Share

Bab 17. Serba bingung

“Pikirin dech solusinya,” cetus Gusti tak mau repot kali ini. Cukup tadi direpotkan dengan ban mobil.

Johan beranjak keluar ruangan guna mendapat kelonggaran dada yang terasa sempit. Udara dingin menyapu wajah dan rambut hitamnya, serta kulit cokelat yang tersinar cahaya lampu. Johan benar-benar mencuri perhatian. Sayang, tidak ada yang melihat penampilan sempurna itu selain suster klinik dan dokter jaga.

“Gus, kamu pulang dech, biar aku antar dia pulang.”

“Kamu yakin? Terus motor dia gimana?”

Johan menghela napas dalam-dalam di dinginnya udara malam yang semakin pekat.

“Kalau boleh kamu mampir ke kafe, titip sama pihak kafe –“

“Mana ada yang mau dititipin? Kamu pikir klub malam? Kalau itu memang udah ada yang jagain, ditinggal pemilik juga masa bodoh. Tinggal bayar uang parkir sesuai peraturan.”

Gusti benar dan menyolot agar Johan mengerti bahwa menyelesaikan masalah t

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status