Share

BAB 30

Author: stevendeeary
last update publish date: 2026-05-27 23:30:46

“Aku harus mengkhianati Mama?” Celine bertanya kemudian menggelengkan kepala dengan cepat. “Aku gak bisa, Mas.”

Sudah kuduga, Celine tak akan menyanggupi.

Aku terkekeh renyah. “Bercanda...,” selorohku, membuat Celine menatapku bingung.

“Maksudnya?”

“Kamu ini polos banget, sih,” cicitku sambil mencolek ujung hidung gadis itu. “Gak mungkin saya nyuruh anak berkhianat dari orang tuanya. Saya cuma orang asing di sini, dosa saya kalau ngadu domba kalian.”

Celine menghela napas. “Mas jangan bikin aku
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 58

    "Aku datang."Sambungan telepon terputus.Sepanjang perjalanan menuju lokasi Nadira, pikiranku terus berputar. Berkali-kali aku mencoba menghubungi Kiara, tetapi hasilnya tetap sama. Tidak aktif. Bahkan pesan yang kukirim sejak lima belas menit lalu tidak menunjukkan tanda-tanda terkirim.Aku menemukan Nadira di sebuah kafe yang letaknya tidak jauh dari rumah sakit tempat Juan dirawat. Wanita itu sudah duduk di sudut ruangan sambil menatap layar laptopnya ketika aku datang. Begitu melihatku, ia langsung menutup layar tersebut dan menyuruhku duduk tanpa basa-basi."Kamu kelihatan kayak habis gak tidur," komentarnya.Aku menarik kursi di hadapannya lalu mengusap wajah kasar. "Memang gak tidur."Nadira tidak bertanya lebih jauh. Syukurlah. Saat ini aku sedang tidak ingin menjelaskan apa pun tentang apa yang terjadi padaku akhir-akhir ini.."Aku gak akan lama-lama," lanjutnya. "Ada sesuatu yang perlu kamu lihat."Dari dalam tasnya, Nadira mengeluarkan sebuah flashdisk berwarna abu-abu lal

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 57

    “Jangan-jangan....”Pikiran buruk langsung bermunculan di kepalaku. Sejak kapan Bianca tahu lokasi apartemen itu? Apa dia benar-benar datang untuk menemui Kiara? Atau justru Kiara yang sengaja menemuinya? Apa pun jawabannya, tidak ada satu pun yang membuatku tenang.Aku mencoba menghubungi nomor Kiara lagi. Hasilnya tetap sama. Tidak aktif.Sial.Kuusap wajah kasar lalu membaca ulang pesan terakhir yang ia kirimkan. Pesan itu sudah masuk hampir dua jam lalu, sementara aku baru membacanya sekarang. Jika memang sesuatu terjadi, maka aku sudah terlambat dua jam.Aku keluar dari kamar mandi sambil mengenakan kemeja. Celine yang masih duduk di atas ranjang langsung menoleh ke arahku. Rambutnya masih berantakan, selimut menutupi sebagian tubuhnya.“Kamu jadi pergi sekarang?” tanyanya.Aku mengangguk singkat. “Iya. Kliennya minta ketemu lebih cepat.”Untungnya Celine tidak banyak bertanya. Ia hanya mengangguk lalu kembali meraih ponselnya. Aku menghampiri gadis itu, mengecup keningnya sekila

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 56

    “Mas....”POV CELINESetelah melewati sekian perdebatan dengan Kiara. Akhirnya adikku mengalah dan membiarkan Mas Jevan mengantarku ‘pulang’.Pulang yang Kiara kira, aku akan kembali ke rumah Mama.“Maaf kalau unit ini gak seluas unitku sebelumnya,” kata Mas Jevan.Ya, tempat ini amat kecil. Hanya ada satu kamar, ruang tamu kecil dan kamar mandi. Aku tidak yakin bisa bertahan di sini untuk waktu yang cukup lama.“Hanya sementara, nanti kita akan pindah ke kota lain setelah menikah,” lanjutnya.Setidaknya kalimat itu membuatku sedikit tenang. Kuletakkan koperku di ujung ruangan, pelan berjalan sambil tanganku iseng meraba-raba barang-barang di kamar itu.Bersih, terawat, tak ada debu setipis apa pun. Mungkin Mas Jevan sering datang ke sini dan membersihkannya. Baiklah, aku bisa tidur nyaman di sini.“Makasih ya, Mas,” ucapku.“Gak masalah kamu di sini, kan?”Aku mengangguk pelan. “Asal gak sama Kiara. Aku butuh waktu untuk gak ketemu dia dulu.”Mas Jevan menarik pinggangku. Jarak setip

