Accueil / Fantasi / Legenda Dewa Pedang / Tiga Murid Gelap Rong Hai

Share

Tiga Murid Gelap Rong Hai

Auteur: Zhu Phi
last update Date de publication: 2026-01-11 12:16:55
Di puncak bukit pasir raksasa, sebuah bayangan tinggi berdiri membisu di bawah matahari gurun yang memerah seperti mata berdarah.

Panas menggulung di udara, membuat cakrawala bergetar seolah dunia sendiri meleleh. Pasir berkilau seperti bara, membakar setiap makhluk yang berani melintas. Namun sosok itu tetap tak bergerak—tegak, sunyi, seakan bukan manusia, melainkan potongan kegelapan yang dipaku ke dunia.

Rong Hai.

Jubah hitamnya berkibar perlahan, bukan karena tertiup angin, melainkan seperti
Zhu Phi

Bab pertama hari ini... Bab Utama : 1/5. Hujan turun dengan deras di tempat Author... bagaimana di tempat kalian?

| 8
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
cerita yg sangat bagus
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Latest chapter

  • Legenda Dewa Pedang    Kembalinya Dewa Pedang

    “Shu Jin!” “Qing Jian!” “Tuan Muda!”Tiga nama berbeda menggema hampir bersamaan—namun semua mata tertuju pada satu sosok yang kini berdiri tenang di tengah aula.Kabut energi yang sebelumnya menekan ruangan perlahan mereda, memperlihatkan wajah yang begitu familiar. Jubahnya berkibar pelan, rambutnya tergerai sedikit berantakan, namun sorot matanya… tajam, dalam, dan membawa wibawa yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.Tanpa banyak kata, ia melangkah maju.Setiap langkahnya mantap, bergema di lantai marmer yang masih dilapisi embun tipis akibat aura dingin sebelumnya.Lalu—duk!Ia berlutut di hadapan Kaisar Gaozong. Kepalanya menunduk dalam.“Hormat, Yang Mulia! Maaf… hamba datang terlambat.”Suaranya rendah, namun penuh kendali.Sejenak hening.Kemudian...“Hahaha!”Tawa Kaisar pecah, menggetarkan suasana tegang yang sejak tadi menyesakkan dada.“Bangunlah!” katanya. Wajahnya kini berseri. “Aku sudah yakin kau akan kembali tepat waktu!”Tatapannya tajam meneliti Shu Jin, seolah ing

  • Legenda Dewa Pedang    Perintah Kaisar

    “Kenapa tidak boleh, Yang Mulia?” Suara Shin Ling terdengar tegas, memecah ketegangan yang menggantung di udara. Tatapannya lurus, tajam, tak gentar. “Bukankah kita semua di sini untuk memberantas pemberontak?”Keberanian Shin Ling agak mengejutkan keempat wanita iblis lainnya.Kaisar bisa saja menghukum mati yang dianggap melawan perintahnya.Di singgasananya, Kaisar Gaozong menarik napas dalam. Cahaya obor memantul di matanya yang mulai dipenuhi bayangan kecemasan.“Aku tidak akan membiarkan nyawa kalian hilang sia-sia… setelah kalian berhasil menyelamatkan Kerajaan Song Selatan,” ucapnya perlahan, namun penuh tekanan.Kata-kata itu ada benarnya dan tak terbantahkanNamun, Yi Xue sudah tak mampu menahan diri. Ia melangkah maju, ujung jubahnya berkibar halus, matanya menyala oleh amarah yang tertahan.“Tapi, kita akan mati di sini jika hanya diam!” balasnya tajam. “Anak buahku sedang bertarung mati-matian di luar sana… menahan pasukan pemberontak agar tidak masuk ke dalam istana!”Seo

  • Legenda Dewa Pedang    Konflik di Istana

    Sementara itu, di pusat Istana Kekaisaran Song Selatan, malam belum sepenuhnya turun, namun aula utama sudah bermandikan cahaya lampu minyak yang bergetar pelan. Bayangan para pejabat dan tamu terhormat menari di dinding berlapis ukiran naga, sementara aroma hidangan mewah masih menggantung di udara—hangat, gurih, namun mulai terasa getir.Di tengah jamuan itu, Kaisar Gaozong duduk tegak di singgasananya. Di hadapannya, lima wanita dengan aura mencolok—Shin Ling, Yi Xue, Liang Mei, Lian Hua, dan Mei Shia—masih menikmati sisa hidangan, meski percakapan mereka telah meredup menjadi bisik-bisik penuh kewaspadaan.Tiba-tiba...BRAK!Pintu aula terbuka kasar. Seorang pengawal istana berlutut dengan napas tersengal, keringat mengalir deras di pelipisnya.“Lapor, Yang Mulia… pasukan Pangeran Ketiga mengepung istana!”Suasana seketika membeku.Sendok perak berhenti di udara. Suara napas terasa lebih berat. Bahkan nyala lampu seolah ikut meredup.Tatapan Kaisar Gaozong menajam, meski wajahnya t

