Beranda / Romansa / Lika-liku Cinta Terlarang / Bab 65 Rencana Rangga

Share

Bab 65 Rencana Rangga

Penulis: Jackie Boyz
last update Tanggal publikasi: 2026-04-30 15:18:18

“Ngelindur kamu? Aku itu mana paham jadi tukang parkir? Lawong naik motorku sendiri saja sering nyeruduk tukang becak. Aku nggak begitu paham dengan rambu-rambu pinggir jalan itu.”

Wati merasa bingung, gadis itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Apa sih hubungannya tukang parkir sama rambu-rambu, Mas? Mas Devan ini nggak nyambung! Mas mabuk gara-gara nyium pepeknya Mami?” Tanyanya seraya menatap wajah Devan dengan cermat.

“Sudah! Nggak usah dibahas! Nanti Bapak dengar dikira aku
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 72 Asem

    Darto menarik celana dalam Sarinten ke samping menggunakan tangan kirinya sementara tangan kanannya dia gunakan untuk mengelus organ intim berbulu milik Sarinten. Baru beberapa kali usapan Darto merasakan jemari tangannya sudah banjir dan basah penuh lendir.“Becek sekali Ten, mau aku genjot sekarang? Mumpun sepi Ten.” Darto menarik Sarinten agar berdiri menghadap padanya. Sarinten buru-buru mematikan kompor, bibir pelayan dan majikan itu saling melumat satu sama lain. Darto menarik turun celana dalam Sarinten lalu mengikat ujung daster Sarinten agar tinggal di atas pinggang wanita itu. Setelah itu dia menaikan satu kaki Sarinten sambil mendorong masuk tongkatnya yang sudah mengeras.“Oukhhh, Ten agak susah!” Keluh Darto karena kejantanannya gagal memasuki liang intim Sarinten dan malah meleset ke depan kadang ke samping.“Sebentar Pak,” Sarinten menyandarkan punggungnya pada meja dapur sembari menumpukan satu kakinya di atas kursi. “Ayo Pak, sekarang! Genjot aku Pak! Ak

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 71 Aku Ndak mau

    Santi langsung menarik tangannya dari pinggang Devan, dia enggan melayani Devan jika Devan meminta sepanjang malam.Devan sendiri terkejut lantaran sikap Santi mendadak berubah drastis. “Kenapa San? Apa aku salah ngomong?” Tanya Devan pada Santi. Devan segera bangun dari posisi tidurnya. Santi lebih dulu bangun dan sekarang sudah memakai bajunya kembali.“Ya salah Mas! Masa mau sepanjang malam? Aku ya ndak bisa to! Aku besok harus kerja! Harus ke peternakan! Kalau ndak kerja aku makan apa Mas?” Ketus Santi dengan bibir cemberut.Devan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia merasa bersalah karena tidak mengetahui seperti apa kondisi Santi. Serta Santi yang tadinya terlihat sangat mengaguminya mendadak berubah drastis.“Maaf, San. Jangan marah ya? Aku akan pulang setelah ini. Aku pakai baju dulu!” Devan dengan tergesa-gesa segera memakai bajunya.Santi malah melengos ke arah lain, gadis itu duduk memeluk kedua lututnya dan tidak peduli dengan ucapan Devan barusa

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 70 Desahan di rumah kos

    Puas menghisap kedua bukit kembar Santi, Devan beralih berjongkok di depan rok Santi.“Mas Devan? Mau ngapain? Mas, jangan!” Tolaknya saat Devan menarik turun celana dalam yang membalut organ intim Santi. Devan menatap organ intim Santi yang ditumbuhi oleh bulu lebat tersebut. Kedua buah dada Santi juga masih terekspos di luar kaos akibat ulah Devan barusan. Devan menatap penampilan Santi yang sekarang, kulit Santi yang putih itu, terlihat sangat menggairahkan. Tubuh Santi juga lebih sekal dan padat jika dibandingkan dengan tubuh Mita yang kurus, keceng, kerempeng. Devan menyeruak bibir liang intim Santi, pria itu mengelusnya hingga cairan kewanitaan Santi membasahi jemarinya.“Ouhhh, Mas, jangan, ouhhh, ampun, Mas.” Santi merintih sambil memegangi dinding di sebelahnya. Kedua kakinya terasa lemas sejak Devan menghisap kedua bukit kembar miliknya. Kini Santi sungguh ingin dipuaskan oleh Devan.“Basah banget San,” Devan kembali berdiri lalu melumat bibir Santi seraya teru

