Share

TIBA TIBA PENGEN RUJAK?

Penulis: Ayuwine
last update Tanggal publikasi: 2026-03-30 03:26:09

"Maaf, maaf, Nona," ucap pria asing itu dengan nada yang dibuat-buat halus, matanya menatap Alya dengan binar kagum yang tak tertutup-tutupi saat ia membantu Alya berdiri.

​Alya hanya mengangguk singkat, wajahnya yang cantik menampakkan guratan kekesalan yang nyata. Namun, bagi pria mana pun, ekspresi ketus Alya justru membuatnya tampak semakin memikat, awet muda bak anak SMA yang sedang merajuk.

​"Lain kali hati-hati," jawab Alya dingin sembari merapikan dress-nya yang sedikit kusut akibat
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   JANGAN BERHENTI

    Rama terus memompa dari belakang, matanya merem melek merasakan betapa sempitnya milik mertuanya itu. Sensasi ini benar-benar membuatnya candu, bahkan ia hampir lupa bagaimana rasanya bercinta dengan istrinya sendiri lantaran sudah terlalu lama mereka tak berbagi ranjang. ​Pernikahan Rama dan Nadia kini terasa semakin hambar, hanya menyisakan sikap dingin dan kesibukan masing-masing. Terlebih lagi, Rama sengaja mengecoh istrinya menggunakan akun anonim yang dioperasikan oleh Indra. Dengan begitu, ia bisa leluasa berduaan dengan Alya tanpa gangguan Nadia sedikit pun. ​Biarlah Nadia sibuk dengan masalahnya sendiri sampai dia melupakan keberadaanku dan ibunya, pikir Rama dengan seringai tipis yang mematikan di wajahnya. ​Tiba-tiba tubuh Alya kembali bergetar hebat. Ia hampir ambruk jika Rama tidak sigap menangkap perut rampingnya. ​"Orgasme kedua, Bu?" bisik Rama dengan nada kemenangan. Alya hanya mampu mengangguk lemah, napasnya tersengal-sengal. ​Tanpa banyak bicara, Rama

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   "YA TERUS RAM..."

    ​"Ya, terus Sayang... terus sebut namaku tanpa embel-embel 'Ibu'. Aku lebih suka kau memanggil namaku saja, lupakan status mertuamu ini," desah Alya seraya mencengkeram kedua pipi Rama, menuntut tatapan langsung dari pria itu. ​Keringat mulai membasahi pelipis Alya. Rambutnya yang berantakan justru menambah kesan liar dan menggoda. Tatapan matanya yang penuh gairah membuat sosoknya terlihat sempurna di mata Rama. ​"Sebut namaku lagi, Rama," pinta Alya lirih, bibirnya nyaris bersentuhan dengan bibir pria di hadapannya. Napasnya terengah-engah, berusaha menahan gelombang hasrat yang kian memuncak. ​Rama mengangguk pelan, seolah terhipnotis oleh pesona wanita yang seharusnya ia hormati itu. "Alya..." ucapnya lembut dengan suara serak yang berat. ​Mendengar namanya disebut tanpa sekat, Alya memejamkan mata, meresapi panggilan yang terdengar seperti pemujaan itu. Tanpa menunggu lama, ia menarik wajah Rama dan melumat bibir menantunya dengan ganas. Tangan Alya turun ke bawah, me

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   DESAHAN ALYA YANG CANDU

    ​"Engh... mmmm...." ​Alya mendesah pasrah saat tangan kasar Rama mulai menjamahi lekuk tubuhnya. Pemandangan itu terasa sangat kontras dengan penderitaan Nadia di mansion, yang saat ini tengah berjuang menghadapi teror tanpa henti dari Indra dan Ambar. ​"Yes, Ram... ahh!" Alya memekik kecil ketika jemari Rama dengan berani menyelinap masuk ke dalam celana ketatnya yang masih ia kenakan. ​"Ibu suka?" bisik Rama tepat di telinga Alya. Permainan jemarinya yang lincah sukses membuat Alya melenguh panjang dengan napas yang mulai tak beraturan. ​"Tentu saja, Sayang... ahh!" ​Rama tidak membiarkan satu detik pun terbuang. Ia menyesap setiap inci kulit Alya, melucuti pakaian mertuarnya satu per satu sambil menatap tubuh di hadapannya dengan tatapan lapar yang memabukkan. Tanpa aba-aba, Rama menyambar bibir mungil Alya dengan ganas, sementara tangannya meremas kuat gundukan kenyal yang menggoda indranya. ​"Ram... ahh, terus Sayang... nikmat Sayang... yes!" Alya meracau tanpa henti, keh

