공유

Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!
Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!
작가: Dian Wahyu

Bab 1

작가: Dian Wahyu
last update 게시일: 2026-01-21 14:31:13

Entah sejak kapan wanita itu dibohongi, namun kali ini satu persatu hal yang tidak dirinya ketahui lantas membuatnya tersadar; bahwa hidupnya terajut dalam kebohongan.

Navierra Clarabelle, wanita itu tidak pernah menyangka jika pada akhirnya cinta yang dirinya pupuk dengan mengorbankan seluruh hidupnya menjadi kehancuran besar.

"Aku bisa jelaskan!"

Itulah kalimat yang diucapkan suaminya tatkala dirinya membuka pintu kamar hotel setelah mendapatkan laporan dari anak buahnya bahwa sang suami berada di sini.

Bibir wanita itu tersenyum miring menyadari ada banyak sekali hal yang tidak dirinya sadari, salah satunya adalah perselingkuhan yang entah sudah sejak kapan berlangsung.

Matanya memerah marah dan memandang ke arah wanita yang menghabiskan waktu bersama suaminya itu, kecewa juga dengan kepercayaannya yang malah disalahgunakan.

"Aku berusaha mempercayaimu sepenuhnya, tapi kenapa harus dia?"

Erick Anderson tahu bahwa malam ini dirinya sudah terpergok, mau tak mau harus menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, "Clara, jangan salahkan aku kenapa berbuat seperti ini. Semua juga salahmu!"

Clara tahu bahwa pria ini tidak akan pernah mengakui kesalahannya meskipun sudah terpergok di depan mata, bahkan berani memutarbalikkan fakta untuk menyalahkannya.

"Awalnya aku hanya ingin menanyakan apa benar kau melakukan penggelapan dana perusahaan, tapi apa ini? Kau berselingkuh?" ujar wanita itu dengan kilatan emosi yang memuncak.

Erick mencoba tenang dan mendekat, sementara wanita yang bermalam bersamanya hanya berdiam diri di depan pintu kaca balkon yang terbuka.

"Dengarkan penjelasanku!" Erick terlihat memaksa untuk memberikan penjelasan.

Namun, Clara tidak sebodoh itu untuk percaya lagi. Selama dua tahun pernikahan mereka, ia sangat percaya, bahkan tidak pernah berpikir jika suaminya akan seperti ini.

Kini ia tahu bahwa tak selamanya perasaan itu berbalas, suaminya telah mengkhianatinya dan memilih Aretha, sesosok sahabat baik yang selalu dirinya banggakan.

"Apa dana perusahaan yang kau gelapkan itu dipakai untuk membahagiakan Aretha?" tanya Clara dengan suara bergetar.

Suaminya ini bukan apa-apa tanpanya, mereka menikah karena Clara yang menginginkannya dan berharap keduanya bisa bahagia. Sayangnya, hanya ia yang bahagia dan suaminya tidak sama sekali.

Erick tidak bisa menjawabnya untuk kali ini, namun sorot matanya menunjukkan bahwa dirinya sedang tidak ingin bertengkar, "Tenanglah!"

"Tenang katamu? Dana perusahaan kacau balau, aku hampir bangkrut karena ulahmu! Sekarang kau bermesraan dengan wanita ini alih-alih memperbaiki semuanya, di mana otakmu?!"

Emosi itu dirinya dikeluarkan bersamaan dengan kekecewaan tanpa arah. Clara lantas mengambil sebuah vas bunga di atas meja kamar hotel itu, hendak melemparkannya ke arah mereka.

"Clara!" Erick menahannya, namun tenaga Clara yang keras kepala dibanding biasanya hingga pria itu berusaha mengeluarkan usaha lebih.

Duk!

Vas yang tadinya Clara hendak lempar ke arah Aretha justru dihalangi oleh kepala Erick hingga dahi suaminya itu terluka.

Pria ini bahkan sanggup terluka demi melindungi selingkuhannya, membuat hati Clara semakin sakit.

Erick pegang dahinya yang berdenyut, ternyata istrinya bisa bersikap seperti ini juga. Namun, ia tidak bisa membiarkan Clara melukai Aretha, bahkan kini ia berusaha merebut vas kaca tersebut.

"Lepaskan!" Clara semakin tidak terkendali.

Prang!

Tidak mengenai Aretha yang sudah menghindar, Erick dengan dahi yang berdarah tetap menghentikan Clara sampai akhirnya wanita tersebut terdorong sedikit keras.

"Aku bilang berhenti, Clara! Inilah kenapa aku memilih berselingkuh!"

Bukannya merasa bersalah, Erick justru meminta pembenaran atas kelakuan buruknya, sementara Clara dengan mata yang masih berkilat marah itu menegakkan tubuhnya lagi.

Dadanya sakit sekali, teringat jika dulunya sang kakek menyuruhnya untuk segera menikah, nyatanya menikah justru membawanya ke lubang neraka tanpa akhir.

"Aku membenci kalian berdua! Bagaimana bisa kalian melakukan ini padaku!"

Clara menghempaskan genggaman Erick dengan sekuat tenaga, lalu dengan air mata berlinang mencengkram lengan Aretha di belakangnya.

“Aretha! Bukankah kau temanku?” serunya sambil mengguncang Aretha.

“Kau sudah gila! Lepaskan aku!” teriak Aretha, mendorong Clara menuju balkon yang terbuka.

Tenaga Aretha yang kuat itu membuat Clara tidak bisa berkutik. Tiba-tiba saja Clara sudah ada di tepi balkon, punggungnya menyentuh pembatas itu, sedikit lagi saja akan jatuh.

Jemari lentiknya menyentuh leher Clara dan menekannya, membuat napas Clara sesak.

“E-Erick …” rintihnya, berharap suaminya itu menolongnya.

"Aretha, hentikan!" teriak Erick panik.

Lengan Clara menggapai ke arah Erick saat pria itu mendekat, dan … Erick justru menarik Aretha ke dalam pelukannya.

Pegangan Aretha pada Clara terlepas. Pemandangan terakhir yang dilihat Clara adalah pelukan protektif Erick pada wanita selingkuhan itu, sebelum tubuhnya jatuh dari tepi balkon.

Mata Clara terpejam saat ia merasa terhempas ke udara.

BRUK!

Selanjutnya Clara tidak tahu, tubuhnya menghantam sesuatu yang keras dan rasanya sakit sekali. Apa ia akan mati malam ini?

Di atas sana Erick dan Aretha melihat ke arahnya, darah mengucur dengan deras dari kepala, menandakan kesadarannya yang semakin minim sampai akhirnya ia tidak bergerak lagi.

***

"Clara?"


Terbangun ketika seseorang memanggil namanya, wanita itu membuka mata dan kemudian terkejut saat kini mendapati dirinya berada di dalam mobil.


Seorang pria di sampingnya lantas memandang ke arahnya dengan tatapan biasa, "Kita sudah sampai."


Sampai? Clara melihat ke sekitar dan ia tersadar bahwa mereka berdua sudah berada di area parkir kantor catatan sipil.


Namun, bukannya menanggapi pria tersebut, dirinya lantas melihat keadaannya sendiri dan menyentuh kedua pipinya lalu melihat pantulan wajahnya pada kaca mobil.


Bukankah ia baru saja jatuh dari ketinggian karena Aretha yang mendorongnya?


Kenapa sekarang ia berada di mobil bersama Erick?


Sementara pria itu tiba-tiba berucap, "Aku sudah memikirkannya, Clara. Aku tidak bisa menikah denganmu sekarang, tapi kakekmu terus menekanku dan kau memaksaku."


Mendengar hal itu, Clara yang masih bingung lantas mengerutkan kening, "Apa?"


Melihat Clara yang memandangnya tak paham, Erick ikut bingung karena sebelumnya mereka membicarakan hal ini dan bertengkar, "Aku sudah menjelaskannya tadi, tapi kau marah dan memilih tidur. Kau tidak ingat?"


Wanita itu yakin bahwa dirinya tidak sedang bermimpi, apalagi kejadian yang menimpanya terkait Aretha sama sekali bukan sesuatu yang kebetulan.


Ia tidak tahu, namun adegan di dalam mobil sama persis saat ia dan Erick mendaftarkan pernikahan mereka kala itu.


Apa dirinya kembali ke masa lalu?

