Compartilhar

Bab 33 Curiga

Autor: Jackie Boyz
last update Data de publicação: 2026-04-04 14:58:02

“Pak, eemmmhh, Paaak, ampun, ouhhh,”

“Ampun? Beneran nggak mau nambah?” Darto mendorong langkah kaki Yuyun masuk ke dalam kamar Devan. Kamar tersebut kosong karena Devan tidur bersama Lili dan Aldi. Tanpa ragu Darto segera menarik lepas gaun satin Yuyun lalu membawa tubuh ramping itu menuju ke ranjang. Yuyun sendiri memilih telentang dan pasrah saat Darto kembali menggenjot sampai ranjang di dalam kamarnya ikut berderak-derak.

“Ah, ah, ah, Pak, ah, ah, ah, oukh, ahhh, Pak,
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 80 Rayuan Susanti

    “Halo, Mi? Tumben telepon? Ada apa Mi?” Tanya Devan dari seberang sana. Pria itu terlihat bingung, dia sama sekali tidak mengerti apa alasan Amina menghubungi dirinya kali ini. Devan kira Amina ingin dirinya kembali ke toko untuk bekerja.Sarinten masih berdiri di sana, wanita itu menunggu Devan menyelesaikan percakapan bersama Amina di seberang sana.“Salah pencet, Dev.” Sahut Amina dari seberang sana lalu segera memutuskan panggilan tersebut.Devan menggaruk kepalanya sendiri sambil menatap layar ponselnya dengan tatapan bingung, lalu menatap ke arah Sarinten yang kini masih berdiri di seberang mejanya.“Kenapa Ten? Mau bicara sama Mami?” Tanyanya.“Nggak, Mas. Mas Devan sama Nyonya anu?”Devan tidak mengerti maksud pertanyaan Sarinten. “Anu apanya? Nggak jelas kalau anu.”“Itu, ada kedekatan tersendiri.”“Ya, biasa saja sih, dia kan istrinya Bapak.”Sarinten hanya manggut-manggut lalu bergegas pergi meninggalkan ruang makan menuju ke dapur. Wan

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 79 Permintaan Rangga

    Yuyun mengkerut, dia mendongak menatap Rangga dengan tatapan memelas. Jelas sekali pria itu sedang marah pada dirinya karena dirinya sudah sok mengatur dan menasehati. Rangga langsung menekan kedua bahu Yuyun turun sampai wanita itu berjongkok tepat di bawah kakinya.“Kocok dan jilat!” Perintahnya pada Yuyun seraya mengeluarkan kejantanannya dari dalam baju piyama yang dia kenakan.Yuyun dengan patuh segera melumat dan mengurut kejantanan Rangga keluar masuk dari dalam mulutnya. Sesekali Yuyun memainkan sisi bawah tonggak yang sudah mengeras itu. Menambahkan liurnya dan menekan masuk ke dalam rongga dalam mulutnya.“Akhh, oukhh, terus Yun, oukhh, kamu paling lihai dalam masalah ini, ouhhh, Yun! Oukhh enak banget Yun! Oukhh!” Rangga menjambak rambut Yuyun dia menggerakkan kepala Yuyun ke belakang dan ke depan untuk mengocok organ intimnya dengan cepat, sampai Rangga tiba pada klimaksnya. Rangga memuntahkan cairannya pada wajah Yuyun.“Arghhhh Yuuun, oukhhh puas sekali

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 78 Perdebatan

    Yuyun menggelengkan kepalanya. “Nggak mungkin Mas! Devan nggak tahu aku pergi ke hotel ini, dia itu pemalas dan nggak sudi ngurusi kerjaan aku.” Serunya sambil memeluk kedua bahu Rangga, “Mas, ayo genjot lagi, aku aoukh, nggak tahan!” Lanjut Yuyun pada Rangga. Rangga menurutinya pria itu kembali menggenjot liang intim Yuyun. Baru sepuluh kali ayunan bokongnya pintu kembali diketuk dari luar. “Siapa sih?! Rese amat! Nggak lihat aku lagi nikmati pepek kamu apa!?” Tukas Rangga dengan wajah kesal seakan itu ditujukan pada Yuyun. Yuyun hanya menghela napas, “ya sudah, aku lihat dulu siapa yang datang. Mas ngumpet saja di kolong!” Omel Yuyun dengan nada tidak senang. “Bednya nggak ada kolongnya Yuuuunn!” “Ya sudah, ke kamar mandi!” “Dingin! Nggak sudi aku!” “La terus? Mas pengen kita ketahuan berduaan genjotan ah uh di dalam kamar?”Aktivitas panas berubah menjadi perdebatan. Yuyun dan Rangga segera memisahka

