Share

APA YANG NADIA JUAL?

Author: Ayuwine
last update publish date: 2026-03-30 04:26:51

Rama akhirnya membawa Alya ke sebuah supermarket mewah.

Tak tanggung-tanggung, ia membiarkan mertuanya itu memilih buah-buahan terbaik dalam jumlah banyak sekalian untuk stok jus dan rujak.

Alya tampak kalap.

Tangannya dengan cepat mengambil apel, nanas, dan berbagai buah lain yang menurutnya cocok untuk dirujak.

Gerakannya lincah, penuh semangat—seolah benar-benar menikmati momen itu.

Namun saat ia mulai mengambil cabai…

Rama langsung melotot.

Bukan sedikit.

Alya mengambilnya
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   JANGAN BERHENTI

    Rama terus memompa dari belakang, matanya merem melek merasakan betapa sempitnya milik mertuanya itu. Sensasi ini benar-benar membuatnya candu, bahkan ia hampir lupa bagaimana rasanya bercinta dengan istrinya sendiri lantaran sudah terlalu lama mereka tak berbagi ranjang. ​Pernikahan Rama dan Nadia kini terasa semakin hambar, hanya menyisakan sikap dingin dan kesibukan masing-masing. Terlebih lagi, Rama sengaja mengecoh istrinya menggunakan akun anonim yang dioperasikan oleh Indra. Dengan begitu, ia bisa leluasa berduaan dengan Alya tanpa gangguan Nadia sedikit pun. ​Biarlah Nadia sibuk dengan masalahnya sendiri sampai dia melupakan keberadaanku dan ibunya, pikir Rama dengan seringai tipis yang mematikan di wajahnya. ​Tiba-tiba tubuh Alya kembali bergetar hebat. Ia hampir ambruk jika Rama tidak sigap menangkap perut rampingnya. ​"Orgasme kedua, Bu?" bisik Rama dengan nada kemenangan. Alya hanya mampu mengangguk lemah, napasnya tersengal-sengal. ​Tanpa banyak bicara, Rama

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   "YA TERUS RAM..."

    ​"Ya, terus Sayang... terus sebut namaku tanpa embel-embel 'Ibu'. Aku lebih suka kau memanggil namaku saja, lupakan status mertuamu ini," desah Alya seraya mencengkeram kedua pipi Rama, menuntut tatapan langsung dari pria itu. ​Keringat mulai membasahi pelipis Alya. Rambutnya yang berantakan justru menambah kesan liar dan menggoda. Tatapan matanya yang penuh gairah membuat sosoknya terlihat sempurna di mata Rama. ​"Sebut namaku lagi, Rama," pinta Alya lirih, bibirnya nyaris bersentuhan dengan bibir pria di hadapannya. Napasnya terengah-engah, berusaha menahan gelombang hasrat yang kian memuncak. ​Rama mengangguk pelan, seolah terhipnotis oleh pesona wanita yang seharusnya ia hormati itu. "Alya..." ucapnya lembut dengan suara serak yang berat. ​Mendengar namanya disebut tanpa sekat, Alya memejamkan mata, meresapi panggilan yang terdengar seperti pemujaan itu. Tanpa menunggu lama, ia menarik wajah Rama dan melumat bibir menantunya dengan ganas. Tangan Alya turun ke bawah, me

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   DESAHAN ALYA YANG CANDU

    ​"Engh... mmmm...." ​Alya mendesah pasrah saat tangan kasar Rama mulai menjamahi lekuk tubuhnya. Pemandangan itu terasa sangat kontras dengan penderitaan Nadia di mansion, yang saat ini tengah berjuang menghadapi teror tanpa henti dari Indra dan Ambar. ​"Yes, Ram... ahh!" Alya memekik kecil ketika jemari Rama dengan berani menyelinap masuk ke dalam celana ketatnya yang masih ia kenakan. ​"Ibu suka?" bisik Rama tepat di telinga Alya. Permainan jemarinya yang lincah sukses membuat Alya melenguh panjang dengan napas yang mulai tak beraturan. ​"Tentu saja, Sayang... ahh!" ​Rama tidak membiarkan satu detik pun terbuang. Ia menyesap setiap inci kulit Alya, melucuti pakaian mertuarnya satu per satu sambil menatap tubuh di hadapannya dengan tatapan lapar yang memabukkan. Tanpa aba-aba, Rama menyambar bibir mungil Alya dengan ganas, sementara tangannya meremas kuat gundukan kenyal yang menggoda indranya. ​"Ram... ahh, terus Sayang... nikmat Sayang... yes!" Alya meracau tanpa henti, keh

