Beranda / Romansa / Luapan Gairah Panas Ayahmu / Bab 86. Setenang Itu. 

Share

Bab 86. Setenang Itu. 

Penulis: Ucing Ucay
last update Terakhir Diperbarui: 2025-10-02 18:31:52

Gadis itu menyembulkan kepala dengan rambut yang masih berantakan, beberapa helai menempel di wajah. Matanya sipit karena baru bangun, tapi senyumnya lebar penuh energi khas pagi.

“Papa masak, lho. Jarang banget. Kamu harus coba, enak pasti!” katanya, menambahkan dengan semangat. Ada rasa bangga terselip dalam suaranya, seperti seorang anak kecil yang ingin memamerkan mainan baru.

Kata “Papa” menancap begitu keras di telinga Alesha, membuat seluruh tubuhnya menegang. Seketika wajah Rayhan melintas di pikirannya—bukan wajah seorang ayah yang sedang menyiapkan sarapan, melainkan wajah yang semalam begitu dekat, begitu intim dengannya.

Ia merasakan sensasi panas menjalar dari pipi ke telinga, lalu turun ke leher. Seolah tubuhnya sendiri menolak untuk bersikap normal. Tolonglah, jangan ketahuan …

Alesha menarik napas dalam, menelan kegugupan yang menumpuk di tenggorokannya. Ia tahu, wajahnya pasti sedikit merah. Tapi untung cahaya pagi yang masuk dari tirai tidak terlalu terang.

Dengan se
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 368. (++) Hormon Ibu Hamil.

    ​“Ohhh … Sayang …,” desah Rayhan, tangannya hanya memeluk erat pinggang Alesha, memberikan dukungan.​Alesha memiringkan kepalanya, menghirup aroma Rayhan yang bercampur dengan keringat gairah mereka sebelumnya. Ia menciumi setiap inci kulit Rayhan, seolah menandai kepemilikan, seolah setiap ciuman adalah sumpah yang mengikat.​Alesha melepaskan ciumannya dan kembali ke bibir Rayhan. Kali ini, ciuman itu adalah badai yang penuh gairah, kekalutan, dan air mata yang tidak tumpah. Ia mencium Rayhan seolah ini adalah ciuman terakhir sebelum Arif berhasil memisahkan mereka.​Tubuh mereka menempel erat, keringat mulai membasahi kulit mereka lagi di tengah suhu kamar yang dingin. Rayhan membalikkan Alesha dengan lembut, mengambil alih kendali agar posisi mereka lebih aman dan nyaman untuk janin.​Napas Alesha memburu, lebih cepat dan lebih putus asa dari ronde pertama. Ia merasakan desakan fisik yang luar biasa, sebuah kombinasi hormon dan ketakutan akan kehilangan.​"Ray ... Eughhh ... Aku

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 367. (++) Sampai Pada Puncaknya.

    ​"Ku milikku, Alesha. Hanya milikku. Selamanya …," desis Rayhan, suaranya berat dan serak.​“Ohhh … Ya … Aku tahu … Aku tahu … Hmmmm .…”​"Katakan kamu mencintaiku .…"​"Aku mencintaimu, Ray! Eughhh … Aku mencintaimu! Jangan berhenti!"​Rayhan menahan pinggul Alesha, memosisikan diri untuk klimaks. Mereka berdua mencapai titik puncak bersamaan, ledakan hasrat yang menggetarkan seluruh tubuh mereka.​Alesha menjerit panjang, sebuah perpaduan antara kesenangan dan pelepasan semua ketakutan dan rasa bersalah yang ia rasakan. Semua energi emosional negatifnya terlepas dalam gelombang kebahagiaan yang dahsyat.​Rayhan menjatuhkan kepalanya di leher Alesha. Nafasnya terengah-engah, tubuhnya gemetar karena kelelahan emosional. Ia telah mengosongkan dirinya di dalam Alesha, meninggalkan semua kekalutan di luar kamar. Ia telah memenangkan pertempuran kecil ini.​Rayhan menahan diri di tempatnya sejenak, napasnya beradu dengan napas Alesha yang masih tersengal-sengal. Ia menunggu, memastikan i

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 366. (++) Memenuhi Permintaan Alesha. 

