Home / Fantasi / Legenda Tongkat Semesta Bagian 2 / Bab 60 Samhu Sang Raja Raksasa

Share

Bab 60 Samhu Sang Raja Raksasa

Author: Pujangga
last update publish date: 2026-03-17 19:52:36

Jaya Angkara dan 19 pilar lain masih bertarung sengit melawan para komandan tempur pasukan dewa kegelapan.

Sementara para ketua bertarung melawan pemimpin kelompok pembunuh yang jumlahnya mencapai 40 orang.

Tidak jauh dari sana ada Batara Sangga Dara bersama ketua Jalidra, Tantula, Ki Kekes, ketua Sona, dan para ketua perguruan lain yang ikut membela Sekte Pedang Kahuripan sedang berusaha menahan pasukan musuh agar tidak mendekati pagoda.

Mereka awalnya dibantu oleh 10.000 pendekar sekte dan pa
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 322 Sosok Dewa Kegelapan

    Lintang, Arga, dan Galuh bertarung secara terpisah. Ayah dan anak itu masing-masing melawan sekitar 120 panglima.Arga bertarung secara kejam menggunakan berbagai teknik milik raja kegelapan.Sementara Lintang bertarung dan membunuh secara halus dengan kekuatan cahayanya.Sedangkan Galuh, dia bertarung seperti orang gila yang haus akan darah dan kematian.Siapa pun yang berhadapan dengannya akan langsung memucat tidak mau membayangkan entah akan seperti apa nasibnya.Tidak peduli panglima, prajurit atau apa pun mereka, Galuh akan selalu mematahkan tulang-tulang tubuhnya, mencabut tulang punggunya, mencungkil mata, bahkan merenggut jantung musuh secara paksa dengan tangannya sendiri.Jika Arga dan Nayaka adalah petarung yang kejam, maka Galuh jauh lebih kejam dari keduanya.Dia terkadang menjilati darah musuh dengan mata berbinar seperti benar-benar sedang akan memangsa mereka.Tatapan mata penuh hasrat serta seringai tipis-nya terlihat begitu keji seakan menggambarkan bahwa betapa rin

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 321 Kematian Siluman Babun

    Selesai melakukan pertempuran besar bersama pasukan monster, Kelenting Sari yang merasakan firasat buruk akan keselamatan putri Asmara dan Mutiara Sendayu langsung bergegas menyusulnya masuk ke dalam wilayah reruntuhan istana.Terlebih dia juga merasakan berbagai guncangan besar pada daratan pertanda keduanya sedang melakukan pertarungan tingkat tinggi.Dan saat Kelenting Sari menoleh ke arah Mayang, gadis itu ternyata telah menghilang tanpa memberitahunya, membuat Kelenting Sari semakin yakin bahwa Mutiara Sendayu dan Putri Asmara tengah dalam bahaya.Tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk, Dia segera melesat masuk ke dalam reruntuhan.Melihat Kelenting Sari masuk, Atmarani dan Larasati juga mengikutinya dari belakang. Sedangkan Anantari waktu itu baru saja keluar dari dunia ilusi.“Sari, Lara, Rani?” gumam Anantari sembari menyipitkan mata menatap lekat menuju arah pergi ketiganya.“Langlang, tolong pulihkan dulu para bidadari yang terluka. Setelah itu susul aku ke dalam reruntuhan,

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 320 Pilar Penjaga

    Terdapat 8 pilar yang penjaga dewa kegelapan, Mereka terdiri dari berbagai macam mahluk.Mulai dari siluman, iblis, dan para monster. Sedangkan kemampuan bertarung para pilar setara dengan Kenaka. Siluman anjing pemimpin perang besar di alam dewa.Dan mahluk buas di hadapan putri Asmara sekarang merupakan salah satu dari mereka. Sehingga nasib kedua gadis itu benar-benar dalam bahaya.“Hahaha, ternyata kau tahu siapa aku,” sosok silumam Babun kembali tertawa.Pendengarannya begitu sangat sensitif sehingga mampu menyimak perbincangan putri Asmara.“Tentu saja aku tahu, kalian adalah sampah semesta yang akan kubersihkan,” ujar putri Asmara.Kali ini dia menanggapi siluman itu karena kesal mendengar tawanya.“Sampah katamu? Hahaha, jika aku sampah. Lantas apa julukan untuk ayahmu? Bukankah dia juga sama kejam dan haus kekuasaan seperti kami,” tawa silumam Babun semakin menjadi membuat putri Asmara tidak kuasa menahan amarahnya.Terlebih setelah mendengar penghinaan terhadap ayahnya, sehi

