LOGINPukul setengah tujuh Putri dan Rena sama-sama terbangun. Gadis kecil itu menyapanya seraya memeluk. Rasanya sangat senang bisa tidur bersama. Rena dapat merasakan bahwa Putri merindukan sosok seorang ibu.
"Sudah bangun, Sayang," sapa Ira saat melihat Rena mengantarkan Putri ke kamar.Putri berlari kecil memeluk Ira lantas minta dimandikan."Ayo sini, sama Bi Siti.” Bi Siti mendekat dan mengajak Putri ke kamar mandi."Saya permisi balik ke kamar ya, Bu," ucap Rena berbalik. SAkhirnya mereka tiba juga di Jakarta. Setelah semua bagasi didapat, mereka langsung masuk ke dalam bus yang telah menunggu untuk mengantar mereka ke kantor. Cuaca sore yang indah menyambut mereka."Di, tolong ambilkan kunci mobil ya," suruh Alex begitu mereka tiba di halaman kantor."Ini, Pak." Adi memberikan kunci mobil."Makasih ya. Aku nyetir sendiri aja. Biar kamu bisa langsung pulang istirahat," ucap Alex."Oke, Pak. Biar saya bantu menyusun koper di dalam mobil.""Koper Rena juga kamu masukan.""Beres."Sementara Adi melakukan perintah bosnya itu, Alex sendiri memberikan sedikit ucapan terima kasih pada seluruh karyawan atas kerjasamanya selama di Bali."Semoga tahun-tahun berikutnya kita semua diberi kesempatan untuk bisa mengadakan acara seperti ini lagi," ucap Alex."Amin, Pak." Kompak mereka semua mengamini ucapan bosnya itu."Khusus untuk besok, jam masuk kerja saya mundurkan satu jam, jadi jam sembilan. Jadi gak ada alasan buat ter
Pukul setengah tujuh Putri dan Rena sama-sama terbangun. Gadis kecil itu menyapanya seraya memeluk. Rasanya sangat senang bisa tidur bersama. Rena dapat merasakan bahwa Putri merindukan sosok seorang ibu. "Sudah bangun, Sayang," sapa Ira saat melihat Rena mengantarkan Putri ke kamar.Putri berlari kecil memeluk Ira lantas minta dimandikan."Ayo sini, sama Bi Siti.” Bi Siti mendekat dan mengajak Putri ke kamar mandi."Saya permisi balik ke kamar ya, Bu," ucap Rena berbalik. Sambil berjalan ia mengelus pahanya yang masih terasa pegal akibat kepala Alex.“Loh Rena kenapa,” tanya Ira dalam hati memperhatikan cara jalan Rena."Kata Alex mereka gak macam-macam." Ira berusaha menepis pikiran negatifnya.Selesai membersihkan diri, Rena menyalakan hair dryer hendak mengeringkan rambutnya tapi benda itu malah gak berfungsi."Aduh percuma ini," ucapnya mengembalikan hair dryer itu ke tempatnya. Mengenakan cadangan handuk lain gadis itu mengeringkan rambutnya s
Acara bebas setelah makan malam, beberapa dari mereka memilih untuk langsung meninggalkan restoran hotel dan pergi jalan, sebelum besok jadwal pulang. Kali ini Rena tidak ikut dengan yang lain, karena permintaan Putri yang ingin tidur dengannya. Berkumpul di kamar Ira, mereka menikmati siaran TV, sementara Alex di balkon menikmati pemandangan Bali di malam hari."Putri sini, sambil rebahan sama Oma," ucap Ira yang dari tadi sudah berada di atas tempat tidur."Putri kan tidurnya sama Tante Rena di kamar sebelah, Oma." Putri duduk bersama Rena di sofa kamar. Tak ingin jauh."Iya. Putri ajak Tante Rena juga ikut rebahan di sini," ucap Ira lagi."Nanti kalau Putri sudah tidur, Tante Rena malah pindah ke kamar sebelah sendiri." Begitu takut gadis kecil itu keinginannya untuk tidur bersama Rena gak kesampean."Nggak, Sayang. Kalau Putri ketiduran di sini, nanti Tante Rena pindahin ke kamar sebelah," sahut Rena menenangkan."Atau Putri mau langsung tidur di kamar se
