Home / Pendekar / Lahirnya Legenda Ksatria Abadi / Bab 18. LEVEL PENDEKAR ATAU WAROK

Share

Bab 18. LEVEL PENDEKAR ATAU WAROK

Author: MN Rohmadi
last update Last Updated: 2025-10-15 22:45:57

Bab 18. LEVEL PENDEKAR ATAU WAROK

Dengan tubuh yang penuh dengan semangat, Jaka Tole segera melangkah keluar dari dalam gua untuk melihat situasi di sekitarnya.

Karena saat ini tubuhnya merasa segar, sehingga kali ini dia ingin menjelajah lebih jauh tempat dia sekarang berada.

Mata Jaka Tole membelalak lebar, ternyata pemandangan di luar gua tetap satu warna yaitu merah. Yang membedakannya hanya warna merahnya, antara merah muda dan merah tua.

Bahkan tanah dan bebatuan di tempat ini juga semuanya berwarna merah, dengan rasa penasaran yang sangat tinggi, Jaka Tole berkeliling di sekitar gua.

Dia tidak berani berjalan terlalu jauh, karena dia khawatir tidak bisa kembali ke dalam gua yang akan dijadikannya sebagai tempat beristirahat.

Jaka Tole berjalan sejauh lima kilometer dari gua, kemudian setelah puas berkeliling dia kembali kedalam gua untuk beristirahat.

Karena merasa bosan dan tidak melakukan apapun, ingatan ilmu silat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sitie khotimah
josgandos akhirnya bisa terbang
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 104. SEPASANG WANITA CANTIK

    Bab 104. SEPASANG WANITA CANTIK Jaka Tole malam ini bisa tidur nyenyak tanpa gangguan wanita yang tidak jelas itu. Jaka Tole tidak tahu kalau wanita yang baru saja dihadapi merupakan seorang peri, alias bukan dari ras manusia seperti dirinya. Keesokan paginya, Jaka Tole melanjutkan perjalanannya setelah menghilangkan rumah tanahnya menjadi tanah biasa. Hingga akhirnya dia memasuki sebuah kota yang cukup ramai, ditempat ini semua orang terlihat asik dengan urusannya masing-masing. “Pak, saya pesan makan dan minumnya,” kata Jaka Tole yang baru saja memasuki sebuah kedai makan. Tak lama kemudian, seorang pria paruh bayar mendekatinya. “Raden mau pesan apa?” kata pemilik kedai dengan sikap hormat. “Beri saya makan spesial yang ada di kedai ini.” “Baik, mohon Raden menunggu sebentar.” Setelah pemilik kedai pergi, Jaka Tole segera duduk dengan santai menunggu pesanannya. Tak lama kemudian masuklah dua orang wanit

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 103. KABUR

    Bab 103. KABUR Pertarungan keduanya berlangsung dengan sengit, mereka berloncatan seperti serangga di atas pucuk dedaunan dan berkelebat laksana bayangan di tengah hutan ini. Sampai sejauh ini belum ada tanda-tanda akan berhenti, yang awalnya pertarungan ini di sekitar air terjun, kini sudah berpindah semakin dalam ke dalam hutan. Untungnya pertarungan mereka tidak ada yang menyaksikannya, sehingga tidak membuat heboh yang melihat. “Dasar gadis gila, sebenarnya apa yang kamu inginkan?” “Saya ingin membunuhmu!” bentak Dewi Anjani sambil terus melancarkan serangan mematikan. Langit yang awalnya di penuhi sinar matahari, perlahan mulai meredup, ketika sang surya mulai pergi ke peraduannya di ufuk barat. Jaka Tole semakin lama semakin heran bercampur kagum dengan kekuatan yang dimiliki gadis gila ini, semua ilmu dan Ajian sudah dikeluarkan, akan tetapi tidak ada satupun ajian yang bisa membuat Dewi Anjani mundur. Tentu saja Jaka Tol