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 77 Tubuh Ibu tiri yang montok

    Devan tetap berdiri di sana, dan dia tidak tahu Amina sedang berjalan menuju ke arahnya yang kini sedang mengintip di celah pintu kamar Sarinten! “Dev?” Amina menyentuh bahu Devan. “Astaga setan!” Sahut Devan sambil terduduk lemas di lantai. “Aku Mami! Mamiii! Tega kamu panggil aku setan.” “Itu muka Mami hitam!” “Masker ini! Aku pakai rumput laut dari Jeju! Enak saja setan, itu mata kamu kenapa? Pakai masker juga?” “Bukan, tadi nabrak pintu depan, Mi. Jadi memar. Mami ngapain ke sini?” “Nyari Sarinten aku suruh itu beresin meja makan. Tadi katanya mau diberesin, sekarang malah ngilang orangnya! Ke kamarnya? Ada di dalam?” Amina bersiap menerobos ke dalam, Devan langsung menghalanginya. “Mi, tolongin aku Mi. Ini kompresin mataku!” Rayunya sambil menyeret lengan Amina menuju ke ruang makan. Tentu saja Amina setuju, wanita itu l

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 76 Desahan di kamar pelayan

    “Mas, aku belum selesai ngomong! Mas bisa jual jasa juga!” kejar Wati pada Devan. Gadis itu ikut berjalan masuk ke dalam rumah.Sarinten sudah selesai menata baju Devan dan Yuyun, wanita itu kini berdiri di samping Darto di sebelah meja makan. Tepat di sebelah kanan Darto ada Amina yang sedang menikmati makan malamnya. Tangan kiri Darto meraba-raba selangkangan Sarinten, terlihat jelas Sarinten berdiri di sana dengan posisi tubuh goyang ke kanan dan kiri.Wati berhenti mengejar Devan karena Devan duduk di karpet menonton televisi. Wati memilih berbalik dan kembali keluar dari dalam ruangan utama.“Pak, eemm, nggak tahan aku.” Bisik Sarinten pada telinga Darto sambil mengelus lengan Darto di dalam dasternya.Amina tidak memperhatikan, ditambah suara tayangan televisi yang kini dinyalakan Devan di ruangan tengah, beceknya suara liang intim Sarinten semakin tidak terdengar.Amina sudah kenyang menikmati makan malamnya. Wanita itu bergegas berdiri dari kursinya. Spon

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 75 Salah sasaran

    Wati ke luar rumah, begitu menginjakkan kakinya di pintu ruangan utama kedua matanya langsung bertemu tatap dengan Anto! Pria yang pagi ini mengobrak-abrik tubuhnya!“Wati?” Tegur Anto sambil bersiap mendekat ke arah Wati.Wati menatap Anto sambil menggigit bibir bawahnya, gadis itu sekarang hanya memakai baju singlet dengan tali kecil di belakang tengkuknya serta hot pants. Seksi, ramping, dan cantik dengan rambut lurus sepanjang bahu.Wati mendengar langkah kaki Devan dari belakang, gadis itu buru-buru mengibaskan tangannya agar Anto kembali duduk di atas dipan dan tidak berjalan menuju ke arah dirinya.Dasar Anto yang tidak paham malah berjalan cepat, dan saat melihat bayangan Devan Anto buru-buru melompat ke dipan langsung rebah telentang.Wati menahan tawanya melihat Anto menahan nyeri pada lututnya. Gadis itu duduk di kursi sambil menahan perutnya karena lelah tertawa.Devan menyusul Wati ke beranda depan rumah. Adiknya tersebut sedang duduk sendirian d

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status