Share

BAB 16

Author: Svara Laksmi
last update publish date: 2026-03-21 07:12:32

Semakin malam, suasana semakin hidup. Lagu berikutnya dimulai dengan tempo yang sedikit lebih cepat. Beberapa meja mulai ikut mengangguk mengikuti beat. Tawa terdengar lebih lepas. Obrolan semakin cair.

Malam perlahan berubah.

“Nah, ini yang gue tunggu,” ujar salah satu dari mereka, menoleh pada Mila, “Malam ini open stagenya keren, Mil.”

Mila mengangguk sambil tersenyum.

“Biasanya jam segini mulai rame,” timpal yang lain, mencoba melibatkan Mila.

“Pemanasan

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Luka Mila   BAB 24

    Gue kangen, Mil.Selama 4 hari, Mila terus memutar kalimat itu di benaknya. Berusaha merasa apakah dirinya juga kangen? Mila masih belum bisa mengerti apa yang diinginkan Riven. Tubuhnya? Jelas bukan. Perhatiannya? Apa yang bisa dia kasih? Sepertinya juga Riven bukan orang yang tanpa kesibukan. Lingkungannya juga bukan yang tanpa lawan jenis. Mila yakin banyak penggemarnya yang rela antri untuk berada di sisi pria itu.Mila menatap langit-langit kamarnya. Hari ini Mila libur. Hari ini juga Riven kembali dari Lombok. Dia berjanji pada pria itu akan menjemputnya di bandara.Jam masih menunjukkan angka 08.01. Masih banyak waktu sampai Mila harus berada di sana.Ponsel di meja samping kasurnya bergetar. Dengan malas, Mila meraihnya dan membuka pesan masuk.Mil, siang ini lo ikut gue.Hans.Mila mengumpat dalam hati. Kenapa harus sekarang sih? Tapi Mila sedikit banyak sudah menduga, Hans pasti tau jadwal Mila.Keni

  • Luka Mila   BAB 23

    Siang itu, Mila membuka ponselnya yang bergetar. Pesan dari Toni yang menginfokan dirinya off dua hari. Mila tahu, Hans yang melakukannya.Di bawah nama Toni, nama itu hadir. Pesan yang terakhir Mila baca.Lo jaga diri ya. See you soon.Mila menghela napas dalam-dalam. Seolah itu bisa menekan rasa bersalahnya. Yang sedetik kemudian, Mila tercekat. Bersalah? Kenapa harus merasa bersalah?Sambil kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas, Mila pun melanjutkan langkahnya. Siang itu dia sedang menuju tempat makan dimana dia janji bertemu dengan Tiara. Sahabatnya.Tiara sudah duduk di meja pojok. Rambut keritingnya yang panjang terurai indah. Matanya langsung bersinar ketika melihat Mila.“Cantik amat lo, Tir,” sapa Mila tulus.Tiara hanya tersenyum lebar sambil menyodorkan buku menu. “Ngga usah gombal, cepet pesen Mil.”Setelah mereka memesan makanan, obrolanpun semakin mengalir hangat. Dari

  • Luka Mila   BAB 22

    Tentu saja Mila akan ke sana.Apartemen Hans masih sama. Meskipun ada yang berubah, tapi rasanya masih sama. Aroma ruangan dari parfum pria itu, samar menggantung seolah menyambut kedatangannya. Lampu-lampu temaram yang membuat suasana semakin intim. Mila selalu suka cara tempat itu membuatnya seolah kembali.Hans membuka lemari koleksi minumannya serta mengambil dua gelas kosong. Menatap Mila sambil mengisi gelas-gelas berisi es batu di depannya.“Lo keliatan banyak pikiran, Mil” komentar Hans sambil mendorong gelas ke arah Mila.Mila tersenyum dan mengambil gelasnya. Tapi tidak langsung meminumnya.“Lo udah kayak peramal yang ada di pensi anak SMA,” jawab Mila sambil mengangkat gelas di tangannya.Hans tergelak lalu meneguk minuman miliknya. Berjalan ke arah balkon yang diikuti oleh Mila. Pemandangan lampu-lampu kota berkelip disertai semilir angin malam menerpa wajah mereka.“Toni aman kan?” tany

  • Luka Mila   BAB 21

    “Tapi jangan jauhin gue cuma karena lo pikir gue nggak akan ngerti kondisi lo, Mil.”Mila mendengus pelan setiap kalimat itu kembali terputar di kepalanya. Setelah berhari-hari mengendap, emosinya baru muncul. Apa iya pria itu akan ngerti? Akan menerima? Apa Riven tahu apa yang dihadapinya?Mila merasa emosinya kembali naik. Kenapa baru sekarang dia merasa bodoh karena terpojok dengan ucapan pria itu?Lo ngga tau apa yang udah gue lewati untuk sampai di titik ini, Riv.Rasanya Mila ingin mengatakan kalimat itu di depan mukanya. Tapi baru sekarang kalimat itu membuncah dalam benaknya.Mila menatap ponselnya. Dia ingat hari ini jadwal Riven pergi ke Lombok untuk pekerjaannya. Pasti ada Astri. Mila kembali mendengus. Wanita itu juga agak aneh, umpatnya, ngapain harus bilang segala macam ketika di café itu.Tapi jarinya sudah menari-nari di atas keyboard ponselnya.Have a

  • Luka Mila   BAB 20

    Riven masih terpaku. Namun dengan cepat pria itu menutupinya dengan mengembalikan kipas di tangannya pada Astri. Dia tidak mau membuat keributan.“Gue pesan kopi dulu yah,” kata Riven pada Mila, nadanya sedikit dingin. Tapi Mila tidak menyadarinya. “Lo mau?”Mila mengangguk.Astri melirik Mila ketika Riven beranjak dan pergi untuk memesan kopi. Mila pura-pura tidak menyadarinya namun Astri mencondongkan tubuhnya ke Mila.“Biasanya kalau dia bawa cewek ke sini… nggak yang kayak lo.”Sendok di tangan Mila berhenti tepat di udara. Pelan-pelan, Mila menoleh.“Kayak gue gimana?” tanyanya dengan nada sesantai yang dia bisa.Astri mengangkat bahu, tidak langsung menjawab. Kipas yang tadi dipakai Riven, dikibaskan pelan.“Vibes lo.. beda,” kata Astri. Tepat sebelum Riven datang. Astri kembali menegakkan tubuhnya.Riven tidak duduk langsung. Dia berdiri di samping

  • Luka Mila   BAB 19

    Mila tahu dia tidak bisa selalu berada di balik alasan “takut merepotkan” karena sudah jelas Riven berkata dia tidak masalah kalaupun direpotkan oleh Mila.Tapi semalam, Mila tidak mengabarkan pria itu jelas bukan karena takut merepotkan. Namun lebih ke memilih mengabaikannya dan tidak memberi kabar pada Riven.Menjelang sore, ketika tubuhnya sudah kembali normal, Mila kembali menatap layar ponselnya. Bimbang antara mengirim pesan atau membiarkannya. Jemarinya mengetik pelan, ragu.Gue off. Jam berapa lo nyanyi?Mila menekan tombol kirim sebelum pikirannya berubah. Tak lama, pesan itu berbalas.Jam 7. Gue jemput jam 5?Mila menghela napas dalam-dalam. Jam masih menuju angka 3. Sebenarnya masih ada waktu. Namun hatinya ragu. Haruskah ia mencari alasan. Berbohong di atas kebohongan. Mila mengetik balasannya.Ok. See you.***Warung Jeki di akhir minggu selalu ramai. Begitu juga sore i

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status