Share

Bab 10. Mimpi buruk

Selesai dengan ritual membersihkan wajah di malam hari, Marina mematikan lampu utama dan menyalakan lampu tidur. Gorden dan jendela sudah ditutup sejak Maghrib. Anak-anak pekerja juga sudah beristirahat.

Warung makan Marina berupa ruko dua lantai, yang terdapat dua kamar di bawah untuk pekerja lelaki dan dua kamar di lantai atas untuk pekerja perempuan, termasuk dirinya. Selebihnya merupakan pekerja pulang usai warung tutup.

Pukul sebelas malam memang masih ramai. Suara musik, kendaraan lalu lalang, dan orang-orang masih terdengar, tetapi bagi para tim Marjan Solid, jam tersebut merupakan jam tidur. Mereka lelah. Masa mereka untuk bersenang-senang adalah selepas warung tutup. Marina juga memberlakukan jam malam bagi pekerja yang tinggal bersamanya di ruko.

Piyama hitam yang belum lama dibeli merupakan hadiah ulang tahun anak-anak warung. Marina sangat senang saat itu meski hanya sebuah piyama. Bukan karena bentuk hadiah atau nominalnya, tetapi pemberian yang tak seberapa itu membuat Marina merasa dirinya berarti bagi mereka. Merasa bahwa ia dibutuhkan. Dia teharu.

Anak-anak warung tidak akan menepis jika ditanya perihal Marina. Mereka akan memberi jawaban yang sama, meski dalam penyampaian yang berbeda. Mereka mengakui kehebatan Marina dan betapa kuatnya ia menjalani hidup di tanah orang.

Di atas pembaringan, Marina perlahan menutup mata setelah mengucap syukur. Bahwa hari ini hari yang jauh lebih baik dan melewatinya dengan sedikit kesedihan. Sebagai penutup malam, doa mendapatkan jodoh yang baik tak lupa Marina panjatkan.

Udara tidak terlalu dingin, tetapi Marina menarik selimut tebal hingga menutup tubuhnya. Kantuk perlahan menyerang bersamaan dengan potongan memori yang terjadi beberapa jam lalu. Wajah Johan terbayang-bayang di pelupuk mata yang sudah melemah. Paras maskulin tetapi memiliki kesan good man yang bisa dilihat di sana.

Dua jam berlalu, keringat mulai membasahi pori-pori kulit. Leher dan bagian tubuh ke bawah serta wajah, sudah berkeringat. Marina dilanda ketakutan dalam tidurnya. Ucapan Johan mengenai penculik sebetulnya sudah membuat Marina gelisah. Namun, entah mengapa perasaan itu justru kambuh ketika ia tidur.

Bukan kali pertama Marina mengalami kegelisahan yang membuatnya hingga tidak bisa bernapas. Saat masih menikah, Marina cukup sering mengalami hal tersebut. Janda muda itu tidak mengerti apa yang sebetulnya terjadi.

Namun, untuk setiap hal yang sepertinya akan memicu kemarahan ibu mertua, maka Marina akan segera merasa dirinya serba salah, gugup, terpojok dan tersudut. Reaksi tubuh Marina ketakutan sebagai respons dari sinyal yang diberikan alam bawah sadarnya.

Namun, kegelisahan yang lebih dikenal oleh masyarakat awam dengan istilah takut atau ketakutan, adalah kali pertama Marina alami dalam tidur.

Napas Marina semakin sesak dan berbunyi keras. Peluh keringatnya semakin banyak. Lirih lenguhan Marina mulai keras. Bayangan penculik, mantan ibu mertua, terus menghampiri Marina hingga kerongkongannya tersedak karena tidak bisa menelan.

Marina merasakan dirinya akan segera mati. Dia tidak bisa bernapas. Susah payah Marina berjuang menarik napas. Berusaha mempertahankan dirinya yang tengah berada di jurang kematian.

Di saat bersmaan, Marina masih sadar untuk meminta tolong melalui teriakan hati. Berdoa kepada Tuhan untuk menolongnya yang kehabisanan napas dan akan segera mati. Marina sudah di ujung tanduk.

“Haaahhhhh ….”

Napas Marina tersengal-sengal, matanya terbuka lebar, mulutnya menganga, jantungnya berdetak kencang tidak karuan, bulir keringat terus berjatuhan membasahi tubuh. Tubuhnya terasa lemah. Bahkan untuk bergerak mendudukkan diri di kasur, ia tidak sanggup.

Marina membiarkan dirinya dikuasi oleh energi yang hilang. Hatinya mengucap istighfar karena bibirnya kering dan lidahnya kelu. Pun dengan tenggorokannya. Dia merasakan haus yang amat sangat. Benak Marina menginginkan air.

Perlahan Marina merasakan tubuhnya mulai bertenaga. Ia ingin bangun tetapi masih tak cukup kuat. Benak Marina berpikir seandainya ada seseorang yang bisa membantunya.

Perlahan Marina menyibak selimut. Semburan udara terasa dingin di pori-pori yang berkeringat. Dia menarik tubuh dan duduk bersandar. Menarik napas dalam-dalam dan membuangnya dari mulut.

“Bapak … Marina takut, Pak ….”

Suara Marina parau dan bernada lirih diiringi air mata. Gemuruh dalam hati dan jiwanya tidak lagi tertahankan. Marina biarkan air itu jatuh. Pipinya basah dan mata yang bengkak besok pagi tak jadi soal, jika menangis bisa membuang rasa takutnya.

Sebelah kaki Marina turun dan menapak di lantai. Matanya mencari keberadaan gelas beserta ceret yang berisi air tawar. Dia mengambil minum di meja dekat jendela setelah diam cukup lama. Segelas air sudah kandas. Gelas ke dua dia bawa ke kasur.

Kegelisahan yang Marina alami sejak tiga tahun silam, masih belum disadarinya sebagai bentuk gangguan yang perlu penanganan. Ia merasa dan menyadari dirinya mudah gelisah untuk sesuatu yang kecil. Marina menganggapnya karena terlalu stes.

Suara dari luar masih membisingkan telinga. Riuh anak-anak muda di angkringan kaki lima tak akan berakhir sebelum jelang Shubuh. Air di gelas ke dua sudah habis. Kaki dan tangan Marina masih gemetar. Udara kamar tidak mendinginkan otak Marina untuk berpikir jernih.

Sambil terisak, Marina memandang ke luar jendela. Namun, gorden yang terpasang menutupi pandangannya. Saat menghapus air matanya tadi, terlintas di benak Marina untuk menelepon ke kampung. Namun, lagi-lagi dia urung karena tak ingin bapaknya terganggu dan menjadi beban pikiran.

Marina menaruh gelas di tempatnya semula, kemudian kembali ke ranjang, dan membaringkan diri. Posisinya melintang, menatap ventilasi jendela yang tertutup kawat halus. Malam ini tidak ada cahaya bulan menerangi hingga ke kamar. Marina tidak lagi merasakan kantuk.

Allah selalu jagain kamu. Baik-baik kamu di sana, banyak berdoa biar dapat jodoh juga. Yang baik, yang sayang sama kamu, yang nggak kayak kemarinlah, Nak.

Marina kembali diingatkan petuah, permintaan, doa dan harapan dari bapaknya.

“Maafin Ina, Pak.”

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status