Se connecter"Mama masih di Bandung, Ren?"
"Sudah pulang kemarin, Mas.""Kabar Tante Bunga gimana?”"Sehat. Tante Bunga juga sudah bisa aktifitas kayak biasa," sahut Rena.Alex kemudian memarkirkan mobilnya di salah satu rumah sakit, untuk mengambil hasil medical check up Ira.Baru saja melewati meja resepsionis Rena menangkap bayangan Nico dan Tante Sarah tak jauh dari tempatnya berada. Bisa repot kalau mereka ketemu."Mas, saya mau ke toilet," ucap Rena menarik tangan Alex."Acara bebas setelah makan malam, beberapa dari mereka memilih untuk langsung meninggalkan restoran hotel dan pergi jalan, sebelum besok jadwal pulang. Kali ini Rena tidak ikut dengan yang lain, karena permintaan Putri yang ingin tidur dengannya. Berkumpul di kamar Ira, mereka menikmati siaran TV, sementara Alex di balkon menikmati pemandangan Bali di malam hari."Putri sini, sambil rebahan sama Oma," ucap Ira yang dari tadi sudah berada di atas tempat tidur."Putri kan tidurnya sama Tante Rena di kamar sebelah, Oma." Putri duduk bersama Rena di sofa kamar. Tak ingin jauh."Iya. Putri ajak Tante Rena juga ikut rebahan di sini," ucap Ira lagi."Nanti kalau Putri sudah tidur, Tante Rena malah pindah ke kamar sebelah sendiri." Begitu takut gadis kecil itu keinginannya untuk tidur bersama Rena gak kesampean."Nggak, Sayang. Kalau Putri ketiduran di sini, nanti Tante Rena pindahin ke kamar sebelah," sahut Rena menenangkan."Atau Putri mau langsung tidur di kamar se
Bersantai sepanjang hari di pantai, setelah menikmati cemilan sore, mereka bersiap meninggalkan pantai menuju pura uluwatu untuk menikmati sunset sekalian menikmati pertunjukan tari kecak.Berbaur dengan pengunjung wisata yang lain, mereka begitu senang acara kantor kali ini. Bukan kaleng-kaleng Alex mengajak seluruh karyawan.Duduk di kursi penonton, saat menengok ke sebelah kanan tiba-tiba saja Nico telah duduk di sampingnya bersama kedua orang tuanya. Putri duduk di sebelah kirinya bersama Ira dan Bi Siti. Ia tak melihat keberadaan Alex hingga pesan yang dikirim Alex membuatnya menjadi gugup.“Aduh, kenapa pakai acara ketemu Nico segala sih disini,” gumamnya. Ia tak berani menengok ke belakang karena ada Alex yang duduk tepat di belakangnya. Sesekali pria itu usil mencolek Rena."Kita sunset bareng lagi," ucap Nico menatap Rena."Itu zaman dulu, Nic," sahut Rena pelan."Tante. Tante, sudah mau mulai tari-tarinya," sorak Putri girang. Saat penari mulai mema
Kini giliran Rena yang terbangun lebih dulu. Kaget terbangun di atas tempat tidur dengan Alex yang tertidur di sampingnya."Kirain mimpi tadi, ternyata beneran Pak Alex yang mindahin saya." Rena merapikan rambutnya. Gadis itu berkali-kali menguap hingga matanya berair. Melirik ke arah Alex yang sudah berganti pakaian dan wangi ia yakin bosnya itu sudah bangun dan mandi."Berarti saya gak jadi dong nyiram Pak Alex seperti kata Mas Adi.""Salah aku apa jadi kamu mau nyiram?" Alex mengejutkannya"Kirain Pak Alex tidur."Alex melotot. "Saya kira Mas Alex tidur."Pria itu tak terima kalau mereka sedang berdua saja, Rena masih memanggilnya dengan sebutan pak."Kenapa aku perhatikan kamu makin dekat sama dia? Sama orang tuanya juga," ucap Alex."Ya kan Nico teman kuliah. Dulu sering main ke rumah, jadinya kenal sama orang tuanya.""Temen kuliah, bilang aja mantan," ucap Alex sewot."Mas Alex juga punya mantan. Klien Mas yang itu," sahut Rena tak
