Masuk“Salam kepada Adik Kaisar. “Ucap Putri Huailing berlutut. Sementara Xu Qingyu berlutut di samping Ibu mertuanya dan berkata, “ Salam kepada Yang Mulia.”“Kalian berdua bangunlah. “ Ucap Kaisar memberi izin. “Terima kasih Yang Mulia. ““Terima kasih Adik Kaisar. “Keduanya berdiri dan diberikan tempat duduk untuk duduk di tempat yang telah ditentukan oleh Kaisar. “Apakah ini adalah menantu keponakan ku? “ Tanya Kaisar tampak antusias. Pada saat itulah Xu Qingyu baru berani mengangkat kepalanya dan menatap orang yang mengajaknya bicara. Itu adalah seorang pria paruh baya dengan wajah yang cukup tampan, garis wajah yang tegas dan mata yang tajam agak mirip dengan Putri Huailing. Belum lagi dengan aura mendominasi yang dipancarkannya membuat orang lain secara otomatis ingin menunduk padanya. “Menjawab Yang Mulia, hamba adalah Xu Qingyu, Istri dari Ling Shang. “Ucap Xu Qingyu dengan lembut. “ Sangat cantik, sangat menawan dan sangat lembut. Jadi bagaimana kakak , apakah kamu puas d
“Mungkin kamu hanya terlalu banyak berpikir, jangan pikirkan hal ini lagi di masa depan. “Ucap Xu Yin membujuknya. “Baiklah, asalkan kamu bahagia maka aku tidak akan memikirkan dan tidak akan membahasnya lagi. “ Balas Xu Qingyu setuju. Selama kakak keduanya tidak keberatan dengan sikap Putra Mahkota maka tidak akan ada hal yang harus dipermasalahkan. Setelah hari beranjak siang, akhirnya Putri Huailing dan Xu Qingyu pun pamit dari Istana Permaisuri untuk memberi salam kepada Kaisar. “Adik ipar, aku akan pergi terlebih dahulu. “ Ucap Putri Huailing. “Qingyu mengucapkan salam perpisahan kepada Permaisuri. “ Tambah Xu Qingyu dari belakang Putri Huailing. “Ya, kalian pergilah menemui Yang Mulia. “ Balas Permaisuri masih dengan senyum palsunya. Entahlah apakah karena Xu Qingyu merasa bahwa Permaisuri ini terlalu kejam dan keji. Setiap perilakunya menunjukkan ketenangan yang ekstrem. Xu Qingyu percaya bahwa semakin tenang seseorang maka semakin berbahaya orang tersebut. Seperti kat
Alasan mengapa Xu Qing yuk merasa sungkan adalah karena sikap dari Putra Mahkota yang sangat ramah pada dirinya namun cukup dingin pada Xu Yin. Xu Qingyu menemukan bahwa Putra Mahkota selalu tersenyum ketika berbicara dengannya namun saat berbicara dengan Xu Yin, maka secukupnya saja. Xu Qingyu tidak mengerti dengan niat dari Putra Mahkota namun satu yang pasti, dirinya harus menjaga jarak untuk melindungi hati Xu Yin dengan Ling Shang. Xu Qingyu sebenarnya tidak tahu apakah hal ini benar benar terjadi atau dirinya yang berpikir berlebihan terhadap sesuatu yang bahkan tidak pasti. “Adik ipar, kamu datanglah ke Istana Timur ku untuk makan siang terlebih dahulu. “ Ucap Putra Mahkota. “Terima kasih atas tawaran Putra Mahkota, namun sayang sekali bahwa dengan berat hati Qingyu harus menolak. Namun bagaimana jika membawa kakak kedua? Bagaimanapun kalian bisa membangun hubungan. “Tolak Xu Qingyu dengan tenang. Xu Yin tampak memandang Putra Mahkota dengan cahaya yang sangat terang, seu
Dayang Istana yang menemani Permaisuri tentu saja selalu mengawasi tindakan Xu Yin dengan Xu Qingyu dengan hati hati sehingga Xu Qingyu juga tidak berani untuk bertindak sembarangan. Pada saat yang sama Permaisuri dan Putri Huailing justru bersama sama bermain catur sembari memandang pemandangan di Istana Permaisuri. “Anak anak seperti kalian lebih baik untuk berjalan jalan, jika tidak pasti maka akan bosan melihat kamu para orang dewasa bermain. “ Ucap Putri Huailing. “Benar apa yang dikatakan oleh Kakak Ipar. “ Balas Permaisuri. Setelah itu pun, Xu Yin dan Xu Qingyu akhirnya bisa melarikan diri dari pengawasan yang sangat ketat itu. Xu Yin dan Xu Qingyu pergi ke sebuah halaman belakang yang sepi dan tampaknya lebih tenang untuk berbincang. “Kakak kedua, jika kelak kamu mengalami kesulitan maka kamu harus memberitahunya kepada kami.”Ucap Xu Qingyu sembari menggenggam tangan Xu Yin. Xu Yin menganggukkan kepalanya dan setuju dengan perkataan Xu Qingyu, lalu Xu Qingyu pun menghel