    ​Rayhan menanggapi permintaan Alesha dengan kecepatan yang jarang ia tunjukkan. Ia melepas kancing kemejanya dengan kasar, membiarkan kain itu jatuh ke lantai. Rayhan ingin menanggalkan semua identitasnya—dokter, profesor, menantu tiri yang dihormati—dan hanya menjadi kekasihnya.​Tangannya kini fokus pada tubuh Alesha. Dengan lembut, ia menyingkirkan blazer rumah sakit dan pakaian atas Alesha. Rayhan menatap Alesha, tubuhnya yang kini telanjang di bawah cahaya remang-remang, lekuk tubuhnya yang mulai berubah karena kehamilan, menjadi pemandangan paling indah dan rapuh yang pernah ia lihat. Rayhan mencium setiap inci kulitnya, sebuah pernyataan bahwa kehamilan itu adalah berkat, bukan aib.​Alesha mendesah panjang saat Rayhan mencium lehernya, turun ke bahunya, dan berhenti di dadanya. Ia merasakan Rayhan memuja tubuhnya, memuja kehidupan yang ada di dalamnya.​“Ahhh … Rayhan …,” panggil Alesha, suaranya serak. Ia mengangkat pinggulnya, mendesak Rayhan untuk menghilangkan batas terakh

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 365. (++) Gairah di Tengah Pelarian. 

    ​Keheningan yang menyelimuti kamar suite VVIP itu jauh lebih memekakkan daripada teriakan dan ancaman yang terjadi sebelumnya. Keheningan itu adalah suara dari kehancuran—suara karier Rayhan yang hancur, suara hati Alesha yang dilanda rasa bersalah yang tak tertahankan, dan suara ancaman Arif yang menunggu di luar.​Alesha berbaring di ranjang, memeluk perutnya yang sedikit lebih berisi. Ia merasa lemah dan rapuh, tetapi tatapannya kini dipenuhi tekad yang sama gilanya dengan tekad Rayhan saat memutuskan untuk mengundurkan diri. Pengorbanan Rayhan—kehilangan segalanya demi dirinya—telah menjadi beban yang tak tertahankan di pundaknya, sebuah utang yang ia rasakan hanya bisa dibayar dengan kepemilikan total.​Malam telah larut. Laura sudah pamit pulang, berjanji akan kembali di pagi hari untuk menghadapi Arif. Ia memastikan dua bodyguard Arif di luar pintu tidak mencurigai apa pun, memberikan mereka ilusi keamanan.​Rayhan kembali ke sisi ranjang Alesha. Lampu utama sudah dimatikan, ha

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 364. (++) Pelampiasan Rasa. 

    Sentuhan itu perlahan berubah. Revan membalikkan tubuh Zira, menatapnya, dan menghapus air mata di pipinya. Ia mencium Zira, ciuman awal yang lembut, seperti air yang mengalir menenangkan, membiarkan bibir mereka saling menjelajah tanpa menuntut apa pun, sekadar berbagi nafas. Ciuman itu adalah janji, bukan gairah.​Namun, ketegangan yang terakumulasi di dalam diri Zira, rasa takut akan kehancuran Ayahnya, dan konflik batinnya yang rumit, menuntut pelepasan yang lebih kuat. Ciuman itu segera menjadi liar, didorong oleh kebutuhan emosional. Zira menarik Revan lebih dekat, tubuh mereka menempel, seolah mencoba menyatu dan mengabaikan dunia yang mengancam di luar jendela. Napas mereka berpadu, terengah-engah dan panas, pelepasan dari semua tekanan.​Revan merespons dengan intensitas yang sama. Ia tahu, ini bukan hanya hasrat fisik, ini adalah teriakan jiwa Zira yang meminta kebebasan dan perlindungan. Zira menciumnya dengan kasar, menuntut, ia meremas kemeja Revan dengan kuat, menarikny

  • Luapan Gairah Panas Ayahmu   Bab 363. Strategi Rayhan.

    Rayhan mengangguk. "Itu sudah ada di pikiranku, Sayang. Laura setuju. Tapi kamu harus pulih dulu. Aku tidak akan menikahimu dalam keadaan lemah.""Aku akan pulih. Aku akan kuat," balas Alesha. "Tapi kita harus pergi dari rumah sakit ini dan menikah sebelum Ayahku berhasil memblokirku secara hukum. Dia akan menggunakan surat pengunduran dirimu untuk membuktikan kamu tidak stabil."Rayhan kini dihadapkan pada tantangan besar. Ia harus menyusun strategi untuk menikah di tengah pengejaran Arif, tanpa karier, dan dengan aset yang terancam diblokir Livia. Ia beranjak, mengambil napas dalam-dalam. "Baiklah. Ini bukan lagi tentang medis. Ini tentang strategi."Rayhan menghubungi pengacaranya. Suaranya kembali ke mode profesional yang dingin dan tajam, berbeda dengan kehangatan yang ia tunjukkan pada Alesha. Ia memberikan instruksi tegas: "Segera daftarkan gugatan balik terhadap Livia atas pencemaran nama baik. Siapkan semua dokumen yang diperlukan untuk pernikahan kilat di luar negeri, di tem

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status