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   MAKIAN NADIA

    ​"Sudahlah, Bu. Jangan terlalu dipikirkan. Suatu saat Ibu harus kuat untuk mengungkap semuanya. Nadia harus tahu kebenarannya," ucap Rama lembut. Ia menatap mertuanya sekilas, lalu kembali fokus pada kemudi. ​Alya terdiam, hanya mampu mengangguk pelan.“Hah… Ibu tidak menyangka hidup Nadia akan seberantakan ini,” bisiknya lirih. Suaranya hampir tenggelam oleh deru mesin mobil.Rama mengangguk tenang. “Itulah kenyataannya, Bu. Dia harus siap menanggung konsekuensi dari apa yang ia tanam sendiri.”“Ibu juga tidak menyangka… kamu diam-diam punya siasat di belakangnya,” desis Alya, nadanya menyiratkan ketidaksetujuan.Ada kegelisahan di wajahnya.Ia tak sepenuhnya suka melihat cara Rama memperlakukan Nadia—bagaimanapun, itu tetap anaknya.Namun di saat yang sama…Alya seolah menutup mata pada kenyataan yang jauh lebih rumit.Bahwa ia sendiri—tengah melangkah terlalu jauh… dengan suami anaknya. ​Rama tak menjawab. Ia hanya terkekeh pelan, sama sekali tidak merasa bersalah apalagi tersin

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   MANTAN NADIA?

    Setelah berbincang panjang, akhirnya Alya mengetahui semuanya. Pria itu adalah Indra, mantan kekasih Nadia yang sudah diperas habis-habisan sampai bangkrut. Begitu Indra jatuh miskin, Nadia meninggalkannya begitu saja tanpa merasa berdosa. ​Seolah takdir berpihak pada mereka, Indra dan Rama sempat tak sengaja bertabrakan di sebuah restoran waktu iti. dan Saat itu, sebuah foto terjatuh dari jas Indra—foto Nadia semasa kuliah, tampak begitu imut dan cantik dalam seragamnya. Rama yang kaget langsung mencecar pria asing itu. Dari sanalah semua kebenaran terkuak hingga mereka memutuskan bekerja sama. Indra menyimpan banyak aib Nadia, begitu pula Rama. Keduanya menggabungkan "amunisi" tersebut dan mengunggahnya melalui akun anonim. ​Namun, Indra yang menyimpan dendam kesumat tampak kalap dan kehilangan kendali. Ia terus-menerus mengunggah aib itu tanpa henti, hingga perlahan membuat Rama merasa jengah. Kini, Nadia benar-benar merasakan bagaimana rasanya dikhianati dan dipermalukan

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   RAMA YANG POSESIF

    Rama melangkah maju, tangannya mencengkeram leher pria itu dengan tenaga yang luar biasa, membuat napas pria itu seketika tersengal dan wajahnya memerah padam. Siapa sangka, Rama yang biasanya terlihat tenang dan tak punya nyali, kini berubah total menjadi sosok yang mengerikan saat amarahnya meledak. ​"Ram... lepaskan... a-aku benar-benar gak tahu, dan aku..." suara pria itu tercekik, jemari Rama menekan kuat di jakunnya, mengirimkan rasa perih dan panas yang menjalar ke seluruh tubuh. ​"Mas Rama! Intan mohon, Mas! Lepaskan!" Intan menjerit histeris sambil berusaha menarik lengan kakaknya. Gadis itu gemetar hebat, bingung sekaligus takut melihat kakaknya seperti orang kesurupan yang siap membunuh. tenaga Rama terlalu kokoh; permohonan Intan sama sekali tak digubris. ​Dalam kepanikan yang memuncak, Intan teringat satu-satunya orang yang bisa menjinakkan kakaknya. Perempuan yang telah mengubah Rama 180 derajat, satu-satunya sosok yang ditaati Rama dengan sepenuh hati. Dengan

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   DI BALIK DERU HUJAN

    ​"Mas, aku berangkat ya," ucap Nadia manja pada Rama sebelum ia benar-benar melangkah pergi menuju bandara untuk keberangkatannya ke Singapura. ​Rama hanya menyunggingkan senyum tipis yang dipaksakan. Di dalam benaknya, ia mengira semalam Nadia akan memberikan "jatah" sebagai salam perpisahan seme

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   RAMA DI LAWAN

    Rama mengepalkan tangannya di bawah meja. Ia baru saja mulai menikmati perannya sebagai Kepala Bagian; ia tak akan membiarkan kerja kerasnya hancur hanya karena sabotase picik dari rekan kerjanya sendiri. Jika Baron berhasil menukar laporan penjualan dengan data palsu, karier Rama bisa hancur dalam

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   DILEMA

    Dalam keadaan telanjang dada dan tubuh yang masih lembap, Rama membopong tubuh mertuanya menuju kamar di lantai atas. Suara hujan yang menghantam atap seolah menjadi musik latar bagi gairah yang membara di dalam sana. ​ ​Rama merebahkan Alya di atas ranjang, lalu melucuti pakaian wanita itu satu

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-17
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   TEPAT WAKTU

    “Bu sudah pulang? Maaf ya, aku nggak bisa jemput. Tadi banyak banget kerjaan,” ucap Nadia begitu masuk ke rumah, bahkan sampai melempar sepatunya ke sembarang arah. “Gak apa-apa, Nad. Untung suamimu gercep, langsung jemput Ibu,” jawab Alya berusaha terlihat santai, meski napasnya masih agak tersen

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status