Share

Bab 2

Author: Dian Wahyu
last update publish date: 2026-01-21 14:34:53

Clara tidak percaya dengan ini, namun pakaiannya dengan yang terjadi di masa lalu sangatlah mirip. 

Namun, ia segera bersikap lebih tegas meskipun bingung, "Tanggal berapa sekarang?"

"Ini tanggal 20 Februari tahun 20XX dan kau mengajakku mendaftarkan pernikahan," jelas Erick yang juga heran karena Clara terlihat kebingungan.

Wanita itu langsung membuka pintu mobil dan melihat area sekitarnya, tak lupa mencubit lengannya sendiri dan sedetik kemudian dirinya menyadari satu hal.

Ini bukan mimpi, ia kembali ke masa lalu, masa di mana belum ada janji suci pernikahannya bersama Erick. Artinya, ia bisa mengubah keadaan dan tidak menikah dengan pria ini.

Kemudian, Clara menutup mulutnya dan matanya mulai berair. Ia tidak akan mati sia-sia karena kebodohannya sendiri yang memaksakan diri membuat Erick menikahinya, apalagi pria ini juga terlihat tidak mencintainya.

"Ayo!" Erick menggandeng wanitanya daripada membuang waktu, meskipun terpaksa dan dirinya akan terjerat seumur hidup.

Digandeng sedikit kasar, Clara rasakan dadanya berdegup kencang dan jika dirinya tidak mengambil langkah hari ini, maka takdir akan menyiksanya di kemudian hari.

Hal itu tidak boleh terjadi. Clara yang sudah diberikan kesempatan untuk kembali memperbaiki semuanya lantas menghentikan langkahnya ketika kini keduanya berada di depan pintu utama kantor catatan sipil.

"Hentikan!" ujarnya seraya melepaskan tautan tangan dan memberikan sikap tegas.

Erick yang menerima sikap tegas Clara lantas mengerutkan keningnya, "Kenapa lagi? Kau mau merajuk?"

Seolah Clara tahu bahwa semenjak awal Erick memang malas menanggapi sikap manja dalam dirinya, ia segera mengambil keputusan dengan cepat.

Kemudian, Clara mundur selangkah dan memberi jarak karena dirinya tidak mau mengulangi takdir bengis yang menghampirinya, "Kita batalkan saja pernikahan ini!"

Pria itu terkejut mendengarnya. Baru beberapa saat yang lalu Clara memaksanya untuk kemari, sekarang wanita ini bertindak sesuka hati dan ingin membatalkannya.

"Kau mau membatalkannya?"

Kembali Erick yang tidak paham. Semuanya sangat tiba-tiba, bahkan pria itu juga menyadari bahwa Clara terlihat jauh lebih labil dibandingkan sebelumnya.

Melihat ekspresi Erick yang terheran-heran dengan sikapnya, Clara menjawab, "Ya. Aku merasa bahwa kita tidak cocok."

Benar-benar berbeda dengan sikap Clara beberapa saat yang lalu, padahal kekasihnya ini akan marah jika tidak dituruti. Mana mungkin semuanya berubah hanya karena wanita tersebut baru bangun tidur.

"Aku tidak mengerti maksudmu, Clara. Kau sendiri yang memintaku untuk datang hari ini dan mendaftarkan pernikahan kita, tapi kau sendiri juga ingin membatalkannya. Apa maumu?"

Mendapatkan kalimat seperti itu, Clara tidak perlu berpikir panjang untuk menjawabnya. Dirinya harus segera mengambil keputusan untuk mengubah hidupnya, masalah tentang kakeknya akan ia pikirkan ulang nanti saja.

"Aku juga sudah memikirkannya tentang hubungan kita ke depannya. Mari jalani semuanya masing-masing dan kuharap tidak ada satu masalah pun yang tersisa di antara kita!" jelasnya lagi.

Clara yakin tidak salah mengambil langkah karena ini menyangkut dengan kehidupannya. Lagi pula, siapa yang ingin mati konyol hanya karena cinta? 

