Share

Bab 14

last update publish date: 2026-11-05 19:24:23

Bab 14

"Mas, makasih ya traktirannya." Attaya berkata setelah mobil yang dikendarai Andri memasuki pelataran kafe tempatnya bekerja.

"Aku yang makasih sudah ditemani makan." Andri menjeda ucapannya, dia fokus memarkirkan mobilnya. Setelah terparkir cantik dia melepas sabuk pengaman, namun tidak mematikan mesin.

"Ta, sebelumnya aku minta maaf kalau dianggap tidak tahu diri, atau mengambil kesempatan dalam kesempitan. Tapi menurutku sudah saatnya kamu move on, membuka hati untuk cinta lain." An
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Lavender   Bab 14

    Bab 14"Mas, makasih ya traktirannya." Attaya berkata setelah mobil yang dikendarai Andri memasuki pelataran kafe tempatnya bekerja. "Aku yang makasih sudah ditemani makan." Andri menjeda ucapannya, dia fokus memarkirkan mobilnya. Setelah terparkir cantik dia melepas sabuk pengaman, namun tidak mematikan mesin. "Ta, sebelumnya aku minta maaf kalau dianggap tidak tahu diri, atau mengambil kesempatan dalam kesempitan. Tapi menurutku sudah saatnya kamu move on, membuka hati untuk cinta lain." Andri kembali menjeda kembali menjeda ucapanya. Dia mengambil nafas dan mengumpulkan keberanian."Aku minta sama kamu, agar diijinkan untuk menjadi pria yang menyembuhkan luka hatimu." Saat berkata dia memiringkan badan, agar bisa menatap Attaya lebih dekat. Harusnya di restoran tadi Andri mengungkapkan perasaannya, hal ini sudah dia rencanakan dari lama. Tapi pertengkaran Satria dengan pacar gelapnya, membuat rencana Andri bubar seketika. Sepanjang acara makan tadi mereka hanya ngobrol ringan, s

  • Lavender   Bab 13

    Bab 13Andri baru saja memarkirkan mobilnya di pelataran sebuah resto berkonsep tradisional, yang menawarkan sensasi makan di gazebo yang di bawahnya terdapat kolam ikan emas warna-warni. Dia sengaja memilih tempat ini agar bisa rileks dan ngobrol santai sama Attaya, yang sejak tadi wajahnya terlihat muram. Wanita itu bahkan tidak fokus, dan sering kedapatan melamun saat meeting tadi. "Kita sudah sampai, Ta. Ayo turun." Ucapan Andri membuyarkan lamunan Attaya. Dia mengulas senyum, merasa tak enak pada Andri. "Oh, iya, Mas." Rasa tak enak Attaya makin menjadi, saat menyadari ke mana Andri membawanya. "Mas, kok makannya di sini? Ini, kan, resto mahal. Apa nggak sebaiknya kita cari tempat lain aja?"Andri menggeleng, senyum tipis terulas di bibirnya. "Ini tempat paling cocok untuk makan siang, dan healing tipis-tipis. Ayo, turun." Usai berkata Andri membuka pintu mobil dan keluar, disusul Attaya yang tak mau membuat pria itu menunggu. Dia berlari kecil untuk mengejar langkah lebar Andr

  • Lavender   Bab 12

    Bab 12 "What! Jadi selama ini kamu ditipu mentah-mentah sama boty itu?" Jelas Selin terkejut mendengar penuturan Attaya, tentang mantan suaminya. Yang ternyata seorang LaGiBeTe dan kini tengah mengajukan gugatan hak asuh dan harta gono gini. "Dan anehnya kamu sama sekali nggak nyadar, atau nggak curiga sama sekali, kalau si bang$@t itu belok." "Dimataku semua terlihat wajar, Sel. Nggak ada yang aneh. Dia.... Ya... kayak laki-laki pada umumnya." "Emang bisa berdiri, secara dia itu gak suka sama perempuan." Pipi Attaya memerah mendengar penuturan sahabatnya. Dia yang pernah menikah aja malu membicarakan masalah intim seperti ini, Selin yang masih perawan bisa-bisanya ngomong begituan tanpa saringan. "Kan, sudah aku bilang. Di mataku dia terlihat normal." "Ck! Pinter banget aktingnya. Gayanya sok macho, aku pikir dia jantan beneran, ternyata cuma laki jadi-jadian. Tapi kamu aman, kan? Nggak ada kena penyakit aneh-aneh? Secara dia suka main belakang, mana punya selingkuhan lagi. Apa

