Share

Pergi!!!

Author: Adilia
last update publish date: 2026-08-30 18:39:40
Dania membaringkan kepalanya yang terasa begitu berat di atas dada bidang Angger. Detak jantung pemuda itu terasa bergemuruh di telinganya. Namun, kehangatan itu mendadak berubah menjadi rasa dingin yang menusuk ulu hati saat kesadarannya kembali menguasai benaknya.

Dania menarik tubuhnya perlahan, menjauh dari dada Angger dengan sisa-sisa tenaga yang ada.

"Nggak usah pikirkan aku, pulanglah," bisik Dania parau tanpa menatap mata pemuda itu. "Di rumahmu sedang sibuk mempersiapkan acara untuk
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Maaf Mas, Keponakanmu Jauh Lebih Jantan   Syarat panas

    Pintu kamar rawat VIP itu mendadak terhempas keras hingga menghantam dinding."Jangan pernah berani menandatangani surat itu, Dania!"Suara melengking dan bergetar milik Renata memecah keheningan ruangan. Wanita tua itu muncul dengan dorongan kursi roda yang tergesa-gesa dari seorang pengawal pribadi. Wajahnya yang berkerut nampak merah padam, matanya menyala dipenuhi kepanikan dan amarah yang belum padam.Sofia, Angger, dan Dania seketika membeku.Renata mendorong roda kursinya sendiri hingga mendekat ke tepi ranjang Dania. Dengan telunjuknya yang gemetar, ia menunjuk dokumen perceraian yang masih berada di pangkuan Dania."Jangan pernah kamu mimpi bisa lepas dari keluarga ini begitu saja!" bentak Renata histeris, napasnya tersengal-sengal. "Kalau kamu bercerai dari Bram sekarang, nama keluarga kita akan makin hancur di mata media! Semua orang akan tahu kalau anakku membusuk di penjara dan kamu lari mencari keselamatan sendiri!"Angger langsung pasang badan, melangkah satu tindak mem

  • Maaf Mas, Keponakanmu Jauh Lebih Jantan   Keputusan Akhir

    "Aku sudah tahu semuanya, Bram," potong Sofia. Matanya menatap lurus menembus manik mata adiknya yang mulai liar dan panik. "Anak yang dikandung Dania adalah milik Angger. Dan kamu menutupi semuanya—pura-pura tidak tahu dan pura-pura sempurna—hanya agar kamu terlihat menang karena sudah membuat Dania hamil di mata dunia dan Ibu!"Kata-kata itu menghantam Bram, menghancurkan seluruh sisa-sisa keangkuhannya. Topeng kesombongan yang bertahun-tahun ia kenakan seketika runtuh, menyisakan sesosok pria malang yang ditelanjangi oleh dosa dan kebohongannya sendiri.Bram mengepalkan jarinya yang gemetar di atas kertas gugatan cerai yang telah ditandatanganinya. Rahangnya mengetat, menahan gelombang rasa malu, amarah, dan kehancuran jiwa yang tak tertahankan. Air mata keputusasaan menetes samar membasahi pakaian tahanannya."Pergilah, Mbak..." titah Bram serak, suaranya begitu lemah, nyaris tenggelam di antara bising udara dingin ruang kunjungan. Ia memalingkan wajahnya ke samping, tak sanggup

  • Maaf Mas, Keponakanmu Jauh Lebih Jantan   Perceraian dan pernikahan

    Cahaya remang koridor ruang rawat VIP Rumah Sakit Graha Medika terasa dingin mencekam. Sofia berdiri menyandarkan punggungnya pada dinding kaca, menatap putranya yang masih setia duduk mematung di samping ranjang Dania. Di balik tirai tipis, Dania terbaring pucat dengan infus terpasang di punggung tangannya, tertidur lelap di bawah pengaruh obat penenang.Rasa bersalah yang terpancar gila-gilaan dari raut wajah Angger membuat dada Sofia terasa teremas. Sebagai seorang ibu, ia tahu betul jika situasi ini dibiarkan mengambang tanpa kejelasan status, Angger hanya akan terus terjerumus dalam lingkaran dosa dan gairah tak terkendali yang membahayakan nyawa Dania serta janin di rahimnya.Sofia memutar badannya, melangkah masuk ke dalam kamar rawat dengan gerakan anggun."Angger," panggil Sofia lirih namun sarat akan perintah.Angger mendongak, matanya yang memerah menatap ibunya dengan tatapan lelah. "Kenapa, Bu?""Ibu tidak mau tahu. Begitu Dania pulih dan keluar dari rumah sakit ini, kamu