Bersantai sepanjang hari di pantai, setelah menikmati cemilan sore, mereka bersiap meninggalkan pantai menuju pura uluwatu untuk menikmati sunset sekalian menikmati pertunjukan tari kecak.Berbaur dengan pengunjung wisata yang lain, mereka begitu senang acara kantor kali ini. Bukan kaleng-kaleng Alex mengajak seluruh karyawan.Duduk di kursi penonton, saat menengok ke sebelah kanan tiba-tiba saja Nico telah duduk di sampingnya bersama kedua orang tuanya. Putri duduk di sebelah kirinya bersama Ira dan Bi Siti. Ia tak melihat keberadaan Alex hingga pesan yang dikirim Alex membuatnya menjadi gugup.“Aduh, kenapa pakai acara ketemu Nico segala sih disini,” gumamnya. Ia tak berani menengok ke belakang karena ada Alex yang duduk tepat di belakangnya. Sesekali pria itu usil mencolek Rena."Kita sunset bareng lagi," ucap Nico menatap Rena."Itu zaman dulu, Nic," sahut Rena pelan."Tante. Tante, sudah mau mulai tari-tarinya," sorak Putri girang. Saat penari mulai mema
Kini giliran Rena yang terbangun lebih dulu. Kaget terbangun di atas tempat tidur dengan Alex yang tertidur di sampingnya."Kirain mimpi tadi, ternyata beneran Pak Alex yang mindahin saya." Rena merapikan rambutnya. Gadis itu berkali-kali menguap hingga matanya berair. Melirik ke arah Alex yang sudah berganti pakaian dan wangi ia yakin bosnya itu sudah bangun dan mandi."Berarti saya gak jadi dong nyiram Pak Alex seperti kata Mas Adi.""Salah aku apa jadi kamu mau nyiram?" Alex mengejutkannya"Kirain Pak Alex tidur."Alex melotot. "Saya kira Mas Alex tidur."Pria itu tak terima kalau mereka sedang berdua saja, Rena masih memanggilnya dengan sebutan pak."Kenapa aku perhatikan kamu makin dekat sama dia? Sama orang tuanya juga," ucap Alex."Ya kan Nico teman kuliah. Dulu sering main ke rumah, jadinya kenal sama orang tuanya.""Temen kuliah, bilang aja mantan," ucap Alex sewot."Mas Alex juga punya mantan. Klien Mas yang itu," sahut Rena tak
Setelah memastikan mereka semua ada di dalam Bus, mereka meninggalkan tempat makan malam tadi untuk kembali ke hotel. Waktu masih menunjukkan pukul sembilan malam dan masih terlalu dini untuk tidur di kota seribu pura ini. Alex tak banyak bicara sepanjang perjalanan menuju hotel. Ia langsung mengambil Putri yang tertidur di pangkuan Rena, begitu tiba di hotel."Ren," panggil Tria. Rena mendekat."Nongkrong yuk? Boleh kan sama Pak Alex?" "Boleh lah, ini kan bukan kantor," sahut Rena. Ia menoleh ke belakang dan melihat pria itu berjalan ke arah lift.“Gak perlu minta izin kan,” gumamnya yang kemudian menyimpan ponselnya di dalam tas.Berjalan keluar dari hotel, ia dan beberapa teman kantornya ramai bercanda sambil mencari tempat tongkrongan yang nyaman dan tidak terlalu jauh dari hotel.Sementara itu di kamar Ira, Alex langsung menidurkan Putri di atas tempat tidur, lalu keluar dari kamar Ira."Di mana, Di?" tanya Alex di ujung telepon."Di k







