Accueil / Romansa / MENJEMPUT ISTRIKU / 109 Surat Ketiga

Share

109 Surat Ketiga

Auteur: Wolfy
last update Date de publication: 2026-05-17 17:57:32

**Bab 109 Surat ketiga**

"Rusha, aku tidak akan mengulangi perkataanku lagi. Duduk, beristirahat sekarang!" seru Garran, suaranya menggelegar di tengah hiruk-pikuk kedai.

Nada tegas dan gelombang khawatir yang tak disembunyikan membuat Atthy—yang dipanggil Rusha oleh semua orang di desa i

Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • MENJEMPUT ISTRIKU   110 Gangguan

    **Bab 110 Gangguan**Ketegangan langsung mengental. Beberapa pengunjung mulai berdiri, tubuh mereka tegang, mata waspada. Beberapa tangan bahkan sudah merayap ke gagang senjata.Garran tetap fokus. Matanya tak lepas dari pria itu, tapi suaranya kini diarahkan pada Brisa. "Brisa, ada apa?"Brisa tak menunduk. Ia menatap lurus, nadanya penuh amarah dan jijik. "Dia meraba bokongku. Sampai roknya tersingkap. Dasar bajingan mesum."Desahan marah terdengar dari beberapa sudut ruangan.Garran m

  • MENJEMPUT ISTRIKU   109 Surat Ketiga

    **Bab 109 Surat ketiga**"Rusha, aku tidak akan mengulangi perkataanku lagi. Duduk, beristirahat sekarang!" seru Garran, suaranya menggelegar di tengah hiruk-pikuk kedai.Nada tegas dan gelombang khawatir yang tak disembunyikan membuat Atthy—yang dipanggil Rusha oleh semua orang di desa itu—mengernyitkan dahi. Ia menunduk, lalu menatap Garran dengan mata memelas, bibirnya nyaris bergetar.Namun Garran tetap berdiri tegak, menyilangkan tangan di dada. "Jangan membuat wajah seperti itu. Aku tidak akan lagi terjebak oleh wajah kasihanmu itu!" tukasnya, meski sorot matanya jelas mengandung kasih sayang.

  • MENJEMPUT ISTRIKU   108 Rencana

    **Bab 108 Rencana**Ruang kerja Putra Mahkota Cavero, malam telah menutup benteng dalam selimut dingin.Hugh berdiri di depan peta besar yang tergantung di dinding. Jarinya bergerak perlahan, menelusuri jalur-jalur antara Ceron, Nauruan, hingga Selatan.Cavero bersandar santai di kursi berat, tangan kanan menopang dagu, matanya memperhatikan setiap gerak Hugh.Mereka telah berbicara selama lebih dari satu jam, tapi yang dibahas bukanlah sekadar masalah militer atau dagang.Ini tentang me

  • MENJEMPUT ISTRIKU   107 Kabar Kehamilan

    **Bab 107 Kabar Kehamilan**Pagi itu, embun belum sepenuhnya mengering dari dedaunan ketika Sania menyiapkan air hangat di dapur. Api menyala tenang di tungku, memanaskan panci logam besar. Ia melirik ke arah Atthy yang sedang melipat kain-kain bersih di sudut ruangan."Rusha, kau tidak perlu mengerjakannya pagi ini. Biar Kaiden yang mengurus semua di kedai," ucap Sania lembut sambil menyibak helaian rambut dari wajahnya.Atthy menoleh, sedikit terkejut. "Aku tidak apa-apa, Bibi. Ini pekerjaan ringan.""Tetap saja," sahut Sania. "Kau duduklah dulu. Ada yang ingin kami bicarakan."

  • MENJEMPUT ISTRIKU   106 Garran Pulang

    **Bab 106 Garran Pulang**Salju siang itu turun tipis, membentuk lapisan lembut di atas tumpukan-tumpukan yang belum lama dibersihkan. Matahari bersinar malu-malu, namun cahayanya cukup untuk menimbulkan kilau samar di permukaan beku. Suara gesekan sekop dan derik pintu kandang mengisi halaman depan kedai. Di antara tiupan angin dingin yang tajam, dua sosok remaja tampak sibuk, saling bercanda sembari bekerja.Atthy, dengan pipi memerah oleh udara dingin dan napas menghembuskan uap tipis, mengangkat ember air hangat dari sumur. Rambut merahnya yang dikepang rapi melambai saat ia menoleh ke arah Finn, yang tengah menyisir kuda tua milik salah satu pengunjung.''Finn, kau yakin Paros

  • MENJEMPUT ISTRIKU   105 Debat Terbuka

    **Bab 105 Debat terbuka**Tepat seperti yang dijanjikan Thally, mereka membicarakannya saat makan siang. Matahari di luar memantul dari jendela ruang makan kecil itu, tapi atmosfer dalam ruangan jauh dari hangat. Masing-masing dari mereka memikul beban yang tak kasat mata, kecurigaan, rasa bersalah, dan bisikan ancaman yang belum sepenuhnya terbaca.Ash dan Kevin saling berpandangan."Jadi maksudmu, Tony memang terkait dengan kematian Carlton...?" tanya mereka hampir bersamaan, suara mereka menegang.Thally menatap piringnya sejenak, seolah menarik napas lewat diam. Lalu, dengan gerakan tenang tapi penuh makna, ia meletakkan sebuah ampl

  • MENJEMPUT ISTRIKU   071 Vadim dan Athaleyah

    **Bab 071 Vadim dan Athaleyah**Kediaman Manor Eldoria - Ruang Tamu KhususRuangan itu luas, namun atmosfernya terasa menekan. Api di perapian menyala redup, memancarkan cahaya keemasan yang membentuk bayangan panjang di dinding batu. Hawa dingin dari luar tetap terasa, meski ruangan ini sudah dihan

  • MENJEMPUT ISTRIKU   070 Terpuruk

    **Bab 070 Terpuruk**Dua minggu telah berlalu.Dua minggu tanpa kabar, tanpa jejak, tanpa secercah harapan.Salju terus turun, membekukan tanah dan menghapus setiap kemungkinan jejak yang bisa ditemukan. Udara di Skythia semakin menusuk, seolah ikut menekan beban yang menghantam tubuh dan pikiran se

  • MENJEMPUT ISTRIKU   069 Kerinduan

    **Bab 069 Kerinduan**Tok tok tok.Suara ketukan terdengar di balik pintu ruang kerja Hugh."Masuk."Helena melangkah masuk dengan hati-hati. Wajahnya tegang, tetapi sorot matanya menyiratkan sesuatu yang lebih dalam. Kesedihan yang tak ia katakan.Hugh, yang duduk di balik meja dengan tubuh sedikit

  • MENJEMPUT ISTRIKU   068 Lelah

    **Bab 068 Lelah **Saihan berjalan cepat di lorong panjang dengan ekspresi muram. Napasnya berat, sorot matanya tajam. Kekesalan dan amarah mengendap di dalam dirinya. Hari ini terlalu panjang. Terlalu banyak hal yang mengacaukan pikirannya. Lalu—BRUK!Tubuhnya menabrak seseorang dengan cukup keras

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status