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 319 Kesatria Taya

    Sebagai mahluk buas mereka tentu memiliki insting yang baik dalam menyadari bahaya.Sehingga saat mendengar teriakan Anantari, semua pasukan monster segera berlesatan menjauh.Dan benar saja, sesaat setelah teriakan tersebut tiba-tiba muncul pusaran badai putih di atas langit, pusaran itu berputar cepat memancarkan aura kematian yang sangat kuat.Tidak lama dari itu, dari dalam pusaran keluar sesosok lelaki gagah yang seluruh tubuhnya berwarna putih.Dari mulai rambut, kulit, mata, pakaian, bahkan pedang yang lelaki itu gunakan pun sama-sama memancarkan cahaya putih.Dia memiliki badan kekar setinggi 30 meter dengan energi sangat kuat dari alam keabadian.“Apa-apaan mahluk itu?” umpat salah satu panglima pasukan monster dengan mata terbelalak lebar tidak percaya.“Kemungkinan itu hanya ilusi,” ujar panglima lain menanggapi.“Apa kau bercanda? Sedari tadi serangan gadis sundel itu bukan ilusi,” bantah panglima tadi.“Dunia ini memang ilusi, tapi semua bentuk serangan serta pertahananny

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 318 Anantari vs 300 ribu pasukan Monster

    Jika Galuh, Lintang, Arga dan Dewi Rembulan berperang secara langsung, maka rombongan Kelenting Sari dan Larasati tengah menyelinap sunyi turun ke alam Bungusan.Mereka membawa 2000 pasukan bidadari sebagai pengawalan. Selain itu, ada juga Mayang yang bertugas menjaga keselamatan mereka.“Diajeng?” tanya putri Asmara kepada Mutiara Sendayu karena lokasi pasukan Alam Bungusan yang tersegel ternyata dijaga ketat oleh monster kuat.Tempat itu berupa reruntuhan konu bekas istana kerajaan Bungusan, dimana dahulu saat perang besar berlangsung, semua rakyat Bungusan sedang berlindung di wilayan istana.Begitu juga dengan para pasukan kerajaan, mereka mempertaruhkan nyawa menjaga rakyat.Sehingga ketika Dewa Kegelapan menggunakan jurus terkutuk Caruk Manunggal, seluruh pasukan yang ada di sana pun ikut tersegel menjadi patung batu.Sebagai putri tunggal dari kerajaan Bungusan, Mutiara Sendayu tentu tahu jalan-jalan rahasia menuju reruntuhan istananya.Namun siapa sangka, wilayah tersebut tern

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 317 Sosok Gusti Putri

    Udara di pulau melayang begitu berat dan menekan, sementara di setiap sudut wilayahnya terdapat aura kematian yang mencekam seolah pulau itu baru saja datang dari Neraka.Di sebuah ruangan tertutup yang dingin dan lembab, terdapat sesosok wanita muda yang sedang bertapa. Namun bukan pertapaan biasa karena posisinya tidak duduk, melainkan berdiri terlentang mayang di udara dengan tubuh di tembus 8 rantai merah menyala seperti seorang tahanan.Rantai tersebut datang dari berbagai arah, dua di antaranya menusuk telapak tangan sang wanita hingga tembus ke pusat Jantung. Dua lagi menusuk telapak kaki yang juga menembus tulang hingga ke jantung.Sedangkan 4 rantai tersisa terdapat di depan dada dan punggungnya.Semua rantai merah itu berpusat pada Jantung si wanita, membuat dia tidak bisa bergerak atau melawan.Berbeda dengan sosok wanita pada umumnya, wujud wanita tersebut begitu sangat mengerikan.Memiliki rambut hitam panjang tergerai dengan separuh wajah bersisik seperti sisik trenggili

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 221 Teknik Gabungan

    Kenaka memang kaget mendapati 4 juta pasukannya tewas di tangan pasukan Arga yang hanya berjumlah 230 ribu saja.Dia tahu dirinya telah melakukan kesalahan besar, tapi saat ini kehormatannya sebagai pemimpin sedang dipertaruhkan.Meski Burisrawa terus memperingati, Kenaka tidak mau mendengarnya. Di

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 220 Kemenangan Pertama

    Panglima Kamali tewas lebih dulu di tangan Zufu, dia tewas tanpa jasad setelah menerima serangan penghancur bayang dari pedang pusaka semesta berwarna biru.“Cuh! Menyedihkan,” Zufu meludah kesal.Dia kesal karena lawannya ternyata tidak sesakti yang dirinya kira, padahal Kamali adalah salah satu p

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 217 Penguasa Yang Tersisa

    “Dasar bocah sialan!” umpat si Cepot di dalam hati.Dia tidak berani mengumpat Nayaka keras karena bocah itu pasti marah mendengarnya.“Hahaha, tidak boleh Nak. Anak ayam itu kakak seperguruan ayahmu, panggil dia paman Batara,” prabu Dewangga tertawa.“Yaka tidak mau! Dari kemarin suaranya jelek se

  • Legenda Tongkat Semesta Bagian 2   Bab 216 Waktu Alam

    Malam hari di dasar Samudra selatan, Madu Lanang telah bersiap akan berangkat menuju istana.Dia sudah tidak sabar ingin segera bertemu dengan Maha Prabu Dewangga Prabaskara Wardana yang tiada lain adalah kakek dari Lintang.Tadi sore si Cepot bercerita banyak tentang keluarga Galuh, membuat Madu L

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status