  • Legenda Dewa Pedang    Serangan Jenderal Song Selatan

    WUUUSSSHHH!!!Kilatan dingin golok panjang membelah udara—langsung mengarah ke leher Shu Jin!Mata Shu Jin menyipit.Tubuhnya miring sedikit untuk menghindar tapi...SRET!!!Angin tajam mengenai pipinya, meninggalkan goresan tipis.Darah menetes tapi ia selamat.Kuda perang itu meringkik keras, berputar dengan gesit di udara hancur itu seolah tanah masih utuh. Di atasnya, Jenderal Wei Qinling menatap tajam.Tanpa sepatah kata.Tanpa ragu.Ia menusukkan tombak panjang yang entah kapan sudah berpindah ke tangannya...TUSSSHHH!!!Serangan kedua datang secepat kilat.Shu Jin mengangkat Pedang Dewa Ilahi...TRAAANG!!!Benturan keras mengguncang udara.Gelombang kejut menyapu darah dan debu di sekitar mereka.“Jenderal, tunggu…” Shu Jin membuka suara.WUUUSSHH!!!Tombak itu berputar.Menusuk lagi.Lebih cepat dan mematikan.“Tidak perlu bicara!” suara Wei dingin seperti baja.“Buktikan!”DUAARRR!!!Serangan bertubi-tubi datang tanpa jeda.Tusukan lurus.Sapuan horizontal.Putaran dari atas.

  • Legenda Dewa Pedang    Perang Song Selatan - Seratus Ribu Pasukan Song Selatan

    BOOOOOM!!!Dunia seperti runtuh untuk kesekian kalinya.Tanah sudah lama hancur—yang tersisa hanya kehampaan bergetar, dipenuhi gelombang energi yang saling mencabik.Di pusat kehancuran itu—dua sosok bertabrakan lagi.Shu Jin dan Wanyan Wu Di.TRAAANG!!!Infinity Sword menghantam gelang emas... kali ini bukan sekadar benturan.KRAAAAAAK!!!Suara retakan menggema.Satu gelang emas pecah oleh kekuatan Infinity Sword.Fragmennya beterbangan, berubah menjadi serpihan cahaya yang memudar di udara.Mata Wanyan Wu Di membelalak.Namun, belum sempat bereaksi, Shu Jin sudah masuk lebih dalam.Matanya dingin.Tanpa ragu dan belas kasihan.Infinity Sword memanjang lalu berubah menjadi badai bilah tak terbatas.SRET! SRET! SRET!Serangan datang dari segala arah tanpa batas.Wanyan bertahan.Gelang-gelang emasnya berputar gila untuk bertahan dan menyerang.Tapi semua itu terlambat.SRET!!!Satu tebasan menembus pertahanan.Dada Wanyan tercabik.Kabut darah memenuhi udara.Ia mundur tapi Shu Jin ti

  • Legenda Dewa Pedang    Perang Song Selatan – Tabib Seribu Wajah dan Harimau Hitam

    Angin gurun mengamuk.Bukan lagi sekadar badai yang berputar tanpa arah—melainkan kegilaan yang lahir dari dua kehendak yang saling menolak untuk tunduk. Udara bergetar, berat, panas, dan tajam. Pasir beterbangan liar, menampar wajah, mengiris kulit seperti ribuan bilah halus.DUUUUM!!!Sisa benturan terakhir masih menggulung medan perang. Gelombang kejut merayap di atas tanah, menghantam apa pun yang berdiri terlalu lama di satu tempat. Butiran pasir berubah menjadi hujan pisau yang menyambar tanpa ampun.Di tengah kekacauan itu...Aylin Qara berdiri tegak.Pedangnya masih terangkat, bilahnya berkilau merah keemasan, memantulkan badai yang ia kendalikan. Rambutnya berkibar liar, matanya menyala—tajam, hidup, dan haus akan pertarungan.Di seberangnya...Wanyan Qianmian tersenyum.Namun kali ini… ada sesuatu yang berbeda.Napasnya sedikit lebih berat. Dada naik turun lebih dalam. Senyumnya masih ada—tapi tidak lagi santai seperti sebelumnya.“Menarik…” gumamnya pelan.Suaranya hampir te

  • Legenda Dewa Pedang    Setan Racun Neraka

    Langkah Setan Racun Neraka itu nyaris tanpa suara.Setiap pijakan Tang Hau—Hue-Tok-Kui—jatuh dengan ketenangan yang mengerikan, seolah Oasis Hitam bukan medan pertempuran, melainkan halaman rumahnya sendiri. Api racun kehijauan menyelimuti tubuhnya seperti jubah hidup, berdenyut pelan, menyebarkan p

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-27
  • Legenda Dewa Pedang    Tapak Racun Neraka

    Api di dasar kawah belum sepenuhnya padam. Bara merah menyala di antara pasir yang menghitam, berdenyut pelan—seperti jantung makhluk purba yang masih hidup di perut bumi.Pasir bergetar dengan kencang.Bukan oleh angin gurun yang juga bertiup kencang.Bukan oleh panasnya matahari gurun.Melainkan…

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-27
  • Legenda Dewa Pedang    Duel Cultivator Pedang

    Badai pasir meraung seperti raksasa yang kehilangan kewarasan. Langit di atas Gurun Gobi memutar warna merah kehitaman, seolah ada darah yang tercampur di dalam anginnya. Kilat tipis menyambar di balik gumpalan awan debu, memantulkan cahaya kusam yang membuat gurun terlihat seperti ruang antara hid

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-27
  • Legenda Dewa Pedang    Mendapatkan Golok Pembunuh Iblis

    Langit masih belum pulih dari amukan badai gurun.Butiran pasir terus melayang seperti abu dunia yang hancur, berputar di antara kilat yang sekarat dan awan yang terbelah. Di tepi kawah raksasa yang menganga, Shu Jin dan Guo Xiang berdiri saling berhadapan. Angin membawa bau darah, logam terbakar, d

    last updateDernière mise à jour : 2026-03-27
Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status