Setelah mengatakan itu, Clara melanjutkan, "Kurasa kita memang tidak berjodoh dan kau bisa menjalani hidupmu tanpa paksaan dariku ataupun Kakek."

Merasa dipermainkan oleh Clara, Erick menahan wanita itu dan menunjukkan wajah tidak terima, "Apa maksudnya?"

Wanita tersebut melepaskan tangan Erick dari lengannya dan menarik napas, "Kita akhiri saja!"

"Clara!" Erick terlihat marah, nada bicaranya meninggi karena kekasihnya terlihat tidak mau berdebat.

"Bukannya kau sendiri yang tidak mau menikah denganku? Aku mengabulkannya sesuai permintaanmu. Lalu, apa gunanya kau marah sekarang?" Clara membalasnya dengan nada bicara yang lebih tinggi.

Erick bukannya tidak mau hubungan mereka berakhir, namun ia masih membutuhkan jasa Clara tentang jenjang kariernya karena wanita ini memenuhi kriteria dalam menjalankan bisnis.

"Kenapa putus? Kita masih bisa menjalin hubungan dan membicarakan tanggal pernikahan lain kali," ujarnya lagi.

Kini Clara malah bingung. Seharusnya Erick senang karena ia telah memutuskan hubungan, tetapi, kenapa pria ini ingin bertahan?

"Kita putus saja!" Clara yang sudah bertekad langsung membalikkan tubuhnya dan berjalan cepat meninggalkan pria itu.

"Clara!"

Melangkah gesit ke arah jalanan, ia akan  menghentikan taksi dan pulang sendiri. Sayangnya, Erick masih mengejarnya dan mencoba meminta penjelasan.

"Clara, tunggu!"

Tidak fokus melihat jalanan, kebetulan tempat pemberhentian khusus taksi berada di seberang. Kakinya melangkah, namun sebuah mobil tiba-tiba datang ke arahnya hingga membuat matanya melebar dan langkahnya terkunci karena terkejut.

CKIIIT!

Nyaris tertabrak, Clara memandang ke arah mobil tersebut dan muncullah dua pria yang menghampirinya. Dalam hati, ia bersyukur karena tidak mati konyol di hari yang sama.

"Anda tak apa, Nona?"

Matanya terbelalak bukan main ketika tahu siapa orang yang menanyakan keadaannya, "Azael?"

"Clara?"

Tidak berjumpa selama bertahun-tahun, namun keduanya masih saling mengingat dan akhirnya pria itu menghampirinya dengan wajah khawatir, "Kau tidak apa-apa?"

Belum sempat menjawabnya, sosok Erick muncul dan pria itu sedikit terengah, bahkan suaranya terdengar keras seperti hendak menyalahkan Clara, "Apa kau cari mati?!"

Mendengar pertanyaan penuh kekesalan itu, Clara langsung berlindung di balik punggung kokoh Azael sembari berbisik, "Bisakah kau mengantarku pulang dan membantuku lepas dari Erick?"

Bingung setelah mendengarnya, namun, Azael tidak merasa keberatan sehingga dirinya mengangguk, "Tentu."

Mata Azael menatap ke arah pria tadi, menyadari bahwa dirinya juga mengenal sosok di depannya setelah mengamatinya, "Erick, apa kabar?"

Sama-sama terkejut, Erick balas memandangnya, "Azael?"

***

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 399 - TAMAT

    Setahun setelah kabar meninggalnya Erick dan juga disusul oleh Aretha, semuanya nampak berjalan seperti biasa dan pasangan suami istri itu sama sekali tidak memikirkan hal-hal yang masih berhubungan dengan masa lalu. Di pinggir pantai saat sore hari di mana matahari mulai terbenam membuat keduanya bisa menikmati suasana yang begitu hangat dan menjadikan perasaan itu jauh lebih baik. "Sudah setahun semenjak hari itu, apa kau telah merasa lega?"Pertanyaan dari suaminya lantas membuat Clara menganggukkan kepalanya, "Ya. Aku sangat lega."Tidak ada yang harus mereka khawatirkan, tentunya hidup jauh lebih baik dan kini perusahaan berjalan seperti biasa dengan banyak pencapaian yang mereka lakukan berdua. Nyatanya takdir itu benar-benar bisa diperbaiki setelah sang wanita bangun dan mengubah semuanya. Azael mengajak wanita itu untuk berdansa dengan pelan, kaki telanjang mereka disapu oleh ombak yang membuat keduanya merasa jauh lebih hangat. Senyuman itu menjadi hiasan utama hingga sang

