LOGINXu Qingyu menatap Ling Shang dengan tatapan sedih, bagaimana mungkin seorang pemuda yang tampan, gagah dan berani bisa terbaring lemah tanpa daya di atas ranjang seperti ini? Mengingat hal ini membuat Xu Qingyu dipenuhi dengan kebencian, orang orang yang telah membuat suaminya menderita seperti ini pasti akan menderita hal yang sama. Tidak lama kemudian, Ling Shang mulai bergerak dan membuka matanya lalu menatap dalam diam. “Ling Shang? Apakah kamu ingat padaku? “ Tanya Xu Qingyu dengan terkejut. Ling Shang menatapnya dengan kerutan dahi dan pada saat itu hati Xu Qingyu agak mendingin, napasnya juga menjadi tersendat sendat. Tatapan Ling Shang beralih pada Putri Huai Ling dan Ling Shang langsung mengulurkan tangannya untuk meraih tangan Putri Huai Ling. “Ibu… maaf telah membuat Ibu khawatir… “lirih Ling Shang. “Nak… Apakah kamu tidak ingat pada Yu'er? Yu'er adalah istrimu, istri yang sangat kamu cintai. “Balas Putri Huai Ling tertegun melihat sikap Ling Shang. “Istri? “ Tanya
Dirinya tahu bahwa di mata Putri Huai Ling, Ying Long dan yang lainnya sama seperti putranya. Mereka tumbuh bersama di samping Ling Shang dan hampir tinggal sepanjang hari bersama Ling Shang. Tentu saja jika Putri Huai Ling mendengar bahwa kehidupan mereka juga terancam maka Putri Huai Ling pasti akan jatuh ke dalam kecemasan dan tidak akan bisa tenang. Xu Qingyu tidak ingin Putri Huai Ling mengalami hal ini sehingga dengan berani membohongi Putri Huai Ling terkait kondisi mereka. “Tuan Putri, ada sesuatu yang ingin kusampaikan terkait kondisi Tuan muda. “ Ucap Lu Hua dengan tenang. “Oh, Tabib Lu. Silakan katakan dengan jelas, wanita tua ini akan mendengarkan seluruhnya.” Balas Putri Huai Ling yang ingin duduk. Xu Qingyu dengan sigap langsung membantu Putri Huai Ling untuk duduk dan berbicara langsung dengan Lu Hua secara berhadapan. Lu Hua menarik napas dalam dalam dan mulai menceritakan kondisi yang dialami oleh Ling Shang. “Apa yang dialami oleh Tuan muda adalah Racun Panas
“Lukamu sangat parah, nanti kebetulan ada Tabib Lu di kediaman jadi aku akan meminta sebuah salep yang tidak meninggalkan bekas luka padanya. “ Ucap Xu Qingyu. “Sebenarnya… luka ini bukan masalah besar. Seandainya terjadi sesuatu pada Nyonya muda maka Yueyue tidak tahu harus melakukan apa lagi. “Balas Yueyue dengan sedih. “Jika terjadi sesuatu pada Nyonya muda maka Yueyue akan… akan menemani Nyonya muda bahkan jika itu berakhir kematian. “Lanjut Yueyue. “Anak bodoh, bagaimana kamu bisa mengatakan hal tersebut? Hidup adalah anugerah luar biasa. Jika suatu hari nanti aku mati dan kamu bisa bertahan hidup, maka berjanjilah padaku bahwa kamu akan hidup dengan baik. “ Balas Xu Qingyu dengan senyum lembut. Yueyue menatapnya dengan pandangan berkaca kaca dan ingin memeluk Xu Qingyu jika saja mereka tidak sedang menuntun kuda. “Yueyue, bagiku kamu bukan pelayan. Kamu adalah keluargaku, kamu adalah saudariku. Jadi, jangan memandang dirimu sendiri rendah lagi. Aku juga memiliki hadiah untu
Saat melihat Lu Hua, ada banyak sekali spekulasi di kediaman karena semua orang tahu bahwa gadis ini adalah gadis yang sama dengan yang dibawa oleh Tuan muda mereka untuk dibawa sebagai seorang Selir. Kejadian ini masih hangat di ingatan semua orang dan sulit untuk melupakannya namun Xu Qingyu tidak memiliki waktu untuk menjelaskan hal ini. Sehingga langsung bergerak ke arah Lu Hua dan menggandeng tangan Lu Hua dengan gelisah. “Apa yang terjadi? “ Tanya Lu Hua dengan serius. “Kamu lihatlah dulu ke dalam, dia sepertinya keracunan dan mengalami penyiksaan berat. “ Jawab Xu Qingyu. Lu Hua menganggukkan kepalanya dan langsung mempercepat langkahnya sembari membawa kotak kayu berisi obat obatannya dengan cepat menuju kamar Ling Shang. Di dalam terlihat Putri Huai Ling yang berlutut di samping ranjang putranya dan menangis tanpa suara. Wajah Lu Hua langsung berubah menjadi tidak terlalu baik dan memeriksa Ling Shang dengan serius, tidak berani bermain main seperti waktu biasanya. Lu
