Home / Male Adult / MALAM GILA DI RANJANG MERTUA / JURUS YANG SUDAH TAK AMPUH

Share

JURUS YANG SUDAH TAK AMPUH

Author: Ayuwine
last update Petsa ng paglalathala: 2026-03-17 07:11:01

Rama menatap istrinya dengan sorot mata datar, memancarkan keletihan yang telah mencapai puncaknya. "Bukan karena mereka, Nadia. Tapi karena kamu. Karena kamu tak pernah mau bercermin bahwa perlakuanmu sendiri yang sudah merusak segalanya. Aku lelah terjebak dalam peperangan yang kamu ciptakan setiap hari."

​Nadia menggeleng keras, air matanya mulai menggenang. Untuk pertama kalinya, ia menyadari bahwa Rama tidak sedang menggertak. Ketegasan di mata suaminya itu nyata dan dingin.

​Alya yang
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   ADU MULUT

    Di dalam kamar, jantung Alya yang sempat terasa berhenti itu akhirnya bisa kembali berembus lega. Bi Nunu menjelaskan bahwa ia tidak membuang foto itu. Sebaliknya, ia menyimpannya karena melihat wajah majikannya di dalam foto tersebut. Insting Bi Nunu tak meleset; ia yakin suatu saat Alya akan menanyakannya. ​Bi Nunu juga menceritakan bagaimana kemarin ia diperintah oleh Nadia untuk membuang semua sampah pecahan beling, termasuk instruksi tegas untuk melenyapkan foto tersebut. ​Mendengar penuturan itu, Alya merasa geram. Tangannya meremas kuat ujung baju, menahan gejolak amarah yang siap meledak kapan saja. Dalam keadaan kalut, Alya akhirnya menceritakan segalanya kepada Bi Nunu—alasan mengapa ia begitu histeris dan panik mencari selembar kertas itu. Ia membeberkan rahasia besar di balik foto tersebut. ​Bi Nunu terperangah. Tangannya terangkat menutupi mulutnya yang menganga tak percaya. ​"Jadi... jadi... Non Nadia bukan putri kandung Nyonya? Melainkan putri dari kakak Nyonya yang

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   BESAR EGO SAJA ASLINYA NOL

    ​Sementara itu di Malaysia, Rama telah berpamitan dengan sang ayah. Ia kini sudah duduk tenang di dalam pesawat. Jarak antara Malaysia dan Indonesia yang cukup dekat membuatnya merasa perjalanan ini tidak akan memakan waktu lama. ​Rama menghela napas panjang sembari menyandarkan tubuhnya pada kursi pesawat. Matanya menatap lurus ke luar jendela, memandangi hamparan awan. Ia memejamkan mata sejenak, dan tiba-tiba bayangan perpisahan dengan ayahnya kembali terlintas. ​Ia telah berjanji pada ayahnya bahwa suatu saat nanti ia akan tinggal selamanya di Malaysia. Ia juga berencana untuk sering berkunjung ke Eropa guna mengelola toko bunga peninggalan mendiang mamanya. Kepergiannya ke Indonesia kali ini hanyalah sementara, sekadar untuk menyelesaikan segala urusan yang masih tertunda. Setelah itu, ia akan kembali ke Malaysia untuk menggantikan posisi ayahnya mengelola bisnis, agar pria tua itu bisa menikmati masa tuanya dengan tenang. ​Soal rencana menyingkirkan istri dan anak tiri papa

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   BAGAIKAN IBU KEDUA

    Sementara itu, di dalam mansion yang megah, seorang perempuan dengan kecantikan yang masih terjaga di usia matangnya tampak sangat resah. Alya masih terus mencari keberadaan foto itu. Kegusarannya semakin memuncak karena sang putri, Nadia, belum juga kunjung pulang. ​Sesaat Alya tertegun, teringat kembali pada pecahan beling yang tak sengaja ia injak tadi. Jantungnya mulai berdegup kencang, memburu tak keruan dengan ritme yang lebih hebat dari sebelumnya. Bayangan tentang putrinya mendadak melintas, membuatnya semakin dirundung kecemasan. ​Ia menggeleng pelan, mencoba menepis pemikiran yang sudah buntu itu. Namun, saat ia memejamkan mata, bayangan lemari yang kosong karena uangnya dikuras oleh Nadia kembali muncul. Instingnya berteriak kuat; jika uang saja bisa diambil, maka besar kemungkinan foto itu pun kini berada di tangan putrinya. ​"Jika benar begitu...?" lirihnya bertanya-tanya pada ruang hampa di depannya. ​"Astaga, Nadia! Kenapa kamu begitu bandel!" lanjutnya. Ia mula

