Share

LMD Bab 14

Author: NesalHappy
last update publish date: 2025-02-02 21:00:57

"Bee...!!!" Reno berseru dan menghampiriku, lihatlah wajah gantengnya dan senyuman ramahnya, siapa yang menyangka bahwa dia memiliki niat terselubung padaku.  Sedang Zee dan Fina mendengus di sampingku. Saat ini kami sedang berkumpul di halaman yang cukup luas di sebuah bumi perkemahan, bis antar fakultas berangkat secara terpisah, fakultas teknik sepertinya berangkat setengah jam lebih lambat dari fakultasku.

"Semoga kita nanti satu kelompok ya bee." Ucapnya yang me

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Liontin Merah Delima   LMD Bab 19

    Sejujurnya aku sedang menghindari Reno, sejujurnya aku tidak tahu harus bersikap seperti apa terhadap Reno. Antara kecewa karena ia begitu saja menyerahkanku pada cowok lain, ah bahkan melemparkanku pada banyak cowok tapi, di sisi lain ini adalah hal yang telah aku putuskan sendiri. Ini adalah keputusanku. Memiliki pengalaman dengan banyak cowok sekaligus.Tapi, setidaknya ia bisakan bertanya padaku sebagai basa-basi terlebih dulu? Tapi walaupun ia berbicara padaku pun, mana mungkin aku mengiyakan secara gamblang, sebagai cewek gengsi ku terlalu tinggi untuk itu. Lalu, yang paling membuatku ilfeel dengannya adalah, permainannya dalam proses kami bersenggama. Dia benar-benar buruk. Terlebih, bagaimana bisa ia menyudahi permainan tanpa memperdulikan kepuasanku?Ah lupakan, toh sebentar lagi aku akan memutuskannya. Tapi, seingatku hubungan kami tidak bisa di sebut hubungan pacaran. Kami tidak memiliki status itu.Hingga mat

  • Liontin Merah Delima   LMD Bab 18

    "Kalau kakak nanti malam tidak ikut, bolehkah..." Aku langsung duduk di pangkuan nya. Mengalungkan tanganku pada lehernya yang kokoh, menciumnya dengan ganas. Dan syukurnya adalah kak Roby menyambut semua perbuatan ku itu dengan antusias.Kami berciuman dengan sangat buas, lidah saking melilit. Kaos yang tadinya bisa menutupi setengah pahaku kini tersingkap. Membuat bibir vaginaku terbelai oleh angin padang berbunga. "Eghhmmm..." Desahan tertahan kami menggema diantara ladang bunga lavender ini.Kami terus melumat dan meraba, berhenti hanya untuk mengisi ulang oksigen di paru-paru kami lalu melumat dan menghisap kembali. Dengan tubuh tegapnya kak Roby menggendongku, tanganku semakin erat berkalung padanya. Aku di sandarkan nya pada sebuah pohon dekat bangku, kakiku pun masih terkait pada pinggangnya.Karena beban tubuhku yang digendongnya kini terbagi pada pohon, tangan kirinya yang bebas mulai menyapa gund

  • Liontin Merah Delima   LMD Bab 17

    Mataku terbuka, perlahan retina ku menangkap cahaya. Rasa lelah dan puas ku rasakan disaat bersamaan. Masih malas untuk bergerak, terlebih hanya menemukan satu kaos besar yang menutupi hingga pahaku. Hanya itu, hanya itu yang melekat ditubuh ku. Udara dingin berhembus, menyapa vagina ku yang tak tertutup apa-apa."Sudah bangun?" Kak Roby masuk ke dalam tenda."Untung saja tubuhmu mungil." Katanya melihatku, mungkin lebih tepatnya melihat kaos besar yang sedang melekat pada diriku. Mungkin miliknya. Tapi, bagaimana bisa ia menyebutku mungil dengan dada ukuran 36B dan pantat ku yang membulat?"Terimakasih." Kataku, -terimakasih atas nikmat yang telah ia berikan dan terimakasih atas kaosnya-. Aku berusaha untuk bangun."Mmm..." Gumannya sambil membantuku untuk duduk. Ah, bukan guman, tapi itu jawaban atas kata terimakasihku."Mau mandi?" Tawarnya singkat. Aku mengangguk, bagaimanapu