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 398

    Dipindahkan ke ruangan khusus setelah mengetahui fakta bahwa Erick dinyatakan meninggal karena perbuatan yang telah dilakukan oleh Aretha.Wanita itu sama sekali tidak merasa bersalah dan bahkan dirinya tertawa ketika kedua polisi membawanya dengan tangan yang diborgol, ditambah lagi penuntutan yang dilakukan oleh Edo semakin memberatkan hukumannya. Namun, lagi-lagi Aretha sama sekali tidak takut dan wanita itu justru menantang hal apapun yang ada di depannya. "Orang yang telah kau bunuh akan dimakamkan hari ini. Apa sekarang kau merasa bersalah atas seluruh hal yang terjadi?"Ketika pertanyaan itu mendatangi Aretha, wanita tersebut sama sekali tidak merasa bersalah dan dirinya kemudian berkata, "Dunia tidak bisa menghukum kesalahannya, biarkan saya saja yang melakukan hal itu."Awalnya pihak kepolisian juga menyuruh Aretha untuk melakukan pemeriksaan jiwa, namun nyatanya wanita ini jauh lebih gila dari dugaan dan pada akhirnya dipindahkan ke ruang isolasi. Ketika menaiki undakan t

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 397

    Ketika si pemilik mobil keluar dari sana, Clara langsung menyadari bahwa orang yang datang adalah suaminya sendiri dan hal itu membuat senyumnya langsung lebar sehingga ia langsung menyambutnya dengan sebuah pelukan. Azael memang sibuk dan bilang tidak bisa datang, namun pria tersebut tidak ingin kehilangan momen ini sehingga dirinya tetap meluangkan waktu dan juga memberikan ucapan selamat untuk istrinya yang sangat membanggakan. "Bukankah kau bilang tidak datang?" Clara yang menyambutnya dengan pelukan lantas bertanya seperti itu kepada pria yang sudah banyak melakukan segalanya untuknya. Azael membalasnya dengan pelukan yang hangat dan pria itu juga membawa sesuatu, "Tidak mungkin aku tak datang ke acara penting istriku."Kalimat itu terucap dengan senyuman yang diberikan oleh Clara, ditambah lagi Azael yang kemudian melepaskan pelukan lalu mengeluarkan sesuatu dari mobilnya. Se-bucket bunga yang begitu indah dan membuat wanita itu kembali tersenyum karena hari ini banyak sekal

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 396

    "Maaf, Pak. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, namun takdir telah berkata lain. Putra Anda tidak bisa kami selamatkan dan kami turut berduka cita ... "Ketika sang dokter mengatakan hal tersebut kepada Edo, pria tua yang hanya memiliki putranya tersebut lantas melebarkan matanya dan kedua lututnya langsung merasa lemas."Apa?"Nada bicaranya langsung rendah dan pria itu kemudian jatuh di atas lantai dengan kedua lutut yang masih menopangnya, berpikir jika telinganya salah dengar karena dirinya tidak mau mendengar tentang kabar duka ini. Sang dokter hanya bisa menatapnya karena dirinya bahkan tidak menemukan tanda-tanda kehidupan lagi sesaat setelah pasien yang diantarkan ke rumah sakit ini tak bernapas.Bisa jadi pendarahan yang terjadi selama perjalanan sempat melukai urat yang ada pada leher sehingga hal ini tidak bisa membuat mereka berbuat banyak. Jikalau selamat pun, kondisinya tidak akan sebaik saat masih normal, apalagi matanya juga sudah tidak berfungsi dengan baik. Edo

