LOGINAnna Sawyer menjadi saksi mata sebuah pembunuhan yang dilakukan seorang bos mafia, Felix Harrington. Dia diberi sebuah pilihan, pernikahan atau kematian.
View MoreKediaman Harrington, beberapa jam kemudian. Anna telah mengutak-atik ponsel miliknya selama hampir satu jam. Wajahnya dipenuhi kerutan, tampak tidak senang. Saat pintu kamar mandi terbuka memperlihatkan sosok seperti malaikat dengan uap di sekitar kepala dan bertelanjang dada, gadis itu mengangkat wajah. Matanya yang tadinya penuh fokus pada layar ponsel kini teralihkan sepenuhnya. Ekspresinya langsung berubah. Rasa tidak senang tadi telah lenyap berganti perasaan takjub dan terpesona. Felix bisa melihat tatapan mesum itu dengan sangat jelas. Anna sama sekali tidak mencoba menyembunyikan keinginannya untuk menerkam pria yang mengaku sebagai suaminya ini. Tidak ada rasa malu atau usaha untuk berpura-pura tidak tertarik. Tatapannya terus mengikuti gerakan Felix yang mondar-mandir antara kamar mandi dan walk-in closet dan cermin di sudut kamar. Felix mencoba mengabaikan tatapan itu, meski dia bisa merasakan pandangan Anna yang menempel di tubuhnya. Dia mengambil handuk kecil dan me
Gadis di depan sana hanya berupa bayangan kabur dari kejauhan. Felix sebelumnya hanya pernah melihatnya dalam rekaman kamera pengawas. Kali ini dia menyaksikannya secara langsung. Melihat bagaimana tubuh mungil itu bergerak dengan kekuatan yang tidak masuk akal. Melihat bagaimana darah membasahi tangannya yang halus. Melihat bagaimana matanya yang jernih itu memandang kematian tanpa emosi apa pun.Ini adalah Anna yang sebenarnya. Anna sebelum ingatannya diblokir. Beberapa orang yang tersisa dan masih bertahan di sana, saat melihat sejumlah orang bersenjata menjadi semakin panik. Mereka menyadari bahwa mereka terkepung dari dua sisi. Di satu sisi ada monster berwajah manusia, di sisi lain ada pasukan bersenjata lengkap. Mereka mencoba menyelamatkan diri, berlari ke berbagai arah tanpa rencana yang jelas, tapi hujan peluru segera menyambutnya. Tubuh mereka roboh satu per satu."Jangan dekati gadis itu!" Felix memberikan perintah dengan suara keras yang memotong suara tembakan. Semua an
Anna sudah hendak melanjutkan langkah mengejar Nolan. Tubuhnya bersiap untuk bergerak dengan kecepatan penuh. Pintu telah pula bergerak menutup. Dalam sepersekian detik, tepat sebelum kakinya meluncur ke depan, Anna melirik pada gadis yang tangannya terbelenggu dan bersimpuh di lantai. Gadis itu menatapnya dengan mata yang penuh kekhawatiran.Dia tidak mengenali gadis itu. Tidak ada ingatan tentangnya dalam memori yang baru saja kembali. Tapi wajahnya entah kenapa terasa familiar. Ada sesuatu tentang tatapan matanya, cara dia menatap Anna dengan kepedulian yang tulus. Apakah ada sesuatu yang terlupa? Anna memiringkan wajah, mengamati gadis itu dengan lebih saksama. "Nyonya—" Gadis di lantai menegur dalam panggilan aneh. Suaranya bergetar. Ada keakraban di sana, sesuatu yang membuat Anna berhenti sejenak dan memutuskan.Anna menengadah pada perangkap yang turun. Bilah-bilah besi tajam mulai muncul dari langit-langit, bergerak turun dengan lambat namun pasti. Dalam satu gerakan kilat
Orang pertama yang tersadar dari pemandangan yang menghipnotis itu adalah Nolan. Mungkin karena langkah Anna yang mengarah padanya dengan tatapan yang tidak bisa disalahartikan sebagai hal lain selain niat membunuh. Instingnya sebagai seorang yang telah lama bertahan di dunia gelap langsung bereaksi. Dia mengangkat tangannya yang memegang senjata dan menembak dengan panik. Tangannya gemetar. Satu tembakan, dua tembakan, tiga tembakan berturut-turut meletus di udara.Tembakan itu ditangkis oleh sebuah tubuh yang dijadikan tameng oleh Anna. Gerakannya nyaris tidak tertangkap mata. Tahu-tahu si pemilik tubuh, seorang penjaga berseragam hitam, merasa tubuhnya terangkat dan berondongan timah panas langsung menghantam tubuhnya. Darah menyembur dari beberapa lubang di dadanya. Tubuhnya tersentak-sentak sebelum menjadi lemas, nyawanya melayang dalam sekejap.Anna melempar tubuh itu ke arah dua pria lain yang juga mulai menembak. Tembakan mereka meleset karena pandangan mereka terhalang oleh t
Senyum Nolan terlihat kejam. "Kalau begitu, aku ingin kau menembak kepalamu sendiri. Itu akan membuat segalanya berakhir lebih cepat dan mudah."Aria tidak menyangka akan mendengar itu.Harusnya Nolan Cross memintanya menembak kepala gadis itu, Anna. Dia akan dengan senang hati melakukannya. Tangan
Saat Felix Harrington turun dari mobilnya yang berwarna gelap, matanya menyapu seluruh area kejadian dengan pandangan yang dingin dan penuh kemarahan. Mobil yang biasa mengantar Anna masih berada di tempatnya, kedua pintu belakang terbuka lebar dan tubuh Peter terlihat tak bergerak di kursi pengemu
Video itu sudah berjalan beberapa menit. Saat Anna mulai menontonnya, dia menyaksikan seorang gadis mulai membunuhi beberapa pria. Cara gadis itu menghabisi mereka adalah sebuah adegan yang tidak pernah terbayangkan oleh Anna sebelumnya. Setiap gerakan gadis itu terlihat terlatih, tidak ragu-ragu.
Felix masih dalam posisinya yang menunduk di atas Anna."Kau hampir jatuh tadi. Aku menyelamatkanmu. Jadi, kau harus berterima kasih." Mata Felix menatap bibir merah ceri di depannya dengan keinginan yang jelas.Anna menelan ludah. Pemandangan di atas sana begitu menggoda. Hanya beberapa senti, dia






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore