로그인Tidak seperti persidangan biasa Hakim langsung masuk ke topik inti dibacakan tuduhan dari Nisha yang langsung Nisha bacakan sendiri.
“Sejak awal terlapor dua memang sangat berniat untuk membuat saya cerai sebelum mereka menikah, tujuannya ingin harta suami saya ~saat itu~ secara full tanpa harus berbagi dengan saya,” kata Nisha.
“Kenapa saya punya asumsi seperti itu? Karena saya punya bukti. Saya bukan perempuan yang tanpa bukti. Bukti akan saya serahkan pada H
“Alhamdulillah,” ucap semua yang hadir saat itu. Pengajian empat bulan kehamilan Nisha yang berlangsung dengan sangat mewah dan megah sudah selesai semua tamu juga sudah diberi tanda kenang-kenangan.“Bapak, Ibu dan Saudara para hadirin yang terhormat,” kata seorang artis lokal yang menjadi MC di acara pengajian tersebut.“Alhamdulillah acara pengajian yang dilakukan oleh bapak Yaka dan ibu Nisha telah berhasil kita selesaikan dengan sangat lancar. Kali ini kita akan sampai pada acara berikut yaitu acara yang kita sebut GENDER REVEAL, yaitu suatu acara yang diadopsi dari kebudayaan Barat tentang memberitahu atau mengumumkan jenis kelamin dari bayi yang dikandung oleh ibu Nisha,” para tamu tak mengira ada acara tambahan ini. Mereka kira tinggal menonton hiburan dari artis lokal saja.
Nisha hanya mendengarkan apa yang suaminya katakan pada Naffa melalui telepon saat Ujang berada di sekolah putrinya. Tak bisa dia bayangkan apa Fajar akan sebijaksana itu mendidik Naffa? Gadis kecil berusia sembilan tahun itu menuruti semua nasihat Yaka sang pujaan hati.Dengan mengangkat daada dia datang ke rumah duka. Tak ada takut, tak ada gentar.“Assalamu’alaykum Kek, Aku adalah wakil dari mommy dan daddy yang saat ini tidak bisa hadir, karena adik Zahran sakit panas sehingga mommy terlalu lelah untuk perjalanan jauh.”“Terima kasih ya Sayang. Kamu mau datang ke rumah enin,” kata Umar.Selesai salim pada beberapa tetua di sana, Naffa duduk di sebelah jenazah neneknya. Di seberangnya duduk Fajar. Naffa sendirian tidak bersama Ujang. Ujang hanya memantau saja karena sejak tadi Fajar sudah di ultimatum oleh Lastyanto jangan pernah dekati Naffa bila tak ingin dihajar oleh Yaka dan Ujang.Naffa membaca ay
“Ikuti saran imammu! kamu tidak boleh membantah,” kata Lastyanto pada Nisha saat putrinya ingin ikut ke Banten. Barusan Raihana diberitahu oleh pembantu rumah tangga Widya yang mengatakan mereka menemukan Widya pingsan di kamarnya dan ada beberapa amplop di meja kamarnya. Tapi mereka bilang mereka tidak akan pegang amplop-amplop itu. Sekarang Widya sedang dibawa ke rumah sakit. Itu yang Raihana terima.“Kamu di rumah saja Mom. Tidak baik buat kondisi emosi. Biar Daddy saja yang berangkat. Daddy akan mewakili kamu sebagai mantan menantunya. Kalau ada yang mengatakan bahwa kamu tidak peduli sama dia, Daddy yang akan pasang badan untuk kamu. Bukan kamu tidak mau berangkat, tapi kamu tidak boleh berangkat. Daddy nggak mau emosi merusak kamu sedang hamil. Bukan karena dia anak aku tapi memangibu hamil siapa pun jangan sampai terlalu stres. tidak baik buat kehamilanmu.”≈≈≈≈≈
Malam Nisha sudah memberitahu pada Naffa dan Zahran bahwa besok pagi jam 09.00 akan pengajian di Sarawak untuk calon adik mereka, jadi Nisha dan Yaka tidak mau anak-anak tidak siap. Kalau mereka mau duduk manis, duduk. Tapi kalau tidak, mereka tidak boleh ribut karena pengajian akan cukup lama minimal dua jam dan yang tak disangka oleh Yaka adalah mertuanya datang untuk menghormati pengajian yang dilakukan oleh ibunya.Sejak kemarin Lastyanto dan Raihana memang datang. Mereka tentu saja senang dan menghargai ucap syukur Ibu Dzakiyah atas kehamilan Nisha dan mengadakan pengajian di sana.Semalam Nisha sudah mengatakan pada Raihana acara pengajian empat bulan akan diadakan di Banten dan dia minta undangannya dibuat lebih banyak dari pengajian biasa karena Yaka mau pengajiannya itu pengajian akbar.Sehabis itu tidak ada acara lagi sampai kelahiran. Itu yang keluarga Yaka lakukan sejak kehamilan pertama Naura. Jadi tidak ada pengajian seperti kalau di Jawa ada acara mitoni atau nujuh bul
“Nggak bisa Bu, kali ini aku akan menentang Ibu, Ibu bikin saja lalu nanti aku dan Shasi juga anak-anak akan hadir melalui live streaming.Kami akan menerima ucapan doa dari semua yang hadir melalui live streaming.”“Kali ini aku nggak akan membiarkan Shasi terbang. Mungkin kalau dia akan tidak enak sama Ibu, jadi dia akan mengiyakan saat Ibu bilang akan mengadakan pengajian syukuran kehamilan. Tapi aku tidak. Jadi sekarang kita permudah saja semuanya.”“Aku hadir secara live streamingdengan anak-anak. Aku dan Shasi akan duduk manis sejak pengajian dibuka sampai pengajian selesai. Kami akan datang dalam bentuk visual,” kata Yaka tegas. Dia tak ingin Shasi merasa tak enak diri pada ibu mertuanya dan mengiyakan akan terbang ke Sarawak.Dzakiyah memang langsung bilang akan mengadakan pengajian syukur bahwa diberitahu kalau Nisha mulai hamil.“Dan ingat, nanti acara pengajian empat
“Daddy kenapa?” tanya Naffa yang sekarang sudah duduk di kelas dua SD. Dia sekolah di sekolah internasional school di Jakarta. Begitu pun Zahran sekolah di internasional school sama dengan kakaknya.Naffamelihat daddy-nya sangat pucat dan keluar keringat dingin.“Entah Teh. Kok Daddy pusing banget ya,” keluh Yaka.Naffa langsung mengambil ponsel di tasnya, dia sudah mempunyai ponsel dan memang diwajibkan punya ponsel buat anak di sekolah internasional. Tapi ponsel nanti dikumpulkan di ruang penyimpanan saat jam pelajaran. Ponsel sangat dibutuhkan oleh seorang anak untuk menghubungi keluarganya atau orang yang menjaga bila butuh sesuatu atau minta antar jemput diluar jadwal yang biasa.“Kenapa Sayang?” kata Nisha yang baru akan bersiap berangkat ke kantor. Sesuai kebiasaan Nisha berangkat bila semua anak sudah berangkat sekolah. Sarapan dan makan malam masih hasil masakan Nisha. Tak boleh ada yang berubah kalau hal
Fajar kaget mendengar dugaan sang mamah. Ya, dia dan Dhani belum mencetak foto pernikahan untuk dipasang di dinding. Dari mana Menik mendapatkan semua itu? Dan mengapa Menik sengaja memperlihatkan semua langsung pada Naffa, bukan pamer pada teman lain atau gurunya?Dan Fajar membenarkan, f
“Kamu jangan asal ngomong!” bentak Ambu. Dia tak ingin anaknya lancang terhadap imamnya.“Dengarkan saya bicara dulu. Nanti Ambu sama Mamah boleh marah atau mau usir saya saya nggak apa-apa,” kata Nisha berupaya mengatur emosinya.Widya pun berupaya menekan emosinya. Dia juga ingin marah pada menan
Sejak diusir papanya Dhani, Fajar berupaya kuliah, dia ingin merubah nasib. Dia banting tulang dan dengan susah payah bisa kuliah.Kemarin Fajar baru saja di wisuda, kali ini dia pulang ke desa sekalian mengantarkan mamah-nya ke desa. Dalam dialeg khas daerahnya memang bukan mama panggilan untuk Ib
Nisha tak percaya apa yang hari Jumat, Naffa laporkan ternyata benar.“Aku harus bertindak cermat. Aku tak boleh kalah. Aku perempuan kuat!” demikian Nisha berkata sejak tadi. Dia tak ingin matanya bengkak. Dia tak mau menangisi kegagalan rumah tangganya. Dia akan pikul semuanya.≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈K