  • Lavender   Bab 11

    Bab 11Attaya memijat keningnya yang terasa nyeri akibat ulah mantan suaminya. Dia tak habis pikir dengan kelakuan mantan suaminya itu. Makin ke sini makin ke sana. Makin tak jelas juntrungannya. Satria gampang sekali tersinggung, mirip emak-emak PMS. Perkara diingatkan agar berpenampilan wajar di depan putra semata wayang mereka, berbuntut panggilan sidang dari pengadilan. Pria yang sekarang berpenampilan kemayu itu menggugat hak asuh dan pembagian harta gono-gini.Wanita single parent itu tahu Satria marah, tetapi sama sekali tidak menyangka mantan suaminya akan benar-benar membuktikan ucapannya. Padahal, beberapa saat setelah kejadian ribut dengan Satria waktu itu, dia sudah mengadu kepada mertuanya."Sudah, jangan terlalu dipikirkan. Nanti Ibu akan menasihati Satria. Lagipula, dia itu hanya menggertak kamu. Kalau sampai dia berani macam-macam, Ibu yang menghadapi dia." Begitu kata Bu Ani saat itu. Namun, apa yang terjadi sekarang? Satria tetap mengajukan gugatan. Apa omongan Bu An

  • Lavender   Bab 10

    Bab 10Attaya tak bisa berkata-kata lagi melihat penampilan Satria, ketika menjemput Exel pagi itu. Celana ketat menonjolkan area sensitifnya, dipadu croptop yang memamerkan pusatnya. Satria sudah seperti.... Dia jadi malu sendiri melihat penampakan ayah dari anaknya itu. Sepertinya Attaya harus bicara dengan Satria, agar hal seperti ini tidak terulang lagi. Dia akan memohon pada mantan suaminya agar berpenampilan selayaknya laki-laki normal di depan Exel. "Pagi, Ta.... Exelnya sudah siap?" Ujar Satria seraya nyelonong masuk ke rumah, tanpa menunggu dipersilahkan. Dia merasa punya hak atas rumah yang dia beli dengan hasil keringatnya itu. "Waalaikumsalam, Mas.... Tolong biasakan salam dulu sebelum masuk rumah, biar dicontoh Exel." Attaya mengekor langkah mantan suaminya yang menuju ruang keluarga. Di sana Exel nampak anteng makan biskuit sambil nonton TV. Balita itu nampak bernyanyi riang mengikuti tokoh kartun idolanya. Sama sekali belum menyadari kehadiran papanya. Di sampingnya

  • Lavender   Bab 9

    Bab 9 Ingin tertawa tapi takut dosa, begitulah kira-kira yang dirasakan Attaya saat ini. Alis dibabat habis hingga tinggal garis kecil menyerupai clurit. Eyeliner, dan bibir glosi warna merah muda. Bukan hanya itu, kulit Satria terlihat lebih mulus dan glowing. Terlihat lebih feminim dan ayu. Sungguh bukan Satria yang dia kenal selama ini. Entah kemana sosok jantan dan macho yang pernah Attaya nikahi tiga tahun lalu? Menyadari ekspresi Attaya yang menahan tawa, Satria segera bangkit dari duduknya. Dia berniat pergi dari rumah ini, namun sebelumnya dia berkata, "Besok aku bawa Exel jalan-jalan, sebelum magrib aku akan pulang. Kamu tidak keberatan, kan?" Attaya mengangguk setuju. "Iya, Mas. Tolong jangan dibawa ke apartemenmu, ya? Aku.... Aku..." "Iya, aku tahu. Besok kami hanya jalan-jalan berdua, ke tempat wisata dan arena bermain. Aku pulang dulu," Pamitnya buru-buru, kemudian mehampiri sang Ibu dan mencium punggung tangannya. Sementara pada Attaya dia hanya memberi anggukan.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status