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   TAHAN HINAAN

    Sofia membulatkan mata. Ia menolak keras ide itu meski jauh di dalam lubuk hatinya, ia pun sama penasarannya. Namun, logikanya masih bekerja ia takut jika rumah ini dipasangi CCTV. Jika ia ketahuan bertindak "gatal", maka tamatlah riwayatnya, apalagi jika sasarannya adalah anak tirinya sendiri. ​Namun, Anggita tak peduli. Ia mengabaikan setiap ocehan Sofia. Keduanya seolah lupa bahwa baru saja mereka terlibat pertengkaran hebat di depan Rama. Sementara itu, Rama tetap fokus pada aktivitasnya, seolah kedua wanita itu tidak ada di sana. ​"Anggita, hey!" teriak Sofia, yang lagi-lagi hanya dianggap angin lalu oleh putrinya. ​"Anak itu!" geram Sofia dengan gigi bergemerutuk. Rasa cemas mulai menghimpit dadanya. ​Anggita mulai memberanikan diri. Ia melangkah lebar hingga posisinya tepat berada di belakang Rama. Ia menelan ludah kasar; tatapannya terkunci pada punggung Rama yang lebar dan berotot. Tangannya bergetar, ingin sekali mengelus setiap gurat otot itu, namun ia ragu. T

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   BIRAHI ANGGITA

    Sofia langsung menepis tangan Rama dengan kuat. "Kurang ajar!" teriaknya. ​Tangannya melayang di udara, hendak mendaratkan tamparan keras. Namun dengan sigap, Rama menahan pergelangan tangan perempuan itu sebelum menyentuh kulitnya. Keduanya kembali saling tatap dalam ketegangan; tangan Sofia tertahan di udara, terkunci oleh cengkeraman Rama yang kokoh. ​Anggita hanya bisa diam menyaksikan perdebatan ibu dan saudara tirinya yang semakin sengit. Meski tampak takut, matanya tetap tak bisa berhenti mencuri pandang pada sosok Rama yang berdiri gagah di depannya. ​Rama tidak menggubris makian itu. Ia hanya memberikan tatapan remeh yang semakin membuat Sofia kalap. Perempuan itu berteriak memaki tanpa henti, membuat Anggita tersentak kaget. Ia cemas jika ayah tirinya akan mendengar keributan ini. ​"Sudah, Ma! Sudah! Nanti didengar oleh Papa!" bisik Anggita cepat sembari mengelus dada ibunya, berusaha menjauhkan Sofia dari jangkauan Rama. ​Rama hanya bisa terkekeh sinis. Baginya,

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   MEMANCING GAIRAH KEDUA BETINA

    ​"Jangan cuci otak suami saya! Kenapa kamu harus muncul ke permukaan? Apa jangan-jangan kamu bukan putra kandungnya? Jangan-jangan kamu cuma pria miskin di luar sana yang kebetulan mirip dengan suami saya dan mengambil kesempatan ini dengan berpura-pura menjadi putranya yang hilang, ya?!" celoteh Sofia berapi-api, membuat telinga Rama panas mendengarnya. ​Bagaimana bisa seseorang memiliki pikiran selicik itu? batin Rama bertanya-tanya. ​Namun, ia tak mau ambil pusing dengan meladeni kedua perempuan cempreng itu. Rama tak peduli; ia kembali merebahkan diri dan mengangkat barbelnya berulang kali, mengabaikan ocehan Sofia yang semakin lama semakin tidak masuk akal. ​Beruntung, Rama adalah tipe pria yang irit bicara. Ia mampu tidak menggubris seseorang yang berada tepat di depannya, dan hal itu justru membuat Sofia merasa sangat rendah dan tidak dihargai. ​"Heh, kamu dengar saya tidak?!" tegur Sofia lagi, semakin kesal. ​Rama menghentikan aktivitasnya sejenak. Ia menatap sekilas

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   ADA YANG ANEH

    Setelah beberapa jam hanya diam duduk di kafe, menikmati momen yang tersisa, Rama akhirnya bangkit dan memutuskan untuk pulang. Sesampainya di hotel, saat ia baru saja hendak memasuki kamarnya, Rama berpapasan dengan seorang perempuan tua—wajah yang langsung ia kenali. Perempuan itulah yang perta

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   DIGODA DUA BETINA

    Rama terdiam sejenak melihat pesan dari Anggita. Nyalinya sedikit menciut menyadari betapa liciknya wanita itu. Tanpa pikir panjang, ia pun menceritakan semuanya kepada Alya—mulai dari kejadian di kantor Tan Sri hingga pesan ancaman yang baru saja ia terima dari Anggita. ​Mendengar cerita itu, su

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   SELALU SAJA ADA GANGGUAN

    Rama tak tahan lagi. Rasa rindu dan gairah yang sempat tertahan semalam akibat gangguan Anggita, ditambah dengan rasa muak melihat foto perselingkuhan Nadia, membuatnya ingin segera mendengar suara Alya. Baginya, hanya Alya yang bisa menenangkan pikirannya sekaligus menambah semangatnya. ​Ia meng

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   ADEGAN PANAS YANG IA LIHAT

    Di dalam sana, di balik meja kekuasaannya, pria tua yang terlihat begitu berwibawa dan terhormat itu sedang menyesap dada anak tirinya sendiri. Tidak ada penolakan dari wanita itu; ia justru menyandarkan tubuhnya dengan pasrah di pelukan ayah tirinya. ​Rama membeku, jantungnya berdegup kencang ka

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status