Share

Bab 8

last update Last Updated: 2025-07-05 15:48:27

Selesai mengisi perutnya hingga kenyang, Aizar melanjutkan perjalanan dengan menyeberang jalan demi mendapatkan angkutan umum untuk pergi ke bagian utara kota.

Setelah melintas zebra cross, Aizar menunggu kendaraan di pinggir jalan seorang diri. Setelah beberapa menit, tidak jauh darinya ada sebuah taksi datang memberhentikan seorang penumpang wanita. Aizar pun berjalan menuju ke arah taksi itu untuk menaikinya. Namun, baru beberapa langkah ia berjalan tiba-tiba wanita itu menjerit minta tolong saat ada seorang lelaki coba menarik tas dari pundaknya hingga terjadi saling tarik menarik beberapa saat, sampai akhirnya wanita itu jatuh dan sempat terseret di atas aspal.

“Tolong... jambrettt...!” teriak wanita itu meminta bantuan.

Refleks Aizar yang melihat kejadian itu di depan matanya, segera mengejar si pencuri untuk menyelamatkan tas milik si wanita yang telah dibawa kabur.

“Berhenti...!” teriak Aizar dengan gesit berlari di antara pertokoan yang sudah tutup malam itu. Sampai akhirnya,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Liontin Pemikat Hasrat   Bab 175

    Keesokan pagi Aizar memberitahu mamanya bermaksud menelepon Kek Pram di Singapore, “Semalam Mama sudah menelepon kakek dan nenekmu, mereka baik-baik saja di sana,” ucap Cempaka. “Apa kamu ingin membicarakan urusan pekerjaan dengan kakekmu, Nak?” tanyanya.“Tidak sih, Mah, aku hanya ingin memastikan berapa lama Kakek di sana, untuk menyesuaikan dengan pekerjaanku,” jelas Aizar.“Semalam Kek Pram bilang ingin menambah waktu cutinya, tapi tidak tahu berapa hari. Mungkin sebulan mereka di sana. Biarlah, Nak, jangan ganggu kakekmu dengan urusan pekerjaan, biarkan kakek dan nenekmu menikmati liburannya.”Mendengar ucapan Cempaka, Aizar mengurungkan niat menelepon Kek Pram, ia memang harus fokus pada tugas yang sudah diberikan padanya, agar saat kakeknya pulang ia sudah berhasil menyelesaikan semuanya, terutama proyek penggantian prototype barang elektronik yang sedang dalam proses, ia akan memastikan proyek itu selesai saat Kek Pram kembali dari liburannya.Ketika Aizar sarapan ditemani mam

  • Liontin Pemikat Hasrat   Bab 174

    “Hmm…, boleh nonton bareng, Rio?” ucap Aizar yang baru saja bangkit dari tempat duduknya.“Oh, shit…!” gumam Satrio amat terkejut menyadari Aizar sudah berdiri mendekatinya. “Maaf ya, Pak…” ucapnya sambil menutup bagian bawahnya dengan kedua telapak tangan. “Santai saja, Rio… aku juga bisa merasakan gimana tersiksanya kalau hasrat kita pada wanita tidak kesampaian. Daripada pusing mending dikeluarkan sendiri,” ungkap Aizar sambil tersenyum..“I-iya, Pak… ini semua gara-gara Mirah yang tadi tidak jadi aku ajak bersenang-senang.”“Sama aku juga, Rio, rencananya kita mau bersenang-senang di club malah ada Om Sony di sana, jadi gagal semua yang sudah kita rencanakan. Tapi tidak apa-apa, Rio, gantinya kita nonton film dewasa saja.” “Silakan, Pak, Bapak saja yang menonton,” ucap Satrio coba bangun dari tempat duduknya yang berada tepat di depan komputer.“Eh, jangan, Rio… duduk saja, kita nikmati bersama-sama film bagus ini, ini film yang tadi aku tonton juga kan?” Aizar pun mengambil kur

