiam, di

  • Lagi, Pak Dosen   Bab 43 Gosip Terbaru Stefano

    Gea baru saja datang ke kampusnya, dia berjalan dengan tenang. Sebelum tiba-tiba ada temannya langsung menghampiri dirinya, membuat dia sedikit terkejut. "Astaga!""Kenapa Raya?" tanya Gea heran ketika melihat ekspresi wajah Raya. Bahkan dia tidak memikirkan semuanya. Raya sudah diam melakukan semuanya dengan baik. Sekarang dia tidak yakin dengan hal ini. "Ada gosip yang harus kamu dengar," kata Raya dengan penuh semangat.Gea terlihat heran, memangnya apa gosip yang akan dikatakan oleh Raya, sepertinya memang sangat menarik. Dia tidak sabar untuk mendengar cerita selanjutnya. "Gosip apa sih?" tanya Gea. Raya langsung menarik Gea ke kursi taman dan membiarkan wanita itu duduk, setelah itu akhirnya dia mulai menceritakan semua yang dia dengarkan. "Duduk dulu."Gea menuruti apa yang dikatakan oleh Raya barusan. Dia sebenarnya masih merasa penasaran dengan apa yang akan diceritakan oleh Raya. "Sekarang katakan, gosip apa?" tanya Gea yang sebenarnya penasaran. "Bu Cindy, tiba-tiba

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status