  • Liontin Merah Delima   LMD Bab 16

    "Diamlah!" Aku mencengkram kerahnya. Kepalaku yang pusing karena klimaksku yang tertunda semakin pusing karena ocehannya itu. "Kak... Ahh... Kak Roby.. Hmm.. Benar hh... Benar... Mauhhh membantu hh... Dilla?" Tanyaku dan dia mengangguk, masih dengan menatap lurus mataku. Membuatku bingung apakah cowok ini baik ataukah sama saja dengan yang lain? Aku akan mengetahuinya setelah ini."Lepasss... Hh.. Pakaianmuhh... " Rasa ingin segera tertuntaskan itu membuatku sulit berkata."Tapi..." Aku segera menubruk tubuhnya hingga terjengkang kebelakang. Aku benar-benar menginginkan kak Roby sekarang. Aku menindihnya dengan tubuh telanjangku dan menciumnya secara brutal. Bibirnya kenyal dan caranya memagut bibitku terasa menyenangkan, lembut namun penuh hasrat kelelakian. Tubuh tegapnya yang aku grayangi semakin membuatku bergairah.Pagutan kami terpisah karena aku meloloskan kaos yang ia kenakan. Sama seperti Reno, tubuh kak Roby be

  • Liontin Merah Delima   LMD Bab 15

    Suara jangkrik mengisi kesunyian malam ini, selepas maghrib kami membuat api unggun, tidak besar hanya sebagai penghangat kami di luar. Oh sebenarnya yang ku sebut kami itu, aku tak termasuk ke dalamnya, karena aku hanya ongkang-ongkang kaki. Seperti ratu lebah yang dilayani oleh para pekerjanya. Layaknya ratu lebah, selayaknya Reno selalu memanggilku. Sedikit banyak kami saling mengobrol, kecuali kak Roby yang sedari diam. Hingga jam tujuh, aku memutuskan untuk masuk ke dalam tenda."Kamu nggak sakit kan queen bee?" Tanya Reno yang menyusulku masuk ke dalam tenda."Aku sehat kok." Jawabku."Eh ini, minum biar anget." Katanya memberiku segelas air yang berwarna putih keruh. Seperti legen."Apa ini Ren?" Tanyaku yang menerima gelas itu."Legen, kak Yona yang bawa. Katanya buat anget-anget, dari pada minuman keras mending legen. Lebih enak, apalagi legen tuban." Jelas Reno&

  • Liontin Merah Delima   LMD Bab 14

    "Bee...!!!" Reno berseru dan menghampiriku, lihatlah wajah gantengnya dan senyuman ramahnya, siapa yang menyangka bahwa dia memiliki niat terselubung padaku. Sedang Zee dan Fina mendengus di sampingku. Saat ini kami sedang berkumpul di halaman yang cukup luas di sebuah bumi perkemahan, bis antar fakultas berangkat secara terpisah, fakultas teknik sepertinya berangkat setengah jam lebih lambat dari fakultasku."Semoga kita nanti satu kelompok ya bee." Ucapnya yang menunjukkan senyum ramahnya. Kalau orang lain yang melihat, aku yakin mereka pasti mengira bahwa perasaannya tulus padaku, sayangnya itu semua hanyalah topeng kamuflase. Tentu saja aku hanya memberikan senyumku, senyum terbaikku. Memang hanya dia yang bisa berkamuflase.'NGIIINNGGG..' Suarana dengungan sirene dari pengeras suara terdengar di telinga kami, membuat kamii mahasiswa baru yang berjumlah sekitat 100 mahasiswa langsung berkumpul pada sumber suara. Kak Mayo, ket

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status