  • Liontin Pemikat Hasrat   Bab 173

    “Ayo sini…” panggil Mirah pada Satrio yang masih berdiri dengan bagian bawahnya sudah menegang sempurna. Satrio sudah tidak bisa menahan dirinya lagi, ia berjalan perlahan mendekati Mirah sambil mengarahkan bagian bawah tubuhnya pada pangkal paha wanita yang terbaring dengan pasrah itu. “Bersiaplah…” batinnya saat akan menusuk tubuh Mirah.Tok…tok… tok…! tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, Mirah dan Satrio refleks menghentikan aksinya yang baru saja akan dimulai, keduanya bergegas mengenakan pakaian yang tergeletak di lantai. “Kamu tunggu di sini saja,” ucap Mirah pada Satrio saat ia akan menemui orang yang datang. “Ada apa ya?” tanya Mirah pada kedua lelaki berpakaian seragam yang datang.“Mana lelaki yang tadi bikin kekacauan itu?” tanya salah satu lelaki bertubuh tinggi dan kekar itu. “Dia sudah pergi, memangnya kenapa?” “Jangan lindungi dia. Perlu kamu tahu ya, baru saja dia mengganggu salah satu pengunjung PIV,” jelas si petugas.Mendengar masalah yang sedang terjadi pa

  • Liontin Pemikat Hasrat   Bab 172

    Di dalam bar yang sepi pengunjung, Aizar menunggu Satrio yang pastinya sedang bersenang-senang di dalam Red Night Club, ia kembali meneguk minuman hingga kepalanya terasa mulai pusing. Tidak berapa lama menunggu, tampak Satrio keluar dari RNC, ia tampak kebingungan, lalu berjalan mendekati mobil Aizar yang masih terparkir di sana. Melihat Satrio datang Aizar keluar dari bar lalu mendekatinya, “Rio, kenapa cepat sekali keluarnya?” tanya Aizar menyapa Satrio.“Lho, aku cari-cari Pak Aizar, kenapa tiba-tiba menghilang dari kamar?” jawab Satrio.“Ayolah, masuk, nanti aku ceritakan di dalam,” ucap Aizar lalu menyerahkan kunci mobil menyuruh Satrio yang memandu karena kepalanya mulai pusing setelah meneguk beberapa gelas minuman saat di bar.Setelah mobil melaju di jalan raya yang sepi, Aizar mulai menceritakan perihal Sony yang dilihatnya bersama seorang wanita masuk ke dalam private room, “Aku terpaksa pergi karena ingin menangkap basah suami mamaku itu, tapi rupanya dia sudah mengetahu

  • Liontin Pemikat Hasrat   Bab 171

    Setelah masuk ke dalam kamar mandi, Aizar mencari celah untuk kabur meninggalkan kamar itu. Akhirnya, ia menemukan jalan keluar melalui jendela, lalu pergi menyelinap ke dalam ruang karyawan yang kebetulan sekali sedang tidak ada siapa-siapa di sana. Di dinding Aizar melihat ada beberapa seragam petugas sedang tergantung. Ia pun langsung berpikir untuk melakukan penyamaran dengan menggunakan salah satu dari baju seragam berwarna merah itu. Tidak lupa ia mengenakan makser yang biasa digunakan penjaga keamanan untuk melengkapi penyamarannya.Sret! Sret!Dengan cepat Aizar sudah mengganti pakaian, lalu ia bergegas masuk ke dalam lorong menuju kamar private yang disewa Sony. Di dalam sana, dia pasti sedang bersenang-senang bersama selingkuhannya, batin Aizar sambil tetus berjalan dengan tergesa.“Hei, Bro… mau kemana kamu?” Jantung Aizar berdebar, saat ia berpapasan dengan salah seorang petugas bertubuh tegap yang berseragam sama dengannya. Aizar pun hanya menunjukan jari ke arah sebuah

  • Liontin Pemikat Hasrat   Bab 170

    “Permisi, Pak…!” tiba-tiba pelayan yang tadi menemaniku datang menghampiri para petugas keamanan. “Bapak-bapak dia tamuku, tolong lepaskan dia,”pintanya.“Kalau dia bikin onar lagi bagaimana?” tegas salah seorang petugas keamanan coba menegasi Mirah.“Tenang saja, aku jamin tidak akan terjadi lagi. Iya kan, Pak?”Aizar pun terpaksa mengangguk demi menghargai upaya Mirah yang ingin membelanya dari para petugas keamanan itu.“Beritahu padanya jangan bikin keributan di sini. Kalau sekali lagi bikin onar terpaksa kami harus mengeluarkannya,” ucap si petugas, lalu mereka pun bersedia melepaskan Aizar.“Ayo, Pak, kita masuk ke kamar, teman Bapak sudah menunggu,” ajak Mirah sambil menggandeng lengan Aizar untuk kembali ke kamarnya. Tentu saja Aizar tidak ingin mengecewakan pelayan yang sudah baik hati menolongnya, maka ia pun memilih masuk ke dalam kamar bersamanya. Di dalam kamar yang setara dengan suite room hotel bintang lima itu, semua interiornya berwarna serba merah. Mulai dari cat di

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status