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 102. MANUSIA MESUM

    Bab 102. MANUSIA MESUM “Ini… ini… kenapa tubuhku malah menjadi lebih segar setelah beradu pukulan?” “Siapakah wanita ini?” Di saat Jaka Tole sedang kebingungan serta merasa gembira dengan apa yang terjadi pada tubuhnya, Dewi Anjani malah merasakan hal yang sebaliknya. “Siapakah manusia ini? Kenapa dia bisa menerima pukulanku?” Jaka Tole segera menatap sosok cantik di depannya dengan tatapan tajam, dia juga terkejut melihat kekuatannya. “Nisanak, kenapa kamu menyerangku? Bukankah kita tidak saling kenal? Apakah saya punya salah?” “Kenapa aku menyerangmu? Dasar manusia mesum, apa kamu tidak tahu kesalahanmu atau sengaja pura-pura bodoh?” balas Dewi Anjani dengan wajah memerah menahan amarah sambil menatap Jaka Tole seakan ingin memakannya hidup-hidup. “Tunggu, kenapa kamu menuduh aku manusia mesum? Atas dasar apa anda berkata seperti itu? Sedangkan kita saja tidak saling kenal.” “Dasar manusia mesum, apa kamu belum menyadari kesala

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 101. BERTARUNG DENGAN DEWI ANJANI

    Bab 101. BERTARUNG DENGAN DEWI ANJANI “Kenapa kamu menamparku?” kata Jaka Tole sambil memegangi wajahnya yang memerah. Jaka Tole belum menyadari, kalau sesungguhnya tubuhnya memiliki kekebalan atau daya tahan tubuh yang kuat dan tidak ada orang dan senjata yang bisa melukainya. Dan dia juga terkejut, karena baru kali inilah dia merasakan sebuah tamparan yang cukup keras di wajahnya. Dewi Anjani menatap Jaka Tole dengan tatapan sinis, ekspresi wajahnya sangat jelas memancarkan aura membunuh. “Kamu ini memang manusia yang tidak punya rasa malu, apakah kamu senang melihat wanita mandi?” sindir Dewi Intan sambil mencebikkan bibirnya. Alih-alih malu atau ketakutan dimarahi Dewi Anjani, Jaka Tole malah menatap wajah wanita di depannya dengan pandangan kosong. Entah kenapa, kalbu Jaka Tole seakan diambil oleh wanita yang baru saja menamparnya. Ekspresi wajahnya tampak kosong, entah kenapa dia merasa terhipnotis dengan pesona Dewi Anjani.

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 100. GADIS PERI

    Bab 100. GADIS PERI Jaka Tole yang melanjutkan perjalanannya sama sekali tidak peduli dengan rasa terimakasih, atau apapun yang seharusnya diberikan kesepuluh pendekar itu. Hutan yang dilewati Jaka Tole sangatlah lebat dan luas, dia sudah berjalan seharian, akan tetapi tidak kunjung menemukan sebuah perkampungan penduduk. Sebenarnya bisa saja dia menggunakan ilmu meringankan tubuh, maupun kemampuan terbangnya untuk bisa dengan cepat melewati hutan ini. Akan tetapi Jaka Tole menganggap itu tidak perlu, karena dia tidak sedang terburu-buru. Hingga ketika matahari sudah mulai bergeser kebarat, Jaka Tole menemukan sebuah air terjun yang cukup indah pemandangannya. “Sepertinya bermalam di dekat air terjun ini cukup bagus,” gumam Jaka Tole sambil memandang sekelilingnya untuk mencari tempat yang tepat untuk mendirikan sebuah rumah tanah. Hingga tanpa sengaja sepasang matanya menangkap sebuah penampakan di bawah air terjun. Jaka Tole langsung menguce

  • Lahirnya Legenda Ksatria Abadi   Bab 99. TOMBAK BAMBU RUNCING

    Bab 99. TOMBAK BAMBU RUNCING Sambil tersenyum sepuluh pendekar itu segera mendekati Jaka Tole, meskipun tersenyum akan tetapi mata mereka tampak melirik kearah ikan bakar yang masih ada diatas api unggun. “Maaf Kisanak, apakah Kisanak sendirian saja?” tanya salah satu pendekar yang mempunyai kumis tipis di bawah hidungnya. “Begitulah, sepertinya kalian seorang pendekar?” kata Jaka Tole setelah memperhatikan penampilan sepuluh pria yang datang mendekatinya. “He he he he… kami bukan pendekar, hanya seseorang yang mempunyai sedikit ilmu kanuragan,” jawab pria yang berkumis tipis itu mencoba merendah sebelum melanjutkan perkataannya. “Tadi kami mencium aroma ikan bakar dari dalam hutan, karena itulah kami mendatangi tempat ini.” “Oh… jadi kalian tertarik dengan ikan bakar ini? Kalau begitu silahkan ambil ketiga ikan bakar ini, kebetulan saya sudah kenyang. Tapi sepertinya ketiga ikan ini tidak cukup mengenyangkan untuk kalian semua. Apakah kalian bisa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status