Setelah memastikan mereka semua ada di dalam Bus, mereka meninggalkan tempat makan malam tadi untuk kembali ke hotel. Waktu masih menunjukkan pukul sembilan malam dan masih terlalu dini untuk tidur di kota seribu pura ini. Alex tak banyak bicara sepanjang perjalanan menuju hotel. Ia langsung mengambil Putri yang tertidur di pangkuan Rena, begitu tiba di hotel."Ren," panggil Tria. Rena mendekat."Nongkrong yuk? Boleh kan sama Pak Alex?" "Boleh lah, ini kan bukan kantor," sahut Rena. Ia menoleh ke belakang dan melihat pria itu berjalan ke arah lift.“Gak perlu minta izin kan,” gumamnya yang kemudian menyimpan ponselnya di dalam tas.Berjalan keluar dari hotel, ia dan beberapa teman kantornya ramai bercanda sambil mencari tempat tongkrongan yang nyaman dan tidak terlalu jauh dari hotel.Sementara itu di kamar Ira, Alex langsung menidurkan Putri di atas tempat tidur, lalu keluar dari kamar Ira."Di mana, Di?" tanya Alex di ujung telepon."Di k
Setelah semua peserta tiba di Bali, mereka diantarkan ke hotel untuk beristirahat sejenak sebelum akan makan malam nanti. Mereka yang sudah mendapatkan kunci dan teman untuk tidur langsung menuju kamar masing-masing."Putri tidur sama Tante Rena ya," ucap Putri saat melihat yang lain sudah mendapatkan kunci kamar."Benar kan, ini pasti Putri yang bakal mendominasi kamu," bisik Alex."Gapapa, Ren. Alex mesan kamar yang ada pintu penghubungnya juga kok, untuk kamar saya dan kamu. Jadi privacy kamu gak bakal ke ganggu kok," ucap Ira."Iya, Bu," sahut Rena."Asyik banget nih ya," goda Manda saat mereka sama-sama menunggu pintu lift terbuka."Nda. Please jangan mulai ya. Kamu pacaran lagi aja sana sama suami," sahut Rena masuk ke dalam lift.***"Putri, Tante mandi dulu ya," izin Rena sebelum masuk kamar."Iya, Tante. Putri juga mau mandi," sahut gadis kecil itu. "Ren, pintu penghubungnya langsung saya buka, nanti masuk aja ya," ucap Ira."Oh
Rena baru saja selesai packing. Merebahkan diri ia mencoba untuk tidur.+628xxxxBisa gak sih kamu jangan dekat sama Nico? Sebuah pesan masuk bersama dengan satu foto dari nomor tak dikenal."Hah, nomor siapa sih ini?" tanya Rena bingung, "ini kan foto waktu acara di rumah Nico."Ia langsung menghubungi Nico tapi tak ada respon. Pesan yang ia kirimkan juga tak terkirim."Cuma centang satu," gumamnya menatap layar ponsel, "tumben whatsappnya gak aktif."Rena menatap foto itu lagi."Kira-kira ini nomor siapa ya?" Meski penasaran Rena juga tak berniat untuk membalas pesan itu. Makin diladenin nanti makin ribet urusannya. Ia memilih untuk mengkonfirmasi langsung pada Nico saja nanti.***Menjemput Rena di rumah pukul tujuh pagi, Alex langsung memasukkan koper yang ada di teras ke dalam mobil lalu berpamitan."Ini buat cemilan," ucap Mama memberikan satu kotak bolu yang telah dipotong-potong. Dengan senang hati Alex menyambut