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 399 - TAMAT

    Setahun setelah kabar meninggalnya Erick dan juga disusul oleh Aretha, semuanya nampak berjalan seperti biasa dan pasangan suami istri itu sama sekali tidak memikirkan hal-hal yang masih berhubungan dengan masa lalu. Di pinggir pantai saat sore hari di mana matahari mulai terbenam membuat keduanya bisa menikmati suasana yang begitu hangat dan menjadikan perasaan itu jauh lebih baik. "Sudah setahun semenjak hari itu, apa kau telah merasa lega?"Pertanyaan dari suaminya lantas membuat Clara menganggukkan kepalanya, "Ya. Aku sangat lega."Tidak ada yang harus mereka khawatirkan, tentunya hidup jauh lebih baik dan kini perusahaan berjalan seperti biasa dengan banyak pencapaian yang mereka lakukan berdua. Nyatanya takdir itu benar-benar bisa diperbaiki setelah sang wanita bangun dan mengubah semuanya. Azael mengajak wanita itu untuk berdansa dengan pelan, kaki telanjang mereka disapu oleh ombak yang membuat keduanya merasa jauh lebih hangat. Senyuman itu menjadi hiasan utama hingga sang

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 398

    Dipindahkan ke ruangan khusus setelah mengetahui fakta bahwa Erick dinyatakan meninggal karena perbuatan yang telah dilakukan oleh Aretha.Wanita itu sama sekali tidak merasa bersalah dan bahkan dirinya tertawa ketika kedua polisi membawanya dengan tangan yang diborgol, ditambah lagi penuntutan yang dilakukan oleh Edo semakin memberatkan hukumannya. Namun, lagi-lagi Aretha sama sekali tidak takut dan wanita itu justru menantang hal apapun yang ada di depannya. "Orang yang telah kau bunuh akan dimakamkan hari ini. Apa sekarang kau merasa bersalah atas seluruh hal yang terjadi?"Ketika pertanyaan itu mendatangi Aretha, wanita tersebut sama sekali tidak merasa bersalah dan dirinya kemudian berkata, "Dunia tidak bisa menghukum kesalahannya, biarkan saya saja yang melakukan hal itu."Awalnya pihak kepolisian juga menyuruh Aretha untuk melakukan pemeriksaan jiwa, namun nyatanya wanita ini jauh lebih gila dari dugaan dan pada akhirnya dipindahkan ke ruang isolasi. Ketika menaiki undakan t

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 397

    Ketika si pemilik mobil keluar dari sana, Clara langsung menyadari bahwa orang yang datang adalah suaminya sendiri dan hal itu membuat senyumnya langsung lebar sehingga ia langsung menyambutnya dengan sebuah pelukan. Azael memang sibuk dan bilang tidak bisa datang, namun pria tersebut tidak ingin kehilangan momen ini sehingga dirinya tetap meluangkan waktu dan juga memberikan ucapan selamat untuk istrinya yang sangat membanggakan. "Bukankah kau bilang tidak datang?" Clara yang menyambutnya dengan pelukan lantas bertanya seperti itu kepada pria yang sudah banyak melakukan segalanya untuknya. Azael membalasnya dengan pelukan yang hangat dan pria itu juga membawa sesuatu, "Tidak mungkin aku tak datang ke acara penting istriku."Kalimat itu terucap dengan senyuman yang diberikan oleh Clara, ditambah lagi Azael yang kemudian melepaskan pelukan lalu mengeluarkan sesuatu dari mobilnya. Se-bucket bunga yang begitu indah dan membuat wanita itu kembali tersenyum karena hari ini banyak sekal

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 396

    "Maaf, Pak. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, namun takdir telah berkata lain. Putra Anda tidak bisa kami selamatkan dan kami turut berduka cita ... "Ketika sang dokter mengatakan hal tersebut kepada Edo, pria tua yang hanya memiliki putranya tersebut lantas melebarkan matanya dan kedua lututnya langsung merasa lemas."Apa?"Nada bicaranya langsung rendah dan pria itu kemudian jatuh di atas lantai dengan kedua lutut yang masih menopangnya, berpikir jika telinganya salah dengar karena dirinya tidak mau mendengar tentang kabar duka ini. Sang dokter hanya bisa menatapnya karena dirinya bahkan tidak menemukan tanda-tanda kehidupan lagi sesaat setelah pasien yang diantarkan ke rumah sakit ini tak bernapas.Bisa jadi pendarahan yang terjadi selama perjalanan sempat melukai urat yang ada pada leher sehingga hal ini tidak bisa membuat mereka berbuat banyak. Jikalau selamat pun, kondisinya tidak akan sebaik saat masih normal, apalagi matanya juga sudah tidak berfungsi dengan baik. Edo