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   MAKIAN NADIA

    ​"Sudahlah, Bu. Jangan terlalu dipikirkan. Suatu saat Ibu harus kuat untuk mengungkap semuanya. Nadia harus tahu kebenarannya," ucap Rama lembut. Ia menatap mertuanya sekilas, lalu kembali fokus pada kemudi. ​Alya terdiam, hanya mampu mengangguk pelan.“Hah… Ibu tidak menyangka hidup Nadia akan seberantakan ini,” bisiknya lirih. Suaranya hampir tenggelam oleh deru mesin mobil.Rama mengangguk tenang. “Itulah kenyataannya, Bu. Dia harus siap menanggung konsekuensi dari apa yang ia tanam sendiri.”“Ibu juga tidak menyangka… kamu diam-diam punya siasat di belakangnya,” desis Alya, nadanya menyiratkan ketidaksetujuan.Ada kegelisahan di wajahnya.Ia tak sepenuhnya suka melihat cara Rama memperlakukan Nadia—bagaimanapun, itu tetap anaknya.Namun di saat yang sama…Alya seolah menutup mata pada kenyataan yang jauh lebih rumit.Bahwa ia sendiri—tengah melangkah terlalu jauh… dengan suami anaknya. ​Rama tak menjawab. Ia hanya terkekeh pelan, sama sekali tidak merasa bersalah apalagi tersin

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   MANTAN NADIA?

    Setelah berbincang panjang, akhirnya Alya mengetahui semuanya. Pria itu adalah Indra, mantan kekasih Nadia yang sudah diperas habis-habisan sampai bangkrut. Begitu Indra jatuh miskin, Nadia meninggalkannya begitu saja tanpa merasa berdosa. ​Seolah takdir berpihak pada mereka, Indra dan Rama sempat tak sengaja bertabrakan di sebuah restoran waktu iti. dan Saat itu, sebuah foto terjatuh dari jas Indra—foto Nadia semasa kuliah, tampak begitu imut dan cantik dalam seragamnya. Rama yang kaget langsung mencecar pria asing itu. Dari sanalah semua kebenaran terkuak hingga mereka memutuskan bekerja sama. Indra menyimpan banyak aib Nadia, begitu pula Rama. Keduanya menggabungkan "amunisi" tersebut dan mengunggahnya melalui akun anonim. ​Namun, Indra yang menyimpan dendam kesumat tampak kalap dan kehilangan kendali. Ia terus-menerus mengunggah aib itu tanpa henti, hingga perlahan membuat Rama merasa jengah. Kini, Nadia benar-benar merasakan bagaimana rasanya dikhianati dan dipermalukan

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   RAMA YANG POSESIF

    Rama melangkah maju, tangannya mencengkeram leher pria itu dengan tenaga yang luar biasa, membuat napas pria itu seketika tersengal dan wajahnya memerah padam. Siapa sangka, Rama yang biasanya terlihat tenang dan tak punya nyali, kini berubah total menjadi sosok yang mengerikan saat amarahnya meledak. ​"Ram... lepaskan... a-aku benar-benar gak tahu, dan aku..." suara pria itu tercekik, jemari Rama menekan kuat di jakunnya, mengirimkan rasa perih dan panas yang menjalar ke seluruh tubuh. ​"Mas Rama! Intan mohon, Mas! Lepaskan!" Intan menjerit histeris sambil berusaha menarik lengan kakaknya. Gadis itu gemetar hebat, bingung sekaligus takut melihat kakaknya seperti orang kesurupan yang siap membunuh. tenaga Rama terlalu kokoh; permohonan Intan sama sekali tak digubris. ​Dalam kepanikan yang memuncak, Intan teringat satu-satunya orang yang bisa menjinakkan kakaknya. Perempuan yang telah mengubah Rama 180 derajat, satu-satunya sosok yang ditaati Rama dengan sepenuh hati. Dengan

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   KEPUTUSAN RAMA

    Pagi harinya, suasana di meja makan terasa sangat kontras. Nadia masih melanjutkan daftar tuntutannya sambil sibuk memoles kuku, sementara Alya hanya terdiam memperhatikan Rama dengan tatapan yang penuh kasih namun menyimpan kesedihan mendalam. "Mas, ingat ya, pokoknya daftar yang aku kirim di W***

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   TAN SRI MUKHRIZ

    Ketiganya bersiap menemui tamu kehormatan itu. Suara decit ban mobil terdengar nyaring di pelataran gedung. Dari balik kaca, tampak seorang pria matang turun dengan langkah mantap. Usianya hampir menginjak lima puluh tahun, namun posturnya tetap tegap dan berwibawa. Rambutnya yang mulai memutih

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   BERTENGKAR DENGAN NADIA

    Beruntung, insting Alya sangat tajam. Sebelum Nadia benar-benar melangkah masuk, Alya sudah berdiri tegak dan bergerak menuju meja kerja Rama, seolah-olah sedang merapikan beberapa dokumen yang berserakan. ​"Ini lho, Nad... Ibu cuma mau memastikan dokumen-dokumen penting Suamimu nggak ada yang keti

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   MENGGOSIP

    “Hah…” terdengar helaan napas panjang dari Putri. “Aduh, nafasku terasa sangat sesak, benar-benar tertahan. Pria itu memiliki wibawa yang luar biasa,” ucapnya lagi setelah melihat Tan Sri beserta para anak buahnya pergi. Rama menoleh sekilas, hanya menanggapi dengan senyum tipis. “Baru kali in

    last updateLast Updated : 2026-03-22
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status