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 55

    “Saya harus pergi sekarang—““Tunggu, Jev. Kamu jangan gegabah!” Rakabumi menahanku. “Kita hanya mengira-ngira, tapi kalau kamu ambil keputusan terlalu cepat sama saja kamu mengabaikan misi-misi kita sebelumnya.”Langkahku urung, kembali aku duduk dan termenung.“Jangan lupa, fokus kita adalah kasus Valisa sekarang,” lanjutnya sambil mengambil tablet yang tergeletak di atas meja, sesaat ia meluncur lalu menunjukkan layar tablet itu ke arahku.“Juan sudah sadar, tapi masih belum bisa diajak berbicara. Dua anak buah saya berjaga ketat di depan ruang ICU, tidak ada yang bisa menemui Juan selain istri dan keluarga intinya.”Beberapa foto terpampang di layar, juga hasil rekam medis dari rumah sakit tempat Juan dirawat.“Beberapa kali anggota kita mengajaknya berbincang, tapi responnya masih belum sepenuhnya. Saya agak skeptis, firasat saya berkata Juan tidak akan buka mulut. Karena yang ia hadapi bukan hanya Bianca, melainkan juga orang-orang yang berdiri di belakang wanita itu.“Sekali sa

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 54

    “Kamu gak tahu kan, Om Jevan ketagihan banget sama aku,” ujarku lantang.POV KIARALangkah Kak Celine benar-benar berhenti, butuh waktu lama sampai akhirnya berbalik badan dan menatapku.Aku ingin sekali melihatnya kalah, tapi yang kulihat malah wajah menyebalkannya tersenyum ke arahku. “Ngaco kamu, Kiara. Dia menyelamatkanmu dari teman-temannya Mama, gak mungkin dia ikut ngelecehin kamu juga.Kakak geleng-geleng kepala. “Lain kali, jangan kentara liarnya Kiara. Kamu harusnya berterima kasih sama Mas Jevan, kalau bukan karena dia mungkin malam itu kamu digilir sampai pagi.“Atau mungkin sampai Mama merasa uangnya sudah cukup dari orang-orang itu,” ujar Kakak.Tanpa sadar tanganku mengepal kuat. “Kamu... gak percaya dengan kata-kataku, Kak? Aku gak ngaco, aku dan Om Jevan memang—““Kakak udah tahu, kamu jatuh cinta sama Mas Jevan, kan? Gak apa-apa, perasaanmu gak salah. Mas Jevan orang baik, dia tampan dan lembut. Perempuan di luar sana gak mungkin gak jatuh cinta kalau berdekatan deng

  • MENJERAT NYONYA DIJERAT NONA MUDA   BAB 53

    “Mas, gimana keadaan Kiara?” pertanyaan itu meluncur tepat setelah aku menutup pintu.Aku agak terkejut sebentar, tapi buru-buru kunetralkan ekspresiku agar Celine tak curiga.“Mas lama banget di dalam. Kiara baik-baik aja, kan?”Sudah pasti Celine curiga, lihat saja dari gerakan matanya. Memindaiku ke sana ke mari, terlihat sedih tapi tak tahu apa sebabnya, terlihat cemas tapi juga bingung.“Kakinya terluka, gak dalam, tapi udah baik-baik aja sekarang. Saya berencana memanggil dokter kalau lukanya infeksi,” jawabku.“Aku mau ngomong sama Kiara,” sahutnya.“Kiara udah tidur, jangan diganggu dulu. Dia masih syok.”“Mas... kenapa lama banget sama Kiara?”Aku terdiam, menatap Celine dalam, napasku bertalu lelah... lama-lama membuatku kesal. “Lama atau sebentar, saya pastikan apa yang saya lakukan di dalam adalah untuk kebaikan Kiara.”“Bu-bukan gitu maksud aku, Mas. Aku cuma gak mau Kiara salah paham.”“Dia gak salah paham. Dia cuma kaget, dan sudah saya luruskan kalau dia cuma salah den

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status