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 395

    Memang sulit untuk bicarakan lagi setelah seluruh hal yang terjadi, namun Erick tetap mendekat untuk berbicara kepada wanita tersebut. Ketika mengetahui bahwa satu-satunya orang yang membuat hidupnya hancur ingin berbicara dengannya, Aretha langsung berdiri dan menjauh. Wanita itu sebenarnya memiliki sebuah pemikiran, namun dari kemarin belum mengatakan apa-apa sehingga dirinya lantas malas untuk menanggapi sang mantan."Aku tidak mau berbicara denganmu entah alasan apa yang kau bawa," ujar Aretha yang masih sibuk dengan rajutan di tangannya. Namun, Erick tidak menyerah sehingga pria itu pun berkata, "Aku tahu. Tapi, kali ini aku ingin berbicara denganmu."Balik memandang pria di depannya, Aretha kemudian mengalihkan tatapannya pada tangga yang bisa membawa mereka untuk berbicara di atap kantor ini. "Apa yang ingin kau bicarakan?" tanyanya kemudian, mencoba untuk memberikan kesempatan kepada pria ini jika ingin berbicara padanya. Erick menghela napas, "Aku hanya mau minta maaf pad

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 394

    Ketika janji itu terucap dengan dua orang yang memulai kembali kehidupan lama mereka, seluruh orang bertepuk tangan untuk menyambut hal tersebut dan semuanya juga nampak bahagia. Sorakan membuat mempelai saling berpandangan setelah bibir itu mengucapkan janji pernikahan, rasanya seperti menjalani sebuah kehidupan yang baru dan sampai akhirnya Azael berucap kepada istrinya dengan nada lembut, "Aku berjanji akan menjagamu lebih baik lagi dan tidak akan membiarkanmu melalui semuanya sendiri."Ketika kalimat itu terucap, Clara tersenyum dan menganggukkan kepalanya, "Aku juga berjanji tidak akan meninggalkanmu lebih dulu atau berbuat seperti yang telah terjadi kemarin."Ketika hati saling memaafkan, mereka berdua saling tersenyum lalu hal ini membuat tatapan mereka bertemu dan wajah yang mulai mendekat, membuat sebuah ciuman yang begitu mesra di depan banyak orang. Ketika bibir tersebut saling menempel, banyak sekali orang-orang yang bertepuk tangan dengan riuh serta menyambut kehidupan

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 123

    Sampai di tempat itu, tempat di mana Aretha mengatakan bahwa wanita tersebut bertemu dengan seorang penjaga makam yang mengatakan semuanya. Clara keluar dari mobil tersebut dan memandang ke arah suaminya, pria itu bahkan setia mengantarnya dan bersikap biasa karena tahu bahwa sang istri memang men

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 122

    "Seorang penjaga makam dan beliau mengatakan bahwa kau sudah melanggar aturan!" ujar Aretha.Clara yang langsung paham bahwa penjaga makam kala itu mengetahui tentang apa yang terjadi, serta menceritakan segalanya padanya tidak mungkin mengatakan hal itu kepada Aretha juga."Penjaga makam?""Iya. D

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 81

    "Dipecat?" Aretha melebarkan matanya ketika pagi ini dirinya mendapatkan sebuah surat pemecatan dari Clara yang membuatnya benar-benar tidak mengerti. Sementara sang sahabat yang sudah lama bersama wanita itu semenjak kuliah terlihat memberikan tatapan tegas seolah telah mengetahui seluruh hal yan

  • Lunasi Hutangmu dan Nikahi Aku!   Bab 76

    "Tidak ada tapi! Lakukan apa yang kuinginkan!"Erick menelan ludahnya karena ternyata menjalin hubungan dengan orang yang lebih tua benar-benar menjengkelkan, padahal ia sudah berusaha keras untuk mencarikan desain demi memperbaiki nama baiknya dan juga perusahaan yang bekerjasama dengannya. Namun

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status