Beranda / Male Adult / MALAM GILA DI RANJANG MERTUA / PELUKAN RINDU UNTUK MERTUAKU

Share

PELUKAN RINDU UNTUK MERTUAKU

Penulis: Ayuwine
last update Tanggal publikasi: 2026-05-13 15:11:58

Rama berdiri mematung di ambang pintu, menatap dua perempuan itu dengan sorot mata yang sulit diartikan.

Namun, saat netranya menangkap sosok mertuanya yang tersungkur, matanya membulat sempurna. Tak bisa menahan diri, Rama berlari kecil masuk ke dalam rumah, bahkan melewati Nadia begitu saja tanpa menoleh sedikit pun.

​Rama langsung menyambar tubuh Alya, membantunya berdiri dengan sangat hati-hati, lalu mendekapnya erat. Dekapan itu bukan sekadar bantuan, melainkan luapan rasa khawatir yan
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   PELUKAN RINDU UNTUK MERTUAKU

    Rama berdiri mematung di ambang pintu, menatap dua perempuan itu dengan sorot mata yang sulit diartikan. Namun, saat netranya menangkap sosok mertuanya yang tersungkur, matanya membulat sempurna. Tak bisa menahan diri, Rama berlari kecil masuk ke dalam rumah, bahkan melewati Nadia begitu saja tanpa menoleh sedikit pun. ​Rama langsung menyambar tubuh Alya, membantunya berdiri dengan sangat hati-hati, lalu mendekapnya erat. Dekapan itu bukan sekadar bantuan, melainkan luapan rasa khawatir yang mendalam. ​Nadia yang menyaksikan adegan itu hanya bisa melongo, tak percaya dengan pemandangan di depan matanya. "Mas, apa-apaan kamu?!" teriak Nadia dengan suara melengking. ​Sadar akan kehadiran istrinya, Rama segera merenggangkan pelukannya pada tubuh Alya, meski tangannya masih enggan melepaskan bahu mertuanya itu. ​"Kenapa kamu berkata begitu kasar pada ibumu? Lihat, bibirnya sampai berdarah! Kamu apakan dia?!" dalih Rama cepat. Ia sengaja mengalihkan pembicaraan agar Nadia tidak c

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   AKU BUKAN IBUMU NADIA

    ​Alya tertegun, matanya menyipit saat menatap putrinya dengan saksama. "Apa maksud kamu, Nadia?" tanya Alya dengan suara yang mulai bergetar. ​Mendengar itu, Nadia justru tertawa lepas—tawa yang terdengar hambar sekaligus menyakitkan. "Menurut Ibu, uang saja sudah cukup?" ​Wajah Alya menegang, napasnya memburu saat ia perlahan melangkah mundur, menjauh dari tatapan tajam putrinya. "Ibu gak paham..." ​"Aku dibesarkan oleh uang, dan Ibu tak benar-benar mendidikku!" lanjut Nadia. Ia terus melangkah maju setiap kali Alya mundur menjauh. ​Bagai disambar petir di siang bolong, jantung Alya terasa sesak luar biasa. Kata-kata itu menghujam tepat di ulu hatinya. Selama ini ia merasa telah membesarkan Nadia dengan penuh kasih sayang dan menjamin finansial yang tak pernah kekurangan. ​"Apa maksudmu, Nadia!" suara Alya meninggi, menahan tangis. ​Nadia mengangguk tegas. Matanya menyalang angkuh, seolah ia adalah manusia paling benar di ruangan itu. "Mendidik anak tanpa sosok ayah... ap

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   ADU MULUT

    Di dalam kamar, jantung Alya yang sempat terasa berhenti itu akhirnya bisa kembali berembus lega. Bi Nunu menjelaskan bahwa ia tidak membuang foto itu. Sebaliknya, ia menyimpannya karena melihat wajah majikannya di dalam foto tersebut. Insting Bi Nunu tak meleset; ia yakin suatu saat Alya akan menanyakannya. ​Bi Nunu juga menceritakan bagaimana kemarin ia diperintah oleh Nadia untuk membuang semua sampah pecahan beling, termasuk instruksi tegas untuk melenyapkan foto tersebut. ​Mendengar penuturan itu, Alya merasa geram. Tangannya meremas kuat ujung baju, menahan gejolak amarah yang siap meledak kapan saja. Dalam keadaan kalut, Alya akhirnya menceritakan segalanya kepada Bi Nunu—alasan mengapa ia begitu histeris dan panik mencari selembar kertas itu. Ia membeberkan rahasia besar di balik foto tersebut. ​Bi Nunu terperangah. Tangannya terangkat menutupi mulutnya yang menganga tak percaya. ​"Jadi... jadi... Non Nadia bukan putri kandung Nyonya? Melainkan putri dari kakak Nyonya yang

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   BESAR EGO SAJA ASLINYA NOL