Xu Qingyu memegang Ling Shang erat erat dan menatap ke sekeliling dengan cemas, lalu Yueyue pun segera mendekatinya. “Nyonya muda, kamu pergilah dulu dengan Tuan muda. Aku akan menghalangi mereka sementara. “Bisik Yueyue di sampingnya. “Aku tidak bisa meninggalkanmu dengan seluruh orang di sini. “ Ucap Xu Qingyu dengan gelisah menatap ke kanan dan ke kiri. “Nyonya muda, kamu harus segera pergi. Dengan begitu baru ada harapan bahwa semua orang bisa selamat. “ Balas salah satu pengawal dari belakang. Xu Qingyu menatap dan berpikir sejenak sebelum akhirnya menyadari bahwa tujuan semua pembunuh bayaran ini adalah Ling Shang. Selama dirinya bisa membawa Ling Shang pergi maka seharusnya pembunuh bayaran ini tidak akan menaruh perhatian lebih pada para pengawal ini. Pembunuh bayaran itu pun tidak menunggu lagi dan mulai menyergap mereka baik dengan anak panah maupun dengan pedang. Beberapa pengawal melindungi Xu Qingyu dan membentuk pelindung di sekitar Xu Qingyu dengan Ling S
Xu Qingyu tidak sadar bahwa di depannya adalah jurang sehingga hampir saja jatuh jika Yueyue tidak menahan tangannya dan menarik tubuhnya ke belakang dengan paksa. Xu Qingyu memandang ke depan dengan tatapan tak terbaca dan pandangan yang nanar, seandainya Yueyue tidak menariknya… Maka dia pasti akan mati! Lalu Yueyue pun memeluknya dengan erat dan hampir saja menangis, Xu Qingyu berusaha untuk menenangkan Yueyue. “Tenang saja, semuanya baik baik saja. Mari kita cari mereka dan kembali secepatnya. “ Ucap Xu Qingyu membujuk Yueyue. Yueyue langsung menganggukkan kepalanya dan mereka pun kembali masuk ke dalam barisan lalu melanjutkan pencarian sebelum akhirnya menemukan sebuah pintu batu. Orang orang pun bekerja sama untuk membuka pintu batu ini, dua puluh pria dewasa yang mendorong pintu batu adalah hal yang mudah. Sehingga pintu batu itu terbuka perlahan tapi pasti yang menunjukkan rahasia di baliknya ternyata adalah sekelompok rombongan kecil yang sedang diikat tangan dan kaki
Wei Lianhua merasa canggung dengan ini dan tidak tahu harus mengatakan apa sebelum akhirnya mengulurkan tangan dan menepuk nepuk punggung Xu Qingyu. “Jangan terlalu sedih, Ayahku bilang bahwa seorang gadis tidak seharusnya mengharapkan cinta dari orang lain melainkan harus mencintai dirinya terleb
Xu Qingyu segera melarikan diri dari hadapan Putri Huailing setelah mengatakan kata katanya tadi dan memerintahkan Yueyue untuk menyiapkan kereta kuda. “Nyonya muda, apakah kita akan berangkat ke bengkel besi? “Tanya Yueyue memastikan. “Ya.” Jawab Xu Qingyu. “Nyonya muda, ini adalah kusir baru y
Xu Qingyu duduk di tempat duduknya dan sesekali mencuri pandang pada Ling Shang, merasa bahwa pasti ada yang salah dengan otak Ling Shang. Jika tidak ada yang salah dengan otak Ling Shang, kenapa sikapnya tiba tiba berubah? Tiba tiba ingin dipanggil 'suamiku'? Hal ini membuat Xu Qingyu merasa a
“Ibu tenang saja, aku pasti akan memperlakukan Yu'er dengan baik seumur hidupku. “Janji Ling Shang. “Ibu… kehidupan sebagai Jenderal berarti siap mati kapan saja. Jika suatu hari nanti… aku mati di medan perang, aku berharap bahwa kalian bisa membawanya kembali. Jangan biarkan dia terpuruk. “Lanj







