Share

ADU MULUT

Author: Ayuwine
last update publish date: 2026-05-12 10:01:22

Di dalam kamar, jantung Alya yang sempat terasa berhenti itu akhirnya bisa kembali berembus lega. Bi Nunu menjelaskan bahwa ia tidak membuang foto itu. Sebaliknya, ia menyimpannya karena melihat wajah majikannya di dalam foto tersebut. Insting Bi Nunu tak meleset; ia yakin suatu saat Alya akan menanyakannya.

​Bi Nunu juga menceritakan bagaimana kemarin ia diperintah oleh Nadia untuk membuang semua sampah pecahan beling, termasuk instruksi tegas untuk melenyapkan foto tersebut.

​Mendengar penu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   ADU MULUT

    Di dalam kamar, jantung Alya yang sempat terasa berhenti itu akhirnya bisa kembali berembus lega. Bi Nunu menjelaskan bahwa ia tidak membuang foto itu. Sebaliknya, ia menyimpannya karena melihat wajah majikannya di dalam foto tersebut. Insting Bi Nunu tak meleset; ia yakin suatu saat Alya akan menanyakannya. ​Bi Nunu juga menceritakan bagaimana kemarin ia diperintah oleh Nadia untuk membuang semua sampah pecahan beling, termasuk instruksi tegas untuk melenyapkan foto tersebut. ​Mendengar penuturan itu, Alya merasa geram. Tangannya meremas kuat ujung baju, menahan gejolak amarah yang siap meledak kapan saja. Dalam keadaan kalut, Alya akhirnya menceritakan segalanya kepada Bi Nunu—alasan mengapa ia begitu histeris dan panik mencari selembar kertas itu. Ia membeberkan rahasia besar di balik foto tersebut. ​Bi Nunu terperangah. Tangannya terangkat menutupi mulutnya yang menganga tak percaya. ​"Jadi... jadi... Non Nadia bukan putri kandung Nyonya? Melainkan putri dari kakak Nyonya yang

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   BESAR EGO SAJA ASLINYA NOL

    ​Sementara itu di Malaysia, Rama telah berpamitan dengan sang ayah. Ia kini sudah duduk tenang di dalam pesawat. Jarak antara Malaysia dan Indonesia yang cukup dekat membuatnya merasa perjalanan ini tidak akan memakan waktu lama. ​Rama menghela napas panjang sembari menyandarkan tubuhnya pada kursi pesawat. Matanya menatap lurus ke luar jendela, memandangi hamparan awan. Ia memejamkan mata sejenak, dan tiba-tiba bayangan perpisahan dengan ayahnya kembali terlintas. ​Ia telah berjanji pada ayahnya bahwa suatu saat nanti ia akan tinggal selamanya di Malaysia. Ia juga berencana untuk sering berkunjung ke Eropa guna mengelola toko bunga peninggalan mendiang mamanya. Kepergiannya ke Indonesia kali ini hanyalah sementara, sekadar untuk menyelesaikan segala urusan yang masih tertunda. Setelah itu, ia akan kembali ke Malaysia untuk menggantikan posisi ayahnya mengelola bisnis, agar pria tua itu bisa menikmati masa tuanya dengan tenang. ​Soal rencana menyingkirkan istri dan anak tiri papa

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   BAGAIKAN IBU KEDUA

    Sementara itu, di dalam mansion yang megah, seorang perempuan dengan kecantikan yang masih terjaga di usia matangnya tampak sangat resah. Alya masih terus mencari keberadaan foto itu. Kegusarannya semakin memuncak karena sang putri, Nadia, belum juga kunjung pulang. ​Sesaat Alya tertegun, teringat kembali pada pecahan beling yang tak sengaja ia injak tadi. Jantungnya mulai berdegup kencang, memburu tak keruan dengan ritme yang lebih hebat dari sebelumnya. Bayangan tentang putrinya mendadak melintas, membuatnya semakin dirundung kecemasan. ​Ia menggeleng pelan, mencoba menepis pemikiran yang sudah buntu itu. Namun, saat ia memejamkan mata, bayangan lemari yang kosong karena uangnya dikuras oleh Nadia kembali muncul. Instingnya berteriak kuat; jika uang saja bisa diambil, maka besar kemungkinan foto itu pun kini berada di tangan putrinya. ​"Jika benar begitu...?" lirihnya bertanya-tanya pada ruang hampa di depannya. ​"Astaga, Nadia! Kenapa kamu begitu bandel!" lanjutnya. Ia mula