    ​Sementara itu di Malaysia, Rama telah berpamitan dengan sang ayah. Ia kini sudah duduk tenang di dalam pesawat. Jarak antara Malaysia dan Indonesia yang cukup dekat membuatnya merasa perjalanan ini tidak akan memakan waktu lama. ​Rama menghela napas panjang sembari menyandarkan tubuhnya pada kursi pesawat. Matanya menatap lurus ke luar jendela, memandangi hamparan awan. Ia memejamkan mata sejenak, dan tiba-tiba bayangan perpisahan dengan ayahnya kembali terlintas. ​Ia telah berjanji pada ayahnya bahwa suatu saat nanti ia akan tinggal selamanya di Malaysia. Ia juga berencana untuk sering berkunjung ke Eropa guna mengelola toko bunga peninggalan mendiang mamanya. Kepergiannya ke Indonesia kali ini hanyalah sementara, sekadar untuk menyelesaikan segala urusan yang masih tertunda. Setelah itu, ia akan kembali ke Malaysia untuk menggantikan posisi ayahnya mengelola bisnis, agar pria tua itu bisa menikmati masa tuanya dengan tenang. ​Soal rencana menyingkirkan istri dan anak tiri papa

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   BAGAIKAN IBU KEDUA

    Sementara itu, di dalam mansion yang megah, seorang perempuan dengan kecantikan yang masih terjaga di usia matangnya tampak sangat resah. Alya masih terus mencari keberadaan foto itu. Kegusarannya semakin memuncak karena sang putri, Nadia, belum juga kunjung pulang. ​Sesaat Alya tertegun, teringat kembali pada pecahan beling yang tak sengaja ia injak tadi. Jantungnya mulai berdegup kencang, memburu tak keruan dengan ritme yang lebih hebat dari sebelumnya. Bayangan tentang putrinya mendadak melintas, membuatnya semakin dirundung kecemasan. ​Ia menggeleng pelan, mencoba menepis pemikiran yang sudah buntu itu. Namun, saat ia memejamkan mata, bayangan lemari yang kosong karena uangnya dikuras oleh Nadia kembali muncul. Instingnya berteriak kuat; jika uang saja bisa diambil, maka besar kemungkinan foto itu pun kini berada di tangan putrinya. ​"Jika benar begitu...?" lirihnya bertanya-tanya pada ruang hampa di depannya. ​"Astaga, Nadia! Kenapa kamu begitu bandel!" lanjutnya. Ia mula

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   TAHAN HINAAN

    Sofia membulatkan mata. Ia menolak keras ide itu meski jauh di dalam lubuk hatinya, ia pun sama penasarannya. Namun, logikanya masih bekerja ia takut jika rumah ini dipasangi CCTV. Jika ia ketahuan bertindak "gatal", maka tamatlah riwayatnya, apalagi jika sasarannya adalah anak tirinya sendiri. ​Namun, Anggita tak peduli. Ia mengabaikan setiap ocehan Sofia. Keduanya seolah lupa bahwa baru saja mereka terlibat pertengkaran hebat di depan Rama. Sementara itu, Rama tetap fokus pada aktivitasnya, seolah kedua wanita itu tidak ada di sana. ​"Anggita, hey!" teriak Sofia, yang lagi-lagi hanya dianggap angin lalu oleh putrinya. ​"Anak itu!" geram Sofia dengan gigi bergemerutuk. Rasa cemas mulai menghimpit dadanya. ​Anggita mulai memberanikan diri. Ia melangkah lebar hingga posisinya tepat berada di belakang Rama. Ia menelan ludah kasar; tatapannya terkunci pada punggung Rama yang lebar dan berotot. Tangannya bergetar, ingin sekali mengelus setiap gurat otot itu, namun ia ragu. T

  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   KURAS SEMUA HARTAKU BU

    ​"Biasa saja dong natapnya, jangan begitu banget," ujar Alya pelan sembari menunduk. Pipinya terasa panas, bersemu merah karena malu. Menantunya itu menatapnya tanpa kedip, bahkan sampai melongo dengan bibir sedikit terbuka. ​"Tutup mulutmu, Rama!" ucapnya lagi. Ia masih tak berani membalas tatap

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   DI BAWAH CAHAYA REMBULAN

    Rama duduk dengan tenang di sebuah restoran mewah, menikmati suasana yang sengaja ia ciptakan sendiri.. Sebuah ruang VIP di lantai atas sudah ia pesan—ruangan yang terhubung langsung dengan balkon luas, tempat langit malam terbentang dengan bintang dan bulan yang tampak begitu sempurna. Di sisi l

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   RAMA MULAI BANGKIT

    Rama menggeleng pelan. Ia menggenggam jemari Alya dengan lembut, menghapus bulir air mata yang jatuh di atas pipi mulus mertuanya itu. ​"Enggak, Bu. Tapi aku gak enak kalau harus selalu pakai black card beliau. Aku juga mau membuktikan semuanya bu. mau Sampai kapan aku harus diam saat terus-mener

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-01
  • MALAM GILA DI RANJANG MERTUA   DUA MILIAR??

    ​"Mas, perusahaan pusat tahu soal dana itu! Dan Alex... Alex brengsek itu malah menghilang sekarang! Gimana ini, Mas? Aku bisa dipecat, bahkan bisa dipolisikan!" racau Nadia dengan suara melengking yang hampir memenuhi seisi kamar. ​Rama hanya menatap Nadia dengan pandangan dingin. Rasa kantuknya

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-31
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status