Entah kenapa Xu Qingyu merasa bahwa penampilan yang ditunjukkan oleh Permaisuri padanya hanyalah sebuah kepalsuan sehingga dirinya merasa canggung setelah itu pun Xu Qingyu duduk di samping Putri Huailing. “Apa yang membuat kakak ipar datang kemari secara tiba tiba? Aku yakin bahwa ini bukan hanya sekedar rindu, bukan? “ Tanya Permaisuri dengan tenang. Namun Putri Huailing tidak kalah tenang dan sebaliknya menatap Permaisuri dengan kepala yang terangkat tinggi dan senyuman di wajahnya tidak pernah pudar sekalipun. “Benar, memang bukan sekedar rindu. Jika hal ini maka aku hanya bisa menyalahkan diriku sendiri karena terlalu menyayangi Yu'er ku. Yu'er mengatakan bahwa dia merindukan kakak keduanya, jadi memintaku untuk membantu mencarinya. “ Ucap Putri Huailing. Putri Huailing sekilas menyalahkannya namun pada saat yang sama mendesak Permaisuri untuk mengeluarkan Xu Yin. “Ah, hubungan Yu'er dengan Yin'er sangat baik. Kalau begitu maka panggil lah dia kemari dan menikmati hari denga
Setelah berpisah, Xu Qingyu akhirnya melakukan persiapan yang terpisah dengan Ibu Mertuanya dan pada saat yang sama juga mengirim orang untuk menghubungi Kediaman Xu dan memberi tahu Xu Yin bahwa dirinya dan Ibu mertuanya akan datang ke Istana dan menghadap Permaisuri. Setelah itu, Xu Qingyu pun naik ke atas kereta kuda bersamaan dengan Putri Huailing sehingga mereka duduk berhadapan di kereta kuda yang megah ini. “Ibu, apa sikap yang sebaiknya aku tunjukkan kepada Permaisuri dan Yang Mulia nantinya? “ Tanya Xu Qingyu dengan takut. Bagaimanapun orang yang akan ditemuinya adalah orang orang mulia yang tidak mampu dia singgung bahkan jika ditukar dengan nyawanya sekalipun. “Tidak ada yang harus kamu ubah, lakukan saja seperti biasanya. Bukankah aku juga bagian dari Keluarga Kekaisaran? Anggap saja bahwa mereka semua adalah setara denganku. “ Ucap Putri Huailing dengan santai. “Baik, Ibu.” Balas Xu Qingyu merasa lebih tenang setelahnya. Setelah itu pun kereta kuda mereka melaju den
"Penglihatan Nyonya muda benar benar sangat bagus, kain ini adalah kain yang terbaik di Toko Kain Luoyang pada saat ini. Bahkan Kepala Toko kami pun enggan untuk menjualnya. " Ucap pelayan itu dengan senyum lebar. "Kamu sudah dengar? Kalau begitu maka ikuti perkataanmu saja. " Ucap Putri Huailing
Pria tua itu berulang kali menggumamkan kata kata bahwa dirinya telah melakukan kesalahan, seolah olah itu adalah kesalahan yang tidak memiliki jalan mundur lagi. “Tepatnya bulan lalu, putriku menikah dengannya dan putriku ikut pergi ke kampung halaman bajingan itu. ““Namun hingga satu bulan pun
Sesampainya di luar, Ying Long yang berjaga di pintu tentu saja terlihat bingung dengan reaksi Yueyue. "Ada apa? " Tanya Ying Long. "Pelan kan suaramu! Ayo kita agak menjauh! " Jawab Yueyue menarik Ying Long agak jauh. Tentu saja dua pelayan ini langsung bergosip bagaimana Ling Shang akan mengga
Xu Qingyu hanya menanggapinya dengan senyuman dan merasa agak kurang nyaman. Entah kenapa dia merasa bahwa ini bukan sekedar keberuntungan atau kebenaran melainkan sebuah pengaturan yang telah dibuat dengan teliti untuk menariknya masuk. Hanya saja Xu Qingyu tidak yakin apakah ini hanya perasaann