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   TAHAN HINAAN

    Sofia membulatkan mata. Ia menolak keras ide itu meski jauh di dalam lubuk hatinya, ia pun sama penasarannya. Namun, logikanya masih bekerja ia takut jika rumah ini dipasangi CCTV. Jika ia ketahuan bertindak "gatal", maka tamatlah riwayatnya, apalagi jika sasarannya adalah anak tirinya sendiri. ​Namun, Anggita tak peduli. Ia mengabaikan setiap ocehan Sofia. Keduanya seolah lupa bahwa baru saja mereka terlibat pertengkaran hebat di depan Rama. Sementara itu, Rama tetap fokus pada aktivitasnya, seolah kedua wanita itu tidak ada di sana. ​"Anggita, hey!" teriak Sofia, yang lagi-lagi hanya dianggap angin lalu oleh putrinya. ​"Anak itu!" geram Sofia dengan gigi bergemerutuk. Rasa cemas mulai menghimpit dadanya. ​Anggita mulai memberanikan diri. Ia melangkah lebar hingga posisinya tepat berada di belakang Rama. Ia menelan ludah kasar; tatapannya terkunci pada punggung Rama yang lebar dan berotot. Tangannya bergetar, ingin sekali mengelus setiap gurat otot itu, namun ia ragu. T

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   BIRAHI ANGGITA

    Sofia langsung menepis tangan Rama dengan kuat. "Kurang ajar!" teriaknya. ​Tangannya melayang di udara, hendak mendaratkan tamparan keras. Namun dengan sigap, Rama menahan pergelangan tangan perempuan itu sebelum menyentuh kulitnya. Keduanya kembali saling tatap dalam ketegangan; tangan Sofia tertahan di udara, terkunci oleh cengkeraman Rama yang kokoh. ​Anggita hanya bisa diam menyaksikan perdebatan ibu dan saudara tirinya yang semakin sengit. Meski tampak takut, matanya tetap tak bisa berhenti mencuri pandang pada sosok Rama yang berdiri gagah di depannya. ​Rama tidak menggubris makian itu. Ia hanya memberikan tatapan remeh yang semakin membuat Sofia kalap. Perempuan itu berteriak memaki tanpa henti, membuat Anggita tersentak kaget. Ia cemas jika ayah tirinya akan mendengar keributan ini. ​"Sudah, Ma! Sudah! Nanti didengar oleh Papa!" bisik Anggita cepat sembari mengelus dada ibunya, berusaha menjauhkan Sofia dari jangkauan Rama. ​Rama hanya bisa terkekeh sinis. Baginya,

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   MEMANCING GAIRAH KEDUA BETINA

    ​"Jangan cuci otak suami saya! Kenapa kamu harus muncul ke permukaan? Apa jangan-jangan kamu bukan putra kandungnya? Jangan-jangan kamu cuma pria miskin di luar sana yang kebetulan mirip dengan suami saya dan mengambil kesempatan ini dengan berpura-pura menjadi putranya yang hilang, ya?!" celoteh Sofia berapi-api, membuat telinga Rama panas mendengarnya. ​Bagaimana bisa seseorang memiliki pikiran selicik itu? batin Rama bertanya-tanya. ​Namun, ia tak mau ambil pusing dengan meladeni kedua perempuan cempreng itu. Rama tak peduli; ia kembali merebahkan diri dan mengangkat barbelnya berulang kali, mengabaikan ocehan Sofia yang semakin lama semakin tidak masuk akal. ​Beruntung, Rama adalah tipe pria yang irit bicara. Ia mampu tidak menggubris seseorang yang berada tepat di depannya, dan hal itu justru membuat Sofia merasa sangat rendah dan tidak dihargai. ​"Heh, kamu dengar saya tidak?!" tegur Sofia lagi, semakin kesal. ​Rama menghentikan aktivitasnya sejenak. Ia menatap sekilas

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   MENCIUM MERTUA

    ​"Lihat istrimu itu, Ram... apa lagi yang bisa kamu harapkan darinya?" bisik Alya tepat di telinga Rama, suaranya serak dan penuh provokasi. ​Rama memejamkan mata, merasakan napas hangat Alya yang menerpa kulitnya. ​"Kamu selalu menjaga perasaannya sampai rela mengorbankan perasaanmu sendiri, t

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   KERIBUTAN DI DAPUR

    Rama bernapas lega mengetahui Bos Yuda belum juga mendarat di Indonesia. Setidaknya, ia masih punya waktu untuk menghindar sebelum panggilan yang tak terelakkan itu tiba. Namun, ketenangan itu terusik di kantor. ​"Kenapa sih gelisah banget?" tanya Baron tiba-tiba, muncul di dapur kantor saat Rama

    last updateLast Updated : 2026-03-27
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   DIMANA LILI?

    Bukan hanya mereka, para tetangga pun mendengar keributan itu. Satu per satu warga mulai keluar dan akhirnya berkerumun, membuat Rama dan Alya merasa malu dan tertekan. Nadia, yang sama sekali tidak mengetahui apa pun, tampak kebingungan. “Ada apa sih ini? Pulang saja, Mas, ayo!” ucap Nadia kesal

    last updateLast Updated : 2026-03-26
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   BUJUKAN SANG MENANTU NAKAL

    Alya mencoba sekuat tenaga untuk tetap pada pendiriannya. Ia membuang muka, berusaha mengabaikan debaran jantungnya yang mulai tak beraturan. Namun, Rama yang sekarang benar-benar berbeda. Ia seolah ingin menebus dua hari diamnya Alya dengan serangan kasih sayang yang bertubi-tubi. ​Rama tidak

    last updateLast Updated : 2026-03-26
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status