  • Maaf Mas, Keponakanmu Jauh Lebih Jantan   Permainan ganas

    Suasana kamar yang semula sunyi berubah intens ketika Angger memangkas jarak di antara mereka. Tatapannya terkunci pada Dania, tajam sekaligus sarat napsu yang sulit diredam. Dania hanya bisa menahan napas, dadanya berdebar kencang saat jemari Angger yang dingin mulai membelai rahangnya, turun perlahan ke leher, hingga melingkar di pinggangnya."Kamu milikku malam ini, Dania," bisik Angger rendah, suaranya terdengar serak di dekat telinga Dania.Dania mengangguk pelan, menyisakan sedikit ragu yang langsung tergilas oleh sentuhan Angger. Perlahan tapi pasti, Angger membawanya dalam pusaran cumbu yang kian menuntut. Sentuhan jemari Angger beringsut di atas kulit Dania, membuka lembar demi lembar pertahanan wanita itu. Setiap gerak gerik Angger dipenuhi dominasi, membuat Dania tak bisa berkutik selain pasrah menerima ritme yang makin cepat dan liar.Di atas kasur oversize, percumbuan itu berlangsung makin sengit. Angger bergerak tanpa mengendurkan tekanan sedikit pun, seolah ingin menyes

  • Maaf Mas, Keponakanmu Jauh Lebih Jantan   Kesalahan

    "Baiklah, Bu," potong Angger, suaranya mengalun tenang, memotong perdebatan dengan ibunya. "Kalau Ibu tetap tidak bisa menerima Dania dan anak kami, Angger yang akan memutuskan hubungan dengan keluarga ini. Angger akan keluar dari kehormatan keluarga besar kalian."Kata-kata itu jatuh seperti bom waktu yang meruntuhkan seluruh pertahanan Sofia.Sofia membeku total. Matanya membelalak lebar, memandang putra tunggalnya, satu-satunya kebanggaan dan pilar hidup yang tersisa, dengan tatapan tak percaya. Bibir wanita itu bergoyang tanpa suara, menggeleng-geleng bingung. Bicaranya terhenti di tenggorokan. Kehilangan Angger adalah garis merah yang tidak akan pernah sanggup dia seberangi. Di hadapan keteguhan gila sang putra, ego dan rasa malunya seketika runtuh menjadi puing-puing keputusasaan.Sofia menghembuskan napas panjang, menyapu air mata yang mengering kusam di pipinya."Angger..." bisik Sofia, suaranya parau dan teramat serak. Ia memejamkan mata erat-erat, menahan rasa pilu yang menc

  • Maaf Mas, Keponakanmu Jauh Lebih Jantan   Rahasia yang terbongkar

    Selama beberapa bulan terakhir, kecurigaan di dalam dada Sofia menumpuk bagaikan abu dalam sekam. Perubahan sikap Angger, cara putranya itu memandang Dania, hingga keputusan mendadak membawa wanita hamil itu keluar dari rumah utama tanpa alasan jelas—semuanya terasa ganjil.Menggunakan kartu akses cadangan yang diam-diam didapatkannya dari orang kepercayaan Angger, Sofia memutar engsel pintu tanpa suara.Suasana apartemen yang remang-remang diselimuti aroma parfum lavender dan kehangatan yang tak biasa. Sofia melangkah pelan menembus lorong tengah, hingga matanya menangkap pintu kamar utama yang sedikit terbuka, membiarkan pendar cahaya lampu tidur menerobos keluar.Sofia mendekat, lalu mendorong pintu itu lebih lebar.Deg!Pandangan mata Sofia seketika membeku. Seluruh darah di dalam tubuhnya seakan berhenti mengalir, menyisakan rasa dingin gila yang mencengkeram jiwanya.Di atas ranjang king-size bernuansa putih, Angger dan Dania terbaring saling mengunci dalam dekapan erat. Keadaan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status