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 395

    Memang sulit untuk bicarakan lagi setelah seluruh hal yang terjadi, namun Erick tetap mendekat untuk berbicara kepada wanita tersebut. Ketika mengetahui bahwa satu-satunya orang yang membuat hidupnya hancur ingin berbicara dengannya, Aretha langsung berdiri dan menjauh. Wanita itu sebenarnya memiliki sebuah pemikiran, namun dari kemarin belum mengatakan apa-apa sehingga dirinya lantas malas untuk menanggapi sang mantan."Aku tidak mau berbicara denganmu entah alasan apa yang kau bawa," ujar Aretha yang masih sibuk dengan rajutan di tangannya. Namun, Erick tidak menyerah sehingga pria itu pun berkata, "Aku tahu. Tapi, kali ini aku ingin berbicara denganmu."Balik memandang pria di depannya, Aretha kemudian mengalihkan tatapannya pada tangga yang bisa membawa mereka untuk berbicara di atap kantor ini. "Apa yang ingin kau bicarakan?" tanyanya kemudian, mencoba untuk memberikan kesempatan kepada pria ini jika ingin berbicara padanya. Erick menghela napas, "Aku hanya mau minta maaf pad

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 394

    Ketika janji itu terucap dengan dua orang yang memulai kembali kehidupan lama mereka, seluruh orang bertepuk tangan untuk menyambut hal tersebut dan semuanya juga nampak bahagia. Sorakan membuat mempelai saling berpandangan setelah bibir itu mengucapkan janji pernikahan, rasanya seperti menjalani sebuah kehidupan yang baru dan sampai akhirnya Azael berucap kepada istrinya dengan nada lembut, "Aku berjanji akan menjagamu lebih baik lagi dan tidak akan membiarkanmu melalui semuanya sendiri."Ketika kalimat itu terucap, Clara tersenyum dan menganggukkan kepalanya, "Aku juga berjanji tidak akan meninggalkanmu lebih dulu atau berbuat seperti yang telah terjadi kemarin."Ketika hati saling memaafkan, mereka berdua saling tersenyum lalu hal ini membuat tatapan mereka bertemu dan wajah yang mulai mendekat, membuat sebuah ciuman yang begitu mesra di depan banyak orang. Ketika bibir tersebut saling menempel, banyak sekali orang-orang yang bertepuk tangan dengan riuh serta menyambut kehidupan

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 332

    Memberikan perkataan itu, Clara tidak bisa berbicara lebih banyak karena wanita tersebut juga sebenarnya tidak nyaman jika tiba-tiba saja diajak untuk membicarakan masalah itu lagi. "Aku masih mencoba menenangkan diri dan berpikir untuk menerimamu atau tidak, El. Bukan berarti juga aku tidak mengh

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 329

    Tidak peduli dengan orang-orang yang membicarakannya, Erick tetap bermain-main dengan dua sekretaris yang dirinya bahwa dari sebuah bar hiburan untuk menghiburnya di sini."Tuan, Anda berkeringat," ucap salah satu di antaranya sembari mengusap dada bidang pria itu dengan tatapan menggoda yang tentu

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 325

    Beberapa hari kemudian setelah pemakaman dari Lucia, belum ada sesuatu yang berubah dan kejadian itu dikaitkan karena Lucia yang memang ingin mengakhiri hidupnya sendiri, tidak ada indikasi jika wanita tersebut didorong dari gedung apartemen.Erick kini menduduki posisi CEO yang sangat dirinya ingi

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 322

    Betapa malangnya wanita tersebut, namun Clara juga tidak bisa berbuat banyak karena wanita itu memang tidak memiliki hubungan dengannya dan bahkan bisa dikatakan bahwa hubungan mereka memburuk semenjak Lucia memilih untuk menjalin hubungan dengan Erick."Aku tidak tahu berkata apa jika kejadian yan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status