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 69 Mulusnya Susanti

    “Loh, Ten, kok kamu? Karyawan yang biasa ngantar ke sini mana? Kan ada banyak di sana. Lindar, Narti, Santi, terus siapa lagi itu, banyak di sana!” Serunya pada Sarinten seolah dia enggan menerima makanan dari pelayan rumahnya itu.“Bapak kenapa? Biasanya di rumah juga aku yang layani. Ini tumben malah protes? Ya sudah Rinten bawa balik ke belakang ya? Nanti aku suruh Narti yang antar ini ke Bapak.” Ujarnya seraya membawa rantang tersebut kembali.“Gimana to! Ya jangan! Aku sudah kelaparan! Sudah bawa sini!” Darto mengambil rantang tersebut dari genggaman tangan Sarinten lalu segera menyantap makan siangnya.Sarinten berniat kembali ke ruangan di mana karyawan sedang berkumpul. Baru memutar badan Darto segera memanggilnya.“Ten! Masuk! Malah pergi! Mau ke mana buru-buru?” Tanya Darto padanya.“Mau merapikan barang-barang Pak, seperti biasa aku bawa balik ke rumah.” Ujarnya.“Jadi aku makan sendirian?”“Iya, Pak. Bapak mau Rinten temani?” Tawarnya karena b

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 68 Ya kamu, masa sapi?!

    ***Di sisi lain, Darto sudah berada di peternakan. Pria itu menatap laporan hasil penjualan susu dan daging yang dijual hari ini dari peternakan miliknya. Hatinya merasa tidak tenang. Dia pikir Yuyun akan datang ke peternakan seperti pesan darinya beberapa hari lalu pada Yuyun. Malahan pagi ini Yuyun memilih mengabaikan dirinya di kursi meja makan.“Kapan kira-kira Yuyun mau menerimaku seperti beberapa hari lalu? Belakangan ini meski aku memaksa dan dia mau melayaniku itu pun dia lakukan karena terpaksa. Rasanya nggak enak! Aku mau Yuyun yang meminta seperti saat pertama kali aku sentuh tubuhnya.” Gumam Darto pada dirinya sendiri.Di kandang, Narti dan Samsudin sedang bekerja, kebetulan mereka berada di kandang yang sama. Nardi juga ada di sana ikut membersihkan kotoran sapi bersama Samsudin.“Sudah semuanya San?” Tanya Narti pada Santi.“Iya Mbak, sudah semuanya.” Santi memeriksa tabung susu yang mereka bawa dalam kereta dorong. Semuanya sudah terisi penuh.

  • Lika-liku Cinta Terlarang   Bab 67 Desahan di jalan sepi

    "Aku senang kamu puas Yun, nanti malam aku sentuh lagi, kangen aku dengar rintihan nikmat kamu, sama lihat tubuh telanjang kamu yang menggeliat di atas ranjang. Seksi dan menggairahkan Yun, bikin aku on terus. Nggak sabar pengen hisap selangkangan kamu lagi!" Ujarnya sambil meremas-remas buah kembar pada dada Yuyun.Yuyun mengaitkan kedua kakinya di belakang pinggang Rangga. "Iya Mas, aku mau." Sahutnya patuh.***Di sisi lain, Amina sedang dalam perjalanan menuju ke toko. Anto melihat ke arah spion untuk melihat Amina yang kini duduk di kursi belakang. Amina melamun, wanita itu sibuk memikirkan Devan. Kejantanan Devan lemas saat dia tengah menggenjotnya dengan penuh nafsu. Amina tidak mengerti kenapa Devan tidak bisa dipakai olehnya lagi.Anto menegur Amina karena cemas, pikirnya Amina belum puas saat dia genjot di dalam kamar pagi ini."Bu? Ibu mikirin apa? Apa pelayanan dari ku pagi ini kurang memuaskan?" Tanyanya pada Amina."Ngomong apa sih kamu To?" Ami

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status